Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 23 jam yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - Di luar kebiasaan, Bank Indonesia mendadak menaikkan suku bunga acuan. IHSG dan Rupiah kompak menguat. Sayangnya, asing tetap keluar dari pasar saham RI. Jika BI sudah mati-matian menstabilkan rupiah, bagaimana fiskal harus berbenah agar kepercayaan market terjaga?

Mari kita bahas dalam Kompas Bisnis pada Rabu (10/6/2026) bersama dengan Josua Pardede Kepala Ekonom Bank Permata.

Video Editor: Joshua

Produser: Theo Reza

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/674859/full-bi-rate-hingga-bbm-pertamax-mendadak-naik-saatnya-fiskal-berbenah-ini-kata-ekonom
Transkrip
00:03Intro
00:18Anda menyaksikan kompas bisnis saudara bersama saya Nanda Aprilia
00:22Di luar kebiasaan, Indonesia memberikan kejutan dengan menaikan suku bunga acuan atau BI Red
00:28Sebesar 25 basis point menjadi 5,5%
00:34Keputusan ini diambil setelah evaluasi perkembangan pasar sejak rapat Dewan Gubernur bulan Mei lalu
00:41Bank Indonesia menilai pelemahan rupiah lebih besar dari perkiraan
00:45Dibengaruhi oleh gejala global, tingginya permintaan valuta asing dalam negeri
00:49Serta aliran keluar investasi portofolio asing
00:52Selain menaikan BI Red, Bank Indonesia juga meningkatkan suku bunga deposit facility menjadi 4,5%
00:58Dan lending facility menjadi 6,25%
01:02Kebujakan ini saudara ditujukan untuk memperkuat stabilitas rupiah
01:06Menjaga inflasi tetap dalam sasaran pemerintah
01:08Serta meningkatkan daya tarik investasi portofolio asing ke Indonesia
01:13Bank Indonesia juga akan memperkuat operasi moneter dan koordinasi dengan pemerintah
01:18Untuk bisa menjaga stabilitas makroekonomi di tengah meningkatnya ketidakpastikan global
01:27Pelemahan rupiah melebih yang kita proyeksikan dulu
01:31Dan karenanya tadi judulnya adalah langkah-langkah kebijakan lanjutan
01:37Untuk penguatan stabilitas nilai tukar rupiah
01:41Intinya ada 5 yang kita putuskan hari ini
01:46Satu, menaikkan BI Red menjadi 5,5%
01:5225 basis point ya
01:54Agar memang rupiah itu semakin stabil menguat
01:59Dan tentu saja agar proyeksi inflasi ke depan tahun ini dan tahun ke depan
02:05Seperti tadi disampaikan tetap 2,5 plus minus 1%
02:10Sekaligus kenaikan BI Red ini untuk menarik
02:14Maksudnya investasi portofolio asing
02:21Selain itu Gubernur Bank Indonesia Peri Warjio tegaskan
02:24Cadangan devisa Indonesia lebih dari cukup dan dalam posisi aman
02:29Peri membantah kondisi cadangan devisa Indonesia menipis
02:32Akibat digunakan untuk intervensi dalam menstabilkan nilai tukar rupiah
02:36Menurut Peri, cadangan devisa Indonesia masih melebihi standar kecukupan
02:41Yang ditentukan oleh IMF atau International Monetary Fund
02:45Peri meminta agar pelaku pasar tidak khawatir terhadap jumlah cadangan devisa
02:50Karena masih dalam posisi aman
02:56Dari cukup
02:57Gini caranya gini
02:59BI itu selalu mengukur
03:01Berapa jumlah cadangan devisa yang cukup ada indikator
03:06Yang dikeluarkan IMF
03:08Yang disebut adequacy reserve asset
03:11Dan kami ukur itu
03:13Itu adalah
03:14Mudahnya ya
03:16Berapa cadangan devisa
03:18Untuk bisa meng-cover pelemahan rupiah
03:21Yang dalam
03:22Kami ukur-ukur itu
03:24Dan sekarang sudah
03:25Masih lebih dari 115%
03:28Jadi masih lebih dari cukup
03:30Di samping yang
03:32Sekitar 6 bulan import
03:34Jadi jangan khawatir
03:35Jumlah cadangan devisa lebih dari cukup
03:39Di luar kebiasaan
03:41Bank Indonesia mendadak menaikan suku bunga acuan
03:45IHSG dan rupiah kompak menguat
03:47Sayangnya
03:49Asing tetap keluar dari pasar saham Indonesia
03:51Jika BI sudah mati-matian menstabilkan rupiah
03:54Lalu bagaimana fiskal harus bebenah
03:56Agar kepercayaan market tetap terjaga
03:59Kompas bisnis
04:00Pagi ini akan menanyakannya kepada
04:01Yoshua Pardede
04:02Kepala Ekonomi Bank Permata
04:04Yang sudah terhubung bersama kami
04:05Melalui sambungan daring
04:06Selamat pagi Mas Yoshua
04:07Apa kabar?
