Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Sebagai bentuk kekecewaan masyarakat terhadap kebijakan publik dan kondisi ekonomi, sejumlah organisasi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi berencana menggelar unjuk rasa di kawasan Bundaran Hotel Indonesia pada Jumat, 12 Juni 2026.

Terdapat lima tuntutan yang akan disuarakan mahasiswa dalam aksi tersebut.

Apa saja yang menjadi tuntutan utama dalam unjuk rasa ini? Dan bagaimana respons pemerintah atas rencana unjuk rasa ini?

Berikut ulasannya bersama Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia, Yatalathof Ma'shum Imawan, dan Juru Bicara Partai Gerindra, Bahtra Banong, serta Direktur Eksekutif Trias Politica, Agung Baskoro dalam Program Sapa Indonesia Pagi KompasTV.

Baca Juga Gelombang Demo BBM di Sejumlah Kota, Mahasiswa Desak Evaluasi Kebijakan | KOMPAS PAGI di https://www.kompas.tv/nasional/674367/gelombang-demo-bbm-di-sejumlah-kota-mahasiswa-desak-evaluasi-kebijakan-kompas-pagi

#demo #pertamax #harga #bbm #ui #mahasiswa #gerindra

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/674379/full-beda-bem-ui-gerindra-buntut-demo-mahasiswa-tuntut-turunkan-harga-pertamax
Transkrip
00:10Intro
00:12Bandar Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia
00:14berencana turun ke jalan untuk menggelar unjuk rasa
00:17di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat pada Jumat 12 Juni 2026.
00:23Bersama BEM dari sejumlah perguruan tinggi lain,
00:26mereka akan menyuarakan 5 tuntutan, termasuk mendesak pemerintah
00:31menghentikan pemborosan anggaran pendapatan dan belanja negara.
00:36Terdapat 5 tuntutan yang akan disuarakan mahasiswa dalam aksi tersebut.
00:40Pertama, stop pemborosan APBN.
00:44Kedua, turunkan harga kebutuhan POKO dan BBM.
00:48Ketiga, hentikan program MBG dan pembangunan kooperasi Desa Merah Putih.
00:53Keempat, hentikan militerisme di ranah sipil.
00:57Dan kelima, menuntut Prabowo berhenti, mengelak dan akui kesalahan pemerintah.
01:03Sebelumnya, sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia atau GMNI
01:09menggelar unjuk rasa di kawasan Monas, Jakarta Pusat pada Kamis Siang.
01:14Dalam aksinya itu, mereka menuntut pemerintah segera melakukan perbaikan ekonomi
01:19dan mengevaluasi menteri yang dinilai gagal menjaga stabilitas perekonomian nasional.
01:25Akhirnya kita menuntut untuk dicopotnya mengeu keuangan perubaya
01:32sama mengeu perekonomian Ailangka Halif Rato.
01:37Karena kita menyadari bahwa kebijakan moneter tidak hanya berdampak terhadap upaya yang dilakukan oleh BI.
01:50Namun mereka juga harus bertanggung jawab secara fisikalnya.
01:52Nah, kita juga menuntut itu terkait stabilitas ekonomi.
02:01Unjuk rasa juga sempat digelar sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam atau HMI
02:07di kawasan Cikini, Menteng, Jakarta Pusat pada Rabu Malam.
02:11Aksi unjuk rasa sempat ricuh.
02:14Masa mahasiswa terlibat saling dorong dengan polisi yang hendak membubarkan aksi mahasiswa.
02:19Mereka menolak kenaikan harga BBM Pertamax yang dinilai terlalu mahal
02:25dan akan berimbas pada belemahnya daya beli masyarakat.
02:28Salah kenaikan BBM.
02:30Mungkin hari ini dia menaik cuma Pertamax,
02:34tapi tidak menutup kemungkinan ketika Pertamax mengalami kelangkaan,
02:41masyarakat di Indonesia akan beralih ke Pertamax.
02:43Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar.
02:46Hari ini kami menilai bahwa Presiden Prabowo Gibran tidak sepenuhnya.
02:52Bagaimana menstabilkan harga BBM kemudian mengembalikan ekonomi.
03:01Wakil Menteri Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Fahri Hamzah
03:06merespons rencana BEM seluruh Indonesia yang menggelar unjuk rasa di sejumlah wilayah.
03:11Fahri bilang, protes dan unjuk rasa mahasiswa merupakan bagian dari demokrasi
03:16dan dilindungi sepenuhnya oleh konstitusi.
03:19Karena itulah negara demokrasi ini menjamin setiap orang untuk menyampaikan pendapatnya,
03:26untuk mengkritik pemerintah, untuk menyampaikan pendapatnya baik secara lisan maupun tulisan,
03:32untuk berkumpul dan menyatakan pendapat.
03:36Jadi itu semua adalah bagian dari fasilitas di dalam negara demokrasi yang saya kira harus kita terima.
03:44Dan karena itulah kami ingin menyampaikan bahwa Pak Prabowo itu sebenarnya
03:51mau menuntaskan agenda-agenda reformasi bangsa yang belum selesai.
03:56Sementara Pakar Hukum Tata Negara Fahri Hamzahri menyebut
03:59pemerintah harus responsif dan menganggap serius aspirasi publik
04:03di tengah tantangan ekonomi saat ini.
04:06Ria-ria yang muncul ini adalah bagian dari upaya warga negara
04:12memberikan peringatan kepada negara agar tidak salah kaprah,
04:18salah jalan, terpleset terlalu jauh, memahami publik sendiri,
04:22dan akhirnya mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang tidak berpihak.
04:26Jadi jangan kemudian dianggap langkah-langkah publik itu adalah langkah-langkah yang inkonstitusional.
04:34Itu langkah-langkah yang diberikan ruangnya oleh undang-undang dasar.
04:39Oleh karena itu responnya juga harus bijaksana.
04:42Jangan menganggap perbedaan sebagai lawan,
04:45tetapi anggaplah perbedaan itu sebagai masukan untuk pemerintah yang baik.
04:51Aksi demo mahasiswa ini digelar buntut kondisi perekonomian nasional
04:56dan sejumlah kebijakan pemerintah yang dinilai semakin memberatkan masyarakat.
05:00Tim Liputan, Kompas TV
05:09Saudara, sebagai bentuk kekecewaan masyarakat terhadap kebijakan publik dan kondisi ekonomi,
05:14sejumlah organisasi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi
05:17berencana menggelar unjuk rasa di kawasan Bundaran Hotel Indonesia pada hari Jumat ini 12 Juni 2026.
05:23Terdapat lima tuntutan yang akan disuarakan mahasiswa di dalam aksi tersebut.
05:28Apa saja tuntutan utama yang akan diangkat dalam unjuk rasa kali ini
05:33dan bagaimana respons pemerintah atas rencana unjuk rasa ini?
05:37Kita akan bahas bersama dengan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia
05:41Yata Latov Masum Imawan
05:43kemudian ada Juru Bicara Partai Green Rahbahtra Banong
05:47serta Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis Agung Baskoro.
05:51Selamat pagi Mas Atov
05:53kemudian Bang Bahtra dan juga Mas Agung
05:55Pagi semuanya
05:57Selamat pagi Mas, selamat pagi
05:59Baik, sebelum kita ke tuntutan ke Mas Atov dulu
06:01Mas Atov, hari ini kira-kira jam berapa akan sampai di Bundaran HI
06:04dan siapa saja yang akan bergabung selain dari BEM UI?
06:08Baik Mas, untuk berangkatnya
06:11kita nanti akan dari UI pukul 10 pagi
06:15nanti kita akan naik kopaja
06:17bersama juga dengan BEM Universitas Pancasila
06:21kemudian BEM NF dan juga BEM PNJ
06:24serta ada kawan-kawan BEM lain yang bergerak sendiri
06:27ada IPB dan nanti kemungkinan ada UIN
06:30untuk langsung ke Bundaran HI
06:32perkiraan nanti akan sampai jam 11
06:35sebuah Jumatan
06:35nanti kita akan Jumatan dulu
06:37baru kita long march langsung ke Bundaran HI
06:39begitu Mas
06:40Kalau untuk jumlahnya apakah kira-kira sudah dikoordinasikan
06:43mungkin dengan BEM-BEM yang lain
06:45kira-kira ada berapa hari ini Mas?
06:47Ya, kalau dari UI sendiri
06:49sama internal
06:50kita ada 1000
06:51dan gabungan dengan BEM lain
06:53kita bisa mencapai 3000
06:55Oke, baik
06:56sebelum ketuntutan utama
06:58nanti akan saya kesana
06:59Mas Atov
07:00kemudian yang mendasari
07:02teman-teman dari BEM UI
07:03dan juga kemudian berkoordinasi dengan BEM
07:05dari Universitas lain untuk demo
07:07hari ini apa Mas?
07:10Baik
07:10untuk alasannya
07:12kita mahasiswa sebagai
07:14salah satu bagian dari rakyat
07:16kita menganggap kenyataan
07:17yang kita hadapi sekarang ini adalah
07:19ekonomi hanya tumbuh di atas kertas saja
07:21tetapi di meja makan rakyat
07:24tidak ada yang berubah sama sekali
07:25baik itu harga berasnya naik
07:27dan juga bahan pokok lainnya
07:29lapangan kerja makin menyempit
07:31dan juga rakyat makin dihajar oleh pajak
07:33dan pemerintah hanya sibuk memulis citra
07:36hanya sibuk mengumumkan data-data kosmetik
07:38sambil membagi proyek kepada kroni-kroninya
07:40oleh karenanya kita juga memandang
07:43bahwa kesempatan yang telah kita berikan
07:46dan juga waktu yang telah kita berikan
07:48itu sudah terlalu lama
07:49dan kita juga menganggap bahwa
07:52Prabowo Gibran sebagai pemimpin
07:54sudah menunjukkan
07:55wajah kepemimpinan yang sangat buruk pada saat ini
07:58arah negara juga tidak dibawa
08:01menuju Indonesia emas
08:02melainkan menuju Indonesia bangkrut
08:04baik itu bangkrut secara demokrasinya
08:06bangkrut secara ekonominya
08:08dan juga bangkrut secara moral kepemimpinan
08:10begitu mas
08:11oke kritik yang disampaikan oleh mahasiswa ini
08:13kemudian Bang Bahtera dari Partai Gerindra
08:15bagaimana Anda menanggapinya
08:16dan juga menanggapi aksi mahasiswa yang akan terjadi hari ini
08:20dan juga beberapa hari lalu
08:21sudah ada juga beberapa aksi di daerah lain
08:23ya saya ingin mengatakan bahwa
08:26penyampaian pendapat
08:29kritik, saran, masukan adalah
08:31merupakan bagian dari
08:34demokrasi kita
08:35dan memang kita
08:35negara menjamin itu
08:37jadi artinya
08:38apa yang ingin dilakukan oleh teman-teman BEM
08:42kita memberi apresiasi
08:44karena memang
08:45mahasiswa kan juga bagian dari
08:48agen obceng
08:50nah maka dari itu
08:50kita mempersilahkan ya teman-teman
08:53kemudian untuk
08:55turun ke jalan
08:56menyampaikan aspirasi
08:58menyampaikan pendapat
08:59dan itu semua diatur dalam
09:02undang-undang tentunya
09:03dan negara memperbolehkan itu
09:05artinya silakan aja
09:06tidak jadi masalah
09:08namun yang paling penting adalah
09:10tentu juga
09:11harus secara
09:12proporsional
09:13artinya
09:14apa yang disampaikan
09:16kritik
09:17baik saran
09:18ataupun penyampaian pendapat
09:19harus berdasarkan
09:21fakta-fakta
09:23dan
09:24kalau kita lihat
09:25bahwa yang
09:27apa menjadi seruan
09:28teman-teman ini
09:29terkait soal
09:30kenaikan harga
09:32BBM
09:32kita kan melihat bahwa
09:35ini tidak berdiri sendiri
09:36ada dinamika global
09:38yang
09:39tentu
09:40yang sampai hari ini
09:41tidak selesai-selesai
09:42soal perang
09:43terus kemudian menyebabkan
09:44lonjakan harga minyak
09:46karena lonjakan harga minyak
09:48itu terjadi
09:49disitulah pemerintah
09:50kemudian
09:51melakukan penyesuaian
09:52kita tahu sendiri
09:53bahwa kita sangat tergantung
09:55sama
09:55impor BBM hari ini
09:57bayangkan kita hanya
09:59mampu memproduksi
10:00sekitar
10:01600 ribu barel per hari
10:03sementara
10:03kebutuhan kita
10:04ada kurang lebih
10:06sekitar 1,6 juta
10:07artinya apa
10:08kita kekurangan
10:09setiap hari itu
10:10sekitar 1 juta barel
10:11per hari
10:12dan itulah kemudian
10:13yang menyebabkan
10:14begitu ada situasi
10:16global
10:16terus kemudian
10:17harga minyak dunia naik
10:19maka tentu
10:21pemerintah
10:21harus melakukan
10:23penyesuaian
10:23tetapi
10:24dalam kondisi
10:26yang sulit
10:26begitu pun
10:27pemerintahan Prabowo
10:28masih tidak menaikkan
10:30BBM yang subsidi
10:31kenapa?
10:31kalau BBM subsidi ini
10:33dinaikkan
10:34maka itu pasti akan
10:35sangat membebani rakyat
10:36membebani masyarakat
10:38tentu harga
10:39bahan-bahan pokok
10:39juga akan ikut melonjak
10:41maka dari itu
10:41pemerintah melakukan
10:43kategorisasi
10:44mana yang harus
10:45dinaikkan
10:45mana yang tidak
10:46boleh dinaikkan
10:47terkait soal yang
10:49bersentuhan langsung
10:49dengan masyarakat
10:50kelas bawah
10:51nah inilah pemerintah
10:52terus menjaga itu
10:53agar tidak dinaikkan
10:54sementara
10:56di negara-negara lain
10:58bahkan
10:59misalnya harga
11:00harga BBMnya
11:01ada yang jauh lebih
11:02mahal daripada Indonesia
11:04walaupun
11:04kita tahu mas ya
11:05beberapa tokoh-tokoh
11:07menyerangkan ke
11:07Pak Presiden Prabowo
11:08atau pemerintahan
11:09Presiden Prabowo
11:10untuk menyaikan minyak
11:11tetapi Pak Prabowo
11:12dan pemerintahan Pak Prabowo
11:13bersikuku untuk
11:15tidak menyaikan minyak
11:16terutama yang terkait
11:18soal
11:18bagian subsidi itu
11:19karena pasti akan
11:20membebani rakyat
11:21ya bayangkan ya
11:22kalau kita lihat
11:23di asumsi
11:24APBN kita kan
11:26apa namanya
11:28minyak itu kan
11:29kita asumsikan
11:30sebabnya
11:3170 USD
11:32per barel
11:33sementara harga
11:34sekarang
11:35rata-rata dunia
11:35kalau kita lihat ya
11:36bahkan
11:37apa namanya
11:39berkisaran
11:4080 sampai
11:4190 dan bahkan
11:43di beberapa
11:44bulan
11:44yang lalu
11:45sempat dikisaran
11:47harga
11:47100 dolar
11:48per barel
11:50artinya apa
11:51pemerintah
11:52mesti menutupi
11:53karena asumsi
11:53APBNnya hanya
11:5470
11:54berarti ada
11:55sekitar
11:5636-an
11:57yang harus
11:59ditutupi
11:59nah itu
12:00memang membuat
12:00pembekakan-pembekakan
12:01terhadap APBN
12:02nah kalau ini
12:03dibiarkan berlarut-larut
12:04maka itu juga
12:05akan mengganggu
12:06apa namanya
12:07era APBN kita
12:09makanya dari itu
12:10pemerintah melakukan
12:11konsolidasi
12:12kemana yang
12:13jalan mana
12:14yang harus ditempu
12:15terus kemudian juga
12:16tidak terlalu
12:16membebani rakyat
12:17makanya diambillah
12:18keputusan
12:19kemudian untuk
12:20menaikkan
12:21BBM yang
12:22non-subsidi ini
12:23karena kan itu
12:23menyasarnya kan
12:25tidak sampai di kalangan bawah
12:26begitu kira-kira mas
12:27oke baik
12:27ini kebijakan soal
12:28BBM dan juga
12:29soal
12:30bagaimana pengaturan
12:31APBN juga akan
12:32nanti kami tanyakan ke
12:33Mas Atof
12:34tapi sebelumnya
12:34saya mau ke
12:35Mas Agung dulu
12:36Mas Agung
12:36kita lihat ini
12:37aksi dari
12:38mahasiswa sudah
12:39kemudian lintas kampus
12:41gitu ya
12:41dan hari ini juga
12:42diperkirakan ada
12:43ribuan orang yang
12:45akan berdemo di
12:46Bundaran HI
12:46apakah Anda ini
12:47melihat seperti
12:48apa ya
12:49political tipping point
12:51dimana
12:51isu-isu ekonomi
12:53yang kemudian ada
12:53di masyarakat
12:54kemudian berkembang
12:55menjadi krisis
12:56kepercayaan politik
12:57yang kemudian
12:58dikhawatirkan ini
12:59bisa mengganggu
13:00kepercayaan
13:01legitimasi pemerintahan
13:02menurut Anda
13:03seperti apa Mas Agung?
13:05saya melihat
13:06latar dari
13:07aksi teman-teman
13:08turun ke jalan
13:09teman-teman mahasiswa
13:10sejak beberapa
13:10waktu terakhir
13:11itu dimotivasi
13:12karena memang
13:13ada gap Mas
13:14bagaimana ya
13:15antara komunikasi
13:17pemerintah yang
13:18sejauh dan selama ini
13:20terlihat
13:20menggampangkan ya
13:22khususnya di bidang
13:23ekonomi bahwa
13:24semua baik-baik saja
13:25kita
13:26fondasi ekonominya
13:27aman
13:28tiba-tiba
13:29di tataran policy
13:30itu justru
13:31sebaliknya
13:31seperti itu
13:32tiba-tiba
13:33pertama
13:33naik tanpa
13:34komunikasi ke publik
13:35tiba-tiba
13:36kemudian
13:37IHSG Amrol
13:38naik turun
13:39termasuk
13:40meletukar kurs
13:40gitu ya
13:41upiah kita
13:42dan ada gap-gap lain
13:44kalau misalkan tadi
13:45Bang Bahtera menyampaikan
13:46ada
13:46ya
13:47tantangan eksternal
13:48yang luar biasa
13:49terkait geopolitik
13:50kemudian juga
13:51efeknya geoekonomi
13:52dari global
13:53saya kira di internal
13:54juga ada tantangan
13:55tersendiri
13:56bagaimana
13:57pemerintah mampu
13:58mengendalikan
13:59program-program populis
14:00yang itu menyedot
14:01anggaran
14:02cukup besar
14:03dan itu membuat
14:04stress-test terhadap
14:05fiskal kita
14:05cukup tinggi
14:07semacam itu
14:07nah ini yang memang
14:08belum terkelajar dengan baik
14:09dan itu yang dilihat
14:10oleh teman-teman
14:11mahasiswa maupun
14:12masyarakat secara luas
14:13dalam artian
14:14sederhana saja
14:15saya hampir setiap hari
14:17dalam satu pekan terakhir itu
14:18menerima keluhan
14:19teman-teman
14:20saya yang memang itu
14:22gak terafiliasi dengan
14:23mahasiswa
14:23mas Bremana
14:24tapi teman-teman
14:25yang kelas
14:25milenial
14:26pekerja
14:27yang merasa
14:28tolong dong disampaikan
14:29mas Agung
14:30aspirasi kita
14:31kita juga kena dampak
14:32loh kelas menengah
14:33pertama sini
14:34kelas menengah yang dihantam
14:35yang akan mengubah
14:37daya beli mereka
14:38cara mereka
14:38mengeluarkan
14:39ya uang gitu
14:40dan selama ini
14:41kelas menengah ini
14:42subsidinya
14:43dalam tanda petik
14:44insentifnya paling minimalis
