Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 3 jam yang lalu
DEPOK, KOMPAS.TV - BEM Universitas Indonesia bersama mahasiswa dari sejumlah kampus dan elemen masyarakat akan menggelar aksi demonstrasi di Bundaran HI, Jakarta, usai Salat Jumat.

Dalam aksi tersebut, massa akan menyuarakan lima tuntutan yang dinilai mewakili keresahan masyarakat terkait kondisi ekonomi, kebijakan pemerintah, hingga situasi demokrasi saat ini.

Lima tuntutan yang dibawa antara lain menghentikan pemborosan APBN, menurunkan harga kebutuhan pokok dan BBM, menghentikan program prioritas seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih, menghentikan militerisme di ranah sipil, serta mendesak pemerintah mengakui berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/674385/bergerak-bem-ui-aliansi-mahasiswa-demo-di-bundaran-hi-usai-salat-jumat-bawa-5-tuntutan
Transkrip
00:00Mas Yata Latov Masum Imawan, saudara, untuk mengetahui informasi terkini dari kampus UI Depok
00:08terkait dengan aksi masa yang akan digelar di Jumat pagi ini.
00:14Kita sudah terhubung kembali rasanya.
00:17Selamat siang, Mas Yata Latov.
00:21Selamat siang, Kak.
00:22Baik.
00:25Baik, Mas Yata Latov, bisa Anda jelaskan hari ini apa agenda teman-teman dari BEM UI
00:31dan apa saja tuntutan yang akan disuarakan dari BEM UI?
00:39Baik.
00:40Hari ini kita UI, Mas Yata Latov, bergabung dengan Mas Yolai.
00:44Kita turun ke gendiran hak ini karena kami menyadari bahwa ekonomi sekarang hanya ada di atas kita.
00:51Pada faktanya harga-harga sudah mulut pada naik, Dedeon juga naik, belum harga bahan toko,
00:57terus juga lapangan kerja juga mati menyempur.
00:59Tetapi pemerintah masih saja mengklaim bahwa ekonomi tinggi, ekonomi baik-baik saja, dan lain halnya.
01:06Padahal rakyat di bawah, ya pada rakyat di bawah lah yang merasakan.
01:11Dan juga, kami disini menyadari, pemerintah juga tidak berpihak kepada rakyat banyak.
01:18Bagaimana bisa pemerintah memberikan pajak WNKM melalui PP-226?
01:24Tapi di kisah lain, royalti menerba kepada para oligarki malah dibatalkan.
01:29Di situ justru menuduh khawatiran bisa kain.
01:31Oleh karenanya, kami menuntut mahal.
01:35Yang pertama, stop pemerintah BBM.
01:38Yang kedua, kami meminta agar harga bahan toko dan juga BBM diturunkan.
01:47Yang ketiga, kami meminta dihentikan program-program prioritas pemerintah seperti MBD dan Mugokopnya.
01:54Keempat, kita meminta hentikan militerisme dan nasibir.
01:58Di sini militerisme tidak hanya untuk TNI, tapi juga PORLI yang sekarang wataknya sama saja seperti militer.
02:04Dan yang terakhir, stop mengelak dan juga mengakui bahwa pemerintah sekarang sudah sudah berpihak saja.
02:11Kenapa kami menuntutkan hal itu?
02:13Karena itu adalah panggilan moral kami.
02:15Kami menyadari bahwa jika hal ini dibiarkan seterus-seterus,
02:19maka Indonesia akan seperti tajar yang kami bawa menuju Indonesia bangku.
02:23Baik bangku secara ekonomi, demokrasi, dan juga moralnya.
02:28Begitu, Ketua.
02:29Baik, Mas Yata, berarti ya tentutan itu yang mungkin harus diperjuangkan dan harus disuarakan
02:37supaya pemerintah mendengar hari ini.
02:39Dan rencananya seperti apa, Mas Yata, hari ini?
02:42Teman-teman akan berangkat pukul berapa dari kampus UI Depok
02:46dan nanti rencananya di titik mana saja.
02:48Mungkin sudah ada koordinasi dengan kampus atau universitas lain
02:51untuk menyuarakan tuntutan ini bersama, Mas?
02:55Baik, kita sekarang di sini langsung berangkat dari ini
02:59bersama mahasiswa Pancasila dan juga mahasiswa NF.
03:03Kita berangkat bersama Naik Kimiarta, Tokopadja, langsung ke Jumat.
03:07Nanti kita berhenti sebentar untuk selagi-jumat.
03:09Kemudian setelah selagi-jumat, nanti kita langsung ke Jumat ini.
