Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 11 jam yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - Apa evaluasi terbaik untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) di tengah pengusutan kasus korupsi MBG dan tekad efisiensi dari pimpinan baru BGN?.

Kita bahas bersama dengan Juru Bicara Partai Gerindra, Bahtra Banong dan juga perwakilan MBG Watch, Agus Sarwono di Program Sapa Pagi (10/6/2026).

Video Editor: Joshua

Produser: Theo Reza

Baca Juga Istana Ajak Mahasiswa Dukung Prabowo: Pak Presiden Panglima Terdepan Lawan Kebocoran APBN di https://www.kompas.tv/nasional/674854/istana-ajak-mahasiswa-dukung-prabowo-pak-presiden-panglima-terdepan-lawan-kebocoran-apbn



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/674860/full-menyoal-tata-kelola-mbg-pasca-pengungkapan-korupsi-ini-kata-gerindra-mbg-watch
Transkrip
00:21Terima kasih telah menonton
00:30Pihak pengelola bilang penghentian terjadi karena anggaran dari BGN belum dapat dicairkan
00:34Akibatnya sejumlah penerima manfaat dari sekolah-sekolah setempat untuk sementara kehilangan jatah makan harian
00:40Camat Kadumora bilang setidaknya 6 dapur mengalami kondisi serupa dan masih menunggu kepastian pencairan dana
00:49BG yang tidak bisa beroperasional karena terkendala permasalahan anggaran yang belum disalurkan
00:59Atau belum tersalurkan dari pihak BGN
01:01Kurang lebih ada 6 yang terkendala seperti itu
01:07Sementara memang ada 2 yang masih disuspend
01:10Memang betul tentu kami sangat berharap ini segera terselesaikan oleh pihak BGN
01:19Kita singgung lagi evaluasi terbaik apa yang rasanya perlu untuk program makan bergizi gratis ini
01:24Di tengah pengusutan kasus korupsi MBG dan tekad efisiensi dari pimpinan baru badan gizi nasional
01:29Sebelumnya sudah bergabung juga bersama kami perwakilan dari MBG Watch Agus Sarwodo
01:35Dan kembali lagi untuk ikut berdiskusi karena juru bicara dari Partai Green Rabah Rabanong
01:39Ikut berdiskusi bersama kami kali ini
01:41Pak Batra, Mas Agus selamat pagi
01:43Selamat pagi Mas
01:44Mas Agus terima kasih yang sudah memulangkan waktu lagi
01:46Pak Batra terima kasih sudah bergabung pagi ini
01:48Kalau melihat dinamikanya
01:50Kasus masih disusut oleh Kejaksaan Agung
01:54Terbukti ada cawe-cawe memainkan markup anggaran
01:57Yang sebetulnya tidak langsung peruntukannya pada program makan bergizi gratis
02:01Ada permainan di situ, itu yang terungkap di Kejaksaan Agung
02:03Dengan komitmen pimpinan BGN saat ini, Pak Batra
02:07Untuk efisiensi dan tata kelola dari program makan bergizi gratis ini
02:12Sejauh mana ekspektasi Anda setidaknya dari Pak Tegrinda
02:15Untuk perbaikan program unggulan dari Presiden ini?
