- 2 jam yang lalu
- #mbg
- #bgn
- #sonysonjaya
- #korupsi
JAKARTA, KOMPAS.TV - Salah satu tersangka kasus korupsi MBG, Sony Sonjaya, mengaku siap menjadi justice collaborator dan membongkar orang besar yang terlibat dalam kasus korupsi MBG. Sony mengaku banyak pejabat dari kalangan eksekutif dan legislatif yang datang kepadanya untuk meminta titik SPPG.
Mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional yang kini menjadi tersangka korupsi MBG, Sony Sonjaya, mengaku siap menjadi justice collaborator dan membuka nama-nama besar yang diduga terlibat dalam kasus korupsi Makan Bergizi Gratis.
Kuasa hukum Sony menyebut ada sejumlah nama besar, baik di kalangan legislatif, eksekutif, ataupun yudikatif, yang diduga meminta jatah titik SPPG.
Nama besar sosok ini membuat Sony tak berani menolak permintaan yang membuatnya melanggar aturan.
Partai Gerindra mendukung langkah Sony Sonjaya untuk menjadi justice collaborator dan membongkar keterlibatan nama besar di kasus korupsi MBG.
Juru Bicara Partai Gerindra, Sugiat Santoso, mendorong agar Kejaksaan Agung mampu menguak keterlibatan pihak lain.
Koordinator MAKI, Boyamin Saiman, menyebut Kejaksaan Agung memegang daftar SPPG atau yayasan yang melakukan praktik korupsi MBG.
Boyamin berharap bukti yang akan dibuka oleh salah satu tersangka korupsi, Sony Sonjaya, bisa menguak keterlibatan pejabat lain dalam korupsi MBG.
Kini penyidik Kejaksaan Agung sedang menyelidiki dugaan praktik jual beli titik SPPG dalam kasus korupsi MBG yang menyeret tiga mantan pimpinan BGN sebagai tersangka.
Lantas, apakah "nyanyian" Sony Sonjaya ini nantinya bisa membuat Kejaksaan Agung membongkar dan mengusut tuntas kasus korupsi MBG?
Kita bahas bersama mantan Komisioner KPK, Saut Situmorang, dan politisi Gerindra, Sugiat Santoso.
Baca Juga Eks Ketua BEM UGM Tiyo soal Ultimatum Presiden Prabowo ke Mitra MBG Curang: Bingung | BOLA LIAR di https://www.kompas.tv/nasional/673210/eks-ketua-bem-ugm-tiyo-soal-ultimatum-presiden-prabowo-ke-mitra-mbg-curang-bingung-bola-liar
#mbg #bgn #sonysonjaya #korupsi
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/673265/blak-blakan-saut-situmorang-sugiat-santoso-soal-tudingan-orang-besar-terlibat-kasus-korupsi-mbg
Mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional yang kini menjadi tersangka korupsi MBG, Sony Sonjaya, mengaku siap menjadi justice collaborator dan membuka nama-nama besar yang diduga terlibat dalam kasus korupsi Makan Bergizi Gratis.
Kuasa hukum Sony menyebut ada sejumlah nama besar, baik di kalangan legislatif, eksekutif, ataupun yudikatif, yang diduga meminta jatah titik SPPG.
Nama besar sosok ini membuat Sony tak berani menolak permintaan yang membuatnya melanggar aturan.
Partai Gerindra mendukung langkah Sony Sonjaya untuk menjadi justice collaborator dan membongkar keterlibatan nama besar di kasus korupsi MBG.
Juru Bicara Partai Gerindra, Sugiat Santoso, mendorong agar Kejaksaan Agung mampu menguak keterlibatan pihak lain.
Koordinator MAKI, Boyamin Saiman, menyebut Kejaksaan Agung memegang daftar SPPG atau yayasan yang melakukan praktik korupsi MBG.
Boyamin berharap bukti yang akan dibuka oleh salah satu tersangka korupsi, Sony Sonjaya, bisa menguak keterlibatan pejabat lain dalam korupsi MBG.
Kini penyidik Kejaksaan Agung sedang menyelidiki dugaan praktik jual beli titik SPPG dalam kasus korupsi MBG yang menyeret tiga mantan pimpinan BGN sebagai tersangka.
