Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) RI, Prasetyo Hadi, menanggapi usulan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dikelola kantin sekolah.

"Saya pikir itu bagian dari yang sekarang proses penataan menyeluruh di Badan Gizi Nasional kita, sebagai mungkin salah satu alternatif skema," ujar Mensesneg Prasetyo pada Kamis (11/6/2026).

"Barangkali itu juga masuk menjadi salah satu yang coba akan kita lihat apakah tepat untuk diberlakukan di beberapa zona tertentu," lanjutnya.

Hal tersebut diungkapkan Mensesneg usai rapat Presiden RI, Prabowo Subianto, dengan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Muti.

Baca Juga Pemerintah Tata Ulang MBG, Dugaan Pemborosan Capai Rp1 Triliun per Bulan | KOMPAS PAGI di https://www.kompas.tv/nasional/674376/pemerintah-tata-ulang-mbg-dugaan-pemborosan-capai-rp1-triliun-per-bulan-kompas-pagi

#prabowo #mbg #mensesneg #breakingnews

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/674383/respons-mensesneg-prasetyo-hadi-terkait-usulan-mbg-dikelola-kantin-sekolah
Transkrip
00:00Berkait dengan MBG, kami tegaskan bahwa MBG ini merupakan bagian dari program kami,
00:07yaitu tujuh kebiasaan Indonesia hebat.
00:10Bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat berkizi, gemar belajar, bermasyarakat, dan tidur cepat.
00:19Jadi kami menjadikan MBG sebagai bagian dari penguatan pendidikan karakter,
00:24sudah kami terbitkan modul-modulnya dan sudah ada penelitian dari UI dan lembaga yang lainnya
00:31yang menunjukkan dampak positif MBG terhadap peningkatan motivasi belajar, kehadiran di sekolah,
00:38dan juga terhadap capaian akademik.
00:41Dan karena itu kami juga menyampaikan per 10 Juni sudah 80,7 persen murid yang sudah mendapatkan MBG.
00:57Jadi dari 53 juta sekian guru, 43 juta sekiannya sudah menerima MBG,
01:04dan mereka menyatakan MBG terus dilanjutkan karena dampaknya sangat positif,
01:12baik dalam hubungannya dengan tingkat kehadiran di sekolah,
01:16maupun dalam hubungannya dengan motivasi belajar dan juga prestasi akademik.
01:21Kami kira itu yang dapat kami sampaikan terkait dengan pertemuan kami dengan Bapak Presiden
01:26dan arahan-arahan beliau yang berkaitan dengan peningkatan mutu pendidikan melalui revitalisasi.
01:33Kemudian IFP, mohon maaf kami tambahkan, Interactive Flat Panel tahun 2025,
01:40kami distribusikan untuk 288.865 IFP ke satuan mutu pendidikan di seluruh Indonesia.
01:49Sekarang sudah digunakan dan sudah ada penelitian yang menunjukkan dampak IFP terhadap kualitas pembelajaran
01:57dan juga terhadap motivasi belajar.
01:59Saya kira itu yang dapat kami sampaikan dari pertemuan kami dengan Bapak Presiden
02:04dan arahan-arahan beliau untuk program-program prioritas Bapak Presiden
02:10dan juga program Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
02:13Pak Menselsek, kalau cukup ditambahkan.
02:16Saya kira demikian dapat kami sampaikan.
02:17Terima kasih kepada teman-teman media semuanya.
02:32Mungkin untuk Pak Abdul Munti juga, terkait BGN kan berencana untuk melibatkan kantin sekolah
02:40dalam program MBG khususnya di daerah 3T.
02:42Mungkin terkait ini bagaimana dari Kensesnek dan Mendis Dasmen?
02:49Baik, agak kurang jelas pertanyaan.
02:53Tapi masalah MBG yang berkaitan dengan kantin sekolah.
02:59Baik, saya pikir itu bagian dari yang sekarang proses penataan menyeluruh di BGN kita.
03:10sebagai mungkin salah satu alternatif skema,
03:15barangkali itu juga masuk menjadi salah satu yang coba akan kita lihat
03:21apakah tepat untuk diberlakukan di beberapa zona tertentu.
03:28Itu bagian dari yang sedang ditata oleh BGN.
03:36Cukup ya, saya pikir cukup.
03:38Tadi sudah disampaikan semua oleh Prof. Muti, Mendis Dasmen.
03:42Saya ingin menggarisbawai bahwa diskusi hampir 2 jam lebih,
03:46betul-betul pemerintah dan Bapak Presiden sangat konsen terhadap masalah pendidikan,
03:53baik mengenai infrastrukturnya, kemudian peningkatan gurunya,
03:58dan termasuk beliau diberi tugas untuk sesegera mungkin membentuk tim
04:03untuk mempelajari buku ajar atau buku pelajaran bagi seluruh peserta didik kita
04:09yang harus disesuaikan dengan perkembangan zaman,
04:12perkembangan teknologi yang kita tidak ingin kalah dengan buku-buku pelajaran dari luar.
04:20Saya kira itu, terima kasih.
04:21Sekali lagi Prof, terima kasih teman-teman.
04:23Selamat sore, terima kasih semuanya.
Komentar

Dianjurkan