00:00Pimpinan dan anggota Dewan yang kami hormati,
00:04Pemerintah mengapresiasi pandangan seluruh fraksi DPR RI
00:08agar pemerintah terus mendorong upaya optimalisasi pendapatan negara
00:12baik melalui perluasan basis penerimaan maupun pengelolaan sumber daya alam yang lebih baik.
00:19Sejalan dengan hal tersebut, pemerintah berkomitmen untuk terus melakukan optimalisasi pendapatan negara
00:25dengan tetap menjaga keberlanjutan ekonomi investasi dan pelestarian lingkungan.
00:34Komitmen ini diwujudkan melalui penguatan sistem perpajakan yang adaptif terhadap perubahan struktur ekonomi.
00:41Sementara itu, peningkatan kepatahan wajib pajak dilakukan dengan memanfaatkan teknologi dan analisis big data
00:49guna memperkuat efektivitas pengawasan, memperluas basis perpajakan,
00:54dan mengoptimalkan potensi penerimaan negara secara berkesinambungan.
01:00Di sisi lain, pemerintah juga tetap memberikan insentif fiskal secara terarah, selektif, dan terukur
01:07kepada sektor-sektor strategis yang memiliki nilai tambah tinggi bagi perekonomian.
01:15Dari sisi penerimaan negara bukan pajak, optimalisasi dilakukan melalui penguatan penerimaan berbasis sumber daya alam,
01:24peningkatan tata kelola yang transparan dan akuntabel, dan inovasi layanan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik.
01:33Upaya ini didukung oleh pengawasan dan penegakan hukum yang lebih kuat,
01:38serta optimalisasi penagihan piutang untuk memaksimalkan potensi penerimaan negara.
01:50Pemerintah mengapresiasi pandangan seluruh fraksi DPR RI mengenai pentingnya menjaga
01:56dan meningkatkan kualitas belanja negara dalam mendukung agenda pembangunan.
02:01Pemerintah terus berkomitmen meningkatkan kualitas belanja negara melalui upaya efisiensi dan defocusing
02:10agar alokasi anggaran semakin produktif, tepat sasaran, dan mampu memberikan dampak nyata bagi perekonomian dan masyarakat.
02:22Sejalan dengan hal tersebut, pemerintah terus mendorong efektivitas subsidi dan perlindungan sosial
02:28dalam melindungi daya beli dan pengentasan kemiskinan.
02:33Pemerintah secara bertahap mendorong bantuan sosial dan subsidi yang lebih tepat sasaran
02:38dan berkeadilan, serta berbasis penerimaan manfaat langsung
02:43dengan memanfaatkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional atau DTSEN.
02:49Program-program perlindungan sosial berbasis pemberdayaan juga terus didorong dan diperkuat.
02:56Di sisi lain, sinergi antar program Perlinsos dari berbagai kementerian dan lembaga
03:04terus diperkuat agar intervensi yang dilakukan semakin terpadu, saling melengkapi,
03:10dan mampu memberikan dampak yang lebih signifikan dalam meningkatkan kejahatan masyarakat.
03:16Di samping itu, pemerintah berkomitmen meningkatkan aktivitas belanja pusat dan daerah
03:24melalui penguatan sinergi dan harmonisasi belanja pusat dan daerah.
03:31Langkah ini diarahkan agar belanja daerah semakin optimal dalam meningkatkan kualitas layanan publik
03:36dan pembangunan di daerah, serta mendukung pencapaian program prioritas nasional.
03:43Sejalan dengan itu, penguatan belanja KL di daerah juga terus didorong melalui sinergi program
03:49yang lokasi penerimaan manfaatnya berada di daerah,
03:53seperti percepatan makan bergisi gratis, penguatan kooperasi desa kelurahan merah putih,
04:01sekolah rakyat, dan pemeriksaan kesehatan gratis.
04:06Pada sisi lain, dalam implementasi Undang-Undang HKPD,
04:11pemerintah senantiasa mendorong harmonisasi pusat dan daerah semakin solid
04:17dengan tetap memberikan fleksibilitas pengelolaan APBD
04:21dalam meningkatkan kualitas layanan publik dan peningkatan kesejahteraan ASN di daerah.
04:29Selanjutnya, pemerintah menyampaikan apresiasi atas pandangan
04:33fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan,
04:37fraksi Partai Golongan Karya,
04:39fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya,
04:42fraksi Partai Nasional Demokrat,
04:44fraksi Partai Kebangkitan Bangsa,
04:46fraksi Partai Keadilan Sejahtera,
04:50fraksi Partai Amanat Nasional,
04:51dan fraksi Partai Demokrat
04:53mengenai pentingnya pengelolaan defisit
04:57dan pembiayaan anggaran secara pruden,
05:00terukur, dan tetap berada dalam batas yang aman.
05:06Kebijakan pengelolaan defisit dan pembiayaan anggaran tersebut
05:09tidak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan pendanaan jangka pendek,
05:14tetapi juga untuk menjaga kesinambungan fiskal dalam jangka menengah dan panjang.
05:20Oleh karena itu,
05:24kebijakan pembiayaan anggaran senantiasa diarahkan untuk mendorong kegiatan produktif
05:29yang dapat memperkuat daya saing dan ketahanan ekonomi nasional
05:35dalam jangka menengah dan jangka panjang.
05:40Untuk menutup defisit anggaran tersebut,
05:43skema pembiayaan defisit anggaran akan dikelola secara inovatif,
05:47pruden, dan berkelanjutan dengan mengendalikan defisit utang
05:52dalam batas yang aman.
05:56Sinergi dengan danantara,
05:58spesial mission vehicles,
06:00badan layanan umum,
06:02dan sovereign wealth fund dilakukan
06:04untuk mendukung akselerasi transformasi ekonomi
06:07dan memperkuat ketahanan fiskal
06:10melalui penyediaan fiscal buffer
06:12secara andal dan efisien.
06:17Ketua, para Wakil Ketua, dan Ibu,
Komentar