04:09Pagi Nanda
04:10Kabar baik
04:10Oke
04:11Mas Yoshua
04:12BI rate naik mendadak
04:14Di luar jadwal resmi
04:16Selang beberapa jam
04:17Yang menjadi sorotan adalah
04:18BBM non-subsidi juga naik
04:20Sebenarnya Mas Yoshua
04:21Menurut pandangan Anda
04:22Apakah ini shock terapi darurat
04:24Karena rupiah tertekan
04:25Atau ada resiko makro
04:27Yang sedang dimitigasi?
04:30Ya saya pikir
04:30Keputusan yang diambil
04:32Oleh Bank Indonesia
04:33Dalam RDG Mingguan
04:34Di hari kemarin
04:36Hari selasa kemarin
04:37Ini bukan sekedar kenaikan suku bunga biasa
04:39Dan ini saya pikir adalah
04:40Sebagai sinyal
04:41Ataupun sinyal ya
04:43Sinyal yang cukup kuat
04:44Dari Bank Indonesia
04:44Bahwa kondisi dan situasi saat ini
04:47Sudah cenderung melampaui
04:49Dari ambang batas
04:50Yang dapat ditoleransi
04:51Dan ini kalau kita lihat juga
04:53Secara kelambagaan
04:54BI lazimnya tadi mengubah
04:55Ataupun menaikkan suku bunganya
04:56Menentukan suku bunga itu
04:57Di RDG bulanan
04:58Namun kali ini evaluasi mingguan
05:00Di setiap hari selasa ini
05:02Menunjukkan bahwa
05:03Rupiah itu sudah melampaui proyeksi
05:05Yang telah
05:05Yang mungkin sebelumnya sudah ditetapkan
05:07Ataupun disusun oleh Bank Indonesia
05:09Sehingga ketika
05:11Apa namanya
05:12Sehingga ketika
05:13Bank Indonesia sudah menaikkan
05:1550 basis point
05:16Di RDG bulanan
05:17Bulan Mei yang lalu
05:18Tapi memang sampai dengan
05:21Tanggal 8
05:22Ya hari Seninnya
05:23Ini rupiah masih
05:25Cenderung melalui
05:26Masih mengalami pelemahan
05:27Month to date-nya
05:28Sekitar 1 persenan lebih ya
05:301,6 persenan
05:31Dan juga year to date-nya pun
05:32Juga masih date 8 persen
05:34Dan ini tadi dipengaruhi oleh
05:35Eskalasi konflik
05:36Dan juga permintaan falas
05:38Di dalam negeri
05:38Dan juga
05:39Arus keluar modal asing
05:41Dari pasar kuan domestik
05:42Jadi dalam konteks ini
05:43Saya pikir BI
05:44Tentunya
05:46Menggunakan
05:47Ataupun
05:48Melakukan
05:49Rapat RDG bulan
05:50Mingguan ini
05:51Untuk tadi memberikan
05:52Sinyal yang cukup
05:53Bold ya
05:54Kepada pasar
05:55Bahwa BI
05:56Akan terus
05:57Mendorong
05:59Ataupun
05:59Pro stability
06:01Ya dalam hal ini
06:02Untuk menjaga stabilitas rupiah
06:03Karena ujung-ujungnya
06:04Tentunya
06:05Bagaimana ekspektasi
06:07Inflasi pun juga
06:07Ini perlu harus
06:08Dikendalikan
06:09Ya termasuk juga
06:10Mungkin
06:11Sudah ada
06:12Komunikasi dengan
06:13Pemerintah sebelumnya
06:14Kalau
06:14Kalaupun memang ada
06:15Kenaikan harga BBM
06:17Ya
06:18Baik itu
06:18Bertamak
06:19Satupun BBM
06:20Lainnya
06:21Tentunya
06:21Ini
06:22Menurut saya