02:18Ya tentu ya
02:20BGN harus melakukan konsolidasi
02:23Sebagaimana apa yang menjadi arahan Pak Presiden
02:25Bahwa ke depan fokus utama BGN itu
02:29Harus dilakukan pembenahan secara menyeluruh
02:35Terutama terkait soal tata kelola yang
02:37Tentu yang harus diperbaiki ke depan
02:42Selain tata kelola, ada juga terkait soal anggaran ya tentunya ya
02:47Harus lebih tepat sasaran
02:50Berfokus kepada betul-betul
02:53Bagaimana agar pengolahan SPPG-SPPG ini
02:57Sama penerima manfaatnya yang betul-betul membutuhkan
03:00Jadi saya pikir ini adalah langkah yang tepat
03:04Yang dilakukan oleh Pak Presiden kita
03:07Selain mengganti tetapi di sana juga
03:09Harus ada perbaikan secara menyeluruh
03:13Mulai dari tata kelolanya
03:15Terus kemudian efisiensi anggaran yang harus tepat sasaran
03:19Kemudian reku fosing
03:21Reku fosing ini bukan hanya reku fosing terkait soal penerima manfaat ya
03:26Tetapi juga kita betul-betul harus mendahulukan dulu
03:30Daerah-daerah yang kita tahu sendiri bahwa yang lebih membutuhkan
03:34Terutama daerah-daerah yang 3T itu
03:36Karena kalau kita cermati ya
03:38Berdasarkan hasil survei
03:40Ini kan masyarakat sangat senang dengan adanya MBG
03:44Dan memang dilatar belakangi oleh Pak Presiden
03:47Yang sering menyaksikan bahwa
03:49Anak-anak kita masih dalam kondisi gisi buruk yang kurang baik
03:54Terus kemudian soal sumber daya manusia kita yang masih di bawah rata-rata
04:00Dan itulah yang melatar belakangi Pak Prabowo
04:02Kemudian menghadirkan agar bagaimana bisa anak-anak kita ke sekolah
04:07Tidak lagi mengalami kelaparan
04:09Karena jujur aja ya
04:10Daerah-daerah tertentu mas
04:11Kita seringkali menyaksikan bahwa
04:13Mereka berangkat ke sekolah menggunakan perahu
04:16Menyeberangi jembatan yang jauh
04:18Sampai di sekolah
04:19Mereka tanpa sarapan
04:21Ya, kalau mereka tanpa sarapan berangkat ke sekolah
04:24Bagaimana mereka bisa fokus belajar
04:26Dan itulah semua yang membuat Pak Prabowo
04:29Kemudian menghadirkan agar MBG ini bisa dinikmati
04:34Sampai betul-betul ke level masyarakat yang paling bawah
04:37Jadi niatnya sangat mulia, tujuannya sangat bagus
04:41Ini harus terus didukung, harus terus disupport
04:43Bahwa di sana dalam perjalanannya MBG ada tentu ya
04:49Yang dianggap menyimpang pengelolaan yang tidak jujur
04:53Nah itulah yang disayangkan oleh Pak Presiden
04:54Karena Pak Presiden memberikan kepercayaan kepada pimpinan MBG
04:59Untuk kemudian bagaimana menghadirkan MBG ini bisa dirasakan
05:03Anak-anak kita, para balita kita, ibu-ibu hamil
05:07Yang tentu yang membutuhkan
05:08Tetapi di sisi lain ada penyimpangan di sana
05:10Maka dari itu, jujur saja Pak Presiden sangat kecewa
05:13Sangat sedih dengan situasi ini
05:15Dan maka dari itu, beliau langsung memerintahkan kepala
05:18Kepala BGN yang baru agar bagaimana BGN ke depan ini
05:23Bisa lebih diperbaiki dan ditata lebih baik lagi
05:26Kalau kemudian ada pernyataan dari pimpinan BGN saat ini
05:30Akan ada efisiensi anggaran, terus moratorium titik dan SPPG baru
05:35Muncul pertanyaan begini Pak Batra, kenapa momentumnya baru diambil sekarang
05:38Untuk melakukan kebijakan efisiensi dan moratorium dari titik dan SPPG baru itu?
