Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 6 jam yang lalu
LAMPUNG, KOMPAS.TV - Presiden Prabowo Subianto melontarkan sorotan yang mengundang gelak tawa peserta saat menghadiri Musyawarah Nasional (Munas) HIPMI.

Di hadapan para pengusaha yang hadir di acara, Prabowo secara spontan mengatakan bahwa pengusaha Indonesia banyak dosanya, sembari mengaku sudah mengenal banyak tokoh HIPMI sejak lama.

Meski disampaikan dengan nada bercanda, Prabowo mengingatkan para pelaku usaha agar tidak mencoba melanggar hukum.

Menurutnya, perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan (AI) membuat berbagai dokumen dan transaksi kini semakin mudah ditelusuri dan diawasi.

Prabowo juga mengajak para pengusaha untuk tetap optimistis terhadap masa depan Indonesia

Ia menekankan pentingnya persatuan, semangat pantang menyerah, serta gotong royong dalam membangun ekonomi nasional.

Menurutnya, Indonesia memiliki peluang besar menjadi salah satu kekuatan ekonomi terbesar dunia pada tahun 2045.

Produser: Prayogi Haro

Editor: Noval

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/674058/sentilan-prabowo-di-hipmi-pengusaha-indonesia-banyak-dosanya-jangan-bohong-sama-gue
Transkrip
00:01Enggak, enggak, enggak.
00:04Saudara-saudara, salah satu, salah satu kemampuan pemimpin harus bisa merasakan kemauan rakyat.
00:23Dan, dan, saya merasakan rakyat saya ini yang duduk di depan ini sudah capek.
00:34Betul?
00:45Udah, gue udah tau loh.
00:51Udah tau, saya udah tau.
00:55Tapi kalian malu, nanti dibilang hipmi tidak semangat.
01:00Jadi semangat.
01:04Padahal, padahal di hatimu, apalagi diorang ngomong lagi itu.
01:12Benar, benar.
01:20Pokoknya, saudara-saudara,
01:24saudara-saudara,
01:26percayalah.
01:29Kita berada sudah di jalan yang benar.
01:35Kita sudah kembali kepada Pancasila yang benar.
01:42Undang-undang dasar 45 yang benar.
01:47Kita mau bangun Indonesia yang bersatu.
01:54Semua suku, semua agama, semua kelompok etnis, semua ras, semua budaya, bersatu untuk kita bangkit.
02:13Percaya,
02:15masa depan kita,
02:17luar biasa, saudara-saudara.
02:21Kalau nggak luar biasa,
02:24gue nggak mau jadi presiden Indonesia.
02:31Sudah, saudara-saudara.
02:34Saya mengajak sekarang ya.
02:37Karena ini hipmi,
02:39hipmi pengusaha,
02:42pengusaha,
02:45tunggu dulu.
02:49Pengusaha Indonesia,
02:52banyak dosanya.
02:59Betul?
03:01Lu nggak bisa bohong sama gue,
03:03gue udah ngerti lu.
03:06Itu,
03:07tokoh-tokoh hipmi ini gue kenal dari kecil.
03:10Bambang Yogo,
03:12gue kenal waktu dia masih punya rambut.
03:23Ini semua satu-satu,
03:24gue kenal semua itu.
03:26Cicip.
03:27Ini semua gue kenal semua itu.
03:31Bang Latif,
03:32gue kenal juga.
03:35Sudah, saudara.
03:37Tapi,
03:38sudahlah.
03:39Ya,
03:39nggak apa-apa.
03:40dosa kita tutup.
03:46Kita bangkit ke depan.
03:50Sekarang,
03:51jangan coba-coba melanggar hukum.
03:55Saudara akan,
03:56saudara akan kalah.
03:59Kenapa?
04:00Sekarang ada teknologi.
04:02Sekarang ada AI.
04:06Ada kecerdasan.
04:08Sekarang semua dokumen,
04:11setebel ini,
