Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Piala Dunia sepak bola menjadi salah satu ajang yang kerap dinantikan para penggemar di seluruh dunia. Turnamen ini juga menjadi momen pembuktian para pesepak bola untuk menampilkan performa terbaik dan menjadi yang terbaik.

Namun, penyelenggaraan kali ini menyisakan sejumlah masalah yang bisa mengganggu persiapan tim menuju pertandingan.

Seperti yang dialami skuad The Three Lions, Inggris. Barang-barang pemain, seperti sepatu, dirampok dalam perjalanan ke Kansas City.

Tak hanya sepatu, bola resmi pertandingan dan perlengkapan latihan juga dicuri saat dalam perjalanan dari kamp latihan tim di Florida menuju markas Piala Dunia mereka di Kansas City.

Insiden ini terjadi sehari sebelum sesi latihan pertama tim asuhan Thomas Tuchel di Missouri menjelang laga Grup L melawan Kroasia pada Rabu mendatang.

Kepolisian Kansas City mengatakan dua tersangka telah ditahan, sementara penyelidikan masih terus berlanjut.

Sebelumnya, Timnas Jepang juga mengeluhkan kondisi lapangan yang digunakan untuk berlatih. Para pemain mendapati permukaan lapangan tidak rata di lokasi latihan semula.

Tim Samurai Biru sebelumnya berlatih di fasilitas milik salah satu tim profesional dan populer di Meksiko, Tigres. Namun, pasukan Jepang memutuskan pindah ke El Barrial, lapangan latihan milik Rayados de Monterrey.

Insiden terkait lapangan ini menjadi viral di media sosial Meksiko dan memunculkan kritik tajam terhadap Tigres.

Jepang akan memulai perjuangannya di Piala Dunia 2026 melawan Belanda di Arlington, Texas, pada 14 Juni. Setelah itu, Jepang akan menghadapi Tunisia di Monterrey pada 20 Juni sebelum kembali ke Texas untuk menghadapi Swedia lima hari kemudian.

Terkait sejumlah masalah dalam penyelenggaraan pesta sepak bola dunia di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada, kita bahas bersama analis sepak bola Haris Pardede.

Baca Juga Euforia Piala Dunia 2026 Sampai ke Indonesia, Warga Solo dan Makassar Gelar Pesta Sepak Bola di https://www.kompas.tv/nasional/674843/euforia-piala-dunia-2026-sampai-ke-indonesia-warga-solo-dan-makassar-gelar-pesta-sepak-bola

