- 2 menit yang lalu
- #prabowo
- #chatibbasri
- #bbmnaik
KOMPAS.TV - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat signifikan berada di zona hijau pada Selasa (9/6/2026). Setelah mengalami tekanan dalam beberapa waktu terakhir, pasar saham Indonesia menunjukkan tanda-tanda pemulihan dengan menguat 7%.
Ekonom LPEM FEB UI, Teuku Riefky, menilai kenaikan pasar saham lebih dipicu oleh faktor jangka pendek dibanding perubahan mendasar pada kondisi ekonomi nasional.
Riefky juga menyoroti program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang saat ini menjadi salah satu program prioritas pemerintah.
Menurutnya, pemerintah perlu melakukan refocusing dan perbaikan target penerima manfaat agar program tersebut tidak membebani fiskal negara.
Terkait pertemuan antara Chatib Basri dan Presiden Prabowo Subianto, Riefky menilai hal tersebut dapat menjadi sinyal positif bagi pasar karena menunjukkan keterbukaan pemerintah terhadap masukan dari kalangan ekonom.
Selengkapnya simak video berikut ini.
Executive Produser: Sadryna Evanalia
Produser: Dian Septina
Content Creator: Jocelyn Valencia
Video Editor: Frashiva Rizaldi
#prabowo #chatibbasri #bbmnaik
Baca Juga Respons Mantan Menkeu Chatib Basri soal Dipanggil Prabowo ke Istana | KOMPAS PETANG di https://www.kompas.tv/nasional/673868/respons-mantan-menkeu-chatib-basri-soal-dipanggil-prabowo-ke-istana-kompas-petang
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/674290/ekonom-ui-bicara-soal-ihsg-menghijau-pertemuan-chatib-basri-prabowo-hingga-bbm-naik-zoomcast
Ekonom LPEM FEB UI, Teuku Riefky, menilai kenaikan pasar saham lebih dipicu oleh faktor jangka pendek dibanding perubahan mendasar pada kondisi ekonomi nasional.
Riefky juga menyoroti program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang saat ini menjadi salah satu program prioritas pemerintah.
Menurutnya, pemerintah perlu melakukan refocusing dan perbaikan target penerima manfaat agar program tersebut tidak membebani fiskal negara.
Terkait pertemuan antara Chatib Basri dan Presiden Prabowo Subianto, Riefky menilai hal tersebut dapat menjadi sinyal positif bagi pasar karena menunjukkan keterbukaan pemerintah terhadap masukan dari kalangan ekonom.
Selengkapnya simak video berikut ini.
Executive Produser: Sadryna Evanalia
Produser: Dian Septina
Content Creator: Jocelyn Valencia
Video Editor: Frashiva Rizaldi
#prabowo #chatibbasri #bbmnaik
Baca Juga Respons Mantan Menkeu Chatib Basri soal Dipanggil Prabowo ke Istana | KOMPAS PETANG di https://www.kompas.tv/nasional/673868/respons-mantan-menkeu-chatib-basri-soal-dipanggil-prabowo-ke-istana-kompas-petang
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/674290/ekonom-ui-bicara-soal-ihsg-menghijau-pertemuan-chatib-basri-prabowo-hingga-bbm-naik-zoomcast
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:05Dan kalau kita lihat dengan mata dan hati yang terbuka, kita akan sadar bahwa sistem ekonomi yang dijalankan sekarang ini
00:15penuh dengan tantangan-tantangan, penuh dengan pertanyaan-pertanyaan.
00:22Pemerintah terus berkomitmen meningkatkan kualitas belanja negara melalui upaya efisiensi dan refocusing agar alokasi anggaran semakin produktif, tepat sasaran, dan
00:33mampu memberikan dampak nyata bagi perekonomian dan masyarakat.
00:38Mas Rifki, jika Anda diminta memberikan tiga rekomendasi kepada Presiden Prabowo untuk menjaga momentum pemulihan pasar dan ekonomi, apa saja
00:46yang paling prioritas?
00:47Acknowledge problemnya, tumbuhkan sense of crisis yang ada.
