Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Salah seorang tersangka dugaan korupsi tata kelola MBG, eks Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya, siap membongkar keterlibatan pihak besar dalam pusaran korupsi di program prioritas Presiden.

Selain menolak tuduhan memiliki peranan penting dalam kasus ini, lewat kuasa hukumnya, Sony mengaku punya bukti kuat adanya perintah dari oknum eksekutif, legislatif, hingga organisasi.

Sony bahkan diklaim tak bisa menolak karena perintah itu berasal dari sosok berkuasa.

Partai Gerindra mendukung pengungkapan praktik korupsi di program prioritas Presiden ini. Tak hanya lewat Sony yang mengajukan diri sebagai justice collaborator, Kejaksaan Agung juga didorong untuk mengungkap keterlibatan pihak lain.

Sementara itu, Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman, berharap permintaan justice collaborator Sony Sonjaya dikabulkan Kejaksaan Agung. Menurut Boyamin, "nyanyian" Sony diharapkan bisa membuka jalan pembongkaran kasus lebih cepat.

Menurut aktivis antikorupsi yang juga dosen STH Indonesia Jentera, Bivitri Susanti, sudah banyak indikasi sejak awal terkait dugaan korupsi di MBG. Selain itu, Bivitri menyebut kejadian seperti ini menjadi titik evaluasi besar.

Dugaan korupsi tata kelola MBG menjerat tiga mantan pimpinan Badan Gizi Nasional, yakni eks Kepala BGN Dadan Hindayana dan dua mantan Wakil Kepala BGN, yaitu Sony Sonjaya serta Lodewyk J. Pusung.

Apakah pengajuan justice collaborator ini murni upaya penegakan hukum atau sekadar strategi untuk meringankan hukuman?

Kita akan membahasnya bersama Elza Syarief selaku kuasa hukum Sony Sonjaya dan Laode M. Syarif, Wakil Ketua KPK periode 2015-2019.

Baca Juga Blak-Blakan! Saut Situmorang & Sugiat Santoso soal Tudingan Orang Besar Terlibat Kasus Korupsi MBG di https://www.kompas.tv/nasional/673265/blak-blakan-saut-situmorang-sugiat-santoso-soal-tudingan-orang-besar-terlibat-kasus-korupsi-mbg

#sonysonjaya #bgn #mbg #korupsi

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/673266/full-kuasa-hukum-sony-laode-m-syarif-terkait-bongkar-daftar-orang-besar-di-kasus-korupsi-mbg
Transkrip
00:00Sampai mengatensi abang, lalu dia bilang, waduh banyak tokoh, katanya banyak pejabat-pejabat yang melakukan atensi terhadap saya.
00:13Salah seorang tersangka dugaan korupsi tata kelola MBG, ex-wakil kepala BGN Soni Sonjaya,
00:19siap membongkar keterlibatan pihak besar dalam pusaran korupsi di program prioritas presiden.
00:25Selain menolak tuduhan memiliki peranan penting dalam kasus ini, lewat kuasa hukumnya,
00:30Soni mengaku punya bukti kuat adanya perintah dari oknem eksekutif, legislatif hingga organisasi.
00:36Soni bahkan diklaim tak bisa menolak karena perintah itu berasal dari sosok berkuasa.
00:55Jadi justice, oke, siapa yang atensi abang? Saya tanya gitu kan, siapa yang atensi abang?
00:59Lalu dia bilang, waduh banyak tokoh, katanya banyak pejabat-pejabat yang melakukan atensi terhadap saya.
01:05Seperti kabah dan datang, ini atensinya dari ini, ini punya ini, ini punya ini.
01:09Saya jalankan saja.
01:11Saya bilang, oke, abang punya bukti-buktinya semua.
01:14Ada semuanya, bukan bukti-bukti terkait chat-chatnya,
01:17saya dengan beliau, saya dengan ini, dengan ini, dengan ini, satu persatu.
01:20Mereka minta ESR-nya segera diperifikasi, mereka minta titiknya segera diperifikasi,
01:25Partai Gerindra mendukung pengungkapan praktik korupsi di program prioritas presiden ini.
01:30Tak hanya lewat Sony yang ajukan diri sebagai justice kolaborator,
01:34Kejagung didorong untuk mengungkap keterlibatan pihak lain.
01:38Silakan siapa saja, pihak-pihak yang ingin membongkar kasus ini kita dukung.
01:42Dan kita berharap Kejaksana Agung melakukan hal yang sama, membongkar setuntas-tuntasnya.
01:48Ya kita tunggulah dari Kejaksana Agung untuk memanggil atau katakanlah meminta data dari seluruh pihak,
01:54bukan hanya Sony Sanjaya, dari seluruh pihak, siapa-siapa yang terlibat dalam kasus ini
01:59supaya dibongkar dan diberi hukum yang seberat-beratnya supaya menimbulkan EPE yang jerat.
02:04Sementara Koordinator Masyarakat Antikorupsi Indonesia atau MAKI, Boyamin Saiman,
02:08berharap permintaan JC Sony Sanjaya dikabulkan Kejaksana Agung.
02:12Menurut Boyamin, nyanyian Sony diharapkan bisa membuka jalan pembongkaran kasus lebih cepat.
02:18Sudah komunikasi dengan Bu Elsa itu meskipun melalui saluran yang tidak bisa saya sebutkan,
02:25akan kita dorong untuk maju ke LPSK.
02:28Kalau nanti begitu kan akan buka-bukaan.
02:31Dan siapa yang juga bermain kan,
02:33kalau sampai level yang tinggi kayak Pak Sony aja mandi buka-bukaan itu kan memudahkan semua.
02:40Menurut aktivis antikorupsi yang juga dosen STH Indonesia Jentera, Bivitri Susanti,
02:45sudah banyak indikasi sejak awal terkait dugaan korupsi di MBG.
02:49Selain itu, Bivitri menyebut kejadian seperti ini menjadi titik evaluasi besar.
02:54Memang sudah waktunya untuk diusut ya,
02:58karena kan sebenarnya laporan dari ICW, dari Transparensi Internasional Indonesia,
03:03banyak lah CISDI dan lain sebagainya sebenarnya sudah banyak indikasi gitu.
03:07Jadi setahu saya, KPK juga sebenarnya sudah agak memulai waktu awal itu.
03:13Karena laporan masyarakat banyak sekali.
03:15Jadi kalau sekarang akhirnya dilakukan tindakan pengusutan seperti ini,
03:20saya kira memang sudah waktunya,
03:21paling tidak ini jadi momentum buat kita untuk mengevaluasi keseluruhan program ini
03:26yang memang menurut saya sih kacau sekali.
03:29Dugaan korupsi tata kelola MBG menjerat tiga mantan pimpinan Badan Gizi Nasional,
03:33yakni ex-kepala BGN Dadan Indayana,
03:36dan dua mantan wakil kepala BGN yaitu Soni Sonjaya dan Lodowi Kusung.
03:41Tim Liputan, Kompas TV.
03:46Mantan wakil kepala BGN, Soni Sonjaya yang ditetapkan sebagai tersangka dalam dugaan kasus korupsi,
03:54mengajukan diri sebagai justice collaborator.
03:56Langkah ini diambil sebagai dalem membongkar kasus secara terang-benderang
04:01dan menepis dirinya sebagai otak dibalik kasus jual-beli SPPG dan markup pengadaan.
04:06Apakah pengajuan JC ini murni upaya penegakan hukum?
04:10Atau sekadar strategi untuk meningkatkan hukuman?
04:13Kita akan membahasnya langsung bersama dengan Elsa Sharif,
04:17selaku kuasa hukum Soni Sonjaya,
04:19juga Laude Sharif, wakil ketua KPK periode 2015-2019.
04:23Selamat malam Bu Elsa dan Pak Laude.
04:28Selamat malam.
04:29Selamat malam.
04:30Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
04:31Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh.
04:34Saya ke Bu Elsa dulu.
04:35Dengan mengajukan diri sebagai JC,
04:38apakah artinya Pak Soni mengakui tindak pidana yang dilakukan ini,
04:44termasuk juga mengakui bahwa bukan otak dibalik kasus korupsi MBG ini, Bu Elsa?
04:51Kita kan baru BAP hari Kamis jam setengah lima sampai jam delapan itu,
05:00tidak ada cerita mengakui tonggak,
05:03tapi dia menjelaskan,
05:04menjawab apa yang menjadi pertanyaan dari penyidik.