06:23Ini juga
06:23Menjadi salah satu
06:24Apa
06:25Preemptif juga ya
06:26Untuk menjaga
06:28Agar ekspektasi
06:28Inflasi ini
06:29Tetap terjaga
06:30Oke
06:31Lalu
06:31Kenapa respons
06:32Pasar
06:33Lemah kemarin
06:34Mas Joshua
06:35Karena pas kenaikan
06:36Bunga
06:36Rupiah
06:37Dan IHSG
06:38Kan
06:38Hanya menguat
06:39Tapi tipis sekali
06:39Apakah pasar
06:40Menilai sebenarnya
06:41Kebijakan pengetatan ini
06:42Sudah dalam tanda kutip
06:43Too little
06:44Too late
06:46Ya saya
06:47Saya tidak
06:47Mengatakan itu
06:48Karena kalau kita
06:49Melihat dari sisi
06:51Apa namanya
06:52Momentum
06:52Dan juga
06:53Timingnya adalah
06:54Pada saat
06:55RDG
06:56Baik itu
06:56Mingguan
06:57Atau
06:57Penbulanan
06:57gitu ya
06:58Dan
06:58Memang pada saat
07:00Di awal
07:01Bulan Juni ini
07:02Memang kalau kita
07:03Melihat
07:03Kurva imbal hasil
07:05Setelah
07:05Tentang pemerintah
07:05Indonesia
07:06Kan mengalami
07:07Kurva yang inverted
07:08Artinya
07:09Yang imbal hasil
07:10Yang jangka pendek
07:11Ini lebih tinggi
07:12Dibandingkan
07:12Yang jangka panjang
07:13Sehingga
07:14Bagaimana memulihkan
07:16Kepercayaan dari investor
07:17Tentunya dengan
07:18Yang menjadi salah satu
07:21Guidance dari
07:22Bank Indonesia adalah
07:23Dengan menaikan
07:24BI rate ini
07:25Dan juga
07:26Bagaimana meningkatkan
07:27Atraktiveness
07:28Dari
07:29Tetap
07:30SRBI
07:30Yang jangka pendek
07:31Sehingga
07:32Kurva imbal hasilnya pun
07:33Juga
07:33Kalau kita melihat
07:34Sampai dengan
07:35Kemarin
07:36Sudah
07:36Mulai kembali normal
07:37Sekalipun memang
07:38Responnya
07:39Respon dari
07:40Investor asing
07:41Khususnya
07:41Di pasar saham
07:42Masih mencatatkan
07:44Net sell
07:45Di perdanaan hari kemarin
07:46Tapi saya menduganya
07:48Adalah
07:48Kalau kita melihat
07:49Dari sisi bagaimana
07:50Investor asing ini
07:51Masih mencerna
07:52Kembali lagi
07:53Apa namanya
07:54Intuisi
07:55Ataupun dari sisi
07:56Makna dari
07:57Kenaikan sekubung
07:58BI ini
07:59Dan juga
07:59Measures lainnya
08:01Dan ditambah lagi
08:02Juga mungkin
08:02Masih menunggu
08:03Bagaimana
08:04Kejelasan
08:05Ataupun beberapa
08:06Polisi yang
08:07Sudah diumumkan
08:08Oleh pemerintah
08:09Dan juga
08:10Bagaimana
08:10Beberapa
08:12Pengumuman yang
08:12Mungkin ditunggu oleh
08:13Investor asing
08:14Terkait dengan
08:15S&P
08:15Mungkin
08:15Ataupun dengan
08:16Terkait dengan
08:17MSCI
08:17Sehingga ini
08:18Yang masih
08:18Tonnya masih
08:19Wait NC
08:20Tapi
08:20Kalau kita lihat
08:21Dari sisi
08:23Apa namanya
08:24Instrumen-instrumen
08:25Jaga pendek
08:25Mestinya ini akan
08:26Bisa menarik