00:52Halo Sobat Kompas TV, berjumpa kembali dengan saya Jocelyn Valencia.
00:56Dan saat ini kita akan membahas isu yang menjadi perbincangan masyarakat tak lain tak bukan, seperti apa sih kondisi ekonomi
01:02kita saat ini.
01:03Indeks harga saham gabungan atau IHSG menguat signifikan berada di zona hijau pada penutupan perdagangan.
01:09Selasa 9 Juni 2026, setelah mengalami tekanan dalam beberapa waktu terakhir, pasar saham Indonesia menunjukkan tanda-tanda pemulihan dengan menguat
01:197,57% usai melemah beruntun
01:22sejak Rabu, 3 Juni 2026, minggu lalu.
01:25Nah, ini yang untuk data terbaru juga gitu ya Sobat Kompas TV, IHSG kembali di zona hijau dengan naik 0
01:31,07% menjadi 5,750%
01:35meskipun sempat turun ke zona merah sesaat setelah perdagangan saham dibuka.
01:39Nah, di saat yang sama, perhatian investor juga tertuju pada sejumlah isu strategis, mulai dari refocusing anggaran MBG, pembentukan kooperasi
01:47Desa Merah Putih,
01:49hingga pertemuan Presiden Prabowo dengan mantan Menteri Keuangan Syati Basri, yang memunculkan berbagai spekulasi terkait hal ini.
01:56Dan Sobat Kompas TV untuk membahas lebih dalam mengenai arah ekonomi Indonesia, dan bagaimana pasar membaca berbagai pengembangan tersebut,
02:04kami akan berbincang bersama dengan ekonom dari Universitas Indonesia, Mas Tuku Rifki.
02:10Halo Mas Rifki.
02:12Halo Mbak Joslin, apa kabar?
02:14Baik, Mas Rifki sehat-sehat ya? Baik Mas?
02:17Sehat, sehat Mbak.
02:19Alhamdulillah. Nah, Mas Rifki ini langsung saja ya, IHSG itu menguat lebih dari 7% setelah mengalami tekanan selama beberapa
02:26hari.
02:26Menurut Mas, apa faktor utama yang membuat sentimen pasar ini mulai berbalik positif, Mas?
02:32Ya, ada beberapa hal ya.
02:34Pertama, kan dari kemarin BI menaikkan tingkat suku bunga acuannya ya, emergency high sebesar 25 basis point.
02:45Nah, itu cukup membantu dalam menarik foreign capital masuk kembali ke Indonesia.
02:53Lalu, kemudian yang kedua adalah dari aksi buyback saham ya oleh Bang Bang Himbara.
03:00Itu juga cukup meningkatkan net buy di pasar saham Indonesia.
03:06Sehingga kemudian ini mendorong terjadinya penguatan IHSG.
03:11Walaupun memang nampaknya ini hanya obat sementara gitu.
03:15Karena memang ini belum menyasar ke isu fundamentalnya.
03:19Tapi, kira-kira dua faktor itu yang menjadi trigger kenaikan IHSG ke 7% dalam waktu belakangan ini.
03:30Oke.
03:32Nah, Mas tadi, Mas mengatakan bahwa ini obat sementara.
03:36Kenapa melihatnya seperti itu, Mas?
03:37Oke, karena sebetulnya kalau kita lihat dari faktor utamanya dalam beberapa minggu atau bulan belakangan,
03:47ini kan kita menghadapi dua isu utama, yaitu pelemahan nilai tukar rupiah dan terus terkoreksinya IHSG.
03:56Nah, kedua hal ini terjadi karena terjadinya arus modal asing keluar secara signifikan.
04:04Jadi, terjadi net capital outflow yang cukup deras dan konsisten dalam beberapa bulan belakangan.
04:11Nah, hal ini dipicu oleh faktor fundamental ekonomi.
04:15Apa itu faktor fundamental ekonominya?
04:18Pertama adalah kebijakan fiskal kita yang kurang prudent.
04:23Jadi, di tengah tensi geopolitik yang terjadi saat ini, naiknya harga minyak,
04:29postur fiskal kita ini tidak mencerminkan adanya ruang yang cukup untuk bisa pemerintah mencapai kemampuan bayar utang yang ideal.