05:44Sebetulnya kan enggak dari sekarang juga ya
05:46Kalau kita tahu ya bahwa sebelumnya anggaran MBG ini kan sebelumnya kan sekitar 300 lebih
05:51Terus kemudian karena dianggap bisa diturunkan lagi
05:55Akhirnya kan diturunkan kan sekitar 268 triliun
06:00Terus kemudian ya selain itu banyak juga sebetulnya dapur-dapur yang dianggap bermasalah sudah ditutup
06:08Pada saat Ibu Nani jadi wakil kepala BGN beliau kan rajin turun sidak ke bawah
06:12Dan bahkan Ibu Nani menyaksikan sendiri dan melakukan sendiri ada sekitar 1000 dapur lebih
06:18Dan selain itu tempoh hari juga ada sekitar 8000 dapur yang kena suspen ya
06:24Terus kemudian disuruh perbaiki akhirnya 5000 dari 8000 itu beroperasi kembali
06:31Dan 2000 lebih tidak beroperasi lagi karena dianggap memang tidak memiliki standar SOP yang telah ditetapkan oleh BGN
06:37Jadi memang sebenarnya perbaikan tata kelola ini sudah dilakukan sebelumnya
06:44Tetapi bahwa perlu diperketat lagi ya itu harus karena ini kan memang program baru
06:50Ini program yang tentu karena jangkauannya penerima manfaatnya sangat banyak ya pasti juga tidak menggunakan anggaran yang sedikit
06:58Itu semua yang harus diawasi oleh publik
07:00Itu semua yang harus diawasi bukan hanya publik
07:02Bahkan Pak Prabowo meminta langsung penegak hukum untuk terus melakukan audit, berkala, meminta penegak hukum untuk terus memantau perkembangannya
07:11Agar ke depannya tidak ada lagi penyimpangan-penyimpangan yang terjadi seperti yang kita saksikan hari-hari terakhir ini
07:18Oke, Mas Agus kalau Anda lihat dari teman-teman MBG Watch sendiri momentum dari penegasan soal upaya efisiensi itu tadi
07:25Apakah kebetulan saja ini berdekatan dengan penindakan terhadap tiga mantan pejabat BGN itu atau bagaimana?
07:31Ya, makasih Mas
07:32Ini telat sebetulnya Mas
07:34Kenapa? Karena dari tahun lalu loh teman-teman masyarakat sipil itu sudah menyuarakan bahwa ada persoalan besar dalam proyek strategis
07:43nasional makan bergisi gratis ini
07:45Pertama, regulasinya tidak ada
07:48Karena 10 bulan bekerja tanpa perpres pengelolaan program itu pertama
07:52Kemudian keduanya adalah pengendalian konflik kepentingan tidak disediakan oleh badan bisnis nasional
07:57Kemudian ketiganya adalah keterbukaan informasinya
08:00Kempatnya adalah bagaimana proses partisipasi publiknya
08:04Kelimanya adalah dalam konteks pengadaan barang dan jasanya
08:08Ada lima poin yang besar sebetulnya ada persoalan besarnya
08:13Nah, kedua adalah Wamenkes di Januari lalu pernah menyebut kok bahwa makan bergisi gratis ini tidak bisa langsung turunkan angka
08:23stunting
08:24Wakil Menteri yang menyatakan demikian
08:26Bukan kami
08:28Artinya apa?
08:29Program ini juga tidak jelas
08:31Target sasarannya apa?
08:32Jika stunting yang memang dijadikan target sasaran
08:35Harusnya penerima manfaatnya adalah
08:37Mereka-mereka yang memang terindikasi
08:40Apa namanya, stunting
08:42Stunting gitu ya
08:43Jadi, dan ini angka
08:45Angka penerima manfaatnya kan besar sekali
08:47Alokasinya anggaran juga besar sekali
08:49Nah, ketiga
08:52Apa yang terjadi belakangan terakhir
08:56Itu sudah kami prediksi
08:57Ada persoalan yang sangat mendasar dalam pengelolaan keuangannya
09:02Ada persoalan yang sangat mendasar dalam kondisi pengelolaan programnya
09:08Pertanyaan utamanya adalah
09:09Mengapa harus menggunakan mitra-mitra yayasan?