08:27Investor asing
08:29Dan sehingga
08:29Harapannya ini
08:30Akan bisa
08:30Memulihkan
08:31Kepercayaan dari
08:32Investor
08:33Oke itu
08:34Alasannya kenapa
08:35Investor asing
08:36Melakukan
08:36Netsell
08:37Wait NC
08:37Seperti yang
08:38Mas Yashua
08:38Katakan
08:39Tapi kita
08:39Kembali lagi
08:40Ke fokus
08:40Mengenai
08:41BI
08:41Red dan juga
08:42BBM
08:42Non-subsidi
08:43Tadi
08:43Mas Yashua
08:44Dengan
08:45Kedua hal ini
08:46Apakah akan
08:46Langsung
08:59Rendam
08:59Pertama
09:00Green
09:00Yang diumumkan
09:01Semalam
09:02Ini kan
09:02Memang
09:03Cukup
09:04Mendedak
09:05Dan
09:05Kalau kita
09:07Hitung
09:07Sebenarnya
09:08Dampak
09:08Inflasi
09:09Tambahan
09:09Inflasinya
09:10Kurang lebih
09:10Sekitar 0,1
09:11Hingga 0,2
09:12Persen
09:12Poin
09:13Meskipun
09:14Memang
09:15Tidak
09:15Sebesar
09:16Kalau
09:16Adanya
09:17Kenaikan
09:17Harga
09:18BBM
09:18Bersubsidi
09:19Baik itu
09:19Solar dan
09:19Pertalite
09:20Namun
09:20Tetap
09:21Saja
09:21Ini akan
09:21Berpengaruh
09:23Juga
09:23Kepada
09:24Masyarakat
09:24Perpengasilan
09:25Menengah
09:25Kembali lagi
09:26Kita
09:26Menyasarnya
09:28Adalah
09:28Kepada
09:28Masyarakat
09:29Pertamax
09:29Menengah
09:30Yang
09:30Kemungkinan
09:31Besar
09:31Akan
09:31Terpengaruh
09:32Dengan
09:32Adanya
09:33Kenaikan
09:34Harga
09:34Pertamax
09:34Ini
09:35Sekalipun
09:35Memang
09:35Transportasi
09:36Dan
09:36Logistik
09:37Sebagian
09:37Besar
09:37Mungkin
09:38Belum
09:39Menggunakan
09:39Pertamax
09:40Ataupun
09:40Pertamax
09:41Green
09:41Tapi
09:41Kalau kita
09:42Bicara
09:42Dari
09:43Sisi
09:43Konsumsi
09:43Masyarakat
09:45Kelas
09:45Menengah
09:45Ini
09:46Tentunya
09:46Akan
09:46Mungkin
09:47Terpengaruh
09:47Sehingga
09:48Memang
09:51Ini
09:56Lagi
09:56Yang
09:57Tadi
09:57Saya
09:57Tekankan
09:57Pertama
09:58Menjaga
09:59Stabilitas
10:00Tukar
10:00Rupiah
10:01Yang
10:01Kedua
10:01Bagaimana
10:03Upaya
10:03PABI
10:03Untuk
10:04Mendukung
10:05Espektasi
10:06Inflasi
10:06Agar
10:07Tidak
10:08Sampai
10:09Nanti
10:10Inflasi
10:11Ini
10:11Menjadi
10:12Hal
10:12Psikologis
10:13Baru
10:13Lagi
10:13Buat
10:14Bank
10:14Indonesia
10:14Karena
10:14Di
10:15Sisi
10:16Rupiah
10:16Kita
10:17Melihat
10:18Bahwa
10:18Sempat
10:19Beberapa
10:20Sudah
10:21Hampir
10:22Menunggu
10:2218.200
10:23Di
10:26Mengupayakan
10:27Segala
10:27Macam
10:28Upaya
10:28Dengan
10:30Menaikan
10:31Suku
10:31Bunga
10:31BI
10:32Dan
10:32Kemarin
10:33Di
10:33Hari
10:33Sabtunya
10:33Kita
10:34Sudah
10:34Mendengar
10:34Bagaimana
10:35Koordinasi
10:36Komunikasi
10:36Dengan
10:37Kementerian
10:37Keuangan
10:37Artinya
10:38Terkait
10:39Dengan
10:39Kebijakan