14:45gitu
14:46karena mereka dianggap
14:47mampu
14:47tapi juga ketika
14:48seperti sekarang
14:49kondisinya juga rentan
14:50seperti itu
14:51jadi gap itu yang saya lihat
14:53membuat teman-teman
14:54mahasiswa
14:54teman-teman pemuda
14:55dan aliansi lain
14:57yang itu
14:57akhirnya turun ke jalan
14:59dan ini alarm keras
15:00dan eskalasi isunya
15:01kalau selama ini
15:02arahnya ke
15:03DPR ya
15:04ke Bang Bahtera
15:05dan teman-teman
15:06di Senayan
15:06ini langsung ke presiden loh
15:08gitu
15:09jadi kalau misalkan
15:10Mas Bremana menyampaikan ini
15:12ada arahan
15:13dalam tanda petik
15:14mereduksi legitimasi
15:15pemerintahan
15:16iya
15:17ya kalau selama ini itu
15:18bumpernya
15:19buffernya adalah
15:20DPR
15:21ya
15:22muncuk rasa ini
15:23sekarang ke presiden
15:24dan itu jelas
15:25menyasar program-program presiden
15:27MBG
15:28ya kemudian juga
15:29soal
15:30kooperasi desa
15:31ya kemudian juga
15:32bagaimana
15:33mengurangi
15:34pemborosan
15:35itu semua kan
15:36domennya
15:37presiden ya
15:38kalau soal militarisme
15:39saya kira
15:39pemerintah
15:41dan DPR
15:42semacam itu
15:42karena yang
15:43menggodoh undang-undang
15:44tapi 5 dari
15:453 tuntuan itu
15:47ada tuntuan untuk presiden
15:48jadi menurut saya
15:49ini fokus utamanya
15:51presiden dengan
15:52tim ekonominya
15:53kalau misalnya
15:54dalam tanda petik
15:55obat
15:55ya obat
15:56obat instan
15:58yang paling mujarab itu
15:59adalah reshuffle
16:00memang masih ditunda terus
16:01saya khawatir
16:03eskalasi isunya
16:04akan meningkat
16:05dan itu memberikan
16:06fluktuasi di
16:07banyak hal ya
16:08di harga-harga
16:10di pasar
16:11kemudian dalam konteks
16:13ya aspirasi
16:14di masyarakat
16:15jadi
16:15menurut saya
16:16harus diperhatikan
16:17dan saya berharap
16:19demo teman-teman ini
16:20ada yang merespon
16:21apakah
16:22ya merespon langsung
16:23dengan terlibat
16:24nanti turun
16:25ke jalan juga
16:26dari wakil pemerintah
16:27apakah DPR
16:28atau dari kabinet
16:30semacam itu
16:30supaya
16:31teman-teman ini punya
16:32kanal yang ditindaklanjuti
16:34dengan jelas
16:35jadi
16:35jangan diabaikan
16:36jangan dibiarkan
16:38demo ini
16:38tanpa ada follow up
16:40yang jelas
16:40karena tadi saya bilang
16:41eskalasinya bisa jadi
16:43meningkat
16:43kalau misalkan
16:44tidak di
16:44akomodasi dalam
16:46arahan dan kanal
16:47yang lebih
16:47konkret
16:48mungkin sebagai pengantar
16:49respons dari
16:51pemerintah
16:52terutama yang ditunggu
16:53jangan sampai
16:53kemudian
16:54tidak di respons
16:55ekskalasinya
16:56semakin meningkat
16:57saya kembali
16:58ke mas Atoff
16:59mas Atoff tadi
16:59sudah sempat disinggung
17:00oleh
17:00Bang Bahtera
17:01soal
17:02kenaikan BBM
17:03alasannya seperti apa
17:04kemudian juga
17:05bagaimana
17:05kemudian tidak
17:06membebani
17:07APBN
17:07jika subsidi
17:09ataupun
17:10apa yang namanya
17:12membiayai
17:13dalam tanda kutip
17:14jangan sampai
17:14pertama
17:14yang naik
17:15kemudian
17:15membebani
17:16anggaran
17:17dari
17:17tuntutan-tuntutan Anda
17:19ada lima
17:19dari teman-teman Anda
17:20juga
17:21bagaimana
17:22kemudian Anda
17:23meminta
17:23pemerintah
17:24untuk bisa
17:24dalam tanda kutip
17:25ini
17:25mengendalikan
17:26harga BBM
17:27tapi juga
17:27bagaimana
17:29kemudian
17:29mengendalikan
17:30APBN
17:30agar tidak
17:30membengkak
17:32baik
17:33sebenarnya
17:34begini
17:35mas
17:35ada satu
17:36hal menarik
17:37kenapa
17:37kita melaksanakan
17:39aksi di Bundaran HI
17:40tadi kalau
17:41mas Agung
17:41mungkin menyampaikan
17:42tiga tuntutan
17:43dari lima
17:44itu ke
17:44pemerintah
17:45langsung
17:46ke presiden
17:46dan dua
17:47sisanya mungkin
17:48ke DPR
17:48tapi kenapa
17:49kita aksinya
17:50di Bundaran HI
17:50karena kita
17:51melihat
17:52bahwa
17:54eksekutif
17:55dan juga
17:55DPR
17:56sebagai legislatif
17:57itu sudah menjadi
17:58satu bagian
17:58yang menyusarakan
18:00rakyat
18:00kita melihat
18:02bahwa ketika
18:03pemerintah
18:04mengeluarkan
18:04kebijakan
18:05yang
18:05amburadul
18:06yang
18:07mubaziri
18:07secara
18:08anggaran
18:08DPR
18:09tidak ada
18:09mengoreksi
18:10DPR
18:11tidak ada
18:12mengawasi
18:12dan
18:13menginvestigasi
18:13begitu
18:14jadi kita
18:14ingin
18:15melakukan aksi
18:16di Bundaran HI
18:16karena kita
18:17ingin menyadarkan
18:18rakyat
18:19banyak
18:19dan juga
18:20memberi pesan
18:21kepada
18:21pemerintah
18:21bahwa
18:22mereka itu
18:23jika
18:24tidak berubah
18:25akan
18:25membuat
18:26Indonesia menjadi
18:27bangkut
18:27kemudian
18:28jika
18:28PBN
18:29tadi
18:30ada yang
18:31menyampaikan
18:31bahwa
18:33kenaikan
18:33Pertamax
18:34ini adalah
18:34supaya
18:35BBM
18:35tidak
18:36tidak bocor
18:38tidak
18:38juga
18:39membengkak
18:39segala macam
18:40pertanyaannya
18:41adalah
18:41APBN itu
18:43mayoritas
18:44pendapatannya
18:45adalah
18:45dari pajak
18:46rakyat
18:46mas
18:47dan
18:48karena
18:48pendapatan
18:49mayoritasnya
18:49dari pajak
18:50rakyat
18:51tentunya
18:52harus langsung
18:52kembali
18:53dong
18:53ke rakyat
18:53salah satunya
18:54adalah
18:55subsidi ini
18:55dan
18:56jika
18:56pemerintah
18:57ingin
18:57bilang
18:57adalah
18:57supaya
18:58menyesuaikan
18:59dengan
