Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menjelaskan pembangunan IKN dijalankan melalui tiga skema, yakni pembiayaan melalui APBN, investasi langsung dari sektor swasta, serta Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), saat rapat bersama Komisi II DPR RI pada Kamis (11/6/2026).

Dalam rapat tersebut, Basuki juga sempat membeberkan sejumlah investor dari Abu Dhabi, China, hingga Korea Selatan.

"Untuk investasi swasta sampai sekarang sudah disepakati atau dikontrak Rp73 triliun," ujar Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono.

Baca Juga Perdana ke IKN sebagai Presiden, Prabowo Disambut Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono | JMP di https://www.kompas.tv/regional/643634/perdana-ke-ikn-sebagai-presiden-prabowo-disambut-kepala-otorita-ikn-basuki-hadimuljono-jmp

#breakingnews #dpr #ikn #basukihadimuljono

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/674654/depan-dpr-basuki-hadimuljono-beber-investor-di-ikn-dari-abu-dhabi-korea-selatan-capai-rp73-triliun
Transkrip
00:01Terima kasih Bapak Pimpinan, Bapak Pimpinan dan anggota Komisi 2 DPRL yang terhormat dan keberhormati.
00:10Ada dua hal yang mungkin tadi banyak disinggung.
00:13Pertama tentang alokasi anggaran dan skema pembangunan di IKN.
00:19Jadi kalau skema pembangunan di IKN ini ada tiga.
00:25Pertama dari APBN, yang kedua dari investasi direct dari swasta, dan juga dari KPPU, kerjasama Kepemerintah dan Badan Usaha atau
00:37PPP Project itu.
00:39Kalau yang APBN, yang setelah kami samporkan sejak ratas Februari tahun 2025, Bapak Presiden sudah menyetujui tentang Rp48,8 triliun
00:51itu untuk yudikatif dan legislatif.
00:54Kompleks.
00:55Kemudian untuk investasi swasta, sampai sekarang sudah disepakati atau di kontrak Rp73 triliun.
01:08Itu dari Abu Dhabi Rp10 triliun, yang dijem itu untuk membangun perkantoran dan mal, termasuk juga wakaf untuk masjidnya.
01:21Kemudian untuk China, ada full sunbright untuk pembangunan perapartemen dan perkantoran sebesar Rp1,7 triliun.
01:36Sekarang sudah mulai? Sudah mulai sekarang? Sudah.
01:38Beliau malah minta mau di groundbreaking secara mengundang duta besarnya segala, dan mereka mengusulkan untuk Pak Wapras yang ingin, ini
01:47saya belum hubungi Pak Beliau.
01:49Kemudian untuk dari Korea Selatan, Dianjaya, itu juga untuk perkantoran dan perotelan, itu Rp1,2 triliun.
02:00Yang akan, sekarang sudah mulai juga, karena ada sunbright, mereka sudah mulai bergerak juga.
02:09Kemudian juga restoran-restoran, seperti teras kota, kemudian juga rumah makan sederhana, kemudian taman safari,
02:19yang juga sudah mulai akan tahun ini akan dikerjakan, Rp73 triliun totalnya.
02:25Untuk KPBU, itu ada Rp135 triliun yang sedang diproses di Kementerian Keuangan,
02:32yang dua pemakar saya itu untuk hunian landed, 109 unit, dan juga 8 tower, sudah disetujui oleh Menteri Keuangan sebesar
02:43Rp6 triliun.
02:45Jadi saya kira itu untuk skema.
02:48Kalau tadi ada ratusan triliun, sejak 2020 sampai 2024, itu anggaran APBA-nya Rp90 triliun.
02:58Kemudian untuk yang 2025 sampai 2009, yang tadi Rp48 triliun tadi, baru dialokasi, baru dikontrakan sebentar Rp20 triliun.
03:09Jadi itu tadi APBA-nya, itu yang tentang skema pembangunannya.
03:15Sedangkan tanah Pak Ahmad Irawan, memang kalau tanah ini, memang ini kan kebanyakan apa, seluruhnya merupakan bekas hutan tanaman industri,
03:29kualitas, tapi juga ada yang pelepasan hutan.
03:34Ada aturan Perpres 75 di kawasan hutan, yang di dalamnya ada masyarakat.
03:42Kalau yang aturan di luar IKN, tidak boleh diganti rugi.
03:46Tapi di IKN, ada Perpres 75 yang bisa diganti rugi untuk masyarakat.
03:53Kemudian karena dengan adanya Undang-Undang nomor 3 IKN, ada juga perubahan tata ruang.
04:01Jadi tanah-tanah masyarakat yang dulu permukiman, mungkin sekarang dengan tata ruang IKN jadi kuburan.
04:08Kalau itu dibutuhkan oleh IKN, jadi masyarakat yang didelinasi IKN,
04:13kalau mau menjual tanahnya harus memberitahu dulu pada otorita.
04:18Kalau itu termasuk pada prioritas pembangunan IKN, akan dibeli oleh otorita.
04:24Tapi kalau tidak, kita bebaskan mereka jual-beli dengan masyarakat saya.
04:29Jadi hanya untuk menandai yang mengantisipasi tanah-tanah yang demikian itu.
04:34Tapi kalau pembebasan untuk pembangunan tidak ada.
04:38Saya kira itu, Pak, yang kami bisa sampaikan.
04:42Sekali lagi, terima kasih atas perhatian dan dukungan dari Komisi 2 DPR RI.
04:46Terima kasih. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Komentar

Dianjurkan