00:00Tingginya jumlah kepala daerah yang tersandung kasus korupsi membuat wakil menteri dalam negeri, Bima Arya, kehabisan kata-kata.
00:08Dalam kurun waktu 15 tahun terakhir, ada ratusan kepala daerah terjerat kasus rasuah.
00:13Bima Arya memaparkan terdapat 545 kepala daerah dan wakil kepala daerah yang terjerat kasus korupsi sejak 2010 hingga 2025.
00:22Dari tahun 2010 sampai 2025, termasuk wakil, angka kita ini 545, kata Bima Arya dalam diskusi 14 tahun Populi Center
00:31di Jakarta, selasa 9 Juni 2026.
00:34Ia menilai angka tersebut menjadi alarm serius bahwa persoalan korupsi kepala daerah tidak bisa lagi dipandang sebagai kasus per kasus
00:40semata.
00:41Menurut Bima, operasi tangkap tangan yang terus berulang justru menunjukkan adanya persoalan mendasar dalam sistem politik dan pemerintahan daerah.
00:48Kami sudah kehabisan kata-kata.
00:52Setiap ada OTT, ini menjelaskan apa lagi?
00:56OTT pertama kita bilang marah.
00:58OTT kedua kita bilang prihatin.
01:01OTT ke-14 kita ngomong apa lagi?
01:03Katanya.
01:05Bima menilai upaya pemberantasan korupsi tidak cukup hanya mengandalkan penindakan hukum.
01:10Menurutnya, pembenahan harus dilakukan secara menyeluruh mulai dari proses rekrutmen hingga pengawasan terhadap kepala daerah.
01:16Sudah saatnya pembenahannya harus dari hulu ke hilir.
01:20Jadi soal aktornya penting.
01:23Bagaimana kita memunculkan dan memilih pemimpin itu penting?
01:26Tegasnya.
01:27Bima secara khusus menyeroti peran partai politik dalam menyiapkan calon-calon kepala daerah yang memiliki integritas dan kapasitas memadai.
01:34Ia menilai sistem kaderisasi di partai politik masih perlu diperkuat agar mampu menghasilkan pemimpin daerah yang berkualitas sekaligus memiliki komitmen
01:41anti-korupsi.
01:43Jadi pengkaderan di partai harus dibenahi.
01:46Sistem integritas partai politik harus berujung pada penguatan sistem pengkaderan, ujarnya.
01:51Sampai jumpa di video selanjutnya.
Komentar