03:14Sama nanti juga ada mahasiswa-mahasiswa lain yang bergabung,
03:16juga aliansi-aliansi rakyat yang lain.
03:19Baik, berarti agenda akan dilakukan setelah sholat Jumat ya, Mas Yata ya?
03:26Efektif setelah sholat Jumat.
03:28Efektif setelah sholat Jumat.
03:29Titik mana saja, Mas Nanti, yang akan dikunjungi oleh teman-teman?
03:33Kita sepakat hanya di Bundaran HI.
03:35Untuk UI, Pancasila, PMJ, NF, IPB, UIN, dan masyarakat, dan masyarakat lainnya.
03:42Oke, berarti titiknya akan ada di Bundaran HI?
03:47Betul.
03:49Baik, Mas Yata, rencananya nanti akan dilakukan hingga pukul berapa nanti?
03:54Teman-teman akan menyuarakan lima tuntutan ini?
03:58Kita, seperti biasanya, akan melakukan sampai sore hari,
04:02atau sampai kondisi masih kondisif.
04:04Jika kondisi sudah tidak kondisif,
04:06dan juga kita sudah khawatir terkait aman dan keselamatan,
04:10maka kita akan terkait di Bundaran.
04:11Kenapa? Karena kita ini adalah gerakan moral untuk menyadarkan masyarakat bahwa kondisi 3B saja,
04:16dan juga untuk memberikan pesan kepada kondisi 3B saja,
04:19maka Indonesia menuju banget.
04:21Baik, tentu kami berharap juga aksi akan dilakukan secara damai dan aman,
04:27menitipkan pesan kepada teman-teman untuk terus menyuarakan tuntutan demi masyarakat Indonesia,
04:33tapi juga harus dilakukan dengan tertib dan aman ya.
04:36Mas, kalau kita boleh mengulas tuntutan dari teman-teman BEM UI,
04:41ada lima tadi.
04:42Tapi menurut Mas Iyata Latof sendiri,
04:45apa sebenarnya yang harus dilakukan utama,
04:48yang paling pertama oleh pemerintah,
04:50untuk memperbaiki kondisi negara kita saat ini?
04:55Yang pertama seperti kata Presiden Kabobos,
04:58jika kita ada bangsa yang besar,
05:00maka pemerintah buktikan ini,
05:02dengan hati yang besar,
05:04dengan jiwa yang besar,
05:06harus dijur kepada masyarakat,
05:08bahwa kondisi sekarang sebalik negatifisif,
05:11bahwa kondisi sekarang sudah baik-baik saja.
05:12Supaya apa?
05:13Supaya kita semua mempunyai perasaan yang sama,
05:16saudaraan yang sama.
05:17Dan hal itu,
05:18setelah jangkan,
05:19baru komunitas juga melakukan kebijakan-kebijakan,
05:21yang memang menunjukkan bahwa sekarang kondisi di bagi-bagi saja.
05:24Dan sekarang yang dipokuskan adalah
05:26menyelamatkan masyarakat banyak,
05:28bukan hanya segerintir elektritik saja,
05:30atau segerintir oligasi saja.
05:32Hal itulah yang paling fundamental kita lakukan.
05:35Bagaimana bisa misalkan sekarang pertama kebijakan,
05:38pemerintah masih saja mengelak bahwa
05:39itu nansu kiri,
05:41kalau kubur berasal selamatkan.
05:43Ada faktor yang di daerah-daerah
05:45sudah mulai tertalib habis.
05:48Kenapa?
05:49Ya, karena sekarang masyarakat tidak punya uang,
05:52membeli yang lebih murah.
05:53Itu pertama,
05:54jadi yang pertama.
05:55Jangan kan kita,
05:56selain BBM,
05:57risik-risik di daerah juga sudah mulai pada,
06:01sekarang pada faktor yang memang sedang krisis,
06:04bagaimana kebesaran pemerintah untuk mengakui hal itu.
06:06Baik.
06:07Oke.
06:08Yang saya garis bawahnya adalah
06:09rasa untuk pengakuan itu ya,
06:12dan tentu harga bahan pokok ini,
06:13yang juga jadi perhatian masyarakat,
06:15supaya tidak terus melambung tinggi
06:16di tengah situasi ekonomi masyarakat.
06:18Terima kasih Mas Yatala Tov Masyum,
06:21Ketua BEM UI.
06:22Titip salam untuk teman-teman
06:23untuk terus menjaga keamanan dan ketertiban
06:26selama jalannya aksi masa nanti, Mas.
06:30Terima kasih, Pak.
06:31dan terima kasih.
06:31Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan