00:21Terima kasih telah menonton
00:30Pihak pengelola bilang penghentian terjadi karena anggaran dari BGN belum dapat dicairkan
00:34Akibatnya sejumlah penerima manfaat dari sekolah-sekolah setempat untuk sementara kehilangan jatah makan harian
00:40Camat Kadumora bilang setidaknya 6 dapur mengalami kondisi serupa dan masih menunggu kepastian pencairan dana
00:49BG yang tidak bisa beroperasional karena terkendala permasalahan anggaran yang belum disalurkan
00:59Atau belum tersalurkan dari pihak BGN
01:01Kurang lebih ada 6 yang terkendala seperti itu
01:07Sementara memang ada 2 yang masih disuspend
01:10Memang betul tentu kami sangat berharap ini segera terselesaikan oleh pihak BGN
01:19Kita singgung lagi evaluasi terbaik apa yang rasanya perlu untuk program makan bergizi gratis ini
01:24Di tengah pengusutan kasus korupsi MBG dan tekad efisiensi dari pimpinan baru badan gizi nasional
01:29Sebelumnya sudah bergabung juga bersama kami perwakilan dari MBG Watch Agus Sarwodo
01:35Dan kembali lagi untuk ikut berdiskusi karena juru bicara dari Partai Green Rabah Rabanong
01:39Ikut berdiskusi bersama kami kali ini
01:41Pak Batra, Mas Agus selamat pagi
01:43Selamat pagi Mas
01:44Mas Agus terima kasih yang sudah memulangkan waktu lagi
01:46Pak Batra terima kasih sudah bergabung pagi ini
01:48Kalau melihat dinamikanya
01:50Kasus masih disusut oleh Kejaksaan Agung
01:54Terbukti ada cawe-cawe memainkan markup anggaran
01:57Yang sebetulnya tidak langsung peruntukannya pada program makan bergizi gratis
02:01Ada permainan di situ, itu yang terungkap di Kejaksaan Agung
02:03Dengan komitmen pimpinan BGN saat ini, Pak Batra
02:07Untuk efisiensi dan tata kelola dari program makan bergizi gratis ini
02:12Sejauh mana ekspektasi Anda setidaknya dari Pak Tegrinda
02:15Untuk perbaikan program unggulan dari Presiden ini?
02:18Ya tentu ya
02:20BGN harus melakukan konsolidasi
02:23Sebagaimana apa yang menjadi arahan Pak Presiden
02:25Bahwa ke depan fokus utama BGN itu
02:29Harus dilakukan pembenahan secara menyeluruh
02:35Terutama terkait soal tata kelola yang
02:37Tentu yang harus diperbaiki ke depan
02:42Selain tata kelola, ada juga terkait soal anggaran ya tentunya ya
02:47Harus lebih tepat sasaran
02:50Berfokus kepada betul-betul
02:53Bagaimana agar pengolahan SPPG-SPPG ini
02:57Sama penerima manfaatnya yang betul-betul membutuhkan
03:00Jadi saya pikir ini adalah langkah yang tepat
03:04Yang dilakukan oleh Pak Presiden kita
03:07Selain mengganti tetapi di sana juga
03:09Harus ada perbaikan secara menyeluruh
03:13Mulai dari tata kelolanya
03:15Terus kemudian efisiensi anggaran yang harus tepat sasaran
03:19Kemudian reku fosing
03:21Reku fosing ini bukan hanya reku fosing terkait soal penerima manfaat ya
03:26Tetapi juga kita betul-betul harus mendahulukan dulu
03:30Daerah-daerah yang kita tahu sendiri bahwa yang lebih membutuhkan
03:34Terutama daerah-daerah yang 3T itu
03:36Karena kalau kita cermati ya
03:38Berdasarkan hasil survei
03:40Ini kan masyarakat sangat senang dengan adanya MBG
03:44Dan memang dilatar belakangi oleh Pak Presiden
03:47Yang sering menyaksikan bahwa
03:49Anak-anak kita masih dalam kondisi gisi buruk yang kurang baik
03:54Terus kemudian soal sumber daya manusia kita yang masih di bawah rata-rata
04:00Dan itulah yang melatar belakangi Pak Prabowo
04:02Kemudian menghadirkan agar bagaimana bisa anak-anak kita ke sekolah
04:07Tidak lagi mengalami kelaparan
04:09Karena jujur aja ya
04:10Daerah-daerah tertentu mas
04:11Kita seringkali menyaksikan bahwa
04:13Mereka berangkat ke sekolah menggunakan perahu
04:16Menyeberangi jembatan yang jauh
04:18Sampai di sekolah
04:19Mereka tanpa sarapan
04:21Ya, kalau mereka tanpa sarapan berangkat ke sekolah
04:24Bagaimana mereka bisa fokus belajar
04:26Dan itulah semua yang membuat Pak Prabowo
04:29Kemudian menghadirkan agar MBG ini bisa dinikmati
04:34Sampai betul-betul ke level masyarakat yang paling bawah
04:37Jadi niatnya sangat mulia, tujuannya sangat bagus
04:41Ini harus terus didukung, harus terus disupport
04:43Bahwa di sana dalam perjalanannya MBG ada tentu ya
04:49Yang dianggap menyimpang pengelolaan yang tidak jujur
04:53Nah itulah yang disayangkan oleh Pak Presiden
04:54Karena Pak Presiden memberikan kepercayaan kepada pimpinan MBG
04:59Untuk kemudian bagaimana menghadirkan MBG ini bisa dirasakan
05:03Anak-anak kita, para balita kita, ibu-ibu hamil
05:07Yang tentu yang membutuhkan
05:08Tetapi di sisi lain ada penyimpangan di sana
05:10Maka dari itu, jujur saja Pak Presiden sangat kecewa
05:13Sangat sedih dengan situasi ini
05:15Dan maka dari itu, beliau langsung memerintahkan kepala
05:18Kepala BGN yang baru agar bagaimana BGN ke depan ini
05:23Bisa lebih diperbaiki dan ditata lebih baik lagi
05:26Kalau kemudian ada pernyataan dari pimpinan BGN saat ini
05:30Akan ada efisiensi anggaran, terus moratorium titik dan SPPG baru
05:35Muncul pertanyaan begini Pak Batra, kenapa momentumnya baru diambil sekarang
05:38Untuk melakukan kebijakan efisiensi dan moratorium dari titik dan SPPG baru itu?
05:44Sebetulnya kan enggak dari sekarang juga ya
05:46Kalau kita tahu ya bahwa sebelumnya anggaran MBG ini kan sebelumnya kan sekitar 300 lebih
05:51Terus kemudian karena dianggap bisa diturunkan lagi
05:55Akhirnya kan diturunkan kan sekitar 268 triliun
06:00Terus kemudian ya selain itu banyak juga sebetulnya dapur-dapur yang dianggap bermasalah sudah ditutup
06:08Pada saat Ibu Nani jadi wakil kepala BGN beliau kan rajin turun sidak ke bawah
06:12Dan bahkan Ibu Nani menyaksikan sendiri dan melakukan sendiri ada sekitar 1000 dapur lebih
06:18Dan selain itu tempoh hari juga ada sekitar 8000 dapur yang kena suspen ya
06:24Terus kemudian disuruh perbaiki akhirnya 5000 dari 8000 itu beroperasi kembali
06:31Dan 2000 lebih tidak beroperasi lagi karena dianggap memang tidak memiliki standar SOP yang telah ditetapkan oleh BGN
06:37Jadi memang sebenarnya perbaikan tata kelola ini sudah dilakukan sebelumnya
06:44Tetapi bahwa perlu diperketat lagi ya itu harus karena ini kan memang program baru
06:50Ini program yang tentu karena jangkauannya penerima manfaatnya sangat banyak ya pasti juga tidak menggunakan anggaran yang sedikit
06:58Itu semua yang harus diawasi oleh publik
07:00Itu semua yang harus diawasi bukan hanya publik
07:02Bahkan Pak Prabowo meminta langsung penegak hukum untuk terus melakukan audit, berkala, meminta penegak hukum untuk terus memantau perkembangannya
07:11Agar ke depannya tidak ada lagi penyimpangan-penyimpangan yang terjadi seperti yang kita saksikan hari-hari terakhir ini
07:18Oke, Mas Agus kalau Anda lihat dari teman-teman MBG Watch sendiri momentum dari penegasan soal upaya efisiensi itu tadi
07:25Apakah kebetulan saja ini berdekatan dengan penindakan terhadap tiga mantan pejabat BGN itu atau bagaimana?
07:31Ya, makasih Mas
07:32Ini telat sebetulnya Mas
07:34Kenapa? Karena dari tahun lalu loh teman-teman masyarakat sipil itu sudah menyuarakan bahwa ada persoalan besar dalam proyek strategis
07:43nasional makan bergisi gratis ini
07:45Pertama, regulasinya tidak ada
07:48Karena 10 bulan bekerja tanpa perpres pengelolaan program itu pertama
07:52Kemudian keduanya adalah pengendalian konflik kepentingan tidak disediakan oleh badan bisnis nasional
07:57Kemudian ketiganya adalah keterbukaan informasinya
08:00Kempatnya adalah bagaimana proses partisipasi publiknya
08:04Kelimanya adalah dalam konteks pengadaan barang dan jasanya
08:08Ada lima poin yang besar sebetulnya ada persoalan besarnya
08:13Nah, kedua adalah Wamenkes di Januari lalu pernah menyebut kok bahwa makan bergisi gratis ini tidak bisa langsung turunkan angka
08:23stunting
08:24Wakil Menteri yang menyatakan demikian
08:26Bukan kami
08:28Artinya apa?
08:29Program ini juga tidak jelas
08:31Target sasarannya apa?
08:32Jika stunting yang memang dijadikan target sasaran
08:35Harusnya penerima manfaatnya adalah
08:37Mereka-mereka yang memang terindikasi
08:40Apa namanya, stunting
08:42Stunting gitu ya
08:43Jadi, dan ini angka
08:45Angka penerima manfaatnya kan besar sekali
08:47Alokasinya anggaran juga besar sekali
08:49Nah, ketiga
08:52Apa yang terjadi belakangan terakhir
08:56Itu sudah kami prediksi
08:57Ada persoalan yang sangat mendasar dalam pengelolaan keuangannya
09:02Ada persoalan yang sangat mendasar dalam kondisi pengelolaan programnya
09:08Pertanyaan utamanya adalah
09:09Mengapa harus menggunakan mitra-mitra yayasan?
09:12Kenapa tidak menggunakan skema pengadaan barang dan jasa
09:15Melalui ikat ala lokal
09:16Kalau memang mau menghidupkan UMKM lokal
09:19Maka yang perlu diperbaiki saat ini adalah
09:22Tentu moratorium dan juga rombak total program makan bergisi gratis
09:27Dalam konteks moratorium, mas
09:28Tidak hanya, apa namanya
09:31Tidak menambah dapur
09:32Tapi hentikan dulu programnya
09:34Hentikan dulu programnya
09:3710 hari, 20 hari, 30 hari, dan seterusnya
09:40Kemudian lakukan audit secara menyeluruh
09:43Terhadap penggunaan anggaran dan juga hasil program
09:47Dalam konteks program misalnya
09:49Kami tidak pernah membaca
09:51Paling tidak yang disampaikan oleh BNGC Nasional
09:54Apa baseline-nya
09:55Dalam kacamata program itu kan ada indikator keberhasilan, mas
09:59Nah indikator keberhasilannya itu apa?
10:02Kenapa?
10:02Karena di dalam dokumen RPGMN
10:04Target tahunan itu hanya penambahan jumlah
10:08Penerima manfaat dan juga penambahan jumlah dapur
10:12Itu itu persoalan utamanya
10:15Maka yang perlu diperbaiki adalah
10:16Satu
10:17Perkuat regulasinya
10:18Buat pengendalian konflik pentingannya
10:22Pertanyaan lagi
10:23Pertanyaan kemudiannya menjadi begini
10:25Apakah BNGC Nasional punya mitigasi risiko?
10:28Dalam konteks korupsi
10:30Mereka tidak punya corruption risk assessment-nya
10:32Kami dari transparansi internasional
10:35Teman-teman masyarakat Sipilang Lain
10:36Sudah banyak bikin kajian itu
10:38Kenapa tidak BGN membaca itu?
10:40Itu pertanyaan-pertanyaan mendasarnya sebetulnya
10:43Kemudian bagaimana mekanisme partisipasi publiknya?
10:46Oke
10:46Klaim
10:47Enggak ada partisipasi publik kok
10:49Dalam konteks katakanlah apa
10:52Laporan begitu ya
10:53Laporan ini kemudian di follow up atau tidak
10:55Begitu
10:56Bagaimana mekanisme akuntabilitas dan seterusnya
10:58Kira-kira begitu mas
10:59Oke
11:00Ditanggapi Pak Bahtra bahwa menurut dari MBG Watch
11:04Setidaknya dari transparansi internasional
11:05Moratorium ini tidak sebatas pada titiknya
11:07Tapi programnya dihentikan dulu
11:09Sambil audit menyeluruh
11:10Memungkinkankah itu untuk memperbaiki tata kelola
11:13Saya agak berbeda pandangan ya
11:15Bahwa
11:17Kemudian ada oknum yang menyelahgunakan wewenang
11:21Dan tanggung jawab disana
11:22Terus kemudian programnya yang harus dihentikan
11:24Itu kan tidak apple to apple ya
11:27Pemerintah kan tidak juga buta terhadap
11:30Masukan yang diberikan oleh teman-teman
11:31Bahwa setiap saat
11:33Siapapun masyarakat
11:35Kalau kelompok manapun
11:37Pemerintah tidak anti kritik
11:39Pemerintah selalu justru ingin berharap
11:42Agar ada masukan-masukan dari publik
11:44Karena ini program tadi
11:45Yang agak keliru
11:46Kalau kita mengatakan bahwa ini manfaatnya sangat tidak ada