10:40Kuasi
10:41Fiskalnya
10:41Dari
10:42Kementerian
10:42Keuangan
10:42Pun
10:42Juga
10:43Mungkin
10:43Akan
10:44Sedikit
10:44Dilonggarkan
10:45Artinya
10:46Diserahkan
10:47Atau
10:47Dikembalikan
10:48Lagi
10:48Fungsi
10:49Masing-masing
10:49Artinya
10:50Moneter
10:50Mengelola
10:51Likuditas
10:52Dan
10:52Fiskal
10:52Bagaimana
10:53Kementerian
10:54Keuangan
10:54Akan
10:54Lebih
10:54Fokus
10:54Untuk
10:55Mendukung
10:55Ataupun
10:56Mengoptimalkan
10:57Penerimaan
10:57Dan
10:59Meningkatkan
10:59Profititas
11:00Dari
11:00Sisi
11:00Belanjanya
11:01Kita
11:02Tadi
11:03Mas
11:03Sosyo
11:03Sudah
11:04Menyinggung
11:04Mengenai
11:05Rupiah
11:05Jadi
11:05Kalau
11:05Rupiah
11:06Satu ini
11:07Dengan
11:07Kondisi
11:07Terpuruk
11:08Apakah
11:09Keluarnya
11:09Modal
11:10Asing
11:10Ini
11:10Murni
11:11Karena
11:11Kalkulasi
11:12Imbal
11:12Hasil
11:12Atau
11:13Akibat
11:13Memburuki
11:13Kepercayaan
11:14Pasar
11:14Pada
11:15Independensi
11:15Otoritas
11:16Keuangan
11:16Domestik
11:16Tapi
11:17Tahan
11:17Dulu
11:18Mas
11:18Sosyo
11:18Jawabannya
11:19Dan
11:19Saudara
11:19Tataplah
11:20Bersama
11:20Kami
11:20Kompas
11:21Bisnis
11:21Kami
11:21Akan
11:21Kembali
11:22Saya
11:22Jedah
11:42Kembali
11:43Kompas
11:43Bisnis
11:44Saudara
11:44Bersama
11:44Saya
11:45Nanda
11:45Aprilia
11:45Dan
11:46Kita
11:46Lanjutkan
11:46Perbincangan
11:47Dengan
11:47Kepala
11:47Ekonom
11:48Bank
11:48Permata
11:49Yoshua
11:49Pardede
11:50Mas
11:50Yoshua
11:50Kita
11:51Lanjutkan
11:51Perbincangan
11:52Mengenai
11:52Suku
11:53Bunga
11:53Kita
11:53Membicarakan
11:54Mengenai
11:54Suku
11:55Gunang
11:55Ini
11:55Menerdak
11:56Menjadi
11:56Pil
11:56Pahit
11:56Bagi
11:57Perbankan
11:58Dan
11:58Juga
11:58Sektor
11:58Di
11:59Tidik
11:59Mana
12:00Menurut
12:00Anda
12:00Pengentatan
12:01Moneter
12:01Ini
12:01Justru
12:02Beresiko
12:03Memicu
12:03Perlembatan
12:03Ekonomi
12:05Ya
12:05Tentunya
12:06Transmisi
12:07Dari
12:07Suku
12:08Bunga
12:08Ini
12:08Tentunya
12:08Akan
12:09Bergerak
12:10Ataupun
12:10Akan
12:11Berjalan
12:12Dan
12:13Ini
12:13Akan
12:13Mempengaruhi
12:14Suku
12:14Bunga
12:14Pasar
12:15Uang
12:15Terbang
12:15Suku
12:16Bunga
12:16Perbankan
12:17Baik
12:17Deposito
12:17Dan
12:18Suku
12:18Bunga
12:18Kredit
12:19Dan
12:19Tentunya
12:20Ini
12:20Akan
12:20Mempengaruhi
12:21Dari
12:21Sisi
12:22Bagaimana
12:23Kinerja
12:23Sektoral
12:24Jadi
12:25Tentunya
12:25Pasar
12:25Saham
12:26Khususnya
12:26Dalam
12:27Hal
12:27Ini
12:27Tadi
12:27Mungkin
12:27Paradoks
12:28Terkait
12:28Investor
12:30Asing
12:30Belum
12:31Masuk
12:31Padahal
12:32BI
12:32Sudah
12:33Naik
12:33Di
12:33Pasar
12:34Saham
12:34Ini
12:35Saya
