Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV Menteri ESDM RI, Bahlil Lahadalia, menghadap Presiden RI, Prabowo Subianto, di Istana Jakarta pada Kamis (11/6/2026).

"Kami melakukan rapat untuk membicarakan sektor energi dan sektor hilirisasi. Secara kebetulan kita melihat perkembangan geopolitik yang belum selesai. Bapak Presiden memerintahkan untuk segera mencari energi-energi alternatif," ujar Menteri ESDM RI, Bahlil Lahadalia.

Dalam kesempatan itu, Menteri Bahlil juga sempat menjawab soal kenaikan Pertamax hingga isu menipisnya stok batu bara hingga menyebabkan pemadaman listrik bergilir.

Baca Juga Bahlil Bantah Skema Penerapan Bagi Hasil Sektor Minerba: Aturan Tak Ada Perubahan Selamanya di https://www.kompas.tv/ekonomi/673482/bahlil-bantah-skema-penerapan-bagi-hasil-sektor-minerba-aturan-tak-ada-perubahan-selamanya

#bbm #bahlil #pertamax #prabowo #batubara

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/674353/full-usai-dipanggil-presiden-prabowo-menteri-esdm-bahlil-jawab-pertamax-naik-isu-batu-bara-langka
Transkrip
00:11Terima kasih.
00:39Dan yang ketiga adalah kesiapan di sektor energi PLN maupun dari sisi ketersediaan daripada BPM kita.
00:50Saya pikir itu. Silahkan kalau ada yang mau tanya.
01:12Yang pertama kami menyampaikan bahwa harga BPM untuk bersubsidi maupun LPG itu tidak ada perubahan sama sekali.
01:23Itu dulu. Nah sementara harga yang non-subsidi itu menyesuaikan dengan harga pasar yang ada.
01:32Sudah bertentu perhitungannya ini akan dilakukan secara bijak oleh teman-teman pelaku usaha baik Pertamina maupun pelaku swasta yang lainnya.
01:56Pemerintah lagi sedang menggodok hal-hal yang terkait dengan menjaga daya beli masyarakat.
02:02Makanya kita untuk menjaga daya beli masyarakat terutama kepada BPM subsidi sama sekali tidak kita naikkan.
02:09Sementara yang lainnya dilakukan penyelesaian.
02:12Nanti kita cek nanti dengan teman-teman pelaku usaha baik dengan teman-teman Pertamina.
02:16Ya, terima kasih.
02:25Saya sampai dengan hari ini, malam ini juga masih ada rapat sama PLN di kantor untuk membahas masalah ini.
02:34Kalau dikatakan bahwa masalah batubara langka itu tidak benar, karena penugasan kita sudah mencapai 170 juta ton.
02:41Dan memang ada beberapa treble di beberapa mesin yang disampaikan oleh PLN dan kita akan selesaikan dalam waktu secepatnya.
02:50Tapi kemarin memang ada, belum maksimal, tapi ini kita lakukan percepatan untuk pemulihan.
03:07Untuk subsidi sama sekali tidak ada.
03:09Baik, makasih ya.
03:10Yang penting adalah kita itu menjaga saudara-saudara kita yang ekonomi ke bawah.
03:18Ini yang subsidi.
03:20Sementara yang non-subsidi ini kan saudara-saudara kita yang punya kemampuan ekonomi jauh lebih baik ketimbang saudara-saudara kita
03:27yang memang harus disubsidi.
03:28Kalau memastikan berarti tidak ada pemadaman bergilir gitu, tidak ada ya Pak?
03:32Terkait pemadaman di beberapa daerah, beberapa waktu lalu, berarti ke depannya tidak apa?
03:37Kita upayakan untuk segera tidak ada lagi pemadaman ya.
03:40Pak, untuk kasar manganya bagaimana Pak?
03:44Pak, untuk kasar manganya bagaimana Pak?
03:46Ada upaya untuk supaya Anda pindah ke pantalan juga Pak?
03:49Terima kasih, Pak.
03:51Terima kasih, Pak.
03:52Terima kasih, Pak.
03:53Terima kasih, Pak.
03:53Terima kasih, Pak.
03:58Terima kasih, Pak.
03:58Menemani pagi Anda dengan informasi terbaru.
04:02Satu langkah lebih dekat, satu langkah lebih mencerahkan.
04:05Saksikan Sapa Indonesia Pagi di Kompas TV, channel 11, di televisi Anda.
04:11Saksikan Sapa Indonesia Pagi di Kompas TV, channel 11, di televisi Anda.
Komentar

Dianjurkan