Lantas, apakah "nyanyian" Sony Sonjaya ini nantinya bisa membuat Kejaksaan Agung membongkar dan mengusut tuntas kasus korupsi MBG?
Kita bahas bersama mantan Komisioner KPK, Saut Situmorang, dan politisi Gerindra, Sugiat Santoso.
Baca Juga Eks Ketua BEM UGM Tiyo soal Ultimatum Presiden Prabowo ke Mitra MBG Curang: Bingung | BOLA LIAR di https://www.kompas.tv/nasional/673210/eks-ketua-bem-ugm-tiyo-soal-ultimatum-presiden-prabowo-ke-mitra-mbg-curang-bingung-bola-liar
#mbg #bgn #sonysonjaya #korupsi
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/673265/blak-blakan-saut-situmorang-sugiat-santoso-soal-tudingan-orang-besar-terlibat-kasus-korupsi-mbg
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:02Intro
00:03Saudara salah satu tersangka kasus korupsi MBG,
00:07Sony Sonjaya mengaku siap menjadi justice kolaborator
00:10dan membongkar orang besar yang terlibat dalam kasus korupsi MBG.
00:14Sony mengaku banyak pejabat dari kalangan eksekutif dan legislatif yang datang kepadanya
00:19untuk meminta titik SPPG.
00:30Pokok katanya banyak pejabat-pejabat yang melakukan atensi terhadap saya.
00:34Minta ESR ini segera diperifikasi, mereka minta titiknya segera diperifikasi.
00:38Dengan mana aja, ada eksekutif, ada legislatif gitu lah.
00:45Mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional yang kini menjadi tersangka korupsi MBG,
00:51Sony Sonjaya mengaku siap menjadi justice kolaborator
00:54dan membuka nama-nama besar yang diduga terlibat dalam kasus korupsi.
00:59Makan bergizi gratis.
01:01Kuasa hukum Sony menyebut ada sejumlah nama besar
01:04baik di kalangan legislatif, eksekutif, ataupun yudikatif
01:08yang diduga meminta jatah titik SPPG.
01:12Nama besar sosok ini membuat Sony tak berani menolak
01:15permintaan yang membuatnya melanggar aturan.
01:18Yang datang yang meminta itu adalah orang yang berpower, kata Bang Sony.
01:24Artinya bukan lagi perintah atau arah-arah itu.
01:27Bagaimana orang yang datang itu nama orang yang berpengaruh, kata Bang Sony bilang.
01:31Dia cuma mau mempamakan,
01:32kalau kau juga nggak mampu nolak orang itu.
01:35Begitu doang dia bilang.
01:36Yang cukup akurat, kalau saya sudah berani ungkap,
01:39semua buktinya akan transparan,
01:41naikkan di dalam pembuktian saya nanti.
01:45Lengkap, komunikasinya lengkap,
01:47itu yang dikatakan oleh Pak Sony.
01:49Partai Gerindra mendukung langkah Sony Sonjaya
01:52untuk menjadi justice collaborator
01:54dan membongkar keterlibatan nama besar di kasus korupsi MBG.
01:59Juru bicara Partai Gerindra, Sujad Santoso,
02:01mendorong agar kejaksaan agung harus mampu menguak
02:04keterlibatan pihak lain.
02:06Juru bicara sangat mendukung upaya dari aparat penengah hukum
02:09dan kejaksaan untuk menindak atau membongkar
02:13kasus ini se-transparan mungkin,
02:15se-atur tabel mungkin,
02:16dan siapapun yang terlibat memang harus diperiksa
02:20dan sehingga tidak terjadi lagi di kemudian hari kasus yang sama.
02:23Apalagi makan bergiji gratis ini menjadi program prioritas Pak Prabowo
02:27yang harus kita dukung bersama,
02:28supaya bisa berhasil.
02:30Jangan karena nilai sekitik,
02:31ini saat susu sebelahnya.
02:34Koordinator Maki Boyamin Saingman
02:35menyebut kejaksaan agung memegang daftar SPPG
02:38atau yayasan yang melakukan praktik korupsi MBG.
02:41Boyamin berharap,
02:43bukti yang akan dibuka oleh salah satu tersangka korupsi Sony Sonjaya
02:47bisa mengeluak keterlibatan pejabat lain dalam korupsi MBG.
02:52Buka itu kan misalnya tingkat pejabat tinggi yang harusnya mengawasi
02:56dibuka buku-bukaan.