05:11Dan ini baru taraf awal.
05:13Dan kemudian juga menjelaskan nama-nama yang harus dipanggil dan di presa untuk membuka,
05:24terbukanya perkara ini secara detil.
05:28Dan ini bukan strategi untuk menghindarkan,
05:32ada strategi untuk meringankan hukuman atau enggak.
05:35Yang penting dia sudah menjelaskan,
05:38dia malah sebelum di BAP pun dia mengatakan,
05:42Bu Elsa, ini gimana nih?
05:45Dia sudah ternyata satu malam itu dia sudah tulis-tulis nama-nama semuanya,
05:51apakah saya ungkapkan?
05:53Terus saya bilang harus diungkapkan,
05:55karena masalah jual-beli titik itu dia sendiri baru dapat laporan dari orang-orang,
06:01dan saya belum bisa lah sampai ke sana ceritanya ya,
06:07karena itu masih belum masuk dalam BAP,
06:11tapi sebagian sudah masuk,
06:12terus saya bilang buka aja Pak,
06:14gimana data-datanya?
06:15Datanya ada semuanya di HP-nya,
06:19HP-nya itu pun disita.
06:22Terus saya sudah minta kepada penyidik,
06:25tolong HP itu jangan dihapus,
06:28karena di situ ada data-data penting.
06:29Oh enggak, cuma diambil aja datanya.
06:33Nanti saya bilang dalam kita menjelaskan itu,
06:36semua ada bukti,
06:37jadi bukan strategi untuk meringankan hukuman atau enggak,
06:41kita kan terlalu jauh kita ke sana.
06:43Yang penting dia akan kooperatif dan menjelaskan semuanya,
06:48tidak ada yang ditutupi.
06:50Siap mengungkap kasus ini secara terang-benderang, Bu Elsa,
06:53tapi karena posisinya Pak Sohni sekarang tersangka,
06:56artinya apakah siap memenuhi salah satu syarat JC,
07:00ini harus mengakui lebih dahulu perbuatannya, Bu?
07:03Kan belum sampai ke sana ininya.
07:07BAP-nya.
07:08BAP-nya aja.
07:09Belum sampai ke sana,
07:11baru berapa,
07:14setengah lima sampai jam delapan itu baru,
07:17mungkin baru tujuh, baru sepuluh kan,
07:19itu memasalah pertanyaan awal-awal itu.
07:23Tapi dia sudah menjelaskan,
07:24untuk kasus ini terbuka,
07:26tolong ini juga dilakukan pemanggilan-pemanggilan nama-nama ini.
07:31Jadi belum sampai ke titik masalahnya, Mbak.
07:34Tapi Bu Elsa,
07:35soal orang besar yang akan diungkap di kasus ini,
07:38kalau nama saya yakin Bu Elsa,
07:40tidak mungkin menyampaikannya di sini secara terang-benderang.
07:43Tapi siapa, Bu?
07:44Artinya dari eksekutifkah, legislatifkah,
07:47sama-sama anggota kabinetkah,
07:49atau bagaimana, Bu Elsa?
07:50Wah, ada dari segala bidang ya,
07:55dan itu sudah di dalam BAP, Mbak.
07:58sudah di dalam BAP,
08:00bukannya kita baru akan-akan menjanji-janjikan kejaksaan bahwa
08:05akan jisih, tujuannya begini, tujuannya.
08:08Tidak ada.
08:09Tapi kita harus menjelaskan,
08:11saya juga menyatakan kepada Pak Soni,
08:14jelaskan sejelasnya supaya mengerti.
08:17Karena ini sistem,
08:20sistem tentang titik ini,
08:22dulunya tidak pakai sistem.
08:25Jadi semeraut.
08:27dan juga untuk mendapatkan Bapak Presiden ingin dilakukan percepatan.
08:35Nah, untuk percepatan itu kan,
08:37untuk bikin dapur aja antara 1,5 sampai 2 M,
08:41itu tidak mudah,
08:43karena orang-orang itu di daerah-daerah belum tentu punya dana segian,
08:49walaupun nanti bisa pinjam dari bank gitu ya.
08:54Tapi kan itu duit besar.
08:56Dan karena membuat percepatan supaya tidak semeraut,
09:00dibikinlah sistem digital.