18:59harga global
19:00atau segala macam
19:02gimana
19:03pesan-pesan
19:03pemerintah
19:04yang jujur
19:04untuk
19:05mengakui
19:05bahwa
19:06kondisi sekarang
19:06kita sedang
19:08menuju krisis
19:08tidak ada
19:09pemerintah
19:10melakukan
19:10komunikasi
19:11yang baik
19:11bahkan
19:13yang
19:13anehnya
19:14adalah
19:14pemerintah
19:15memenaikan
19:16pajak
19:18UMKM
19:19melalui
19:19PP20
19:202026
19:21itu
19:22akan
19:22menyasar
19:23kepada
19:23rakyat
19:23banyak
19:24tetapi
19:25di sisi lain
19:25ketika
19:26pemerintah
19:26menerapkan
19:27royalti
19:28kepada
19:28sumber daya
19:30batubara
19:30misalkan
19:31disitu
19:32dibatalkan
19:33di kemudian hari
19:34dikarenakan
19:35diprotes
19:35tetapi
19:36untuk yang rakyat
19:36pajaknya
19:37tidak dibatalkan
19:38itu satu
19:39terus kemudian
19:40ketika memang
19:41kondisinya adalah
19:42menaikkan
19:44Pertamax ini
19:44supaya menjaga
19:45PBN
19:46kemudian
19:47gimana
19:48untuk program-program
19:50prioritas
19:51yang
19:51anggaranya
19:52membengkak
19:53yang kita juga
19:54sama-sama tahu
19:54bahwa
19:55akuntabilitasnya
19:55dipertanyakan
19:56bahwa
19:58pelaksanaannya
19:58juga dipertanyakan
19:59dan juga
20:01pesan-pesan
20:02selanjutnya adalah
20:03pemerintah ini
20:04rasa-rasanya
20:05juga tidak bisa
20:05membagi
20:06pembagian tugas
20:07bahwa
20:08DPR itu
20:09tugasnya mengawasi
20:10justru malah
20:11mengurusi rupiah
20:12dan juga
20:13pemerintah
20:14yang harusnya
20:15melakukan
20:16alokasi
20:17anggaran fiskal
20:18yang bagus
20:18justru malah
20:19memboroskan
20:20anggarannya
20:21begitu
20:21kita
20:22dapat melihat
20:23bahwa
20:24kemarin
20:24ketika
20:25DPR
20:25wakil ketua
20:26DPR
20:26malah mengurusi
20:28rupiah
20:28segala macam
20:29padahal itu
20:29dalam
20:30konstitusi
20:31tidak diamanatkan
20:32untuk hal itu
20:33dan
20:34apakah hal itu
20:35akan membantu
20:36justru pasar
20:37malah makin
20:38tidak percaya
20:39justru publik
20:39juga malah
20:40mempertanyakan
20:40ini pembagiannya
20:41begitu
20:42kurang lebih
20:43begitu mas
20:44oke baik
20:44ini beberapa
20:45yang disampaikan
20:45oleh mas
20:46atof
20:46terkait dengan
20:47fungsi
20:47DPR
20:48kemudian
20:48ada juga
20:49tadi
20:49soal
20:50bagaimana
20:50prioritas
20:51pemerintah
20:52dalam program
20:53yang menyerap
20:53anggaran
20:54banyak
20:54dan juga
20:55bagaimana
20:56kemudian
20:56nasib
20:57dari
20:57kelas menengah
20:58yang kemudian
20:58selama ini
20:59seperti
20:59dianak terikan
21:00yang pertama
21:03terkait
21:04soal
21:04misalnya
21:04DPR
21:05mengurusin
21:05rupiah
21:06ya DPR
21:07memang harus
21:07mengurusin
21:07rupiah
21:08karena
21:09BI itu
21:10itu kan bermitra
21:11dengan DPR
21:12yang kebetulan
21:13mengurusi
21:14soal
21:14moneter
21:16terus kemudian
21:17kementerian keuangan
21:18mengurusi
21:18soal fiskal
21:19nah tugas
21:20DPR adalah
21:21mengontrol
21:22ya baik
21:23BI maupun
21:24kementerian keuangan
21:26agar
21:27rupiah ini
21:28menguat
21:28nah disitulah
21:29fungsi DPR
21:30fungsi pengawasannya
21:31dilakukan
21:32kemudian
21:33terjadilah
21:34pertemuan itu
21:35di DPR
21:36yang dipimpin
21:37langsung oleh
21:37Wakil Ketua DPR
21:39Prof. Submidas
21:40Koahmat
21:40nah setelah
21:41pertemuan itu
21:42mas
21:42apa yang kita
21:43ambil positifnya
21:44IHSG yang tadinya
21:46ambruk
21:46di hari pertama
21:48naik 7%
21:49di hari kedua
21:49naik hampir 4%
21:51terus kemudian
21:52kedua
21:52rupiah yang tadinya
21:53menembus angka
21:5418.200
21:57perlahan-lahan
21:58mulai turun
21:59hari pertama
22:00turun
22:01130
22:02basis point
22:03kemarin lagi
22:04turun lagi
22:04di angka
22:05kurang lebih
22:06kalau saya
22:07nggak salah
22:08angka
22:08ininya
22:09nggak
22:09menyentuh
22:10sampai 18.000
22:11artinya apa
22:12apa yang dilakukan
22:13oleh pimpinan DPR
22:14bagian dari
22:15mengontrol
22:15pemerintah
22:16bagian dari
22:16pengawasan
22:17pemerintah
22:17berhasil
22:19menurunkan
22:20apa namanya
22:21kursi dolar
22:22terhadap
22:23nilai tukar rupiah
22:24terus kemudian
22:25bagaimana
22:26memperkuati
22:26SGE kita
22:27dan berhasil
22:28di 3 hari
22:28terakhir ini
22:29kalau kita lihat
22:30artinya apa
22:30DPR sudah
22:31bekerja secara
22:33maksimal
22:33dari
22:34sisi pengawasan
22:35dan kemudian
22:36memberi
22:37masukan
22:37terhadap
22:38pemerintah
22:38bahwa terkait
22:39soal
22:40misalnya
22:40ya
22:41Pak Presiden
22:42kita
22:43sudah sangat
22:44bijak
22:44hari ini
22:46ya
22:47Indonesia
22:48kita tahu
22:48sendiri
22:49bahwa
22:49setiap
22:50harinya
22:50kita kekurangan
22:511 juta
22:53barel
22:54per hari
22:55untuk
22:55apa namanya
22:57kebutuhan
22:57minyak kita
22:58maka
22:58dibawa
22:59komando
23:00Presiden Prabowo
23:01mulai berpikir
23:02bagaimana
23:03agar hilirisasi
23:04soal
23:05BBM ini
23:05dilakukan
23:06mulai
23:07memperkoko
23:08agar bagaimana
23:09lifting minyak kita
23:10ke depan
23:10yang harus
23:11dinaikkan jumlahnya
23:12supaya apa
23:12ketergantungan kita
23:14terhadap impor minyak
23:15mulai berkurang
23:16terus kemudian
23:17belum lagi
23:18hilirisasi
23:19hilirisasi yang lain
23:20kalau kita bicara tadi
23:21pemerintah mulai
23:22mencari alternatif lain
23:23pembiayaan