04:12bisa dibaca dalam 5 menit.
04:17Kontra setebel ini,
04:195 menit.
04:22Jadi,
04:23saudara-saudara,
04:25mari kita raih masa depan yang baik.
04:31kita kuasai,
04:34kita kendalikan semua
04:36untuk sebesar-besar kemampuran rakyat kita.
04:40Kita percaya,
04:42kita bisa membangun Indonesia yang hebat.
04:49Semua negara melihat,
04:52sebenarnya Indonesia tidak terbendung.
04:56kita sudah,
05:00algoritmenya sudah ada,
05:03hitungannya sudah ada.
05:05Kalau kita pandai dan kita cerdas,
05:102045 kita ekonomi keempat terbesar di dunia,
05:15saudara-saudara.
05:23yang muncul nanti,
05:27nomor satu,
05:28Tiongkok,
05:31nomor dua,
05:33Amerika Serikat,
05:36nomor tiga,
05:37India,
05:39nomor empat,
05:42Republik Indonesia.
05:48Saudara-saudara,
05:52dan pada saat itu,
05:552045 adalah,
05:5819 tahun lagi kan,
06:0120 tahun lagi,
06:0420 tahun lagi,
06:05saudara-saudara,
06:07berada di,
06:09puncak,
06:10kariermu.
06:14Saya nanti,
06:16di,
06:18hambalang,
06:18monitor kalian di bawah.
06:21Kalau,
06:22belum dipanggil yang maha kuasa.
06:26Kalau dipanggil yang maha kuasa,
06:28aku lihat,
06:30tetap saya monitor kalian.
06:32Kalau,
06:37kalau kalian kurang ajar,
06:39malam-malam aku turun,
06:40nyari kau.
06:45Jangan main-main kau.
06:47kau melanggar berkhianat,
06:50kepada merah putih,
06:51aku turun,
06:52aku cari kau.
07:05Slide-slide,
07:06gak usah ya.
07:11Kalian,
07:13eh,
07:14mana saya punya staff,
07:15buku-buku,
07:16udah dibawa.
07:18Eh,
07:19udah terima buku-buku saya?
07:22Belum.
07:24Ini penutupan tanggal berapa?
07:28Tanggal berapa?
07:30Besok.
07:31Besok penutupan.
07:34Tolong ya.
07:36Rajiv,
07:37besok buku-buku saya sudah disini semua.
07:46Tapi buku saya dibaca.
07:51Jangan dipajang aja loh.
07:53Ya kan?
08:11Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
08:21Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
08:26Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
08:28Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
08:30Sudah-sudah,
08:31inti-intinya sudah saya sampaikan.
08:36Kita butuh pengusaha-pengusaha yang militan,
08:41yang semangat,
08:43yang cerdas,
08:49yang tidak mengenal menyerah,
08:55jatuh, bangkit lagi.
08:58Jatuh, bangkit lagi.
09:01Jatuh lagi, bangkit lagi.
09:06Dan selalu saya titip,
09:10kita harus bersatu.
09:15Gotong-royong.
09:19Kalau ada yang menghasut,
09:23mecah belah,
09:25yakinlah dia bekerja untuk orang lain,
09:29bukan untuk orang Indonesia.
09:34yang nyinyir, nyinyir, nyinyir,
09:36biar ada.
09:40Nyinyir, nyinyir, nyinyir.
09:52Ingat,
09:55ya, ajaran
09:57dari guru-guru kita,
10:02biar anjing menggonggong,
10:06kafilah tetap terus.
10:09Kita berada di jalan yang benar,
10:12kita akan menuju
10:13kemenangan dan kehebatan seluruh sekalian.
10:19Dulu,
10:20waktu pejuang-pejuang kita,
10:24waktu mereka mengatakan merdeka,
10:27banyak juga,
10:28yang nyinyir,
10:30merdeka.
10:32Bagaimana kita mau merdeka?
10:35Bikin peniti saja tidak bisa.
10:38Dulu kan begitu.
10:39Sulu kan terì—†at.
10:39Kabalai tidak takut laluan,
Komentar

Dianjurkan