09:02Yang namanya portal-portal.
09:04Kita baru menjelaskan masalah portal, Mbak.
09:07Oke, baik.
09:08Jadi yang dibahas baru masalah portal,
09:10tapi bicara orang besar tadi,
09:12karena Bu Elsa juga bilang sudah ada...
09:13Sudah dalam BAP.
09:14Sudah dalam BAP.
09:15Sudah ada nama-nama di BAP itu.
09:18Pak Soni saja jabatannya sudah sangat tinggi,
09:20sebagai wakil kepala BGN pada saat itu.
09:23Artinya nama yang diungkap lebih tinggi jabatannya dibandingkan Pak Soni?
09:27Iya.
09:29Masih di BGN juga?
09:31Di luar BGN juga?
09:32Di luar dong.
09:34Di luar BGN.
09:35Di BGN kan yang paling tinggi pada ada.
09:38Nomor 2 sih ya.
09:40Artinya berarti ada nama lain di atas Pak Soni yang berani diungkapkan Pak Soni ya,
09:46Bu Elsa memastikan itu.
09:48Sudah.
09:49Pak Laode,
09:50tadi Bu Elsa bilang bahwa nama besar itu bahkan atasannya Pak Soni.
09:56Di atas Pak Soni, di atas pada dan di luar BGN.
09:59Nah, bagaimana Pak Laode,
10:01kalau sebagai JC agar status JC-nya bisa dipenuhi,
10:05apa saja yang harus dilakukan Pak Soni dalam posisi ini?
10:09Ya, salah satunya itu adalah sebenarnya itu
10:13Justice Collaboratory itu salah satunya bukan pelaku utama biasanya.
10:16Kalau waktu kami di KPK ya,
10:18jadi kalau misalnya dia bukan pelaku utama,
10:23terus dia ingin membantu proses penyelidikan dan penyelidikan
10:29biasanya bisa dipertimbangkan untuk menjadi Justice Collaboratory.
10:34Namun demikian,
10:35kalau misalnya betul-betul Pak Beliau ingin menjadi Justice Collaboratory,
10:40ya kita syukuri saja
10:42dan mudah-mudahan itu bisa mempermudah investigasi kasus ini.
10:48Karena kasus ini sebenarnya kan seluruh Indonesia juga sudah melaporkan,
10:54sudah melaporkan bahwa kasus ini itu syarat dengan konflik kepentingan
10:59dan korupsi.
11:00Misalnya nih anggota DPR,
11:02misalnya di Sulawesi Selatan saja di mana saya berada.
11:06Anaknya itu,
11:07dia menguasai berapa dapur itu.
11:09Ayahnya anggota DPR seperti itu.
11:12Dan,
11:13kalian di Kompas TV sudah tahu juga semuanya.
11:16KPK sudah mengeluarkan
11:18studi ada delapan titik rawan.
11:21Itu juga sudah dilakukan.
11:23Adik-adik di ICW,
11:24misalnya keterlibatan TNI dan keterlibatan Polri-Polri gitu,
11:30di dalam pengadaan
11:33pengadaan
11:33dapur-dapur ini.
11:35Itu juga sudah ada laporannya.
11:37Dan semua sudah diketahui.
11:40makanan yang seharusnya dimakan itu
11:42misalnya harganya
11:43Rp10.000 atau Rp12.000
11:46yang diterima oleh anak-anak di sekolah itu
11:49mungkin kualitasnya tinggal Rp5.000 atau Rp6.000 seperti itu.
11:54Jadi,
11:55apa namanya,
11:58proyek ini ada betul adalah proyek
12:01yang paling,
12:03apa ya namanya,
12:05saya bisa katakan itu ya,
12:06proyek yang paling banyak
12:08menghambur-hamburkan uang
12:09dan potensi fraud
12:11dan penggelembungan dananya itu
12:14betul-betul
12:16sangat masif,
12:17sangat masif.
12:18Dan bayangin saja,
12:20ini adalah proyek terbesar sekarang
12:22di Indonesia seperti itu.
12:25Jadi,
12:26pertanggung jawabannya,
12:28eksekutif,
12:29Menteri Keuangan juga harus diperiksa kali.
12:32Ini kok begitu bisa seperti itu.
