00:01Terima kasih Anda masih di Kompas Malam.
00:04Saudara menyambut Tri Hari Suci Waisak, kawasan Bundaran HI bersolek dengan beragam instalasi cahaya.
00:10Replika Stupa Borobudur dan instalasi Buda Raksasa berhias tata cahaya jadi ikon yang menarik perhatian pengunjung.
00:18Dan saudara berikut liputan jurnalis Kompas TV, Medina Andas dan juga juru kamera Bimo Wicaksana.
00:26Wah, saudara saya senang sekali karena saya melihat keindahan yang berbeda di kawasan Bundaran HI saat ini.
00:33Karena kalau biasanya kita melihat hanya hotel-hotel atau perkantoran, nah hari ini saya melihat banyak sekali ada ratusan lampu
00:41dan juga instalasi cahaya yang sudah dipasang, didekorasi, menghiasi kawasan Bundaran HI ini.
00:47Dan kalau saya lihat ini memang dekorasinya didominasi oleh bunga lotus ya, yang dimana bunga lotus ini melambangkan kesecian dan
00:55juga keharmonisan.
00:57Nah, antusiasnya bagaimana sih melihat instalasi ini? Halo, selamat malam.
01:01Selamat malam.
01:02Apa nih kesannya melihat instalasi cahaya ini dan lampu-lampu yang dipasang?
01:06Ya, bagus. Sangat meriah dan mencerminkan, menghidupkan harmoni Waisak di tengah masyarakat.
01:17Jadi menurut Bapak sama Ibu, acara seperti ini penting nggak dan harus diadakan terus nggak ke depannya?
01:22Oh, sangat penting, sangat penting. Karena ini ada bukti toleransi beragama semua umat.
01:28Jadi mengakui keberadaan eksistenti semua agama gitu ya?
01:34Ya, saudara itu dia tadi pernyataan dari salah satu warga yang mengunjungi instalasi cahaya di kawasan Bundaran HI ini.
01:42Dan tentunya rangkaian acaranya tidak hanya instalasi budaya saja, ada pelepasan lampu di kolam yang berada tepat di Bundaran HI.
01:51Dan tentunya acara ini tidak hanya menampilkan keindahan visual saja, tetapi juga sebagai simbol keberagaman, toleransi,
01:59persatuan, perdamaian, keharmonisan di tengah warga Jakarta yang multikultural.
02:05Ini akan ada di kawasan Bundaran HI sampai dengan tanggal 1 Juni mendatang.
02:09Jadi tunggu apa lagi?
02:10Medina Andes di Maucak Tanah, Kompas TV, Jakarta.
Komentar