23:24selain dari pajak
23:25tentu
23:26ya
23:26kita ingin
23:28agar
23:28pemerintah juga
23:29mencari alternatif
23:30di mana
23:31misalnya yang selama ini
23:32mohon maaf
23:32belum pernah ada
23:33sejarah perjalanan
23:35bangsa ini
23:35ya
23:36semua pengusaha-pengusaha
23:38yang bergerak
23:39di bidang sumber daya alam
23:42baik itu
23:42apa namanya
23:44batu baranya
23:45baik itu
23:45tambang nikelnya
23:47baik itu yang bergerak
23:48di misalnya
23:49perusahaan
23:50apa namanya
23:51oil, sawit
23:52kita lihat
23:53semuanya ditindak
23:54karena
23:54sudah terlalu lama
23:55bangsa ini
23:56mas
23:56mengalami
23:57kebocoran-kebocoran
23:58yang begitu besar
23:59mereka
24:00menguasai sumber daya
24:02alam kita
24:02tetapi di sisi lain
24:05pajaknya
24:05untuk negara
24:06sangat kecil
24:07ini semualah
24:08yang sedang
24:08diberesi oleh
24:09pemerintahan
24:09Prabowo Subianto
24:10bahwa kemudian
24:12ini kan
24:13tidak berdiri sendiri
24:14ini kan
24:15dalam perjalanan
24:16bangsa kita
24:16ya mas
24:17dari waktu
24:18ke waktu
24:18dari tahun
24:19ke tahun
24:19tentu
24:20harus ada
24:21kontunitas
24:21mungkin Pak Prabowo
24:23sekarang sedang
24:24meletakkan
24:24bagaimana
24:25menerapkan
24:25pasal 33
24:26undang-undang
24:27dasar kita
24:28supaya apa
24:28kekayaan negara
24:29kita yang selama ini
24:30mengalir ke luar negeri
24:32kekayaan negara kita
24:33yang selama ini
24:33bocor
24:34terutama
24:34di wilayah sektor
24:36sumber daya alam kita
24:37harus kembali ke negara
24:39ini yang sudah diperbaiki oleh Pak Prabowo
24:40kalau kita lihat
24:41tidak ada pemimpin negara
24:43yang selama ini
24:44yang pengen menerapkan itu
24:46kecuali Pak Prabowo
24:47nah itu
24:47bukti keberpihakan Pak Prabowo
24:50terhadap rakyat kecil
24:51bukti keberpihakan Pak Prabowo
24:52terhadap rakyat banyak
24:54kalau kita bicara lagi
24:55soal program
24:56yang dikatakan banyak pihak
24:57bahwa
24:58ini adalah program
24:59pemborosan
25:00bayangkan Mas
25:01kalau misalnya
25:02program MBG ini
25:03bisa berjalan maksimal
25:04ya
25:05berapa banyak
25:06tenaga kerja
25:07yang hari ini dihasilkan
25:08kurang lebih
25:091,3 juta orang
25:11ya
25:11berapa banyak
25:12UMKM kita
25:13yang bisa tumbuh subur
25:14karena sekarang
25:16ya bayangkan
25:16kalau 30 ribu
25:17dapur yang beroperasi
25:19artinya
25:19dia membutuhkan
25:20bahan baku
25:21yang begitu banyak
25:22begitu besar
25:23ya
25:24apakah petani kita
25:26tidak hidup
25:26mensuplai sayur-sayurannya
25:28apakah pada peternak kita
25:30yang bergerak di bidang UMKM
25:32peternakan tidak tumbuh besar
25:33kalau misalnya
25:34ya telurnya diambil
25:36dari para peternak lokal
25:37ya
25:38dagingnya diambil
25:39dari peternak lokal
25:40apakah nelayan kita
25:41tidak
25:41tidak berkembang
25:43tidak tumbuh subur
25:43kalau misalnya
25:44kalau misalnya
25:45lautnya
25:45yang berupa ikan
25:46diambil sebagai
25:48bahan baku MPG
25:49artinya mas
25:50setiap dapur
25:51SPPG itu
25:52bisa menggerakkan
25:53UMKM
25:53berapa banyak
25:54belum lagi
25:55yang saya sampaikan tadi
25:55bahwa
25:56dalam satu SPPG itu
25:57bisa merekrut
25:58sekitar kurang lebih
25:59hampir 50 orang
26:01nah inilah terus
26:02yang harus dijalankan
26:04bahwa disana mas
26:05ada misalnya
26:07ya karena ini program baru
26:09ada kekurangan
26:10ya diperbaiki
26:11doang tata kelolanya
26:12inilah yang diteruskan
26:13oleh Presiden Prabowo
26:14jadi MPG
26:15intinya bukan pemborosan ya
26:16mas Abang Bahtera ya
26:18disana dianggap
26:19misalnya ada penyelewen anggaran
26:21Pak Prabowo secara tegas
26:22ini yang harus diawasi
26:23secara transparan
26:24oke inilah
26:24momennya
26:25ketika diganti
26:26kepala BGN
26:27ya kita nantikan
26:27bagaimana
26:28kemudian tata kelolanya
26:30akan diperbaiki
26:31jadi tugas kita bersama
26:32baik itu DPR
26:33begitu pun masyarakat
26:34begitu pun mahasiswa
26:35tugasnya untuk mengawasi
26:37secara
26:37agar program ini
26:39berjalan secara transparan
26:40baik
26:40sebelum nanti saya ke Mas Agung
26:42saya kembali ke Mas Atof dulu
26:44Mas Atof
26:44jika misalnya
26:46memang misalnya
26:47kita anggaplah
26:48pertama tidak dinaikan
26:50tapi kemudian
26:51ini anggaran
26:51yang untuk menambalnya
26:53ini diambil dari
26:54dalam tanda kutip
26:55dana pendidikan
26:56dan juga
26:56dana yang mungkin
26:58digunakan untuk
26:59program prioritas lain
27:00yang menyerap banyak
27:01anggaran
27:01apakah ini bisa menjadi
27:03pilihan
27:04bagi pemerintah
27:05untuk bisa
27:05tadi
27:06meminimalisasi
27:07kenaikan harga
27:08pertama
27:08agar tidak bergejolak
27:09di masyarakat
27:10Mas Atof
27:11ya baik Mas
27:12terima kasih
27:13sebenarnya kalau untuk
27:14subsidi BBM ya
27:15saya sendiri
27:16kita dari BMI
27:18juga punya
27:19menganalisis sendiri
27:21dan juga berkomunikasi
27:22dengan ahli-ahli
27:23sebenarnya untuk BBM sendiri
27:24tepatnya adalah
27:26subsidinya itu
27:27langsung cash transfer
27:29subsidi BBM yang sekarang
27:30itu sebenarnya memang
27:31perlu diakui
27:32masih banyak
27:33tidak tepat sasaran
27:34tetapi
27:35kalau misalkan
27:36dari mana anggaran
27:37dan segala macam
27:37tentu
27:38dari program-program
27:39prioritas
27:39kenapa?