12:34Yang kedua,
12:36DPR,
12:36membiarkan saja
12:37seperti itu.
12:38Tidak pernah ada
12:42evaluasi yang berarti
12:44yang dikeluarkan oleh
12:46orang-orang di eksekutif.
12:48Itu di tingkat pusat.
12:50Belum lagi di tingkat
12:52provinsi
12:53dan di tingkat kabupaten
12:55sampai di lapangan.
12:56Yang berikut lagi adalah
12:58aparat penegah hukum.
13:01Ini
13:02apa namanya,
13:03merupakan studi
13:04dari
13:06adik-adik di ICW itu
13:07misalnya
13:08ada keterlibatan
13:11yayasan-yayasan
13:12di bawah bayangkari.
13:13Ada juga keterlibatan
13:15dari TNI.
13:16Ada juga keterlibatan
13:17dari korps
13:18adiaksa sendiri.
13:20bahkan oleh presiden
13:22sendiri dikatakan bahwa
13:24keberhasilan
13:25membangun
13:28polri itu
13:29diapresiasi
13:30dan TNI
13:31diapresiasi
13:31karena berhasil
13:32membangun
13:33dapur-dapur MBG.
13:34Dan itu saja
13:36itu sudah
13:37aneh sebenarnya.
13:39Itu kan bukan
13:40tupoksi polisi
13:41dan tupoksi tentara
13:42apalagi kejaksaan
13:44dan tupoksi
13:44yang lain gitu.
13:46Jadi
13:47itu betul
13:49maksud saya ini
13:51proyek MBG ini adalah
13:53proyek
13:54mubazir
13:55yang uangnya itu
13:57paling banyak
13:58diselewengkan.
13:59Nah dari sinilah
13:59harus dimulai oleh
14:01kejaksaan agung
14:01untuk menyelidiki
14:02lebih dalam lagi
14:03menyedik lebih dalam lagi.
14:04saya ke Bu Elsa
14:05tadi Pak Laude menyebut
14:06ada berbagai unsur
14:07yang harus diperiksa.
14:08Adakah nama-nama
14:09dari jajaran menteri
14:11maupun DPR
14:11yang sudah masuk
14:12di daftarnya Pak Soni
14:13saat BAP?
14:14Bu Elsa.
14:16Sudah ada
14:1726
14:18dan lain-lainnya
14:20lebih banyak ya.
14:21Jadi
14:21saya bilang
14:24sistemnya
14:25untuk
14:25sistem
14:27untuk
14:30digital
14:30terhadap
14:32titik-titik
14:33MBG ini
14:34dapur ini
14:34dapur ini
14:35ini ada
14:36di tangannya
14:37Pak Soni
14:38sehingga Pak Soni
14:39akan menjelaskan
14:40ini diambil
14:42oleh siapa
14:43ini diambil oleh siapa
14:44jadi nama-nama itu
14:45diperiksa
14:46apakah
14:47disitu Pak
14:50keteritian
14:51dari Pak Soni
14:52semua yang
14:53nama atensi
14:54yang mengusurkan
14:57terhadap
14:58dapur-dapur itu
14:59permintaan
15:00dapur itu
15:00itu ditandai
15:03ditandai
15:04ditandai
15:04sama ini
15:05si A
15:08sekian dapur
15:09disini
15:09sekian dapur
15:10sekian titik
15:11gitu lah
15:11satu
15:12yang saya
15:13asal itu kan
15:1410
15:1410 dapur
15:16nah
15:17disitu
15:18dengan dia
15:20membuka
15:20dan datanya
15:21ada di
15:22handphone
15:23dan juga ada
15:24cat-catnya
15:25semua
15:25itu kan ada
15:27bisa
15:28dibuat
15:30penelesuran
15:31oleh jaksa
15:32dan bisa
15:32melihat
15:34siapa yang
15:36melakukan
15:36jual-beli
15:39jual-beli
15:40titik itu
15:42jual-beli
15:42nah
15:43kalau Pak
15:45Soni itu
15:46diam
15:46otomatis kan
15:47tidak bisa terbuka
15:49justru kuncinya
15:50di Pak
15:51Pak Soni
15:52dan Alhamdulillah
15:54Pak Soni
15:55dengan kita
15:56sudah berembuk
15:57saya bilang Pak Soni
15:58buka aja
