00:00Oke, sejumlah masalah di penyelenggaraan Pesta Bola Dunia di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada.
00:04Kita bahas bersama analis sepak bola Haris Pardede.
00:07Selamat malam, Bung Harpa.
00:10Bung Harpa, bisa dengar suara saya?
00:15Ya, sepertinya kita masih ada gangguan komunikasi dengan Bung Harpa.
00:19Kita akan coba sambungkan terus.
00:21Ya, Bung Harpa, selamat malam.
00:24Ya, malam.
00:24Oke.
00:25Bung Harpa, pertandingan-pertandingan di Piala Dunia sih sekarang so far seru-seru.
00:30Tapi dibalik itu banyak cerita-cerita yang dikeluhkan oleh fans, bahkan oleh wasit yang bertugas, bahkan oleh timnasnya yang sedang
00:38bertanding gitu ya.
00:39Mulai dari timnas Inggris yang kecolongan, wasit Somalia yang nggak boleh masuk Amerika Serikat, keluhan Jepang soal fasilitas latihan di
00:47Meksiko.
00:48Ini Piala Dunia 2026 ini sebudang masalah penyelenggaraannya, mulai dari izin masuk dan izin tinggal hingga persoalan keamanan.
00:54Sejauh ini, Anda melihatnya gimana penanganannya? Memang benar kacau atau gimana?
01:01Ya, kalau kita lihat dari pertandingan-pertandingan, memang berlangsung seru ya.
01:06Ada juga beberapa pejutan, misalnya Brazil yang satu sama dengan Marojo.
01:12Kemudian juga Qatar yang berhasil meraih satu poin pertama mereka sepanjang sejarah.
01:17Ya, walaupun ada hasil-hasil lain yang sudah diprediksi ya, seperti Amerika Serikat yang berhasil mengalahkan Paraguay dengan 141.
01:25Tapi memang di luar itu semua, untuk urusan penyelenggaran itu banyak sekali PR, banyak sekali masalah yang sudah tersaji dan
01:33bahkan juga baru saja tersaji.
01:35Misalnya Thomas Partey ya, satu dunia mungkin yang ikutin tahu siapa Thomas Partey.
01:40Tapi kok bisa sampai tidak bisa masuk ke Kanada.
01:44Ya, walaupun juridiksinya Kanada ya.
01:47Ini kan lucu ya, artinya kalaupun mungkin dia ada masalah administrasi, masalah paperwork, kan bisa di follow up ya.
01:54Bisa di, apa ya, langsung ditelusuri, dibantu agar bisa masuk gitu loh.
01:59Dan wasit juga, kan wasit Omar, siapa ya, saya lupa dengan tempatnya.
02:02Itu kan juga, kalau saya nggak salah, katanya dia masuk dengan paspor diplomatik atau apa ya.
02:08Karena memang dia, apa ya, hanya masalah detail itu kan bisa saja ditolong begitu.
02:14Dan ini sangat bertolak belakang dengan penyelenggaraan Pihara Dunia sebelumnya tahun 2022.
02:20Kebetulan saya juga kesana, kalau kita ingat di momen tersebut, itu justru pihak otoritas Qatar itu dengan tangan terbuka itu
02:29menyambung seluruh fans.
02:31Dari manapun mereka berada, bahkan mereka punya sebuah kartu yang namanya Hayakart.
02:37Yang intinya, kalau kita beli tiket, kita dapat Hayakart, itu artinya kita bisa masuk Qatar.
02:43Kalau memang negara kita sahabatnya menggunakan visa.
02:46Demikian juga di Rusia, mereka punya fan ID, dan 2014 tidak ada brandingnya, tapi mereka pada dasarnya welcome ke seluruh
02:55fans yang datang ke sana.
02:56Oke, nah kalau gini, sebenarnya FIFA sebagai Federasi Sopak Bola Internasional yang menaungi Sopak Bola di seluruh dunia,
03:04ini bisa negur negara-negara penyelenggara nggak?
03:06Eh, ini mau jadi penyelenggara Pihara Dunia tuh nggak gampang loh gitu.
03:11Kok sekarang malah banyak kekacauan seperti ini gitu.
03:14Bisa nggak sih sebenarnya negur?
03:16Gini, ya begini Mas Arti.
03:20Jadi, kita mesti lihat juga sedikit ke arah geopolitik ya, bahwa ya bandingannya Qatar, ini benar-benar bumi dan langit
03:28ya.
03:29Setelah sama berajat, Qatar itu kan negara kecil.
