Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad), Brigjen TNI Donny Pramono angkat bicara terkait polemik film "Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita".

Donny menepis bahwa TNI anti-kritik karena membubarkan nonton bareng film Pesta Babi, ia mengakui bahwa film tersebut merupakan bentuk kebebasan berekspresi namun harus bertanggung jawab.

"Tetapi, setiap produk informasi juga memiliki tanggung jawab moral agar tidak membangun stigma kebencian atau distorsi terhadap institusi negara," ujar Donny, Jakarta, Jumat (29/5/2026).

Baca Juga Yasinta Moiwend Sakit Hati Film Pesta Babi Tampilkan Dirinya Diputar Tanpa Izin: Saya Bukan Ukiran di https://www.kompas.tv/regional/671880/yasinta-moiwend-sakit-hati-film-pesta-babi-tampilkan-dirinya-diputar-tanpa-izin-saya-bukan-ukiran

#tni #film #pestababi



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/671899/kadispenad-hormati-film-pesta-babi-bentuk-kebebasan-berekspresi-tapi-jangan-bangun-stigma-kebencian
Transkrip
00:00Kami menghormati kebebasan berdekspresi dan kebebasan berkarya dalam demokrasi.
00:06Tetapi, setiap produk informasi juga memiliki tanggung jawab.
00:12Jangan terjebak pada polemik artistik film.
00:17Fokus pada dampak sosial dan narasi yang dibangun dari film tersebut.
00:22Sehingga pentingnya objektivitas dan keseimbangan informasi dalam menyikapi hal ini.
00:28Karena banyak narasi kebohongan yang disampaikan.
00:33Logikanya, seorang kepala suku yang bernama Pak Manu pernah diundang podcast bersama Bobon Santoso.
00:41Dalam podcast tersebut, kepala suku menyatakan bahwa TNI betul-betul untuk masyarakat selama berdugas di sana.
00:49Kami menghormati kebebasan berdekspresi dan kebebasan berkarya dalam demokrasi.
00:56Tetapi, setiap produk informasi juga memiliki tanggung jawab moral agar tidak membangun stigma, kebencian, ataupun distorsi terhadap institusi negara.
01:09Terkait sumber dana yang disinggung dalam pembuatan film, publik tentu berat mengetahui bagaimana sebuah produksi besar dapat dilakukan hingga di
01:19wilayah terpencil dan dikatakurikan di era rawan konflik.
01:23Karena, transparasi penting untuk menjaga objektifitas.
01:29Ini bukan tujuan, tetapi bagian dari keterbukaan publik.
01:34Kami tidak anti-kritik, tetapi kritik juga dibangun di atas data, keseimbangan, dan fakta lapangan.
01:55Terima kasih telah menonton!
02:26Terima kasih telah menonton!
02:42Terima kasih telah menonton!
Komentar

Dianjurkan