15:58nanti semua
16:00ditimpangkan Pak Soni
16:01semua itu
16:02beritanya di luar
16:03sudah mengatakan
16:03Pak Soni
16:04yang melakukan itu
16:05buka
16:06nah dia memang risau
16:07risaunya
16:08nah gimana
16:10Bu
16:10keselamatan saya
16:11terus
16:12anak-anak saya
16:13terus karena
16:15saya bujuk-bujuk
16:16dengan teman saya
16:17Krishna
16:17akhirnya
16:18akhirnya
16:19dia bilang
16:20udahlah
16:21Bu Al-Sah
16:21saya
16:22siap mati
16:23saya bilang
16:24jangan
16:24jangan
16:25begitu
16:25itu
16:27capa menjadi
16:27doa
16:28kita akan
16:29melakukan
16:29LPSK
16:30tapi siap
16:31siap untuk itu
16:32ya Bu
16:33jadi bukan
16:34mengaku aja
16:36siap mati
16:37kok dia
16:37dan risikonya
16:39tadi bahkan
16:40sudah disiapkan
16:42sudah diproyeksikan
16:44juga apa
16:44risiko terberatnya
16:45dalam mengungkapkan
16:45kasus ini
16:46tadi Bu Al-Sah
16:47mengungkapkan
16:47bahwa dari 26
16:48nama tadi
16:49ada nama menteri
16:50nama anggota DPR
16:52di sana
16:52Pak Laude
16:53berarti kan Anda
16:54ada atau tidak Bu
16:56saya mau
16:57saya mau
16:59mengonfirmasi
16:59Bu Elsa
17:00adakah nama
17:01menteri dan anggota DPR
17:02seperti pertanyaan saya tadi
17:03di antara 26 nama itu
17:04Bu Elsa
17:06saya belum bisa
17:08bicarakan itu
17:09itu kan
17:09BAP
17:10karena
17:12projustisia
17:13konfendensial
17:14jadi gak bisa
17:15kalau begitu
17:16saya tanyakan
17:17ke Pak Laude
17:18kalau
17:18untuk
17:19kasus sebesar ini
17:20tidak mungkin
17:22hanya berhenti
17:22di
17:23BGN saja
17:24tadi Bu Elsa
17:25juga mengatakan
17:26bahwa ada
17:26yang lebih tinggi lagi
17:27dari Pak Soni
17:28kalau kita melihat
17:30konstruksi saat ini
17:31siapa saja yang
17:32mesti diperiksa
17:34dalam kasus ini
17:35Pak Laude
17:36kalau di atas
17:37jabatannya
17:38di atas
17:38BGN
17:39di atas pimpinan BGN
17:41ya
17:42berbeda dengan
17:44proyek-proyek lain
17:45ini kan
17:47proyek ini itu
17:49makanan bergizi
17:51gratis ini itu
17:52itu itu
17:53melibatkan
17:54lintas kementerian
17:55lintas kementeriannya itu kan
17:57ada kementerian
17:58dalam negeri
17:59di situ
18:00ada kementerian sosial
18:02ada kementerian
18:03kesehatan
18:03bahkan untuk
18:04mengecek
18:05dan lain-lain
18:06sebagainya
18:07seperti itu
18:07tentang hygiene
18:08dan lain-lain
18:10seperti itu
18:11jadi memang
18:11harus
18:12diperiksa
18:14semua
18:14yang saya takutin
18:16nih
18:16yang saya takut
18:17dan
18:18Bu Elsa itu harus
18:19jangan sampai
18:22ini dilokalisir
18:23kasusnya
18:23oleh kejaksaan
18:24seperti itu
18:26jadi itu
18:27kita harus
18:28mengungkapkan
18:29dan oleh karena itu
18:30saya bilang
18:30kalau betul-betul
18:32Pak Soni
18:32serius
18:33itu diungkapkan
18:34ke publik saja
18:36siapa ini
18:36orang-orang
18:37baik itu
18:38di legislatif
18:39maupun
18:40di yudikatif
18:41gitu
18:42Pak Laode
18:43tadi kan
18:43Bu Elsa
18:44mengatakan
18:45kalau di BAP
18:46namanya itu
18:46projustisinya
18:47tidak bisa
18:47diungkapkan
18:48ke publik