02:58Terus yang ada tingkat ke-02 punya,
03:01dibuka ratusan di atas memakan orang-orang lain.
03:04Itu dua ini saja.
03:05Yang selain kenapa tidak saya buka?
03:07Karena sudah ada di kejaksaan agung semua.
03:09Buka-bukaan.
03:10Dan siapa yang juga bermain kan?
03:11Kalau sampai level yang tinggi kayak Pak Sonja Jerman di buka-bukaan,
03:16itu kan memudahkan semua.
03:17Jadi kan kejaksaan agung mereka pasti merasa terbantu
03:19dan saya yakin akan dikabungkan justice kolaboratornya.
03:23Kini penyidiki jagung sedang menyelidiki dugaan praktik jual-beli titik SPPG
03:28dalam kasus korupsi MBG yang menyeret tiga mantan pimpinan BGN
03:32sebagai tersangka.
03:34Tim Liputan Kompas TV
03:39Soni Sonjaya tersangka kasus korupsi MBG siap mengungkap sejumlah nama orang besar
03:45yang terlibat dalam kasus korupsi MBG.
03:48Soni menyebut ada sejumlah bukti kuat yang ia miliki untuk membongkar kasus ini.
03:53Lalu, apakah nyanyian Soni Sonjaya bisa membuat kejagung membongkar dan mengusutuntas
04:00kasus korupsi MBG?
04:01Kita bahas sore ini bersama mantan komisioner KPK, Sausitom Orang.
04:05Pak Saus, selamat sore.
04:07Selamat sore.
04:08Dan hari ini juga politisi Partai Gerindra, Sugiyah Santoso.
04:11Bang Sugiyah, selamat sore.
04:13Selamat sore.
04:14Saya mau ke Pak Saus dulu.
04:15Pak Saus, kuasa hukum tersangka Soni ini menyebutkan ada orang besar yang meminta jatah SPPG kepadanya.
04:23Nah, tapi kemudian dia juga mengatakan sulit untuk ditolak permintaannya.
04:27Pertanyaannya menurut Pak Saus sendiri,
04:29orang besar seperti apa yang kira-kira punya kekuasaan untuk bisa menekan sekelas puncak pimpinan Badan Gizi Nasional?
04:38Ya, pertama yang kita harus pahami untuk mengungkap kasus ini menjadi lebih jelas, lebih terang,
04:45siapa berbuat apa, mau orang besar, orang kecil, orang setengah besar, setengah kecil,
04:50bagaimana kronologis dia dilantik dulu, apakah itu termasuk orang-orang besar yang melantiknya,
04:55kita nggak masuk di situ ya.
04:57Yang saya maksudkan adalah begini,
05:00kalau si SS ini bilang mau membuka segala macam itu nggak urusan,
05:04dia mau membantah, mau nolak, mau ngaku, mau nggak ngaku,
05:08itu bukan urusan penyelidik dan penuntut.
05:10Urusan penyelidik dan penuntut itu adalah membuka kes ini seterang-terangnya.
05:15Artinya apa?
05:15Bahasa lainnya,
05:17mau dia nggak ngomong buka,
05:19ini yang ngebuka nanti penyelidik dan penuntut,
05:22itu yang punya kewajiban lebih besar.
05:24Biasa itu di KPK itu orang nggak ngaku tuh.
05:27Biasa juga ngaku-ngaku, mau membuka, mau membuka,
05:29ternyata penyelidik lebih tahu.
05:31Penyelidik itu lebih tahu di kes ini begitu dia tanangani.
05:34Jadi bukan soal membuka-bukanya.
05:36Of course kita menghargai kalau dia menyesali perbuatannya.
05:39Siapapun itu sangat-sangat dogmatis ya,
05:42menyesali perbuatan itu,
05:43dan kita nggak boleh menghukum orang berkali-kali dengan kesalahan yang sama,
05:47itu prinsip.
05:48Tapi yang paling utama untuk membuka kes ini adalah kejaksaan dan seterusnya.
05:53KPK dan seterusnya.
05:54Jadi adanya penyelidik-penyelidik dan penuntut,
05:56termasuk hakim nanti.
05:58Jadi jangan dibiarkan juga,
06:00CSS ini membuka sendirian,
06:02seolah-olah yang dua yang lain nggak membuka.