04:38Apalagi kita memiliki mandat untuk menjaga defisit fiskal di bawah 3%.
04:43Jadi, ada keraguan investor bahwa postur fiskal kita ini cukup prudent.
04:48Itu satu.
04:49Kedua adalah dari kredibilitas dan transparansi kebijakan yang pemerintah ambil belakangan.
04:57Jadi, contoh misalnya beberapa hari lalu pemerintah menisahkan UU P2SK.
05:02Tapi ini dianggap investor tidak transparan.
05:06Karena sampai hari ini misalnya isi dari UU tersebut belum bisa diakses oleh publik.
05:12Bahkan dari sisi perancangannya pun draftnya juga tidak bisa diakses oleh publik.
05:18Jadi, ini menimbulkan pertanyaan terkait transparansi dari penyusunan kebijakan publik.
05:23Contoh lainnya adalah pembentukan DSI atau dan antara sumber daya Indonesia.
05:30Di mana ini investor melihat potensi terjadinya perburuan rente lebih lanjut.
05:37Karena isu terkait under-invoicing atau mis-invoicing ini kan sebetulnya bisa diselesaikan dengan mereform biaya cukai.
05:46Tapi, pemerintah justru memilih mengambil pembentukan badan baru.
05:51Jadi, ini contoh-contoh yang menunjukkan bahwa pemerintah saat ini tidak mengambil kebijakan secara kredibel dan transparan.
06:01Nah, ini yang kemudian membuat investor agak uri dengan kondisi perekonomian Indonesia saat ini.
06:08Sehingga mereka memilih untuk mengalihkan aset mereka ke pasar-pasar lain selain Indonesia.
06:14Nah, hal ini belum di-address oleh pemerintah.
06:19Jadi, dengan menaikkan kegat suku bunga BI atau kemudian dengan buyback sum,
06:24ini tidak meng-address isu-isu utama tadi yang menjadi concern utama dari investor.
06:30Sehingga kemudian kami melihatnya ini memang menjadi dampaknya hanya sementara saja.
06:40Oke. Nah, kalau jika melihat perilaku investor dalam beberapa pekan terakhir,
06:44apa sebenarnya sumber kekhawatiran terbesar mereka terhadap Indonesia ini, Mas Rifke?
06:49Mungkin tadi ada korelasinya juga ya, seperti yang Mas jelaskan sebelumnya gitu.
06:53Ya, concern utamanya adalah terkait dengan proses pengambilan atau penyusunan kebijakan
07:01di tengah tekanan yang ada saat ini.
07:03Jadi, proses pengambilan kebijakan yang teknokratis dan memang meng-address masalah
07:09ini yang investor itu paling khawatirkan.
07:13Sebetulnya, poin-poin ini sudah pernah disampaikan secara detail di laporan MSCI
07:19maupun laporan Moody's dan S&P terkait dengan outlook perekonomian Indonesia.
07:25Bahwa penyusunan kebijakannya itu kurang transparan, lalu kurang konsisten,
07:31lalu juga banyak incoherency di mana-mana, ini menjadi worry utama dari investor.
07:38Nah, ini yang pemerintah belum betul-betul address secara substansial.
07:43Sampai ini terjadi, saya rasa capital outflow dari Indonesia masih akan terjadi.
07:50Oke.
07:52Kalau dari pengelamatan Mas Rifki selama ini, sebetulnya apa indikator yang paling diperhatikan investor
07:58dalam menilai prospek ekonomi Indonesia?
08:01Pertama, mungkin respon pemerintah dalam menyikapi kondisi saat ini.
08:07Sejauh ini, mungkin kita bisa ambil contoh dengan berbagai negara lain ya.
08:12Di mana negara tetangga saja, misalnya Singapura, Malaysia, Filipina, Thailand itu
08:18dalam merespon kondisi saat ini, menyadari ada kondisi sedang krisis.
08:27Jadi, membangun sense of crisis terlebih dahulu,
08:30lalu kemudian mereka berusaha membangun optimisme di masyarakat.