09:12Kenapa tidak menggunakan skema pengadaan barang dan jasa
09:15Melalui ikat ala lokal
09:16Kalau memang mau menghidupkan UMKM lokal
09:19Maka yang perlu diperbaiki saat ini adalah
09:22Tentu moratorium dan juga rombak total program makan bergisi gratis
09:27Dalam konteks moratorium, mas
09:28Tidak hanya, apa namanya
09:31Tidak menambah dapur
09:32Tapi hentikan dulu programnya
09:34Hentikan dulu programnya
09:3710 hari, 20 hari, 30 hari, dan seterusnya
09:40Kemudian lakukan audit secara menyeluruh
09:43Terhadap penggunaan anggaran dan juga hasil program
09:47Dalam konteks program misalnya
09:49Kami tidak pernah membaca
09:51Paling tidak yang disampaikan oleh BNGC Nasional
09:54Apa baseline-nya
09:55Dalam kacamata program itu kan ada indikator keberhasilan, mas
09:59Nah indikator keberhasilannya itu apa?
10:02Kenapa?
10:02Karena di dalam dokumen RPGMN
10:04Target tahunan itu hanya penambahan jumlah
10:08Penerima manfaat dan juga penambahan jumlah dapur
10:12Itu itu persoalan utamanya
10:15Maka yang perlu diperbaiki adalah
10:16Satu
10:17Perkuat regulasinya
10:18Buat pengendalian konflik pentingannya
10:22Pertanyaan lagi
10:23Pertanyaan kemudiannya menjadi begini
10:25Apakah BNGC Nasional punya mitigasi risiko?
10:28Dalam konteks korupsi
10:30Mereka tidak punya corruption risk assessment-nya
10:32Kami dari transparansi internasional
10:35Teman-teman masyarakat Sipilang Lain
10:36Sudah banyak bikin kajian itu
10:38Kenapa tidak BGN membaca itu?
10:40Itu pertanyaan-pertanyaan mendasarnya sebetulnya
10:43Kemudian bagaimana mekanisme partisipasi publiknya?
10:46Oke
10:46Klaim
10:47Enggak ada partisipasi publik kok
10:49Dalam konteks katakanlah apa
10:52Laporan begitu ya
10:53Laporan ini kemudian di follow up atau tidak
10:55Begitu
10:56Bagaimana mekanisme akuntabilitas dan seterusnya
10:58Kira-kira begitu mas
10:59Oke
11:00Ditanggapi Pak Bahtra bahwa menurut dari MBG Watch
11:04Setidaknya dari transparansi internasional
11:05Moratorium ini tidak sebatas pada titiknya
11:07Tapi programnya dihentikan dulu
11:09Sambil audit menyeluruh
11:10Memungkinkankah itu untuk memperbaiki tata kelola
11:13Saya agak berbeda pandangan ya
11:15Bahwa
11:17Kemudian ada oknum yang menyelahgunakan wewenang
11:21Dan tanggung jawab disana
11:22Terus kemudian programnya yang harus dihentikan
11:24Itu kan tidak apple to apple ya
11:27Pemerintah kan tidak juga buta terhadap
11:30Masukan yang diberikan oleh teman-teman
11:31Bahwa setiap saat
11:33Siapapun masyarakat
11:35Kalau kelompok manapun
11:37Pemerintah tidak anti kritik
11:39Pemerintah selalu justru ingin berharap
11:42Agar ada masukan-masukan dari publik
11:44Karena ini program tadi
11:45Yang agak keliru
11:46Kalau kita mengatakan bahwa ini manfaatnya sangat tidak ada
11:49Ini kan bukan hanya soal memberi makan
11:51Anak-anak kita ya
11:52Bukan hanya soal misalnya
11:54Bagaimana menangani stunting
11:56Tetapi juga ini bagaimana
11:58Cita-citanya untuk
11:59Agar manusia Indonesia
12:01Bisa lebih unggul lagi
12:03Di masa-masa yang akan datang
12:04Kalau perbaikan bisinya baik
12:06Selain itu
12:07Jangan lupa ya