06:06Jadi maksudnya Pak Saud dengan kata lain,
06:09apakah ini jangan-jangan upaya juga
06:10agar Sony ini jangan dijadikan tumbal hanya sendirian?
06:14Oh ya tentu kan dia itu indikasi lain yang bisa kita simpulkan.
06:18Kita analisis boleh salah.
06:19Kalau yang lain diem yang satu ini berani bicara begitu gitu.
06:22Ini kan menarik menjadi perhatian.
06:24Oleh sebab itu,
06:26prinsipnya adalah ada sekelompok orang di Indonesia yang kurang gizi,
06:30presidennya punya perhatian.
06:32Lepas kadang-kadang kita juga memberi,
06:34orang yang cukup makan juga diberi ya,
06:36itu sisi lain lah ya.
06:37Jadi ada orang kurang gizi,
06:39presiden membantu,
06:40terus itu dirampok sama orang lain.
06:42Itu apa nggak harus dihukum berat orang itu?
06:45Itu persoalan utamanya Mbak Utri.
06:47Oke, jadi artinya ada permintaan JSA atau nggak,
06:50yang penting harus mengungkap adalah kejaksaan agung justru ya.
06:52Kalau gitu pertanyaan selanjutnya?
06:53Oh ya, itu udah biasa.
06:55Dan mereka harus,
06:56oh kita menghargai orang lah udah menyesali perbuatannya.
06:58Lepas dia juga bekas penyidik,
07:00dia tahu kok,
07:00dia kan bekas penyidik itu dulu jabatannya.
07:03Dia tahu lah itu bagaimana.
07:04Tapi yang paling penting utama adalah,
07:07segera kita yang baru ini,
07:09pengurus yang baru ini,
07:10segera take over,
07:11kemudian melihat case ini lebih real,
07:14lebih factual siapa sebenarnya yang membutuhkan gitu.
07:16Jadi isu-isu yang terkait dengan nilai tukar dan seterusnya itu,
07:20udah kita harus pertimbangkan juga.
07:22Jadi ini udah terjadi peristiwa pidananya,
07:24Udah kita biarin lah ya,
07:26jangan terlalu pusing ini.
07:27Ini banyak pekerjaan lain yang lebih prioritas,
07:30tetapi kita juga harus ke awal.
07:32Jadi terima kasih juga media yang terus mengawal ini,
07:34supaya tetap memorning kita,
07:36itu loh,
07:37di ujung sana tuh,
07:38di ujung pulau,
07:39itu banyak orang kurang gizi tuh,
07:41kan gitu.
07:41Itu tolong diprioritaskan,
07:42kan gitu.
07:43Sesuai dengan keinginan Presiden.
07:44Gitu, Ngo Odri.
07:45Oke.
07:46Bang Sugiat,
07:47kalau dari Partai Gerinda,
07:48sudah mengetahui atau sudah mendengar gak sih,
07:50kalau Soni Sonjaya ini menyebut,
07:52katanya ada orang besar di lingkungan eksekutif,
07:55legislatif,
07:55bahkan katanya juga ada tokoh-tokoh parpol.
07:58Partai Gerinda sudah tahu ini siapa-siapa aja orangnya?
08:01Saya tidak masuk ke ranah itu dulu ya.
08:04Kalau kita katakanlah mencermati perkembangan dari kasus ini kan,
08:09ya sebetulnya kan sebelum masuk ke dasar agung,
08:12membongkar kasus korupsi di BGN ini,
08:15Pak Prabowo sudah mencopot kepala BGN dan wakilnya kepala BGN.
08:19Dia sudah mengatakan bahwa,
08:21sudah dapat informasi,
08:22sudah dapat data,
08:23sudah dapat info,
08:24yang sudah beliau klarifikasi,
08:26beliau konfirmasi,
08:27ke lembaga terkait seperti PPATK dan BPKP.
08:30Beliau sebagai Presiden mengambil langkah tegas,
08:33ketika ini ada persoalan,
08:35dicopot pimpinan BGN,
08:37baru kemudian,
08:38aparat peninggah hukum masuk dalam kasus itu.