08:35Nah, saat ini pemerintah kita tidak atau dirasa oleh investor tidak memiliki sense of crisis.
08:42Dimana dari pernyataan pemerintah atau dari pernyataan presiden yang misalnya
08:50dianggap menyepelekan tekanan di nilai tukar rupiah atau harga dolar yang mahal,
08:56itu dianggap oleh investor bahwa pemerintah ini sedang menyepelekan masalah
09:02atau tidak menganggap masalah ini serius.
09:04Sehingga investor tidak melihat pemerintah Indonesia ini memiliki sense of crisis.
09:09Saat dianggap tidak memiliki sense of crisis,
09:12maka kebijakan yang direbuskan dianggap tidak akan tepat juga.
09:16Nah, ini kelihatan dari kebijakan-kebijakan yang dihasilkan itu
09:20memang tidak mengadres isu utamanya.
09:22Jadi, saya rasa mungkin yang paling mudah dibaca investor itu adalah
09:26bagaimana respon pemerintah terhadap kondisi saat ini.
09:29Apakah pemerintah itu meng-acknowledge atau kemudian menyadari
09:35dan menggarisbawahi bahwa kita sedang dalam tekanan dan berusaha men-solve itu.
09:39Itu saya rasa indikator yang paling utama yang investor akan lihat.
09:46Baru setelahnya turunan kebijakannya akan seperti apa.
09:50Oke. Lalu bagaimana Mas Rifkin melihat pemerintah Indonesia menanggap isu ini?
09:55Saya rasa belum tepat ya.
09:58Artinya isu yang ada belum dijawab dengan kebijakan-kebijakan yang secara tepat.
10:04Contoh dari postur fiskal saja.
10:06Postur fiskal kita ini sudah sangat sempit.
10:09Tapi kita belum melihat pemerintah melakukan refocusing anggaran secara signifikan.
10:14Kita masih lihat banyak program yang memakan anggaran cukup signifikan.
10:19Misalnya seperti MBG, KDMP.
10:22Itu pemerintah belum melakukan realokasi anggaran.
10:25Padahal kita membutuhkan banyak anggaran untuk hal-hal yang lebih urgent.
10:30Misalnya seperti subsidi BBM, lalu kemudian bantuan sosial di tengah tekanan kenaikan harga.
10:37Ini pemerintah nggak lakukan.
10:38Tapi pemerintah tetap komit ke kebijakan-kebijakan populis yang sebetulnya kontraproduktif.
10:43Jadi ini yang saya rasa satu, pemerintah perlu segera lakukan.
10:48Kedua adalah meyakinkan investor bahwa kebijakan-kebijakan yang diambil ini memang tujuannya untuk menjaga kondisi fundamental ekonomi.
10:58Contohnya apa?
10:59Contohnya misalnya pemerintah perlu meyakinkan investor bahwa pemerintah ini akan fokus menjaga rupiah agar tetap stabil.
11:07Bukan kemudian menyatakan bahwa dolar yang mahal itu nggak terlalu berpengaruh misalnya.
11:14Tapi beri kesan bahwa pemerintah ini memang akan menjaga atau mendesain nilai tukar rupiah.
11:21Kemudian kurangi kebijakan-kebijakan yang memang kontraproduktif dan tidak transparan.
11:27Misalnya seperti pembentukan DSI.
11:30Atau kemudian dana antara yang sejauh ini kita belum melihat laporan keuangannya.
11:34Karena transparansi ini penting untuk investor mengakses kondisi makroekonomi Indonesia.
11:40Saya rasa beberapa poin itu kalau pemerintah bisa lakukan dalam waktu dekat akan segera memperbaiki kondisi fundamental ekonomi Indonesia.
11:53Oke. Kemudian Mas, sebetulnya ini juga menjadi pertanyaan publik begitu ya.
11:59Sebenarnya apa sih resiko terbesar yang masih membayangi pasar keuangan Indonesia kita saat ini?
12:04Sebelum kita masuk ke BGN.
12:06Ya. Yang paling membayangi pasar modal kita ini adalah trust terhadap pemerintah.
12:17Karena sekarang kan trustnya ini sudah tergerus terhadap pemerintah.