03:31Walaupun mereka kaya, tapi secara geopolitik mereka tidak punya pengaruh.
03:35Sehingga buat mereka, ketika mereka punya kesempatan untuk menyelenggarakan turnamen sepak bola terbesar di dunia,
03:42itu buat mereka tuh seperti berkas yang sangat luar biasa.
03:44Sehingga mereka men-treatnya itu dengan sangat luar biasa juga.
03:49Baik media, baik fans, baik kontestan, dan lain-lain.
03:52Tapi buat United States of America, buat Amerika Serikat, di ala dunia itu, ya biasa aja buat mereka.
03:59Dan olahraga sepak bola itu bukan olahraga nomor satu di sana.
04:02Mungkin empat atau bahkan lima setelah American Football, setelah NFL, basket, dan juga baseball.
04:08Ya kita lihat lah, seperti apa.
04:10Kemudian juga secara geopolitik Amerika Serikat memainkan perannya.
04:13Belahkan saya mengingat ada satu statement yang menjelaskan ini semua sebenarnya.
04:18Dalam sebuah kalimat yang ekskisif dari Jan Infantil.
04:21Dia mengatakan, we don't control everything.
04:24Kayaknya kita tahu apa yang dimaksudkan Jan Infantil.
04:26Ya, Amerika Serikat memang super power yang olahraga nomor satunya bukan sepak bola.
04:32Jadi mereka dalam tanda kutip agak abailah dengan penyelenggaran sepak bola.
04:36Meskipun ini yang katanya terbesar di dunia loh, yang harusnya jadi perhatian.
04:41Nah, tapi saya terakhir bertanya.
04:43Seberapa besar sebenarnya hal-hal seperti ini, ya sepertinya dianggap remeh,
04:46tapi ya cukup serius sebenarnya kalau memang mau dianggap serius.
04:50Seberapa besar hal seperti ini bisa mempengaruhi persiapan tim?
04:52Seperti kayak Jepang, sarana latihannya kurang mumpuni.
04:56Inggris lah yang mau latihan dari Florida ke Kansas City kemalingan di tengah jalan.
05:02Gimana nih?
05:05Ya, bahkan juga kalau kita sedikit mengapungkan contoh itu Iran.
05:09Iran itu tinggalnya harus di Meksiko, yuridiksi Meksiko.
05:13Dan hari-hari dia harus, saya gak ngerti ya, mungkin dia naik kendaraan ke Seattle atau kemana.
05:20Pokoknya ke daerah Amerika Serikat, ke tempat dia main.
05:23Lalu di hari yang sama harus pulang.
05:24Jadi dia hanya masuk ke Amerika Serikat di hari pertandingan dan langsung keluar di hari yang sama.
05:29Jadi tidak gampang gitu. Tapi, kalau buat saya, ada satu hal yang saya anut yaitu keadilan itu tidak selalu hadir
05:36di halaman depan rumah kita.
05:38Jadi kadang-kadang kita memang mesti fight 2-3 kali, mesti effort 2-3 kali untuk menangani masalah ini.
05:43Ya Iran contohnya, kalau saya sih berharap netral ya.
05:47Semoga para pemain Iran itu bisa menggunakan momen ini untuk kedamaian.
05:52Untuk menunjukkan bahwa mereka walaupun dengan segala masalahnya, dengan segala hambatan yang mereka masih bisa fight.
05:56Dan saya masih ingat cerita ya, ini saya teringat di tahun 98 ketika Iran dan AS juga bertemu di Bapak
06:02Kru.
06:03Saat itu semua orang bergemar lukur, ini akan panas.
06:06Tapi ternyata sebelum pertandingan, mereka malah tukeran bunga gitu sebagai simbol pertamanya.
06:10Jadi di tengah tanaman ini saya pikir tiap tim juga harus bisa berani untuk mendapatkan effortnya dan juga usahanya.
06:18Sepakat sama Bung Harpa, kalau memang sekarang dibalik ada masalah politik antara Iran dan Amerika Serikat.
06:23Tapi ini olahraga, ini sepak bola.
06:25Semua bisa menjadi, apa ya, mencurahkan semua perhatiannya, kasih sayangnya terhadap satu sama lain di sepak bola.
06:33Terima kasih Bung Harpa, setelah berbagi perspektifnya disampaiin bersama-sama.
06:37Kita jumpa lain waktu, selamat malam.
06:39Selamat malam.
06:40Selamat malam.
Komentar