00:02Anda kembali di berita utama.
00:04Saudara naas atau nasib naas dialami seorang bocah di Kutai Timur, Kalimantan Timur.
00:10Anak yang tak berdosa harus jadi pelampiasan pelaku kejahatan.
00:14Akibat terlilit utang, seorang driver ojek online nekat menculik bocah laki-laki berusia 7 tahun
00:21demi bisa mendapatkan uang tebusan ratusan juta rupiah.
00:24Tak hanya menculik, Saudara, driver ojek online itu bahkan tega membunuh sang bocah.
00:31Entah apa yang merasuki pelaku hingga gelap mata melakukan aksi keji tersebut.
00:42Muhammad Royan Prasetyo, bocah malang itu sudah hilang sejak 1 Juni 2026 lalu.
00:48Demi mencari keberadaan sang buah hati, keluarga sempat membuat dan menyebarkan poster info anak hilang.
00:55Namun sayang, anak yang dicari-cari rupanya tak kembali dalam kondisi sehat dan selamat.
01:02Korban ditemukan tewas di semak-semak belakang Masjid Agung Sangata, Bukit Pelangi.
01:07Tak terbayangkan hancurnya hati kedua orang tua korban, kehilangan sang anak dengan cara mengenaskan.
01:173 Juni 2026, Saudara sekitar pukul 12 siang waktu Indonesia Tengah,
01:23jasad Royan ditemukan mengapung di sebuah parit di belakang Masjid Agung Sangata, Bukit Pelangi, Kalimantan Timur.
01:30Korban ditemukan setelah polisi memperluas titik pencarian berdasarkan keterangan pelaku.
01:35Usai dievakuasi, jasad Royan langsung dibawa ke rumah sakit untuk diotopsi.
01:40Dan berdasarkan hasil otopsi, korban diperkirakan sudah meninggal sekitar 2 hingga 3 hari sebelumnya.
01:57Rupanya, Saudara, pikiran jahat pelaku untuk menculik anak sudah muncul sekitar bulan Januari 2026 lalu.
02:05Bermula saat ia mendapat orderan dari penumpang yang merupakan ayah korban.
02:09Saat itu, selama perjalanan mengantar ayah korban, pelaku mendengar cerita bahwa ayah korban tengah mengurus suatu urusan menggunakan uang yang
02:18cukup besar.
02:19Dari cerita itulah pelaku berkesimpulan bahwa ayah korban merupakan orang berduit.
02:25Pelaku yang sedang terlilit utang memanfaatkan hal itu untuk menjadikan penumpangnya sebagai target pemerasan.
02:34Karena yang tersangka juga ini kan, pelaku ini kan juga terlilit utang.
02:38Ada utang di salah satu bank.
02:41Kira-kira 5-6 bulan sebelumnya, kira-kira bulan-bulan Januari itu, pelaku ini pernah mengantar orang tua korban.
02:49Pernah mengantar gojek ke salah satu tempat.
02:52Nah, selama pengantaran ini, orang tua pelaku ini bercerita, salah satunya materinya itu, bahwa saya akan mengurus uang, uang kata
03:04-kata keluarganya dari mana kurang lebih sekitar 1 MA.
03:08Peristiwa penculikan bermula pada Senin, 1 Juni lalu, sodara.
03:13Sekitar pukul 7 malam waktu Indonesia Tengah, pelaku menculik korban yang sedang bermain di sekitar rumahnya.
03:19Saat itu, ibu korban hendak membuang sampah dan sempat mengajak anaknya untuk ikut.
03:24Namun, sang anak menolak dan lebih memilih bermain di sekitar rumah.
03:28Saat kembali dari membuang sampah, sang ibu sadar anaknya telah menghilang.
03:32Panik, sang ibu pun mencari sang anak di sekitar perumahan.
03:35Namun nihil, sang anak, tak ditemukan.
03:42Titik terang muncul saat teman sebaya korban memberi kesaksian bahwa korban telah dibawa pergi oleh seorang lelaki
03:49yang mengendari sepeda motor metik dan memakai atribut lengkap Ojek Online.
03:54Tersadarlah sang ibu bahwa sejak tadi ia memang melihat seorang driver ojol sudah mondar mandir di sekitar rumah
04:01seperti sedang mengintai seseorang.