08:41Ini kan sebetulnya menunjukkan,
08:42ada political will,
08:43ada komitmen tegas,
08:44dari pemerintah di bawah pemimpinan Pak Prabowo,
08:47bahwa,
08:48ya,
08:48dalam program yang sangat strategis,
08:50program prioritas,
08:51pimpinannya itu adalah orang yang dianggap selama ini dekat dengan Pak Prabowo,
08:55beliau tidak pandang bulu,
08:56bahwa ketika ada persoalannya,
08:57masuk aparat peninggah hukum.
08:59Saya pikir kalau dalam konteks ini,
09:01kami Gerindra,
09:01pasti mendukung apa yang sudah menjadi semangat dan komitmen Pak Prabowo tersebut.
09:06Bahwa,
09:07kasus ini,
09:08kalau memang,
09:08bukan hanya dalam konteks pengakuan Sony Sanjaya sebetulnya,
09:12tanpa ada pengakuan dari Sony Sanjaya pun,
09:15kita mendukung aparat peninggah hukum,
09:16apakah kejaksaan,
09:18untuk membongkar kasus ini.
09:20Karena apa?
09:20Karena ini kan program paling prioritas,
09:23kasus yang selalu dibelah habis-habisan oleh Pak Prabowo Sugianto,
09:27seperti yang dibelah bangsa tadi,
09:29bahwa ada tanggung jawab kita sebagai bangsa,
09:31untuk memastikan generasi muda kita,
09:34itu tidak stunting,
09:36tidak gugi,
09:37dan kalau ini masih bermain-main kita dalam program MBG ini,
09:41kita punya waktu lagi untuk mempersiapkan misalnya 2030.
09:45Oke,
09:46jadi,
09:46kalau menurut Bapak-Bapak sendiri,
09:48terutama dari Pak Telgerina,
09:49apakah pernyataan dari Pak Sony ini,
09:51sebenarnya memang ingin menjauhkan bahwa dia lah,
09:54bukan hanya sekedar aktor utama,
09:56atau memang serius,
09:57untuk mengungkap dugaan korupsi,
09:58dan apakah perlu ini MBG dihentikan sementara,
10:01untuk bisa melihat lebih jelas lagi,
10:04kasus korupsinya,
10:05dan siapa-siapa saja yang bermain.
10:06Usai Jeda,
10:06tetap bersama kami di Kompas Petang.
10:17Kembali di Kompas Petang,
10:18Pak Sawat,
10:18kalau tadi Anda mengatakan tidak peduli,
10:20ada yang mengajukan jadi justice kolaborator atau enggak,
10:23tapi yang pasti harusnya Kejagung punya data yang lebih,
10:25untuk mengungkap siapa saja orang-orang yang terlibat,
10:28dalam dugaan korupsi MBG ini.
10:30Pertanyaannya,
10:31kalau sudah tahu ada,
10:33kemudian info-infonya,
10:34apa yang harus dilakukan oleh Kejagung,
10:37untuk mengungkap ini secara terang beneran?
10:40Ya tentu kan hukum itu harus hadil,
10:42hukum itu harus manfaat,
10:44hukum itu harus pasti,
10:45ya itu kan dia harus mengembangkan.
10:47Oke nanti akan ada strategi,
10:49siapa duluan,
10:50ada bubur dingin,
10:50bubur panas,
10:51strategi-strategi itu strategi yang biasa,
10:53tapi yang paling utama adalah,
10:55kalaupun orang ada yang sudah merasa bersalah,
10:58kemudian mengaku,
10:59quote-unquote GC itu,
11:01itu kita tetap appreciate.
11:03Tapi main course utamanya itu,
11:06itu saya dises aja,
11:07itu tambahan aja gitu,
11:08makan tambahan.
11:09Makanan utamanya itu,
11:10kalau jaksa tadi,
11:11penyelidik-penyelidik penuntut,
11:13even nanti hakim di belakang,
11:15kan biasanya nanti,
11:16pengembangannya,
11:16ini kan tiga dulu nanti,
11:18kemudian apakah di tengah itu,
11:19ada pemanggilan dalam jangka dekat ini,
11:21atau nanti sudah punis dulu,
11:23dan seterusnya,
11:23itu soal strategi saja Mbak Udri.
11:25Tapi maksud saya adalah,
11:27yang paling utama.
11:27Strategi maksudnya,
11:28iya sekaligus membata menjadi aktor utama,
11:30atau ya mungkin hanya,
11:31jangan hanya saya saja yang dijadiin tumbal?