12:22Artinya pemerintah melakukan kebijakan yang benar pun sulit untuk membalikan trust tersebut.
12:26Jadi pemerintah perlu melakukan the right policy, the right step secara konsisten untuk membalikan kredibilitas tersebut, untuk membalikan trust tersebut.
12:38Nah ini memang perlu usaha yang memang cukup konsisten.
12:43Jangan kebijakan tiap hari berubah.
12:45Jangan kebijakan, jangan statement tiap hari memunculkan statement baru yang kontradiktif.
12:51Jadi itu saya rasa yang memang perlu betul-betul dijaga oleh pemerintah.
12:57Karena ini yang memang paling dilihat oleh investor pasar modal.
13:04Kita cukupkan sedikit mas soal IASG.
13:07Kemudian ini juga menjadi perbincangan ya gitu terkait MBG yang tadi sempat mas Rifki singgung gitu.
13:13BGN itu akan refocusing terhadap penerima manfaat program MBG gitu ya.
13:17Selain membenahi soal penerima manfaat, BGN juga akan melakukan kontrol terhadap kualitas MBG.
13:22Seberapa besar sebenarnya perhatian pasar terhadap besaran anggaran MBG begitu mas?
13:27Kami konsen pada efisiensi anggaran agar bisa tidak membebani anggaran negara pada saat ini.
13:38Tetapi dengan tidak mengubah target dari yang kita berikan gizi.
13:49Efisiensi ini kami lakukan yang pertama melalui moratorium.
13:56Moratorium ini bukan titik baru.
13:58Tetapi juga dapur-dapur baru.
14:02Pertama terkait dari porsi anggaran dulu.
14:06Efisiensi dan refocusing anggaran ini sebetulnya sudah pernah dulu disampaikan zaman pada dan.
14:14Tapi kita nggak melihat hal ini betul-betul terjadi di lapangan gitu.
14:18Jadi saya rasa saat ini masyarakat sudah mulai skeptis nih.
14:23Dalam arti statement pemerintah apakah betul menjadi kebijakan atau nggak gitu.
14:28Jadi kita perlu betul-betul lihat statement ini apakah nanti akan diikuti dengan APBN perubahan atau nggak.
14:34Karena untuk merubah ini perlu dilakukan namanya APBN perubahan yang disampaikan ke DPR dari pemerintah.
14:40Kalau ini tidak terjadi saya rasa wacana refocusing tersebut juga hanya statement saja gitu.
14:47Tapi tidak terefleksikan dari anggaran pemerintah pusat.
14:51Jadi itu satu bahwa statement ini belum tentu terterjemahkan menjadi implementasi di lapangan.
14:59Nah itu terkait dengan potensi refocusing tadi.
15:03Bahwa memang betul-betul perlu diwujudkan gitu.
15:07Tidak hanya dalam bentuk statement saja.
15:08Kedua ini kalau kita bicara terkait dengan besaran anggaran.
15:15Sebetulnya data dari BPS melalui SUSENAS itu menunjukkan siswa yang khawatir tidak memiliki kematan yang cukup
15:25itu hanya 15% dari seluruh siswa di Indonesia.
15:29Saat ini NBG diberikan ke 100% siswa seluruh Indonesia.
15:37Artinya ada 85% siswa atau 85% dari anggaran BGN tersebut sebetulnya tidak diperlukan oleh siswa-siswa tersebut.
15:48Yang ini kemudian menjadi waste.
15:50Entah itu tidak dimakan atau menjadi pakan ternak atau dibuang atau bahkan mematikan kantin lokal gitu.
15:57Artinya mungkin tadinya dia belanja di kantin sekolah tapi akhirnya jadi makan MBG gitu.
16:04Itu kan mematikan kantin sekolah gitu.
16:07Jadi ada 85% inefisiensi di situ.
16:10Dan kalau kita lihat anggarannya sebesar 335 triliun berarti ini kan ada sekitar 250 triliun yang sebetulnya tidak tepat sasaran.
16:23Jadi artinya kalau pemerintah serius membenahi MBG tidak hanya dari kualitas tapi dari sisi targeting programnya itu sendiri.