04:03Ibu korban pun segera melapor polisi.
04:10Usai menculik korban, pelaku sempat melancarkan aksi teror dan pemerasan kepada keluarga korban.
04:16Melalui selembar potongan kardus, pelaku menuliskan instruksi agar keluarga korban mengirimkan uang tebusan
04:23sebesar 200 juta rupiah ke sebuah nomor rekening di salah satu bank.
04:27Instruksi itu berisi nada mengancam.
04:30Kalau masih mau ketemu sama Royan, transfer 200 juta rupiah paling lambat jam 10 malam ini.
04:37Uang masuk, saya langsung antar anaknya ke situ.
04:42Namun naas, belum sempat uang tebusan itu disiapkan atau dikirimkan oleh pihak keluarga,
04:48pelaku sudah terlebih dahulu membunuh dan menenggelamkan bocata berdosa itu di sebuah sungai di dekat Masjid Agung Al-Falah Sangata.
04:58Pelaku sempat membawa korban ke kawasan Bukit Pelangi dan menjebaknya ke belakang masjid dengan alasan mengajak memancing.
05:05Dan di lokasi yang sepi itulah pelaku mengeksekusi korban.
05:10Berdasarkan hasil otopsi, diduga kematian korban akibat masuknya air ke saluran pernapasan karena tenggelam.
05:18Hingga kini saudara polisi masih mendalami motif mengapa pelaku membunuh korban sebelum uang tebusan diberikan oleh keluarga korban kepada pelaku.
05:27Kan tadi belum sempat diserahkan uang itu, kenapa harus dibunuh terlebih awal alasan tersangka apa Pak?
05:32Ini belum sampai mendalam ya, karena kan baru tadi malam ini, sementara masih kita gali.
05:40Terus yang jelas tadi untuk motif sama yang diserahkan Bapak Kapolda bahwa motif ekonomi.
05:48Berbekal keterangan saksi dan rekaman kamera pengawas di sekitar lokasi kejadian, polisi pun berhasil mengidentifikasi profil pelaku.
05:56Pada selasa malam, saudara 2 Juni lalu, tim gabungan Subdit Jatan Ras Ditres Krimumpol dan Kaltim dan Polres Kutai Timur
06:04meringkus pelaku.
06:06MY ditangkap tanpa perlawanan di kawasan Jalan Sultan Hasanuddin, Kelurahan Baru Tengah, Balikpapan Barat, Kota Balikpapan.
06:13Pelaku pun dijerat pasal berlapis mengenai perampasan kemerdekaan, penculikan anak dan pembunuhan dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.
06:37Dari hasil penangkapan tersangka, polisi juga menyita sejumlah barang yang digunakan pelaku untuk memuluskan kejahatannya.
06:44Di antaranya satu unit sepeda motor berwarna putih yang digunakan untuk menculik korban.
06:49Kemudian atribut ojek online seperti jaket dan helm berwarna merah.
06:53Serta potongan kardus berisi teks ancaman nominal uang tebusan dan pakaian terakhir yang dikenakan oleh korban saat dilaporkan hilang.
07:33Saudara demi memenuhi kebutuhan ekonomi, pelaku tega menghilangkan nyawa seorang anak yang tidak bersalah.
07:40Alasan terlilitutang tak boleh jadi alasan untuk melukai sesama apalagi dilampiaskan kepada anak-anak.
07:46Tragedi ini tidak hanya meninggalkan luka mendalam bagi keluarga, tetapi juga mengguncang rasa aman masyarakat.
07:54Semua pihak harus berbenah dan menyadari bahwa keselamatan anak merupakan tanggung jawab bersama.
08:01Pemerintah diharapkan terus memperkuat sistem perlindungan anak serta meningkatkan keamanan di lingkungan masyarakat.
08:07Orang tua juga perlu lebih waspada dalam mengawasi aktivitas anak, termasuk mengenalkan mereka pada resiko penculikan dan cara menjaga diri.
08:18Setiap anak berhak tumbuh dan hidup dengan aman, terlindungi dari segala bentuk kekerasan dan kejahatan.
08:24Terima kasih.
08:26Terima kasih.
08:26Terima kasih.
Komentar