11:49Ini kan bukan hanya soal memberi makan
11:51Anak-anak kita ya
11:52Bukan hanya soal misalnya
11:54Bagaimana menangani stunting
11:56Tetapi juga ini bagaimana
11:58Cita-citanya untuk
11:59Agar manusia Indonesia
12:01Bisa lebih unggul lagi
12:03Di masa-masa yang akan datang
12:04Kalau perbaikan bisinya baik
12:06Selain itu
12:07Jangan lupa ya
12:08Disana ada
12:09Perputaran ekonomi yang sangat besar
12:11Dan bisa membantu bangsa kita
12:13Disaat situasi-situasi yang
12:16Global
12:17Yang kita tahu sendiri
12:19Bahwa ini tidak mudah
12:20Misalnya apa mas
12:20Bayangkan misalnya
12:22Kalau ada 30 ribu dapur yang beroperasi
12:25Berapa banyak bahan baku yang dibutuhkan
12:27Apakah itu tidak menghidupkan para petani kita
12:30Suple dari sayu-sayuannya
12:32Apakah itu tidak menghidupkan para nelayan kita
12:34Suple misalnya lauknya
12:36Ikannya yang lain-lain
12:37Apakah itu tidak menghidupkan para peternak kita
12:40Bagaimana telurnya
12:41Bagaimana ayamnya
12:42Bagaimana dagingnya diperoleh dari sana
12:44Maka itu bisa menumbuhkan UMKM
12:46Di sektor lokal
12:47Saya mas
12:48Paling sering ya
12:49Paling sering meninjau
12:51Walaupun saya bukan di Komisi 9
12:53Saya paling sering meninjau
12:54Apa namanya
12:55Dapur-dapur di Sulis Tenggara
12:57Yang di Dapil saya
12:57Saya menyaksikan ya
12:59Begitu banyak efek dari
13:01Keberadaan
13:02SPPG
13:04SPPG
13:04Atau dapur-dapur MBG ini
13:05Karena di sana ya
13:06Satu SPPG saja
13:08Bisa menghadirkan pekerja kita
13:10Kurang lebih berapa puluh orang
13:12Nah menurut data ya
13:13Dari semua
13:14Sampai saat ini
13:15Berjalan satu tahun setengah
13:16Lapangan pekerjaan yang bisa diciptakan oleh
13:19Program MBG ini
13:21Kurang lebih
13:221,3 juta orang
13:24Apakah itu tidak menghasilkan sesuatu
13:26Atau impact yang besar
13:27Jadi agak keliru
13:28Kalau misalnya
13:29Ada oknum-oknum yang menyelahgunakan
13:31Uwenang tanggung jawab
13:32Terus kemudian
13:33Programnya yang harus berhenti
13:34Kan
13:35Enggak berbanding gitu ya
13:36Itu
13:37Itu yang harus dibenahi
13:39Yang keliru-keliru itu
13:40Dan
13:40Presiden
13:41Tidak buta terhadap
13:43Antikritik
13:44Termasuk dari teman-teman kita
13:45Ini yang
13:46Apa namanya
13:47Berbagai-berbagai pihak
13:48Dari
13:48Saya pikir Pak Presiden juga ya
13:50Salah satu alasannya
13:51Untuk memberhentikan
13:52Kepala BGN
13:53Dan
13:54Kedua wakilnya itu
13:55Tidak terlepas dari juga
13:57Bagaimana masukan dari teman-teman tadi
13:59Jadi
13:59Pak Presiden saya pikir
14:00Tidak akan menutup mata
14:01Bahwa
14:02Ada kekurangan di sana-sini
14:04Ya itu yang harus kita perbaiki
14:05Kekurangannya tetapi bukan
14:06Menghentikan programnya
14:07Karena
14:08Impact dari program ini
14:09Sangat banyak
14:10Termasuk dengan pimpinan BGN
14:11Yang baru ada saat ini
14:12Dipimpin oleh Nani SD yang
14:13Pak Bahtra
14:14Mas Agus terima kasih ya
14:15Sudah memberdiskusi bersama kami
14:16Pagi ini
14:16Sehat selalu untuk Anda berdua
14:18Selamat pagi
14:18Terima kasih Mas
14:19Terima kasih Mas Agus
14:20Terima kasih Pak Basara
14:24Di luar kebiasaan
14:26Bank Indonesia memberi kejutan
14:27Dengan menaikkan
14:29Suku Bunga Acuan
14:30Atau BI Rate
14:31Sebesar 25 basis point
14:32Menjadi 5,5%
14:34Meski IHSG dan rupiah kompak menguat
14:36Namun asing tetap keluar dari pasar saham RI
14:39Jika BI sudah mati
14:41Matian menstabilkan rupiah
14:42Bagaimana fiskal harus berbenah
14:44Agar kepadanya
Komentar