00:00Kita keberalikan informasi lainnya, Saudara, benda diduga bom sisa perang dunia kedua meledak di area permukiman di Biak, Papua.
00:08Ledakan terjadi di kampung Yenures, distrik Biakota.
00:12Minggu sore, lima orang meninggal dunia dan tiga orang dinyatakan hilang.
00:20Benda diduga bom sisa perang dunia kedua meledak di area permukiman di Biak, Papua.
00:26Ledakan terjadi di kampung Yenures, distrik Biakota, Minggu sore.
00:32Besarnya ledakan terekam dari kamera pembantau atau CCTV di area pelabuhan Biak atau tepat dari seberang permukiman.
00:40Akibat ledakan, enam rumah rusak parah dan belasan rumah lainnya rusak ringan.
00:46Tak hanya merusak bangunan, polisi mengonfirmasi lima orang meninggal dunia dan kini telah dibawa ke RSUD Biak.
00:53Sementara tiga korban masih dinyatakan hilang.
00:56Akibat insiden ini, 19 orang mengalami luka ringan dan 55 orang mengungsi termasuk tiga balita.
01:03Sementara tiga korban belum ditemukan ada atas nama Yulianus Raubaba 26 tahun,
01:12dua Lae Madura 45 tahun, dan Anies Marandop 27 tahun.
01:17Sementara memang sudah ditemukan beberapa bagian tumbuh di lokasi maupun di perairan atas bantuan rekan-rekan nelayan dan juga basarnas
01:31dari kantor Biak.
01:36Polisi hingga kini belum menggelar olah TKP.
01:39Olah tempat kejadian perkara nantinya menunggu tim penjinak bom dari Satrimopolda, Papua menyelesaikan proses sterilisasi.
01:48Polisi menduga benda yang meledak minggu sore adalah bom sisa perang dunia kedua.
01:53Hal ini karena Pulau Biak menjadi pangkalan udara Jepang pada saat perang dunia kedua berlangsung.
02:02Kita ketahui bahwa Biak sebelumnya adalah pangkalan armada milik Kekaisaran Jepang yang direbut oleh sekutu pada tahun 1944.
02:15Dan sementara dan selama ini banyak peninggalan-peninggalan baik kapal, pesawat maupun barang-barang yang berkaitan dengan perang dunia kedua
02:24ditemukan di wilayah Biak dan perairan Biak.
02:28Pemerintah Kabupaten Biak memfasilitasi warga terdampak ledakan.
02:33Warga kini tinggal sementara di rumah singgah.
02:36Tenda juga telah didirikan untuk 55 orang yang mengungsi.
02:45Terima kasih telah menonton!
Komentar