11:34Ya itu kan strong signal yang dia kirimkan,
11:37tapi strong signal itu kan,
11:38sebenarnya penyelidik-penyelidik sudah paham.
11:41Kita selalu dikabung,
11:42itu mah nggak baru,
11:43itu mah udah tahu.
11:44Waktu penyelidikan dimulai saja,
11:46itu udah clear itu.
11:47Bahkan Pak Presiden saja,
11:48pasti udah dengar.
11:49Siapa ini biang keroknya itu,
11:51pastilah udah tahu.
11:52Kalau nggak,
11:53nggak mungkin juga Pak Jaksagung bicara dengan Pak Presiden.
11:56Yaudah lu beresin tuh,
11:57kan begitu.
11:58Jadi artinya,
11:59kita nggak urusan sama yang besar,
12:00yang kecil.
12:01Tapi itu kan,
12:02di depan hukum kan orang harus sama,
12:04mau besar,
12:04mau kecil.
12:05Jadi yang paling penting,
12:06apa sih perbuatan dia?
12:08Apakah kemudian bukti-bukti yang kita sebut sebagai,
12:10ada transfer,
12:11ada terima.
12:12Karena kalau orang berbuat,
12:13nggak mungkin juga,
12:14kalau nggak,
12:14dia dapat cawe-cawe di situ.
12:16Karena sangat besar,
12:17Pak Jaksagung satu hari,
12:18satu miliar.
12:19Iya,
12:20nggak mungkin juga ada orang mau cawe-cawe free of charge.
12:22Lu bikin gini ya,
12:23lu gini ya,
12:24pasti ada kickback yang disebutnya itu,
12:26ada balikannya.
12:27Itu sebabnya nanti penyelidik lebih paham.
12:30PPATK tadi kan disebutkan oleh Pak Sugiat,
12:32sudah ada.
12:33Nanti kan kelihatan tuh,
12:34apakah case atau gimana.
12:35Tapi yang paling penting adalah,
12:37supaya kita nanti,
12:38akhir tahun ini,
12:39berapa bulan lagi,
12:40tahun depan kita ini,
12:41dapat indeks persepsi korupsi yang bagus.
12:43Ini dibuat serius,
12:44ini kan program utama nih.
12:45Jadi sekali lagi,
12:47strong signal buat kita semua,
12:49kita menghargai,
12:50dia akan membuka,
12:51tetapi sebenarnya,
12:52penyelidik-penyelidik lebih paham lah.
12:54Lebih tahulah dia mereka siapa sebenarnya,
12:56orang besar yang kemudian harus,
12:57dibawa ke depan pengadilan juga,
13:00di belakang atau di depan,
13:02tiga orang yang sudah ditahan ini.
13:04Gitu Mbak Utri.
13:04Kalau gitu juga Partai Gerindra,
13:06apakah juga sangat-sangat mendesak sekali Kejaksaan Agung,
13:09untuk mengungkap,
13:10membuka seterang-terangnya,
13:11siapa saja aktor-aktor yang berada di balik ini semuanya,
13:14sehingga tidak mungkin rasanya,
13:16kalau tiga orang yang bermain saja,
13:18untuk bisa meralui keuntungan,
13:19satu hari,
13:20satu miliar.
13:21Bang Sugiyat.
13:22Ya,
13:23kita agak mengkoreksi sedikit,
13:25kalau ada istilah,
13:26orang besar,
13:27kekuatan besar,
13:28sebetulnya kan,
13:29pimpinan dari BGN ini kurang besar apa?
13:31Kurang dekat apa dengan Pak Prabowo Sugiyanto?
13:33Itu yang mengatakan kan kuasa hukum?
13:35Misalnya,
13:36misalnya Pak Dadan,
13:37sebagai personal kan,
13:38dia sudah sangat lama dengan Pak Prabowo,
13:40begitu juga dengan,
13:40Wakil Ketua BGN lainnya yang sudah ditangkap.
13:43Artinya apa?