16:32Bahwa ada 85% dari saiz program tersebut ini tidak tepat sasaran gitu.
16:39Nah saya rasa sampai pemerintah betul-betul melakukan refocusing sesignifikan itu baru itu kita bisa melihat dampaknya yang positif gitu.
16:48Karena kalau itu tidak dilakukan maka akan ada sekitar 250-an triliun anggaran APBN yang mis-targeting.
16:57Yang padahal ini bisa digunakan untuk banyak hal lain.
17:00Misalnya merenovasi sekolah, merenovasi puskesmas, rumah sakit, dan lain-lain yang lebih produktif.
17:06Dibandingkan hanya memberikan makan siang yang pada ujungnya berakhir menjadi waste.
17:15Dan sebetulnya pada saat lalu-lalu gitu ya mas, sebenarnya kan MBG itu difokuskan untuk para siswa gitu.
17:22Tetapi ada orang tua yang bisa menikmati juga.
17:25Nah itu dia, itu makanya yang saya sebutkan sudah tidak tepat sasaran.
17:30Entah dinikmati orang tua, lalu kemudian MBG masuk ke kampus misalnya, lalu kemudian dibagikan ke lansia.
17:40Bahkan dalam skema awalnya itu kan MBG dibagikan 6 hari per minggu gitu.
17:48Padahal kita tahu sekolah hanya 5 hari gitu.
17:50Jadi sudah pasti ada 1 hari yang dia itu tidak tepat sasaran.
17:54Itu per minggu, 1 hari untuk seluruh Indonesia gitu.
18:00Alangkah mubazirnya gitu, anggaran ini.
18:03Jadi memang ini, dan anggaran ini nggak gratis gitu.
18:06Artinya anggaran ini mengorbankan transfer ke daerah,
18:10mengorbankan pembangunan infrastruktur,
18:13mengorbankan pembangunan kesehatan, dan lain-lain gitu.
18:16Jadi ini saya rasa memang sangat mubazir dan sangat mis-targeted program yang sangat besar ini.
18:24Apalagi kalau kita bicara, saat ini kondisinya adalah kita itu sedang dalam tekanan fiskal,
18:32sedang dalam tekanan harga energi yang tinggi,
18:35sedang dalam tekanan postur fiskal kita yang menyempit.
18:38Artinya sebetulnya kita tidak, tidak betul-betul punya ruang untuk memboroskan APBN.
18:44Oke, kalau soal MBG kita tarik lebih jauh sedikit Mas Rifki,
18:50ini apakah ada ego dari pemimpinnya yang mana kayak,
18:54oh ini harus jalan, tetap harus jalan, apapun yang terjadi.
18:58Itu bagaimana Mas Rifki melihatnya?
19:01Sebetulnya, Kak, tentu pemerintah terpilih atau presiden terpilih
19:07perlu menjalankan janji kampanyenya gitu,
19:10atau program yang dicanangkannya.
19:13Misalnya katakanlah salah satunya itu adalah MBG.
19:17Tidak masalah gitu, selama ini targeted gitu.
19:20Jadi saya juga tidak mendorong MBG dihapus total, enggak juga gitu.
19:25Tapi lakukan secara proporsional.
19:28Berikan hanya ke masyarakat atau siswa yang membutuhkan.
19:31Yang tidak membutuhkan, misalnya contoh siswa-siswa di sekolah swasta di DKI Jakarta.
19:38Itu kan most likely mereka sudah bisa menge-afford matan sendiri gitu.
19:42Tidak perlu bantuan dari pemerintah untuk membeli matan.
19:46Alangkah lebih baik kalau anggaran ini diberikan ke kelompok-kelompok masyarakat yang membutuhkan.
19:51Kelompok-kelompok siswa yang butuh ruang belajar baru,
19:55atau daerah-daerah yang belum punya rumah sakit.
19:59Jadi artinya memang menjalankan program yang dijadikan selama kampanye,
20:06ini juga harus berdasarkan realitas anggaran negara tersebut.
20:13Nah, kemudian Mas, ini juga menjadi sorotan media, masyarakat gitu ya.