27:40karena kalau misalkan
27:41memang pemerintah
27:42mengakui bahwa
27:43ini adalah bangsa yang besar
27:44maka buktikan dulu
27:46dari pemerintah
27:46buktikan bahwa
27:48sekarang kita
27:48sedang menuju krisis
27:50faktanya sudah banyak
27:52di daerah-daerah
27:53sudah mulai pertalai
27:54sudah mulai langkah
27:55begitu kan
27:55belum misalkan
27:56kita ngomongin energi lain
27:57misalkan listrik
27:58begitu
27:58terus juga
28:00pemerintah
28:01mau untuk
28:02mengalah
28:03demi kebutuhan
28:04rakyat banyak
28:05kebutuhan-kebutuhan dasar
28:05termasuk BBM
28:06begitu
28:07kemudian tadi
28:08Mas Bahtera
28:09menyampaikan bahwa
28:10Presiden Prabowo
28:12berkomitmen
28:12terkait
28:13tata kelola
28:14terkait
28:14pemberantasan korupsi
28:16segala macam
28:16memang itu terjadi
28:18cuma
28:19permasalahannya adalah
28:20apakah
28:20publik percaya
28:22apakah kemudian
28:23indeks korupsi
28:24akhirnya menaik
28:25justru yang terjadi kan
28:26indeks korupsi
28:27justru malah menurun
28:28begitu
28:28belum kita ngomong
28:29terkait indeks
28:30kepastian hukum
28:31bagaimana
28:32pengadilan
28:33netral itu
28:34nilainya sangat
28:34jeblok sekali
28:35begitu
28:36disinilah makanya
28:37kita tadi menyampaikan
28:38bahwa
28:40waktu dan juga
28:41kesempatan kita
28:41sudah berikan
28:42dan juga kita
28:43sudah mempercayai
28:44tetapi komunikasinya
28:45masih sangat buruk
28:46begitu
28:47dan juga
28:48terkait
28:49misalkan
28:51program MBG ya
28:52tidak
28:53pemborosan anggaran
28:54segala macam
28:54permasalahannya adalah
28:56sekarang ini kan
28:57MBG itu
28:58banyak yang
28:59tidak tepat sasaran
29:00jika memang
29:02MBG berkontribusi
29:03kepada lapangan kerja
29:04menumbuhkan UMKM
29:06dan segala macam
29:06itu hanya berlaku
29:07jika tepat sasaran
29:08pada faktis kan
29:09tidak tepat sasaran
29:10mas bayangkan
29:11jika
29:12ada rakyat
29:13yang sudah makan
29:14tiga kali sehari
29:15kemudian
29:16pemerintah hadir
29:17untuk memberikan
29:18satu kali makan
29:18secara gratis
29:19apakah disitu
29:20justru akan
29:21menambah konsumsi
29:22menjadi makan
29:23empat kali sehari
29:23kan tentu tidak
29:24tetap tiga kali sehari
29:25kemudian
29:26bagaimana
29:27pelaku ekonomi
29:28entah itu UMKM
29:30atau catering
29:30dan sebagainya
29:31yang sudah menyediakan
29:33sekarang
29:33mana disaingi
29:34oleh pemerintah
29:35begitu
29:36nah itu jadi
29:37pertanyaan
29:38bagaimana
29:39pemerintah
29:39mengatur
29:41program-program
29:41justru
29:42buru-buru
29:43begitu
29:43dan kemudian
29:44jika kita ingin
29:45percaya bahwa
29:46pemerintah
29:46menerapkan
29:47rencana
29:49menerapkan
29:49anggaran secara tepat
29:50atau segala macam
29:51kenapa
29:52pemerintah
29:53dengan sengaja
29:55membicarakan
29:56terkait
29:57FGD
29:58bla bla bla
29:59diskusi
29:59bla bla bla
30:00itu kan Pak Presiden
30:01sendiri yang menyampaikan
30:02dan disitu justru
30:03membuktikan bahwa
30:04perencanaannya
30:05yaudah
30:05yang penting jalan dulu
30:06baru dibetulkan
30:07nah itu yang jadi masalah
30:09kenapa sekarang
30:10APBN
30:11sudah menipis
30:12begitu
30:12begitu kira-kira mas
30:14oke
30:14baik
30:14sekarang saya ke
30:15Mas Agung
30:16ini
30:17sepertinya
30:17kepercayaan
30:18yang kita lagi soroti
30:19gitu ya
30:20banyak mungkin
30:21langkah-langkah pemerintah
30:21yang sudah dilakukan
30:22tentunya untuk
30:23memperbaiki kondisi ekonomi kita
30:24tapi kepercayaannya sangat
30:26mungkin
30:27di
30:28masyarakat rendah
30:29seperti itu
30:30nah Anda melihat
30:31seperti apa
30:31Mas Agung
30:32tadi Anda sempat
30:33singgung soal
30:34reshuffle
30:34dan juga bagaimana
30:36kemudian
30:36apa yang harus dilakukan
30:37proprietas saat ini
30:38apakah tadi
30:39soal program prioritas
30:40yang harus kemudian
30:41dievaluasi kembali
30:42atau
30:43sesederhana
30:44yaudah
30:44reshuffle aja gitu
30:46ya
30:46saya ingin menyampaikan
30:48bahwa kemarin kan
30:49Pak Julhas itu
30:50melakukan rakor ya
30:51dengan teman-teman
30:52BGN semacam itu
30:53dan lintas kementerian lain
30:55dan mengakui
30:56ada pemborosan
30:571 triliun per bulan
30:58jadi kalau misalkan
31:00di awal tadi
31:01Bang Batra
31:02sempat menyinggung
31:02bahwa
31:03ini program
31:04BG sudah
31:05berjalan dan efektif
31:07saya kira ini perlu
31:07dikoreksi
31:08karena ini yang memang
31:10dilihat masyarakat
31:11secara nyata ya
31:12ada pemborosan
31:14ada
31:14ya
31:15mis pengelolaan
31:16ada transparansi
31:17yang belum jalan
31:18nah kalau misalkan
31:19bicara menelurkan
31:20efek ke bawah
31:21sekarang misalkan
31:22harga telur saja
31:23jatuh
31:24harga pakan
31:25tenak naik
31:26jadi kalau
31:27mengagikan efek ke bawah
31:28yang mana gitu
31:29itu kan yang ditanyakan
31:31oleh publik
31:31jadi itu yang
31:33memang publik
31:34dalam tanda petik
31:35khawatir ya
31:36dengan data
31:37kelola fiskal kita
31:38kooperasi desa
31:39merah putih
31:40yang publik
31:41lihat apa
31:42ini kok kayak
31:42Indomaret
31:43Alfamart
31:44ataupun
31:45ya minimarket
31:46minimarket
31:46pada umumnya
31:48gitu
31:49bedanya apa
31:50yang kita tahu kan
31:51kooperasi dari bawah