#pialadunia #fifa #sepakbola


Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/674852/full-analisis-bung-harpa-terkait-sederet-masalah-piala-dunia-2026-di-amerika-fifa-diam-saja
Transkrip
00:00Oke, sejumlah masalah di penyelenggaraan Pesta Bola Dunia di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada.
00:04Kita bahas bersama analis sepak bola Haris Pardede.
00:07Selamat malam, Bung Harpa.
00:10Bung Harpa, bisa dengar suara saya?
00:15Ya, sepertinya kita masih ada gangguan komunikasi dengan Bung Harpa.
00:19Kita akan coba sambungkan terus.
00:21Ya, Bung Harpa, selamat malam.
00:24Ya, malam.
00:24Oke.
00:25Bung Harpa, pertandingan-pertandingan di Piala Dunia sih sekarang so far seru-seru.
00:30Tapi dibalik itu banyak cerita-cerita yang dikeluhkan oleh fans, bahkan oleh wasit yang bertugas, bahkan oleh timnasnya yang sedang
00:38bertanding gitu ya.
00:39Mulai dari timnas Inggris yang kecolongan, wasit Somalia yang nggak boleh masuk Amerika Serikat, keluhan Jepang soal fasilitas latihan di
00:47Meksiko.
00:48Ini Piala Dunia 2026 ini sebudang masalah penyelenggaraannya, mulai dari izin masuk dan izin tinggal hingga persoalan keamanan.
00:54Sejauh ini, Anda melihatnya gimana penanganannya? Memang benar kacau atau gimana?
01:01Ya, kalau kita lihat dari pertandingan-pertandingan, memang berlangsung seru ya.
01:06Ada juga beberapa pejutan, misalnya Brazil yang satu sama dengan Marojo.
01:12Kemudian juga Qatar yang berhasil meraih satu poin pertama mereka sepanjang sejarah.
01:17Ya, walaupun ada hasil-hasil lain yang sudah diprediksi ya, seperti Amerika Serikat yang berhasil mengalahkan Paraguay dengan 141.
01:25Tapi memang di luar itu semua, untuk urusan penyelenggaran itu banyak sekali PR, banyak sekali masalah yang sudah tersaji dan
01:33bahkan juga baru saja tersaji.
01:35Misalnya Thomas Partey ya, satu dunia mungkin yang ikutin tahu siapa Thomas Partey.
01:40Tapi kok bisa sampai tidak bisa masuk ke Kanada.
01:44Ya, walaupun juridiksinya Kanada ya.
01:47Ini kan lucu ya, artinya kalaupun mungkin dia ada masalah administrasi, masalah paperwork, kan bisa di follow up ya.
01:54Bisa di, apa ya, langsung ditelusuri, dibantu agar bisa masuk gitu loh.
01:59Dan wasit juga, kan wasit Omar, siapa ya, saya lupa dengan tempatnya.
02:02Itu kan juga, kalau saya nggak salah, katanya dia masuk dengan paspor diplomatik atau apa ya.
02:08Karena memang dia, apa ya, hanya masalah detail itu kan bisa saja ditolong begitu.
02:14Dan ini sangat bertolak belakang dengan penyelenggaraan Pihara Dunia sebelumnya tahun 2022.
02:20Kebetulan saya juga kesana, kalau kita ingat di momen tersebut, itu justru pihak otoritas Qatar itu dengan tangan terbuka itu
02:29menyambung seluruh fans.
02:31Dari manapun mereka berada, bahkan mereka punya sebuah kartu yang namanya Hayakart.
02:37Yang intinya, kalau kita beli tiket, kita dapat Hayakart, itu artinya kita bisa masuk Qatar.
02:43Kalau memang negara kita sahabatnya menggunakan visa.
02:46Demikian juga di Rusia, mereka punya fan ID, dan 2014 tidak ada brandingnya, tapi mereka pada dasarnya welcome ke seluruh
02:55fans yang datang ke sana.
02:56Oke, nah kalau gini, sebenarnya FIFA sebagai Federasi Sopak Bola Internasional yang menaungi Sopak Bola di seluruh dunia,
03:04ini bisa negur negara-negara penyelenggara nggak?
03:06Eh, ini mau jadi penyelenggara Pihara Dunia tuh nggak gampang loh gitu.
03:11Kok sekarang malah banyak kekacauan seperti ini gitu.
03:14Bisa nggak sih sebenarnya negur?
03:16Gini, ya begini Mas Arti.
03:20Jadi, kita mesti lihat juga sedikit ke arah geopolitik ya, bahwa ya bandingannya Qatar, ini benar-benar bumi dan langit