12:35Pikir
12:35Juga
12:36Mungkin
12:37Investor
12:38Asing
12:38Di
12:38Pasar
12:38Saham
12:45E-rate
12:45Ini
12:45Sejauh
12:46Tahun
12:46Ini
12:46Sudah
12:4770
12:47Basis
12:47Poin
12:48Dan
12:48Ini
12:48Dampaknya
12:49Kepada
12:49Sektor
12:49Sektor
12:49Mana
12:50Saja
12:50Yang
12:50Mungkin
12:51Memiliki
12:51Kaitan
12:52Ataupun
12:53Memiliki
12:53Ketergantungan
12:54Terhadap
12:54Suku
12:55Bunga
12:55Leverage
12:56Terhadap
12:56Suku
12:56Bunganya
12:56Cukup
12:57Besar
12:57Karena
12:58Tentunya
12:58Ini
12:59Akan
12:59Mempari
12:59Juga
12:59Kinerja
13:00Perbankan
13:00Karena
13:01Khususnya
13:01Suku
13:02Bunga
13:02Jangka
13:02Panjang
13:03Terkait
13:04Dengan
13:04Portfolio
13:04KPR
13:05Pun
13:05Terpengaruh
13:06Karena
13:07Tentunya
13:07Pada
13:08Kondisi
13:09Seperti
13:09Ini
13:09Tadi
13:10Selain
13:10Dampaknya
13:11Dari
13:12Kenaikan
13:12Harga
13:13BBM
13:13Tapi
13:13Dari
13:14Sisi
13:14Suku
13:15Bunga
13:15Ini
13:15Juga
13:15Akan
13:16Memukul
13:16Bagi
13:17Teman-teman
13:18Kita
13:19Yang
13:20Memiliki
13:23Cicilan
13:23KPR
13:24Yang
13:24Floating
13:25Tentunya
13:26Ini
13:26Akan
13:26Mempengaruhi
13:27Dan
13:28Pembelajaran
13:29Barang-barang
13:30Tahun
13:30Lama
13:30Kedepannya
13:30Sehingga
13:31Makanya
13:31Ini
13:31Yang
13:31Harus
13:32Kita
13:32Lihat
13:34Makanya kondisi dari nilai tukar rupiah pun juga kita berharap tadi akan bisa menarik instrumen, untuk bisa menarik daya tarik
13:44instrumen jangka pendek, baik itu SRB ataupun SB yang jangka pendek gitu ya.
13:48Dan juga ditambah lagi dengan harapannya ini memang akan lebih negatif kepada kinerja pasar saham tapi harapannya kalau to some
14:00extent nanti dia akan kembali lagi positif ketika kondisi ataupun kondisi di pasar keuangannya sudah mulai easing, sudah mulai lebih
14:08longgar dan juga kondisi ada ekspektasi easing bias ke depannya dari kebijakan moneter ini mulai kelihatan.
14:16Maka kita juga akan melihat nanti bagaimana potensi dari penguatan IHSG pun juga ini akan mulai terindikasi.
14:24Jadi memang ini saat ini adalah waktu-waktu momentum adjustment ya dari investor asing dan juga investor segala dan secara
14:32umum.
14:32Tapi kalau kita lihat juga kemarin memang ada di pagi harinya kan memang ada pengumuman dari wakil ketua DPR di
14:42mana terkait dengan buyback saham-saham BUMN ini pun juga mungkin menjadi salah satu faktor yang turut mempengaruhi.
14:48Jadi sehingga sekalipun tadi tidak ada dana asing masuk tapi dari sisi investor domestiknya ini cukup berpengaruh besar ya untuk
14:57bisa menopang kenaikan IHSG kemarin di tengah kenaikan suku bunga BI rate ya menjadi 5,5%.