31:52semacam itu
31:53jadi ada gap
31:54ya kebijakan populis
31:56yang bagus
31:56yang dibayangkan oleh
31:57presiden
31:58di tataran implementasi
31:59itu timnya
32:00gak support
32:01mas
32:01bagaimana
32:02dan mendapati gap
32:03itu terus
32:04nah ini yang bahaya
32:06kalau tidak
32:06dimitigasi
32:07dan dikelola dengan
32:08baik
32:08jadi kalau maksud saya
32:10selain reshuffle
32:10solusinya
32:11evaluasi betul
32:13stop dulu
32:14yang bermasalah
32:14jangan dilanjutkan lagi
32:16ini menjadi amunisi
32:18bagi teman-teman
32:19di jalan
32:19untuk terus
32:20mengkritik
32:21dan menggerogoti
32:21legitimasi pemerintah
32:23jadi kalau misalkan
32:24MBG ada berapa dapur sih
32:25yang oke
32:26misalkan dari 27 ribu
32:27hanya seribu dapur
32:29seribu dapur itu
32:30dijalankan
32:31stop yang 26 ribu
32:32hentikan
32:33saya bilang
32:34karena ini bahaya
32:35gitu
32:36saya gak mau
32:37pemerintah
32:37legitimasi
32:38digerogoti
32:39kita butuh kesulitan
32:40kita butuh kebersamaan
32:41tapi kalau dari pemerintah
32:43gak sadar
32:43dia salah
32:44ini repot gitu
32:45gak perlu harus mengakui
32:46salah
32:47tapi revisi lah
32:48kebijakannya
32:48ditunda dulu
32:49kalau memang gak perlu
32:51di stop
32:51supaya apa
32:52masyarakat juga objektif
32:53oh pemerintah saya
32:54berubah kok
32:55pemerintah saya lebih baik
32:56tapi kalau progresnya
32:57minimalis
32:58tidak ada akseleratif
33:00ini repot gitu
33:01nah
33:02baca dari MBG
33:03COPDES
33:04COPDES ini kan
33:05belum jalan sepenuhnya
33:06ditunda dulu
33:07ya
33:07mending biayanya
33:09untuk misalkan
33:10subsidi BBM
33:11ataupun memberikan
33:12insentif
33:12BLT
33:13atau apapun lah
33:14untuk
33:14masyarakat kelas bawah
33:15dan kelas menengah
33:16sebagian
33:17yang memang membutuhkan
33:18semacam itu
33:19jadi hal-hal semacam itu kan
33:20perlu progres yang cepat
33:21nah tim yang di bawah
33:22presiden ini
33:23menteri-menteri ekonomi
33:24jangan lagi santai
33:25baik-baik saja
33:26fundamental oke
33:27masyarakat ngelan
33:28tiap hari itu
33:29apalagi ngomong
33:30serok bawah
33:31IHSG belum stabil
33:33masih naik turun
33:34saya juga punya
33:35beberapa saham
33:37di IHSG
33:37masih
33:37masih fragile
33:39masih fluktuatif
33:40ini 5.000 nya
33:425.700
33:445.900
33:44goyang gitu
33:45rupiah juga
33:46pasti goyang
33:47jadi kalau pemerintah
33:48ataupun DPR
33:49sudah mengkonsolidasikan
33:50itu jangka pendek
33:51sekali
33:52nah saya gak mau
33:53lagi-lagi
33:53ini jangka pendek
33:54semua
33:553 hari ke depan
33:56ambrol lagi
33:573 hari ke depan
33:58kita panik lagi
33:59kan gak benar
34:00kayak gitu
34:01mengolong negara kan
34:02kita panik-panikan terus
34:03kita harus punya
34:04stabilitas yang jelas
34:05seperti itu
34:06jadi maksud saya
34:07ayolah gitu
34:08mumpung masih ada waktunya
34:10mungkin kesempatannya
34:11masih terbuka
34:12kita benahi satu-satu
34:13gitu
34:14tapi kalau komunikasinya
34:15masih menggampangkan
34:16serok bawah
34:17serok bawah
34:18serok bawah
34:18ya kemudian semuanya aman
34:20ya kemudian mengalihkan
34:22ini global-global terus
34:23ini repot
34:24dari mana
34:25nah itu yang saya
34:26pengen
34:26cara komunikasinya berubah lah
34:28gitu
34:29kebijakannya juga direvisi lah
34:31jadi dan itu semua
34:32bisa dilakukan kok
34:33dan jelas
34:34apa ya
34:35peta jalannya
34:36semacam itu
34:36dan saya mengapresiasi
34:38ketika BGN ada
34:39pergantian
34:40karena ada kasus di sana
34:41artinya semua menteri
34:42tidak imun terhadap
34:43di shuffle
34:43presiden tegas
34:44apresiasi itu
34:45tapi itu tidak cukup
34:47ini bawahnya harus
34:49digeber
34:49harus disadarkan betul
34:52ya termasuk
34:53misalkan
34:53pemerintah kemarin
34:55rapor
34:55ya
34:56Pak Julhas
34:57dan lain-lain
34:58terkait evaluasi
34:59total MBG
35:00ya
35:01follow-upnya apa
35:02kita tunggu
35:02seperti itu
35:03oke
35:04yang kita nantikan
35:05tidak hanya komunikasi
35:06pemerintah yang baik
35:07tapi juga bagaimana
35:08di belakang ini
35:09dikerjakan semua
35:10kita ingin efek
35:12jangka pendeknya
35:12langsung terasa
35:13tapi juga tidak
35:14menutup kemungkinan
35:15kita juga ingin
35:16jangka panjangnya
35:17seperti apa
35:17dari pemerintah
35:18dan juga
35:18kita berharap gitu ya
35:20semuanya
35:21bahwa
35:21apa yang kemudian
35:22menjadi prioritas
35:23dari pemerintah
35:23ini adalah bagaimana
35:24menstabilkan kondisi
35:25saat ini
35:26dibandingkan
35:27misalnya
35:27untuk
35:29memaksakan diri
35:30dalam tanda kutip
35:31membiayai
35:31program-program yang mungkin
35:33memakan
35:34banyak sekali
35:34anggaran pemerintah
35:36yang seharusnya
35:36mungkin bisa dialihkan
35:37ke program lain
35:38terima kasih
35:39sudah bergabung
35:40bersama kami
35:41tiga narasumber kami
35:42ada Mas Atov
35:44dari BMUI
35:45kemudian
35:45Bang Batra
35:46Banong
35:47kemudian
35:47ada juga
35:48ada Mas Agung
35:48Mas Korol
35:49pengamat politik
35:50dari
35:51Trias Politika Strategis
35:52selamat pagi semuanya
35:55selamat pagi mas
35:56selamat pagi mas
35:56Mas Agung
35:57sampai ketemu lagi
35:59ya
35:59bye
35:59Ya.

Dianjurkan