Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Mengenai misteri kematian empat anggota keluarga asal Ambarawa, Kabupaten Semarang, yang ditemukan tewas di dalam tenda glamping safari kawasan wisata alam Posong, Temanggung, Jawa Tengah, mulai menemukan titik terang.

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, polisi menduga keempat korban mengalami keracunan dari gas portable yang digunakan untuk memasak atau keracunan makanan yang dimasak di depan tenda tempat menginap. Meski begitu, polisi tak ditemukan bekas sisa makanan yang dimuntahkan. K

esedihan tak hanya dirasakan keluarga korban. Teman semasa SMA korban bernama Bagus Amar Hakiki juga mengaku sangat terpukul mendengar kabar duka tersebut. Ia tak menyangka teman yang dikenal baik dan akrab itu pergi untuk selamanya dalam perjalanan camping bersama keluarganya.

Untuk mengetahui sejauh mana soal keracunan gas portable dan atau makanan bisa merenggut nyawa, sudah ada Dokter Spesialis Forensik RSCM, Ade Firmansyah.

#keracunangas #tenda #jateng

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/671809/dokter-forensik-ungkap-penyebab-satu-keluarga-meninggal-di-dalam-tenda-akibat-keracunan-gas-portabel
Transkrip
00:00Untuk mengetahui sejauh mana soal keracunan gas portable atau makanan bisa merenggut nyawa,
00:06sudah ada dokter spesialis forensik RSCM, Ade Firman Syah.
00:10Dokter Ade, selamat petang.
00:12Selamat petang.
00:14Dokter, tapi ketika penyebab kematian kan masih dikerucutkan menjadi dua, keracunan gas atau keracunan makanan.
00:20Memang ketika ada korban yang meninggal dunia akibat keracunan makanan atau gas, ada kemiripan kah ketika ada otopsi?
00:26Ya, terima kasih. Jadi pada setiap kasus keracunan ini, kita melihat tanda-tandanya dari luar itu memiliki tanda-tanda yang
00:36mirip.
00:36Mulai dari pertama, kita bisa menemukan tanda-tanda perbendungan, lalu juga kita bisa menemukan tanda-tanda pelebaran pembuluh darah,
00:45baik pembuluh darah di kelopak mata ataupun di bagian lainnya.
00:49Nah, dari sini, tapi kalau memang dia suatu keracunan akibat gas CO misalnya, itu memiliki tanda yang sangat khas,
00:57yaitu lebah mayatnya dia akan berwarna merah terang.
01:01Karena apa? Karena sebetulnya gas CO ini, seperti tadi, kalau misalnya kita lihat dari, kita tilik dari temuan di TKP
01:09yang dijelaskan,
01:09itu memiliki adanya pembakaran ya, seperti melakukan bakar-bakaran ya, maka gas yang dikeluarkan adalah akan menjadi gas CO2.
01:19Dan CO ini akan mengikat, memiliki tingkat afinitas atau ikatan dengan hemoglobin atau zat merah darah itu 250 kali lebih
01:27kuat daripada oksigen.
01:29Sehingga di sini mengakibatkan darah itu mengandung banyak oksigen, tapi sebenarnya oksigennya tidak terikat dengan hemoglobin.
01:36Sehingga dia akan, seakhirnya sel-sel tubuh itu tidak bisa menggunakan hemoglobinnya.
01:42Akibatnya darah berwarna merah terang, tubuh pun berwarna merah terang.
01:47Dan ini akan kita temukan juga pada saat kita lakukan otopsi.
01:51Organ-organ tubuh juga berwarna merah terang.
01:53Dan kalau misalnya juga benar dia menghirup gas, maka kita akan melihat sisa jelaga di dalam saluran pernafasannya.
02:02Seperti itu.
02:03Jadi ini yang akan menunjukkan apakah benar orang ini meninggal akibat gas karbon monoksida.
02:12Untuk menegakkan apakah benar dia meninggal akibat gas monokarbon monoksida atau meninggal akibat kerajuran makanan,
02:21maka kita kembali lagi.
02:22Secara forensik, menegakkan diagnosis kematian akibat keracunan itu memerlukan beberapa hal.
02:29Yang pertama, kita harus ada namanya anamnesa kontak ya.
02:33Jadi memang benar tempat kejadian perkara itu ada menghirup atau mengonsumsi atau adanya seracun itu masuk ke dalam tubuh.
02:43Seperti tadi misalnya ada cerita bahwa CO-nya itu ada terperangkap di dalam ruang tendanya.
02:50Atau juga adanya sisa makanan yang sudah dimakan.
02:54Maka ini harus dilihat apakah benar betul itu mengandung zat rajut.
02:57Kedua, kita akan melihat adanya zat yang masuk ke dalam tubuh ini.
03:03Misalnya kayak zat karbon monoksida itu kan masuknya melalui saluran pernafasan.
03:07Maka kita akan melihat adanya jelaga di dalam saluran pernafasan.
03:11Lalu juga kita cek lambungnya untuk mengetahui adanya sisa makanannya tadi.
03:17Nah, setelah itu juga kita akan melihat di bagian dalam tubuh apakah memang ada zat racun atau metabolitnya di dalam
03:27cairan tubuh seperti di darah.
03:29Dan kemudian kita juga akan menemukan adanya kerusakan organ-organ yang diakibatkan oleh zat racun ini.
03:34Nah, dok Randing, tapi kalau misalnya kita berbicara soal kasus yang kemarin ketika misalnya sedang ada masak,
03:42seberapa besar kemungkinan asap itu memang bisa terperangkap di sebuah tenda?
03:46Karena kan kita bayangannya ini juga sekaligus untuk edukasi, tenda kan tidak betul-betul tertutup rapat.
03:51Apa memang tetap seberbahaya itu dok?
03:53Ya, jadi yang terpenting di sini adalah apakah memang sangat sulit ya kalau ketika kita mengatakan adanya keracunan gas di
04:03ruang terbuka.
04:03Nah, seperti camping itu kan di ruang terbuka.
04:05Tapi sebenarnya tenda itu kita bisa mengatakan sebagai semi-open.
04:09Nah, saya rasa selama barbegian, maka asap-asap itu masuk ke dalam tenda.
04:15Baik melalui, seperti kalau kita sedang berbakar-bakaran di dalam, di teras rumah, kemudian seluruh rumah pun akan masuk asapnya.
04:23Nah, ini sebaiknya jangan langsung ditutup, biarkan asap itu keluar dulu, habis baru kita akan tutup rapat.
04:31Tapi, akan sangat-sangat sulit sebetulnya kalau memang benar-benar open ya.
04:36Tapi sekali lagi, zat CO ini memiliki afinitas 250 kali lebih kuat daripada oksigen.
04:41Sehingga ketika dia terhirup, yang pertama kali dilaksakan orang itu akan merasa ngantuk, mengantuk dan lemas.
04:47Padahal semakin lama dia akan semakin terus menghirup gas CO itu dan akhirnya kadarnya semakin meningkat dan lebih dari 30
04:54% karboxi HP di dalam darah, itu sudah sangat fatal.
04:59Oke, dokter spesialis forensik RSCM, dokter Ade Firman Syah, terima kasih sudah berbagi edukasi buat kami.
05:05Sehat selalu dok.
05:07Sehat selalu.
Komentar

Dianjurkan