Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 11 jam yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan bahwa pemerintah memastikan akan melanjutkan kebijakan efisiensi dan refocusing belanja negara pada 2027.

Hal ini disampaikan Purbaya dalam Rapat Paripurna ke-21 Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026 di DPR RI, Jakarta pada Selasa (9/6/2026).

Pemerintah juga berkomitmen untuk memperbaiki kualitas belanja negara agar setiap alokasi anggaran lebih tepat sasaran. [TIME CODE: 02:03]

"Pemerintah terus berkomitmen meningkatkan kualitas belanja negara dengan upaya efisiensi dan refocusing agar alokasi anggaran semakin produktif, tepat sasaran, dan mampu memberikan dampak nyata bagi perekonomian dan masyarakat," ujar Purbaya.

Video Editor: Joshua

Produser: Theo Reza

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/674863/menkeu-purbaya-efisiensi-refocusing-anggaran-berlanjut-pada-2027
Transkrip
00:00Pimpinan dan anggota Dewan yang kami hormati,
00:04Pemerintah mengapresiasi pandangan seluruh fraksi DPR RI
00:08agar pemerintah terus mendorong upaya optimalisasi pendapatan negara
00:12baik melalui perluasan basis penerimaan maupun pengelolaan sumber daya alam yang lebih baik.
00:19Sejalan dengan hal tersebut, pemerintah berkomitmen untuk terus melakukan optimalisasi pendapatan negara
00:25dengan tetap menjaga keberlanjutan ekonomi investasi dan pelestarian lingkungan.
00:34Komitmen ini diwujudkan melalui penguatan sistem perpajakan yang adaptif terhadap perubahan struktur ekonomi.
00:41Sementara itu, peningkatan kepatahan wajib pajak dilakukan dengan memanfaatkan teknologi dan analisis big data
00:49guna memperkuat efektivitas pengawasan, memperluas basis perpajakan,
00:54dan mengoptimalkan potensi penerimaan negara secara berkesinambungan.
01:00Di sisi lain, pemerintah juga tetap memberikan insentif fiskal secara terarah, selektif, dan terukur
01:07kepada sektor-sektor strategis yang memiliki nilai tambah tinggi bagi perekonomian.
01:15Dari sisi penerimaan negara bukan pajak, optimalisasi dilakukan melalui penguatan penerimaan berbasis sumber daya alam,
01:24peningkatan tata kelola yang transparan dan akuntabel, dan inovasi layanan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik.
01:33Upaya ini didukung oleh pengawasan dan penegakan hukum yang lebih kuat,
01:38serta optimalisasi penagihan piutang untuk memaksimalkan potensi penerimaan negara.
01:50Pemerintah mengapresiasi pandangan seluruh fraksi DPR RI mengenai pentingnya menjaga
01:56dan meningkatkan kualitas belanja negara dalam mendukung agenda pembangunan.
02:01Pemerintah terus berkomitmen meningkatkan kualitas belanja negara melalui upaya efisiensi dan defocusing
02:10agar alokasi anggaran semakin produktif, tepat sasaran, dan mampu memberikan dampak nyata bagi perekonomian dan masyarakat.
02:22Sejalan dengan hal tersebut, pemerintah terus mendorong efektivitas subsidi dan perlindungan sosial
02:28dalam melindungi daya beli dan pengentasan kemiskinan.
02:33Pemerintah secara bertahap mendorong bantuan sosial dan subsidi yang lebih tepat sasaran
02:38dan berkeadilan, serta berbasis penerimaan manfaat langsung
02:43dengan memanfaatkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional atau DTSEN.
02:49Program-program perlindungan sosial berbasis pemberdayaan juga terus didorong dan diperkuat.
02:56Di sisi lain, sinergi antar program Perlinsos dari berbagai kementerian dan lembaga
03:04terus diperkuat agar intervensi yang dilakukan semakin terpadu, saling melengkapi,
03:10dan mampu memberikan dampak yang lebih signifikan dalam meningkatkan kejahatan masyarakat.
03:16Di samping itu, pemerintah berkomitmen meningkatkan aktivitas belanja pusat dan daerah
03:24melalui penguatan sinergi dan harmonisasi belanja pusat dan daerah.
03:31Langkah ini diarahkan agar belanja daerah semakin optimal dalam meningkatkan kualitas layanan publik
03:36dan pembangunan di daerah, serta mendukung pencapaian program prioritas nasional.
03:43Sejalan dengan itu, penguatan belanja KL di daerah juga terus didorong melalui sinergi program
03:49yang lokasi penerimaan manfaatnya berada di daerah,
03:53seperti percepatan makan bergisi gratis, penguatan kooperasi desa kelurahan merah putih,
04:01sekolah rakyat, dan pemeriksaan kesehatan gratis.
04:06Pada sisi lain, dalam implementasi Undang-Undang HKPD,
04:11pemerintah senantiasa mendorong harmonisasi pusat dan daerah semakin solid
04:17dengan tetap memberikan fleksibilitas pengelolaan APBD
04:21dalam meningkatkan kualitas layanan publik dan peningkatan kesejahteraan ASN di daerah.
04:29Selanjutnya, pemerintah menyampaikan apresiasi atas pandangan
04:33fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan,
04:37fraksi Partai Golongan Karya,
04:39fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya,
04:42fraksi Partai Nasional Demokrat,
04:44fraksi Partai Kebangkitan Bangsa,
04:46fraksi Partai Keadilan Sejahtera,
04:50fraksi Partai Amanat Nasional,
04:51dan fraksi Partai Demokrat
04:53mengenai pentingnya pengelolaan defisit
04:57dan pembiayaan anggaran secara pruden,
05:00terukur, dan tetap berada dalam batas yang aman.
05:06Kebijakan pengelolaan defisit dan pembiayaan anggaran tersebut
05:09tidak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan pendanaan jangka pendek,
05:14tetapi juga untuk menjaga kesinambungan fiskal dalam jangka menengah dan panjang.
05:20Oleh karena itu,
05:24kebijakan pembiayaan anggaran senantiasa diarahkan untuk mendorong kegiatan produktif
05:29yang dapat memperkuat daya saing dan ketahanan ekonomi nasional
05:35dalam jangka menengah dan jangka panjang.
05:40Untuk menutup defisit anggaran tersebut,
05:43skema pembiayaan defisit anggaran akan dikelola secara inovatif,
05:47pruden, dan berkelanjutan dengan mengendalikan defisit utang
05:52dalam batas yang aman.
05:56Sinergi dengan danantara,
05:58spesial mission vehicles,
06:00badan layanan umum,
06:02dan sovereign wealth fund dilakukan
06:04untuk mendukung akselerasi transformasi ekonomi
06:07dan memperkuat ketahanan fiskal
06:10melalui penyediaan fiscal buffer
06:12secara andal dan efisien.
06:17Ketua, para Wakil Ketua, dan Ibu,
Komentar

Dianjurkan