12:08Disana ada
12:09Perputaran ekonomi yang sangat besar
12:11Dan bisa membantu bangsa kita
12:13Disaat situasi-situasi yang
12:16Global
12:17Yang kita tahu sendiri
12:19Bahwa ini tidak mudah
12:20Misalnya apa mas
12:20Bayangkan misalnya
12:22Kalau ada 30 ribu dapur yang beroperasi
12:25Berapa banyak bahan baku yang dibutuhkan
12:27Apakah itu tidak menghidupkan para petani kita
12:30Suple dari sayu-sayuannya
12:32Apakah itu tidak menghidupkan para nelayan kita
12:34Suple misalnya lauknya
12:36Ikannya yang lain-lain
12:37Apakah itu tidak menghidupkan para peternak kita
12:40Bagaimana telurnya
12:41Bagaimana ayamnya
12:42Bagaimana dagingnya diperoleh dari sana
12:44Maka itu bisa menumbuhkan UMKM
12:46Di sektor lokal
12:47Saya mas
12:48Paling sering ya
12:49Paling sering meninjau
12:51Walaupun saya bukan di Komisi 9
12:53Saya paling sering meninjau
12:54Apa namanya
12:55Dapur-dapur di Sulis Tenggara
12:57Yang di Dapil saya
12:57Saya menyaksikan ya
12:59Begitu banyak efek dari
13:01Keberadaan
13:02SPPG
13:04SPPG
13:04Atau dapur-dapur MBG ini
13:05Karena di sana ya
13:06Satu SPPG saja
13:08Bisa menghadirkan pekerja kita
13:10Kurang lebih berapa puluh orang
13:12Nah menurut data ya
13:13Dari semua
13:14Sampai saat ini
13:15Berjalan satu tahun setengah
13:16Lapangan pekerjaan yang bisa diciptakan oleh
13:19Program MBG ini
13:21Kurang lebih
13:221,3 juta orang
13:24Apakah itu tidak menghasilkan sesuatu
13:26Atau impact yang besar
13:27Jadi agak keliru
13:28Kalau misalnya
13:29Ada oknum-oknum yang menyelahgunakan
13:31Uwenang tanggung jawab
13:32Terus kemudian
13:33Programnya yang harus berhenti
13:34Kan
13:35Enggak berbanding gitu ya
13:36Itu
13:37Itu yang harus dibenahi
13:39Yang keliru-keliru itu
13:40Dan
13:40Presiden
13:41Tidak buta terhadap
13:43Antikritik
13:44Termasuk dari teman-teman kita
13:45Ini yang
13:46Apa namanya
13:47Berbagai-berbagai pihak
13:48Dari
13:48Saya pikir Pak Presiden juga ya
13:50Salah satu alasannya
13:51Untuk memberhentikan
13:52Kepala BGN
13:53Dan
13:54Kedua wakilnya itu
13:55Tidak terlepas dari juga
13:57Bagaimana masukan dari teman-teman tadi
13:59Jadi
13:59Pak Presiden saya pikir
14:00Tidak akan menutup mata
14:01Bahwa
14:02Ada kekurangan di sana-sini
14:04Ya itu yang harus kita perbaiki
14:05Kekurangannya tetapi bukan
14:06Menghentikan programnya
14:07Karena
14:08Impact dari program ini
14:09Sangat banyak
14:10Termasuk dengan pimpinan BGN
14:11Yang baru ada saat ini
14:12Dipimpin oleh Nani SD yang
14:13Pak Bahtra
14:14Mas Agus terima kasih ya
14:15Sudah memberdiskusi bersama kami
14:16Pagi ini
14:16Sehat selalu untuk Anda berdua
14:18Selamat pagi
14:18Terima kasih Mas
14:19Terima kasih Mas Agus
14:20Terima kasih Pak Basara
14:24Di luar kebiasaan
14:26Bank Indonesia memberi kejutan
14:27Dengan menaikkan
14:29Suku Bunga Acuan
14:30Atau BI Rate
14:31Sebesar 25 basis point
14:32Menjadi 5,5%
14:34Meski IHSG dan rupiah kompak menguat
14:36Namun asing tetap keluar dari pasar saham RI
14:39Jika BI sudah mati
14:41Matian menstabilkan rupiah
14:42Bagaimana fiskal harus berbenah
14:44Agar kepadanya
Komentar

Dianjurkan