03:28ya.
03:29Setelah sama berajat, Qatar itu kan negara kecil.
03:31Walaupun mereka kaya, tapi secara geopolitik mereka tidak punya pengaruh.
03:35Sehingga buat mereka, ketika mereka punya kesempatan untuk menyelenggarakan turnamen sepak bola terbesar di dunia,
03:42itu buat mereka tuh seperti berkas yang sangat luar biasa.
03:44Sehingga mereka men-treatnya itu dengan sangat luar biasa juga.
03:49Baik media, baik fans, baik kontestan, dan lain-lain.
03:52Tapi buat United States of America, buat Amerika Serikat, di ala dunia itu, ya biasa aja buat mereka.
03:59Dan olahraga sepak bola itu bukan olahraga nomor satu di sana.
04:02Mungkin empat atau bahkan lima setelah American Football, setelah NFL, basket, dan juga baseball.
04:08Ya kita lihat lah, seperti apa.
04:10Kemudian juga secara geopolitik Amerika Serikat memainkan perannya.
04:13Belahkan saya mengingat ada satu statement yang menjelaskan ini semua sebenarnya.
04:18Dalam sebuah kalimat yang ekskisif dari Jan Infantil.
04:21Dia mengatakan, we don't control everything.
04:24Kayaknya kita tahu apa yang dimaksudkan Jan Infantil.
04:26Ya, Amerika Serikat memang super power yang olahraga nomor satunya bukan sepak bola.
04:32Jadi mereka dalam tanda kutip agak abailah dengan penyelenggaran sepak bola.
04:36Meskipun ini yang katanya terbesar di dunia loh, yang harusnya jadi perhatian.
04:41Nah, tapi saya terakhir bertanya.
04:43Seberapa besar sebenarnya hal-hal seperti ini, ya sepertinya dianggap remeh,
04:46tapi ya cukup serius sebenarnya kalau memang mau dianggap serius.
04:50Seberapa besar hal seperti ini bisa mempengaruhi persiapan tim?
04:52Seperti kayak Jepang, sarana latihannya kurang mumpuni.
04:56Inggris lah yang mau latihan dari Florida ke Kansas City kemalingan di tengah jalan.
05:02Gimana nih?
05:05Ya, bahkan juga kalau kita sedikit mengapungkan contoh itu Iran.
05:09Iran itu tinggalnya harus di Meksiko, yuridiksi Meksiko.
05:13Dan hari-hari dia harus, saya gak ngerti ya, mungkin dia naik kendaraan ke Seattle atau kemana.
05:20Pokoknya ke daerah Amerika Serikat, ke tempat dia main.
05:23Lalu di hari yang sama harus pulang.
05:24Jadi dia hanya masuk ke Amerika Serikat di hari pertandingan dan langsung keluar di hari yang sama.
05:29Jadi tidak gampang gitu. Tapi, kalau buat saya, ada satu hal yang saya anut yaitu keadilan itu tidak selalu hadir
05:36di halaman depan rumah kita.
05:38Jadi kadang-kadang kita memang mesti fight 2-3 kali, mesti effort 2-3 kali untuk menangani masalah ini.
05:43Ya Iran contohnya, kalau saya sih berharap netral ya.
05:47Semoga para pemain Iran itu bisa menggunakan momen ini untuk kedamaian.
05:52Untuk menunjukkan bahwa mereka walaupun dengan segala masalahnya, dengan segala hambatan yang mereka masih bisa fight.
05:56Dan saya masih ingat cerita ya, ini saya teringat di tahun 98 ketika Iran dan AS juga bertemu di Bapak
06:02Kru.
06:03Saat itu semua orang bergemar lukur, ini akan panas.
06:06Tapi ternyata sebelum pertandingan, mereka malah tukeran bunga gitu sebagai simbol pertamanya.
06:10Jadi di tengah tanaman ini saya pikir tiap tim juga harus bisa berani untuk mendapatkan effortnya dan juga usahanya.
06:18Sepakat sama Bung Harpa, kalau memang sekarang dibalik ada masalah politik antara Iran dan Amerika Serikat.
06:23Tapi ini olahraga, ini sepak bola.
06:25Semua bisa menjadi, apa ya, mencurahkan semua perhatiannya, kasih sayangnya terhadap satu sama lain di sepak bola.
06:33Terima kasih Bung Harpa, setelah berbagi perspektifnya disampaiin bersama-sama.
06:37Kita jumpa lain waktu, selamat malam.
06:39Selamat malam.
06:40Selamat malam.
Komentar

Dianjurkan