13:44Ketingkat Dadan saja,
13:46itu ditahan,
13:47dipiksa,
13:48saya pikir,
13:48nggak usah khawatir lah,
13:50pasti Kejaksaan Agung akan tanpa informasi dari Sonisan Jaya sekalipun,
13:55pasti dia,
13:56dengan apa ya,
13:57dengan arahan dari Bapak Presiden,
13:59yang bongkar sebongkar-bongkarnya,
14:00apalagi kan Pak Prabowo ketika,
14:01pidato di DPR pada saat menyampaikan,
14:04kebijakan ekonomi makro,
14:05beliau juga sudah menyampaikan,
14:07kalau ada penyelenggian apapun terkenal dengan Tata Kewala MBG,
14:10silakan lapor,
14:11pasti akan akan tidak lanjuti.
14:13Saya pikir,
14:14ya silakan Kejaksaan Agung,
14:15kita dukung-dukung,
14:17bahwa,
14:17bongkar sebongkar-bongkarnya,
14:19dan yang paling penting,
14:20bahwa pasca ini,
14:21Tata Kewala MBG ini bisa lebih transparan,
14:23bisa lebih akuntabel,
14:24bisa lebih bermanfaat pada rakyat yang membutuhkan,
14:29saya pikir itu.
14:29Oke,
14:30kalau ada yang diduga bermain dari kalangan legislatif,
14:33eksekutif,
14:34bahkan judikatif katanya,
14:35atau dari partai politik juga,
14:36nah pertanyaannya adalah,
14:38gimana caranya juga partai Gerindra,
14:41ini mendesak,
14:42untuk bisa mengungkap,
14:44bagaimana dengan komitmen politik dari partai Gerindra,
14:46karena ini kan program andalannya Pak Presiden.
14:50Kami, partai Gerindra,
14:51Pak Prabowo,
14:52bahkan bangsa ini berkepentingan MBG ini sukses,
14:55MBG ini bisa menutaskan persoalan stunting republik ini,
14:58sehingga Indonesia emas yang itu 2045,
15:01akan dihuni oleh mayoritas usia produk itu,
15:03bisa tercapai.
15:04kami tidak terdiri dengan siapapun yang bermain,
15:07apakah partai politik,
15:08apakah kekuatan tertentu,
15:09apakah orang besar tertentu,
15:11selama dia terbukti dengan alat-alat bukti yang ada melanggar hukum,
15:14kita mendukung pihak kejaksaan agung,
15:16untuk katakanlah membongkar kasus ini setuntas-tuntasnya.
15:19Karena kepentingan kita sebagai bangsa adalah,
15:21MBG ini bisa sukses.
15:23Ketika Prabowo, Gerindra,
15:26dan hampir seluruh masyarakat ini,
15:28katakanlah,
15:29ketika proyek ini dikritik,
15:31kita membela habis-habisan,
15:32ini kami kan seperti di dikam dari belakang,
15:34bahwa kami membela habis-habisan,
15:36ternyata pimpinan BGN yang sangat dipercaya oleh Pak Prabowo itu,
15:40menelikung di belakang,
15:41dan melakukan penyelayanan,
15:43mencuri,
15:43dan itu mencemarkan proyek MBG ini kemana-mana.
15:51Oke, silakan Bang.
15:55Oke, kalau gitu saya ke Pak Sawas
15:57sambil diperbaiki saluran komunikasi dari Bang Sugit.
15:59Pak Sawas, pertanyaannya adalah,
16:01ketika ada komitmen untuk memperbaiki MBG ini,
16:06pertanyaannya adalah kan sekarang ini juga sedang diselidiki kan,
16:10siapa-siapa saja yang bermain dibalik dugaan korupsi MBG.
16:12Pertanyaannya, apakah perlu?
16:15kemudian program MBG dihentikan sementara,
16:17supaya dibenahi tata kelola MBG dari hulu ke hilirnya?
16:22Ya, I'm not politician ya,
16:24aku bukan politisi,
16:25aku nggak bisa masuk di get involved,
16:27di kebijakan yang sudah dibuat sejak lama.
16:30Bahkan beberapa komen kan,
16:32mimpi Pak Prabowo itu katanya mulai tahun 2006,
16:34dia pernah ngomong tuh,
16:35udah cukup lama,
16:36tapi 20 tahun yang lalu dia bicara bagaimana,
16:38kita kurang giji bisa diatasi,
16:40itu udah berada di benak beliau.
16:42Saya nggak masuk di situ.
16:42Cuma saya kan bicara bagaimana,
16:44ini diprioritaskan dikaitkan dengan kepenting bangsa yang lebih luas.
