00:00Direktur Utama PT Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, menegaskan harga BBM subsidi Pertalite dan Biosolar tidak mengalami perubahan sesuai ketentuan pemerintah.
00:16Penyesuaian pada harga BBM non-subsidi dilakukan dengan mempertimbangkan dinamika geopolitik global dan harga minyak yang berlaku di pasar internasional
00:26dengan tetap mempertimbangkan daya beli masyarakat.
00:30Sebelumnya, saudara, harga BBM Pertamax naik sekitar Rp4.000 dari harga Rp12.300 menjadi Rp16.250.
00:46Sehubungan dengan penyesuaian harga BBM non-subsidi, yaitu Pertamax dan Pertamax Green yang berlaku sejak tanggal 10 Juni 2026,
00:55Kami memahami bahwa setiap penyesuaian harga tentu menjadi perhatian masyarakat.
01:03Penyesuaian harga BBM non-subsidi ini dilakukan dengan mempertimbangkan dinamika geopolitik global dan harga minyak yang berlaku di pasar internasional
01:13dengan tetap mempertimbangkan daya beli masyarakat.
01:17Penyesuaian harga BBM non-subsidi ini selain dilakukan di titik-titik SPBU Pertamina, juga dilakukan oleh SPBU badan usaha swasta
01:26lainnya.
01:30Sementara itu, Saudara Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Hadalia, bilang
01:35pemerintah tidak akan melakukan perubahan harga BBM bersubsidi dan LPG 3 kg.
01:43Kementerian SDM juga meminta perusahaan penyedia BBM untuk menjaga stabilitas formula agar kenaikan BBM non-subsidi tidak terjadi secara radikal.
01:53Bahlil bilang kenaikan harga pertama sekarang mengikuti harga pasar minyak dunia.
02:03Yang pertama, kami menyampaikan bahwa harga BBM untuk bersubsidi maupun LPG itu tidak ada perubahan sama sekali.
02:14Itu dulu.
02:15Nah, sementara harga yang non-subsidi itu menyesuaikan dengan harga pasar yang ada.
02:21Sudah bertentu perhitungannya ini akan dilakukan secara bijak oleh teman-teman pelaku usaha, baik Pertamina maupun pelaku swasta yang lainnya.
02:30Untuk subsidi sama sekali tidak ada.
02:32Baik, makasih ya.
02:33Terima kasih.
02:33Terima kasih.
02:33Terima kasih.
02:34Terima kasih.
Komentar