15:07Oke berarti di tengah kondisi itu tadi pengetatan moneter dan juga mahalnya biaya utang.
15:13Pertanyaannya adalah bagaimana pemerintah harus mendesain efisiensi anggaran program prioritas pemerintah saat ini khususnya MBG katakanlah agar tidak menjadi beban
15:22struktural baru bagi APBN.
15:24Mas Joshua.
15:25Ya tentunya ya kalau kita lihat tadi kan kenaikan suku bunga ini menjadi pil pahit buat perbankan dan juga sektorial
15:30dan juga dari sisi bagaimana apa namanya dari sisi pemerintah pun juga ya terkait dengan program-program prioritas.
15:38Ya menurut teman kami dan ini juga sudah cukup banyak disampaikan oleh sebagian besar pengamat bahwa pemerintah juga perlu melakukan
15:45desain ulang ya berbasis efisiensi dan juga ketepatan sasaran.
15:48Karena memang program ini penting gitu ya dari sisi untuk peningkatan gizi, kualitas SDM dan juga penurunan kemiskinan jangka panjang
15:57tetapi juga tidak boleh menjadi beban struktural untuk APBN.
16:00Dan artinya pelaksanannya perlu bertahap dan juga dimulai tadi dari daerah yang masalah gizinya paling berat dan juga menggunakan data
16:07-data penerima terpadu dan juga memiliki batas biaya penerima per penerima dan juga disertai audit ya harga bahan baku serta
16:14distribusi.
16:15Dan artinya pengadaan ini harus terbuka dan berbasis persaingan yang sehat gitu ya.
16:20Jadi bukan agar tadi governance-nya dan juga dari sisi tingkat produktivitasnya ini bisa ditingkatkan dan investor pun juga akan
16:30bisa meyakini bahwa kualitas belanja pemerintah ini tetap akan disiplin.
16:37Dan juga seperti yang disampaikan sebelumnya juga bahwa pemerintah akan tetap menjaga fiskal defisi ini di bawah 3 persen itu
16:44saya pikir suatu hal yang positif.
16:47Tapi juga bagaimana kualitas karena kembali lagi kualitas belanja ini akan sangat menentukan keberlanjutan pertumbuhan ekonomi kita dan juga keberlanjutan
16:56dari sisi beban fiskal kita ke depannya.
16:58Sehingga ini makanya kita harus pemerintah juga perlu harus kembali lagi bagaimana koordinasi kemarin fiskal kuasi fiskal moneter ini harus
17:05juga didudukan lagi kepada fungsinya masing-masing.
17:08Ini saya pikir juga menjadi salah satu upaya agar pemerintah lebih fokus lagi untuk membuat skala prioritas ya.
17:17Belanja-belanja mana yang harus diprioritaskan yang memang memiliki dampak tetesan yang cepat di jangka pendek ini.
17:23Karena tadi efek dari kenaikan suku bunga ini akan cukup mempengaruhi tadi dari sisi konsumsi masyarakat dan juga tadi bagaimana
17:31harapannya tidak mengganggu juga memberikan insentif dukungan kepada sektor-sektor industri padat karya manufaktur
17:37yang notabene masih menyerap tenaga kerja dalam jurnal besar agar jangan sampai melakukan pengurangan jam kerja melakukan yang kita tidak
17:45harapkan adalah melakukan PHK.
17:47Oleh sebab itu makanya pemerintah mesti lebih terbuka dan lebih mendengarkan juga kondisi yang terjadi di lapangan saat ini.
17:55Oke itu yang digarisbawahi dari pemaparan Mas Joshua bahwa pemerintah perlu melakukan desain ulang khususnya untuk belanja skala prioritas.
18:01Nah Mas Joshua jika ruang gerak moneter Bank Indonesia sudah mencapai batasnya untuk bisa menggerek daya tarik portofolio,
18:08langkah fiskal konkret apa dari pemerintah khususnya yang paling ditunggu dan juga untuk dinanti untuk menenangkan pasar?