18:49tapi Pak Laode
18:49tadi menyarankan
18:50lebih baik
18:50dibuka saja
18:51ke publik
18:52nah bagaimana
18:52ini jalan tengahnya
18:53kalau dari
18:54sisi Pak Laode
18:56ya
18:56jadi
18:57memang kan
18:58sekarang ini
18:58masih dalam
18:59projustisya
19:00tetapi itu
19:00nama-nama itu
19:01kalau seandainya
19:02hilang di tengah jalan
19:04dan tidak pernah
19:05sampai ke pengadilan
19:06gak ada gunanya
19:06itu
19:07seperti itu
19:08oleh karena itu
19:09akan lebih bagus
19:11terang-benderang saja
19:12wah siapa sih
19:14yang melakukan pengarahan
19:15siapa yang
19:16mengatur
19:17kalau betul-betul
19:18ada orang yang diatur
19:19yang tidak bisa
19:22yang tidak bisa
19:23ditolak
19:24permintaannya
19:24oleh Pak Soni
19:25walaupun
19:26sebenarnya
19:27itu agak aneh juga
19:29sebenarnya
19:30kan beliau itu
19:30mantan polisi
19:31jenderal
19:32kalau kita disuruh
19:34melakukan
19:35suatu kejahatan
19:37terus kita
19:38tetap
19:38kita laksanakan
19:39nah itu
19:40it's another crime
19:41ya seperti itu
19:43oh tapi
19:43ada kekuatan
19:44ada kekuatan
19:45ada kekuatan
19:46yang besar
19:47ya sebutin aja
19:48kalau misalnya
19:49ada seperti itu
19:50itu akan lebih
19:51bermanfaat
19:52bagi masyarakat
19:54Bu Elsa
19:55silahkan ditanggapi dulu
19:56tadi saran dari Pak Laude
19:58untuk mengucap
19:58saya sudah sampaikan
20:01baru kita
20:03BAP itu
20:04cuma sebentar
20:05kan waktu itu
20:05hari kemis
20:06Pak
20:07Pak Soni
20:08itu kan puasa
20:09dan dia
20:11dimulai setengah
20:12lima
20:13kemudian
20:15sholat
20:16maghrib
20:17dan
20:18kita selesaikan
20:19jam 8
20:20jadi baru
20:20beberapa pertanyaan
20:21jadi belum
20:22jadi baru
20:23meminta nama-nama ini
20:25dipanggil
20:25tapi belum sampai
20:27keterlibatannya
20:29yang saya ketahui
20:30jadi masih
20:30masih mentah
20:31tapi nama itu
20:32sudah
20:33kita sampaikan
20:35jadi saya
20:36nggak mau
20:37saya
20:37ungkapkan
20:39berarti saya
20:39melakukan
20:41fitnah
20:42sebelum ada
20:42pemeriksaan
20:43lebih lanjut
20:44jadi sabar
20:45sabar
20:46bukannya nanti
20:47di lokalisasi
20:48kita juga
20:48ada
20:49kita bikin
20:50bukti-bukti itu
20:52kita taruh di luar
20:54jadi nggak
20:54nggak bisa
20:56jaksa juga
20:57kelihatannya
20:57penyidiknya juga
20:58mengatakan
20:59sangat gembira
21:01dengan kooperatif
21:02dan menjelaskan
21:03yang kita tidak tahu
21:04menjadi terang
21:05tahu
21:06sehingga
21:07Pak
21:07Soni sudah
21:08melakukan
21:09suatu
21:09sistem
21:11dari
21:12digital itu
21:13dengan anak buah
21:14dan sudah
21:15diberi tanda
21:16jika nanti
21:16nanti kan
21:17dimana
21:19penjualan
21:21titik-titik itu
21:23kan bisa
21:24dilihat
21:24itu
21:25misalnya
21:26atensi A
21:27mengambil
21:27seribu
21:29seribu titik
21:31nah
21:31di
21:32di
21:33di pemberian itu
21:35ada
21:37penjualan
21:38titik atau
21:38nggak
21:39kan gitu
21:40jadi harus
21:41diperiksa
21:42orang-orangnya
21:42semua
21:43disitu
21:44perlu
21:44terungkap
21:45semua
