00:00Dan apresiasi yang setinggi-tingginya atas kerja...
00:03Polda Papua bersama Polres Biagnumfor mengumumkan hasil pemeriksaan Laboratorium Forensik dan Disaster Victim Identification atau DVI Mabes Polri
00:12terkait ledakan bom sisa perang dunia kedua yang terjadi di Kabupaten Biagnumfor pada 31 Mei lalu.
00:20Dalam relis yang diterima antara di Jayapura, Kamis 16 Juli,
00:24Kepala Bidang Humas Polda Papua Kompes Polisi Cahyo Soekarnito menyampaikan tim DVI Mabes Polri berhasil mengidentifikasi tiga korban melalui pemeriksaan
00:33antemortem.
00:35Ketiga korban yang berhasil diidentifikasi yaitu Yohanes Andre Marandoff, Laini alias Laimadura, dan Yulianus Raubaba.
00:45Dengan identifikasi tersebut, jumlah korban meninggal dunia dalam insiden ledakan bom sisa perang dunia kedua di Biagnumfor bertambah menjadi sembilan
00:53orang.
00:54Hasil pemeriksaan Laboratorium Forensik Mabes Polri juga menunjukkan bahwa bahan peledak di dalam bom tersebut merupakan jenis Trinitrotoluena atau TNT.
01:05Bahwa apabila menemukan barang-barang yang diduga peninggalan sisa perang dunia kedua,
01:13tentunya masih banyak hal-hal seperti kita ketahui banyak situs-situs sejarah maupun tentunya barang-barang yang ditinggalkan sisa perang.
01:25Apabila menemukan, segera melaporkan dan jangan mengambil tindakan sendiri sehingga kita bisa memitigasi atau mencegah dari hal-hal yang tidak
01:35diinginkan.
01:37Komis Cahyo menyampaikan penanganan kasus oleh Polres Biagnumfor kini telah ditingkatkan ke tahap penyidikan
01:43untuk mengungkap penyebab pasti serta mendalami pihak-pihak yang terkait dalam peristiwa tersebut.
01:49Berdasarkan hasil penyelidikan awal, bom sisa perang dunia kedua itu diduga meledak saat digergaji oleh para korban.
01:56Penyidik juga menduga bom tersebut akan dimanfaatkan sebagai bahan peledak untuk penangkapan ikan secara ilegal.
02:03Tim kantor berita antara mewartakan.
Komentar