18:15Ya yang tentunya adalah bukan hanya sekedar tadi ya narasi bahwa pertumbuhan ekonomi gitu ya
18:22tapi juga bagaimana kita juga berharap tadi penegasan kembali disiplin APBN dan juga bagaimana peningkatan peniman perpajakan
18:33yang memang sedang diupayakan dengan DHSDA dan juga DSI gitu ya
18:38tapi kita juga berharap pemerintah juga bisa mengkomunikasikan gitu ya
18:44peta jalan defisit yang kredibel dan juga target kesimuan primernya belanja-belanja apa namanya
18:50jadi program-programnya pemerintah yang akan diprioritaskan dan juga tadi bagaimana belanja yang ditunda
18:57kalau misalkan harga minyak meningkat lalu juga rupiahnya melemah dan juga biaya utangnya memburuk
19:03jadi memang pemerintah juga mungkin diharapkan tadi mengeluarkan ataupun merilis ya laporan risiko fiskal yang lebih terbuka gitu ya
19:11mencakup tadi subsidi energi, penjaminan ya dan antara MBG, Kopdesk dan juga kewajiban lain yang lainnya
19:17yang tadi akan yang berpotensi juga menjadi beban negara gitu ya
19:21jadi artinya pasar saat ini tidak hanya menginginkan atau mendengar apa namanya
19:27angka-angka defisitnya saja tapi juga mungkin bagaimana risiko yang mungkin bisa
19:33apa namanya embedded dalam kondisi fiskal saat ini gitu ya
19:38dan juga tadi pemerintah juga perlu memperbaiki komunikasi kebijakan ya
19:43karena memang investor saat ini sangat sensitif sekali dengan terhadap perubahan yang cukup mendadak gitu ya
19:49terutama tadi pada kebijakan ekspor dan juga DHE, pajak, perizinan dan juga tata keluar BUMN
19:53jadi artinya untuk tujuannya memang tadi yang saya sampaikan adalah ini untuk memperkuat penerimaan negara
19:58dan juga ketahanan eksternal memang baik tapi pelaksanannya harus dapat diprediksi gitu ya
20:03karena jika kebijakan ini berubah sangat mendadak dan juga pelaku usaha bingung
20:07dan investor juga akan masukkan ini sebagai risiko tambahan di aset-aset rupiah kita
20:13maka kondisinya di pasakuan kita masih akan tertekan
20:16jadi makanya ini harus ada koordinasi masing-masing dan topoxinya masing-masing ya
20:20BI untuk jaga likuritas dan juga mendukung stabilitas rupiah
20:25fiskal tadi bagaimana fokus untuk meningkatkan kualitas dari APBN dalam hal ini
20:31spending dan juga tadi secara teknisnya bagaimana mengkomponikasikan secara clear
20:36dan juga perjalannya seperti apa
20:39agar investor asing akan semakin confirm dan mudah-mudahan bisa didengar oleh S&P gitu ya
20:45karena harapannya yang sedang ditunggu saat ini adalah S&P rating
20:49sehingga harapannya ini bisa menjaga sentimen dari sisi iklim investasi
20:54dan ujung-ujungnya pada akhirnya kan juga ini juga berdampak juga kepada rakyat, kepada masyarakat gitu ya
20:59kalau rupiah stabil, yield S&P-nya stabil tentu bukan hanya pemerintah yang diuntungkan
21:07tapi juga masyarakat ya
21:08karena pada saat rupiah ini melemah dan juga S&P yield ini melemah dan juga pasar kuat melemah
21:13tentu yang akan diurugikan pada akhirnya bukan hanya fiskal pemerintah
21:17tapi juga bagaimana dampaknya kepada masyarakat
21:20oke saya tangkap poin yang Anda sampaikan Mas Yosua
21:23pasar khususnya di sini investor butuh transparansi dan juga komunikasi dari pemerintah
21:27terima kasih atas waktunya sudah berbagi perspektif bersama kami di Kompas Bisnis pagi ini
21:32Kepala Ekonom Bank Permata Yosua Pardede
21:34Salam sehat Mas, selamat pagi
21:36makasih
21:37terima kasih
21:37terima kasih
21:38terima kasih
21:39terima kasih
Komentar

Dianjurkan