21:46tapi kalau
21:47Pak
21:47Soni itu
21:48tidak bicara
21:49tidak mengajarkan
21:51memberitahu
21:52bagaimana
21:52sistemnya
21:53bagaimana
21:54mendeteksi
21:55kan berarti
21:56buta
21:57itu
21:57jasanya
21:58baik
21:58perkembangan
22:00penyidikan ini
22:00akan jadi tahap
22:01yang sangat penting
22:02untuk menuju
22:03ke nama-nama
22:04tadi
22:05siapa-siapa
22:06saja yang terlibat
22:07bahkan tadi
22:07di atas
22:08pimpinan BGN
22:09yang akan
22:09diungkap
22:10oleh Pak
22:11Soni
22:11terima kasih
22:12Bu Elsa
22:13seluruh Indonesia
22:14ya ini
22:15ada
22:16semua nama-namanya
22:17seluruh Indonesia
22:19seluruh Indonesia
22:20tadi
22:21ada nama-namanya
22:22yang terlibat
22:22dan sudah ada
22:23di tangan Pak Soni
22:24siap untuk
22:25diungkap
22:25di tangan Pak Soni
22:26sudah dalam BAP
22:27sudah di BAP ya
22:28sudah dicatat oleh Pak Soni
22:30di dalam BAP
22:30nah siapa-siapa saja
22:32sampai di tingkat mana
22:33ini bisa
22:33diungkap
22:34aktor di balik ini
22:35kita akan
22:37usul
22:38usul itu akan
22:40lebih bagus
22:40biasanya
22:41kalau saya andainya
22:42ini kan
22:43dari kabupaten
22:44provinsi
22:45sampai seluruh Indonesia
22:47bilang Bu Elsa tadi
22:48mungkin sudah saatnya
22:50itu ada pembagian
22:51gitu
22:51ada pembagian
22:52jangan hanya fokus
22:53di Kejaksaan Agung
22:54cukuplah orang-orang
22:55yang Jakarta saja
22:56tapi
22:57Kejaksaan Tinggi
22:58sampai dengan
23:00Kejaksaan Negeri
23:02kalau bisa
23:03dikerahkan semuanya
23:05supaya itu
23:05terang-bederang
23:06supaya juga
23:07masyarakat
23:08tidak merasa
23:09karena terserang
23:09ini itu adalah
23:11kalau di dalam
23:13definisi
23:14definisi
23:15undang-undang
23:16tindak pidana korupsi
23:18ini itu kan
23:18untuk hajat hidup
23:20orang banyak
23:20kalau tentang
23:21hajat hidup
23:22orang banyak itu
23:23itu
23:24pasti harus maksimum
23:26itu
23:26hukumannya
23:2720 atau bahkan
23:29seumur hidup
23:30bisa
23:30karena ini adalah
23:31soal hajat hidup
23:32orang banyak
23:33seperti itu
23:34jadi kalau misalnya
23:35Pak Soni
23:36betul-betul
23:36pengen semuanya
23:38selesai
23:38demi kepentingan
23:40hajat hidup
23:40orang banyak
23:41itu
23:42kita perlu
23:43apresiasi
23:43dan karena itu
23:44saya pikir
23:45semacam
23:45Bu Elsa
23:46jangan sampai
23:48APH-nya malah
23:49melokalisir
23:50ini barang
23:51oh tidak
23:52itu yang paling penting
23:54karena kita
23:54tidak mau
23:55ditimpahin
23:56ya baik
23:57jadi nanti
23:58di perkembangan penyitikan
23:59harus dibongkar
24:00jangan hanya
24:01dilokalisir
24:01di satu
24:02masalah saja
24:03tapi juga
24:04dibongkar secara
24:04tuntas
24:05nama-namanya
24:05diungkapkan
24:07tanpa ada yang
24:08ditutupi
24:08terima kasih
24:09Bu Elsa Syarif
24:09kuasa hukum
24:10Soni Sonjaya
24:10terima kasih
24:11Pak Laude
24:11Laude Syarif
24:12Wakil Ketua KPK
24:13Periode 2015-2019
24:15selamat malam
24:16selamat malam
24:17Terima kasih
24:18Terima kasih
24:20Terima kasih
Komentar

Dianjurkan