16:48Yang dalam hal ini,
16:49kalau kita bicara anti korupsinya,
16:51terus kalau kita bicara-bicara ekonomi makronya,
16:54ekonomi mikronya,
16:54itu sih nanti orang ekonomi yang bicara gitu.
16:57Tapi hari ini kan kita bicara penegakan hukumnya,
16:59di mana kita sangat prihatin dengan situasi yang indeks persepsi korupsi kita 34.
17:05Di era Pak Prabowo turun,
17:06kita berharap nanti tahun depan ini naik.
17:09Dari yang 34,
17:10yang selalu saya bilang,
17:11kok bisa ya kita satu kelas sama Nepal begitu.
17:14Dengan ini nanti dengan penegakan ini,
17:16kita kirim sinyal juga ke pasar.
17:18Ini loh,
17:18kita mulai serius.
17:19Itu yang tadi Pak Ciat bilang,
17:21kurang deket apa?
17:22Nggak,
17:22gue sikat,
17:23nggak ada urusan.
17:24Nah,
17:24itu kan strong signal buat semua.
17:26Kita penegak hukum,
17:27buat jaksanya,
17:28buka penyelidiknya,
17:30jangan takut lagi,
17:31panggil hari ini juga,
17:32kembangkan.
17:33Itu Presiden udah ngomong dulu.
17:35Sebelumnya pernah.
17:35Tapi harus sumpah sampai ke akarnya ya,
17:37Pak ya?
17:38Oh iya,
17:39sebelum-sebelumnya nggak ada Presiden pernah ngomong kayak begini,
17:41dia ngurusin sampai penegakan hukum,
17:43walaupun tidak-tidak campur tangan,
17:45tetapi dia kirim spisiknya,
17:47beresin tuh.
17:48Kan begitu,
17:49jadi nggak ada istilah.
17:50Kemudian harus ngomongnya si SS tadi dulu,
17:53baru kemudian kita mencari siapa orang besar,
17:55orang kecil.
17:56Pak Ciat kan bilang tadi,
17:57nggak ada orang besar,
17:58orang kecil itu.
17:59Di mata hukum itu sama semua.
18:00Oke, kalau gitu dengan program andalannya Pak Prabowo,
18:04MBG,
18:04tapi kemudian ada dugaan korupsi satu hari satu miliar,
18:07pertanyaannya apakah dari Partai Gerindan menganggap
18:10untuk MBG ini,
18:12program makan bergizi gratis,
18:14dihentikan saja sementara dulu,
18:16sambil dibenahi tata kelolanya,
18:17supaya tidak ada lagi penyelewengan?
18:20Ya, saya pikir jangan karena
18:22nilas titik rusak sesebangan.
18:25Jangan karena ada tikus di lumbung padi,
18:27kita hancurkan lumbung padinya.
18:29Saya pikir logika seperti itu tidak bisa terjadi juga.
18:31Jangan karena,
18:32apa ya,
18:33jangan karena kecurangan,
18:35kerakusan pimpinan-pimpinan BGN yang sudah ditangkap,
18:38ya hak-hak ya,
18:39hak anak-anak Indonesia itu,
18:41kita kurangi,
18:42bahkan kita tiadakan.
18:44Ya, saya pikir dengan dilantiknya,
18:46kepala BGN yang baru,
18:47Mbak Nani,
18:47kita punya optimisme bahwa,
18:49apalagi dengan kasus yang terus berjalan,
18:51kata kelola MBG akan lebih transparan,
18:53lebih akuntabel,
18:54dan lebih berdaya.
18:55Jadi artinya tetap jalan ya?
18:57Tengah susah jalan, Mbak.
18:58Nggak ada waktu lagi kita menunggu-nunggu
19:00bagaimana kita memastikan
19:01anak-anak kita itu kecukupan giji,
19:03sehat, kuat,
19:04sehingga ketika 2045 nanti,
19:06mereka yang akan menungguin bangsa ini.
19:08Nggak punya waktu,
19:09kita menunggu lagi, Mbak.
19:11Oke, baik.
19:12Sudah kita tangkap.
19:13Dari partai gerindah adalah tetap jalan.
19:14Satu sisi juga,
19:15dari sisi pendagakan hukum,
19:17juga harus tuntas setutas-tutasnya
19:18untuk diselesaikan kejaksaan agung.
19:19Terima kasih.
Komentar