Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 19 jam yang lalu
LAMPUNG, KOMPAS.TV - Presiden Prabowo Subianto melontarkan sorotan yang mengundang gelak tawa peserta saat menghadiri Musyawarah Nasional (Munas) HIPMI.

Di hadapan para pengusaha yang hadir di acara, Prabowo secara spontan mengatakan bahwa pengusaha Indonesia banyak dosanya, sembari mengaku sudah mengenal banyak tokoh HIPMI sejak lama.

Meski disampaikan dengan nada bercanda, Prabowo mengingatkan para pelaku usaha agar tidak mencoba melanggar hukum.

Menurutnya, perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan (AI) membuat berbagai dokumen dan transaksi kini semakin mudah ditelusuri dan diawasi.

Prabowo juga mengajak para pengusaha untuk tetap optimistis terhadap masa depan Indonesia

Ia menekankan pentingnya persatuan, semangat pantang menyerah, serta gotong royong dalam membangun ekonomi nasional.

Menurutnya, Indonesia memiliki peluang besar menjadi salah satu kekuatan ekonomi terbesar dunia pada tahun 2045.

Produser: Prayogi Haro

Editor: Noval

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/674029/full-jelas-menhan-soal-anggaran-2027-capai-rp667-triliun-pagu-yang-diberikan-hanya-rp139-triliun
Transkrip
00:00Saya didampingi oleh Panglima, Kepala Staf Angkatan Darat, Kepala Staf Angkatan Laut, Kepala Staf Angkatan Udara,
00:12baru dipimpin rapat oleh Ketua Komisi 1, Pak Utut, dan sekaligus saya menyimpikan selamat kembali dari Ibadah Haji,
00:23Semoja Haji Mabrur. Inti dari rapat tadi adalah penyampaian RKP dan RKA anggaran untuk 2027.
00:42Perlu diketahui oleh teman-teman sekalian bahwa kebutuhan sistem pertahanan negara itu selalu dinamis
00:55dan selalu meningkat karena di mana-mana di seluruh dunia sistem pertahanan negara itu adalah faktor utama
01:08untuk menjaga kedaulatan negara yang khususnya kita, negara kesatuan Republik Indonesia.
01:15Oleh karena itu dalam tahun 2027 kami mengajukan rencana kebutuhan anggaran sebanyak Rp667 triliun.
01:33Ini adalah konsep yang kita buat dengan terus memperhatikan skala prioritas
01:41dan dinamika tugas yang diberikan kepada Kementerian Pertahanan dan juga Tentara Nasional Indonesia
01:51sebagai instrumen dari pertahanan negara.
01:57Akan tetapi kami juga harus mengikuti arahan yang sudah dikeluarkan oleh
02:09Bapak Penas dan Kementerian Keuangan bahwa pagu indikatif yang diberikan kepada
02:21anggaran pertahanan ini adalah Rp139 triliun.
02:30Oleh karena itu kami sudah melakukan berbagai upaya evaluasi ke dalam
02:37dan menentukan skala prioritas kami
02:41agar supaya kami bisa bekerja dengan baik
02:48kami bisa bekerja untuk memenuhi amanat konstitusi
02:54dan kami bisa bekerja untuk memenuhi kepentingan nasional.
03:03Oleh karena itu kami tadi sudah mengusulkan
03:09anggaran tambahan melalui Komisi 1 DPR RI untuk diteruskan kepada badan anggaran
03:19agar kami bisa menambah anggaran sebanyak Rp195 triliun.
03:31Hal ini tentunya mempunyai makna yang sangat besar terhadap kedaulatan negara
03:39karena sistem pertahanan negara itu adalah safety belt dari pembangunan nasional
03:49dan kita juga harus siap untuk menghadapi dinamika tugas yang menurut undang-undang TNI
03:59ada beban tugas yang harus kita laksanakan untuk mendukung tugas-tugas pemerintah.
04:07Di samping tugas-tugas sistem pertahanan negara
04:10contoh adalah yang berhubungan dengan center of gravity
04:17baik itu di Papua dan juga di beberapa tempat lain.
04:24Ini memerlukan pembangunan kekuatan.
04:29Di samping itu juga tugas-tugas dinamis kita
04:32untuk mendukung pemerintah di dalam hal pembangunan
04:37sarana dan prasarana yang kita sudah ketahui
04:42bekas akibat dari bencana alam.
04:46Jadi sekarang TNI juga sedang menjalankan tugas
04:50untuk membangun jembatan dan sebagainya.
04:53Itulah yang kami usulkan kepada Komisi 1
04:59dengan harapan tambahan
05:04ini bisa mendapatkan restu dari badan anggaran
05:10dan disetujui untuk menjadi alokasi anggaran
05:16APBN pertahanan negara di tahun 2027.
05:21Terima kasih.
05:24Ini hanya sistem anggaran
05:27jadi kita juga tanya-jawab tadi
05:33dalam kaitan sistem anggaran
05:35tidak untuk yang lain-lainnya.
05:39Terima kasih.
05:43Daftar, saya tidak hafal.
05:46Ada 20 daftar.
05:48Dari 20 kita squeeze menjadi 6 program.
05:516 program itu yang kita dipatok menjadi 139
05:56tapi kita ingin menambah 20 program lagi
06:00menjadi 195 triliun.
06:03Itu jawabannya.
06:05Satu lagi.
06:09Silahkan.
06:09Cek Yudi dari Harian Kompas Pak.
06:11Ini tadi kan kebutuhan atau mungkin idealnya
06:14tadi kan anggaran dari pertahanan ini
06:16sekitar 600 T.
06:17Terus setelah diskusi tadi
06:19ketatkan atau dikurangin
06:21sehingga bisa jauh di bawah angka ideal itu.
06:24Ya, jadi saya perjelaskan begini.
06:27667 itu adalah kebutuhan TNI
06:30Kementerian Pertahanan
06:32yang disetujui berdasarkan surat
06:35dari Bapak Nas dan Kementerian Keuangan
06:39hanya 139.
06:41Nah, jadi kan bedanya jauh.
06:44Oleh karena itu
06:45kita mengusulkan tambahan
06:47untuk mendekati kebutuhan maksimal
06:50667 itu.
06:52Itulah yang 195 triliun.
06:55Terima kasih atas segala perhatian
06:58teman-teman sekalian.
06:59Selamat siang.
Komentar

Dianjurkan