20:17Bagaimana Anda melihat pertemuan Catib Basri dengan Presiden Prabowo di tengah perhatian pasar
20:22terhadap arah ekonomi nasional gitu?
20:24Apakah ada maksud pertemuan itu dapat dibaca sebagai sinyal
20:29bahwa pemerintah itu memang mungkin terbuka gitu ya
20:31terhadap masukan dari berbagai kalangan ekonomi?
20:35Semoga. Artinya memang kita sudah menjalani pemerintahan saat ini
20:44sudah berlangsung cukup lama, sudah lebih dari setahun gitu.
20:48Jadi artinya kita perlu pilih-pilih juga mana yang sinyal,
20:52mana yang kemudian memang menjadi implementasi gitu.
20:55Memang kalau kemudian Presiden memanggil akademis atau ekonom yang memang
21:06memiliki kredensial yang tepat, saya rasa itu sinyal positif.
21:10Tapi ini nggak cukup gitu. Apakah nanti pertemuan ini kemudian menjadi sebuah
21:16perubahan kebijakan yang konkret itu yang saya rasa perlu kita terus awasi gitu.
21:21Karena kalau kita lihat yang dilakukan Presiden saat ini kan sudah beberapa kali
21:26ada pertemuan dengan pimpinan redaksi media itu sudah pernah dilakukan.
21:32Pertemuan dengan ekonom sudah pernah dilakukan.
21:35Dengan dunia usaha sudah pernah dilakukan.
21:36Tapi itu pun tidak menjadi trigger untuk merubah arah kebijakan pemerintah saat ini.
21:44Jadi masyarakat pun saya rasa sudah cukup skeptis dengan berbagai pertemuan
21:51yang dilakukan Presiden sampai betul-betul itu menjadi kebijakan yang konkret di lapangan.
21:56Oke. Kemudian apa pesan yang kemungkinan ditangkap investor dari pertemuan
22:02antara Presiden Prabowo dan Catiba Serini, Mas?
22:05Saya rasa investor pun juga tidak terlalu ter-trigger ya dengan pertemuan tersebut.
22:13Dalam arti mungkin sehari dua hari itu menjadi sinyal positif.
22:16Tapi kemudian investor akan melihat apakah ini di-follow up dengan kebijakan tertentu.
22:21Apakah ini di-follow up dengan langkah-langkah konkret.
22:24Kalau ini tidak ada follow up, saya rasa sentimen positif tersebut juga akan langsung meredak.
22:29Jadi ini membangun momentum yang bagus, ya tapi ini saja tidak cukup.
22:35Pemerintah perlu mem-follow up ini dengan langkah-langkah yang lebih konkret
22:39dari hanya sekedar pertemuan dengan tokoh-tokoh yang perujan.
22:43Oke. Sedikit Mas sebelum penutup, apakah pertemuan Presiden Prabowo dengan Catiba Seri
22:53itu ada hubungannya dengan posisi men-Q saat ini?
22:58Uh, itu saya nggak tahu.
23:00Tapi begini, mungkin membacanya begini.
23:04Sebetulnya Pak Catiba Seri itu kan selain dia akademisi,
23:07dia juga tusem eksten bagian dari pemerintah.
23:10Karena beliau sendiri pun adalah anggota dari Dewan Ekonomi Nasional.
23:14Yang kapan saja sebetulnya, sasa saja gitu dipanggil Presiden
23:18sebagai anggota dari Dewan Ekonomi Nasional.
23:22Jadi memang, apa ya,
23:27kejadian ini bukan merupakan hal yang cukup surprising sebetulnya.
23:32Karena Pak Catiba Seri pun tusem eksten masih bagian dari pemerintah.
23:37Jadi memang kita perlu lihat dalam beberapa hari ke depan
23:40apakah menjadi kebijakan yang lebih konkret
23:42atau memang hanya berhenti di pertemuan tersebut saja.
24:12Oke, jika Catiba Seri itu memberikan masukan kepada Pak Presiden Prabowo,
24:16isu apa yang menurut Mas Rifqi itu paling mungkin menjadi perhatian utama?
24:21Apakah itu dari fiskalnya, investasinya, utang, atau efisiensi belanja negara?
24:26Saya rasa yang paling penting pertama adalah dari kredibilitas kebijakan.
24:31Pemerintah membangun kredibilitas kebijakan dan konsistensi tersebut.
24:36Dan kedua adalah dari sisi ruang fiskal,
24:39belanja-belanja yang kontraproduktif untuk segera diefisiensikan.
24:43Dan saya rasa dua poin itu yang paling urgent untuk didengar oleh Presiden saat ini.
24:49Oke, baik. Mas Rifqi, jika Anda diminta memberikan tiga rekomendasi
24:54kepada Presiden Prabowo untuk menjaga momentum pemulihan pasar dan ekonomi,
24:58apa saja yang paling prioritas?
25:01Pertama, acknowledge problemnya.
25:04Tumbuhkan sense of crisis yang ada dan berikan sense bahwa pemerintah komit
25:11untuk menyesuaikan masalah tersebut.
25:14Kedua adalah mendengar masukan dari berbagai ahli dan ekspert
25:19dan berbagai macam kajian yang sudah dilakukan untuk hal-hal yang menjadi isu.
25:23Baik itu isu BBM, baik itu isu MBG, baik itu isu fiskal.
25:30Sebaiknya pemerintah perlu mendengarkan dari pendapat para ahli.
25:34Ketiga adalah jaga agar pengambilan kebijakan ini bisa transparan dan kredibel.
25:42Karena ini yang sering missing belakangan itu pengambilan kebijakan,
25:46kita nggak tahu ujuk-ujuk tiba-tiba kebijakannya jadi.
25:49Atau regulasinya jadi seperti UP2SK.
25:52Nah, ini menimbulkan sentimen yang negatif terhadap tidak hanya investor,
25:56tapi masyarakat secara umum.
25:58Jadi, tiga hal ini pemerintah perlu lakukan agar bisa membalikkan kondisi ekonomi saat ini.
26:05Oke. Mas Rifki ini tadi, mas sempat, ini terakhir ya,
26:09mas sempat membahas soal BBM gitu.
26:11Bagaimana pandangan mas Rifki terkait BBM yang per hari ini gitu ya,
26:15terkait pertampas itu yang naik harganya?
26:17Ya, saya rasa sebetulnya ini langkah yang tepat untuk mengurangi beban fiskal.
26:24Tapi, ini juga akan memicu kenaikan harga-harga di masyarakat.
26:29Sehingga kebijakan ini perlu dibarengi dengan perluasan bantuan sosial
26:34atau jaring pengaman sosial agar daya beli masyarakat ini tidak turun terlalu tajam.
26:41Jadi, ini satu langkah yang saya rasa tepat dari sisi fiskal,
26:45tapi ini perlu dibarengi juga dengan bantalan sosial untuk menjaga daya beli masyarakat
26:50agar tidak terlalu tergerus.
26:53Emang seberapa efektif, mas Rifki,
26:55kenaikan suku bunga dan BBM dalam menstabilkan rupiah kita?
26:59Kalau BBM itu nggak terlalu signifikan,
27:04sorry, nggak secara langsung mempengaruhi.
27:07Tapi,
27:10BI rate itu cukup mempengaruhi karena itu menaikkan imbal hasil ya
27:15dari instrumen investasi di Indonesia.
27:18Jadi, dampaknya lebih direct.
27:19Seberapa besar ini dampaknya,
27:22lagi-lagi ini hanya trigger saja.
27:24Nanti perlu dilihat apakah ke depannya
27:26pemerintah ini bisa terus menjaga konsistensi kebijakan,
27:32langkah kebijakan yang diambil dalam men-define nilai tukar rupiah.
27:37Oke.
27:37Baik, terima kasih Mas Rifki untuk waktunya.
27:40Semoga kita bisa berjumpa kembali untuk membahas arah ekonomi Indonesia
27:43dan itu sudah menjadi lebih baik ya daripada saat ini.
27:46Terima kasih Mas.
27:47Terima kasih Mbak.
27:49Selamat siang.
27:51Selamat siang.
27:52Terima kasih.
Komentar