KOMPAS.TV - Disebut bakal bertekuk lutut, Iran justru terus unjuk kekuatan militernya. Bagaimana membaca eskalasi perang ini?
Kita bahas bersama Pakar Strategi Militer dari Perhimpunan Purnawirawan Angkatan Udara, alumni US Air War College, Marsma TNI (Purn) Agung Sasongkojati, dan Peneliti Senior Indo-Pacific Strategic Intelligence, Aisha Kusumasomantri.
#iran #as #teheran
Baca Juga Jelang Waisak, Kawasan Bundaran HI di Hiasi Ornamen Lampu | SAPA MALAM di https://www.kompas.tv/regional/671806/jelang-waisak-kawasan-bundaran-hi-di-hiasi-ornamen-lampu-sapa-malam
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/671808/full-pakar-peneliti-bahas-soal-iran-unjuk-kekuatan-mililiternya-di-tengah-as-klaim-taklukan-iran
Kita bahas bersama Pakar Strategi Militer dari Perhimpunan Purnawirawan Angkatan Udara, alumni US Air War College, Marsma TNI (Purn) Agung Sasongkojati, dan Peneliti Senior Indo-Pacific Strategic Intelligence, Aisha Kusumasomantri.
#iran #as #teheran
Baca Juga Jelang Waisak, Kawasan Bundaran HI di Hiasi Ornamen Lampu | SAPA MALAM di https://www.kompas.tv/regional/671806/jelang-waisak-kawasan-bundaran-hi-di-hiasi-ornamen-lampu-sapa-malam
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/671808/full-pakar-peneliti-bahas-soal-iran-unjuk-kekuatan-mililiternya-di-tengah-as-klaim-taklukan-iran
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:00Saudara disebut bakal bertekuk lutut, Iran justru terus unjuk kekuatan militernya.
00:06Lalu bagaimana membaca eskalasi perang yang terjadi, kita bahas bersama pakar strategi militer
00:11dari Perhimpunan Purnawirawan Angkatan Udara, sekaligus alumni US Air World College,
00:17Marsma TNI Purnawirawan Agung Sasongkojati yang telah hadir di Studio Kompas TV,
00:21dan saya Sapa melalui sambungan Zoom, peneliti senior Indo-Pacific Strategic Intelligence,
00:26Mbak Aisyah Kusuma Somantri, selamat petang semuanya.
00:32Selamat petang, Mas Yasser, Pak Agung.
00:34Saya ke Pak Agung dulu, ini Tid Hexat bilang bahwa sebenarnya Iran sudah takluk begitu,
00:40kekuatan drone-nya juga sudah hancur, tapi Iran membuktikan bahwa sebenarnya mereka masih bisa membalas
00:45dengan terakhir menyerang markas yang ada di Kuwait. Anda membacanya seperti apa?
00:50Itu adalah klaim dari orang yang memang biasa untuk ngomong propaganda.
00:55Hexat itu kan dulu bekas host televisi kan, sama seperti Anda begini,
00:59yang dia bekas mantan dari tentara, terakhir dia keluar pakatnya mayor,
01:03kelihatan soalnya jago ngomong, ahli mananya perang,
01:06padahal dia sebetulnya nggak tahu apa-apa.
01:07Karena dia memecat banyak jenderal-jenderal yang jauh lebih pintar dari dia,
01:11dan dia sendiri nggak tahu apa-apa, terbukti daripada keputusan-keputusannya,
01:14semata-mata hanya berdasarkan informasi yang bukan mengandalkan informasi dari militer Amerika,
01:20atau intelijen Amerika itu berdasarkan lebih berbau daripada politik,
01:25keputusan politik yang sama sekali tidak mengindahkan nasihat daripada Pentagon.
01:29Padahal dia sendiri adalah pimpinan di Pentagon.
01:31Jadi apapun dia pakai Hexat itu jangan dipercaya, itu ngomong kosong semua,
01:34karena dari semua jenderal-jenderal punawirawan Amerika,
01:39menyeturkan bahwa orang ini sebenarnya nggak punya kualifikasi untuk jadi menteri,
01:42dan dia juga mengatakan hal-hal yang hanya ngomong kosong.
01:45Jadi menurut Anda ini hanya propaganda biasa?
01:48Propaganda ada orang yang nggak tahu apa-apa, Hexat itu.
01:51Tapi kenapa akhirnya propaganda ini terus bisa kita katakan sering dilakukan,
01:56karena tidak hanya Pete Hexat yang menyatakan itu,
01:58tapi Presidennya Donald Trump juga selalu menyampaikan hal-hal yang tidak bisa dipegang.
02:03Kita tahu bahwa Donald Trump, itu dia Art of the Deal,
02:06dia bikin buku Art of the Deal tahun 1987 ya, isinya adalah,
02:10kalau kita bernegosiasi, maka negosiasi terus disusun 9 rupa,
02:14sehingga bukan win-win solution, tapi win besar dan lawannya loss.
02:19Kemudian, kalau lawannya masih bertahan, ini dalam soal jual-beli real estate ya,
02:26atau bisnis lain, itu bagaimana caranya ditekan lawan itu dengan tuntutan hukum,
02:31kemudian dengan menggunakan media masa, kemudian dengan ancaman,
02:34sehingga pada akhirnya lawan itu selalu bereaksi, bukan beraksi,
02:39sehingga pada posisi selalu defensif.
02:40Apa yang dikerjakan oleh Trump dan oleh pembantu-pembantinya seperti si Hexat ini,
02:44adalah gerakan yang persis seperti buku Art of the Deal-nya Donald Trump,
02:49yaitu menekan, menginjek, memaksa, dan tujuannya adalah lawan,
02:53mengikuti apa yang saya maui, bukan apa yang dia maui.
02:56Dan kali ini ketemu batunya, karena yang ditemukan adalah Iran,
02:59yang sama sekali mungkin sudah mempelajari buku itu,
03:01dan langsung membuat counter daripada apa yang dilakukan,
03:04sehingga itu mentah dan tidak bisa sukses seperti apa yang dilakukan oleh Donald Trump.
03:08Berarti karakternya ini nggak mempan sama Iran ya, begitu ya,
03:10bisa disimpulkan sederhana seperti itu.
03:13Saya ke Mbak Esa-Mbak Esa juga melihat hal yang sama,
03:15sebenarnya apa yang disampaikan oleh Pete Hexat,
03:17ini hanya omong kosong belaka, dan sebenarnya dari Iran sendiri sudah tidak termakan
03:22dengan pernyataan-pernyataan ataupun klaim-klaim dari Amerika Serikat.
03:27Ya, kita kira-kira kita juga harus melihat pola ke belakang,
03:31bahwa memang ada perpecahan juga dari Amerika Serikat,
03:33sudah berkali-kali sebenarnya dari J.D.Fan sendiri,
03:36waktu Presiden Amerika Serikat, ini mencurigai bahwa memang ada manipulasi data
03:40yang diberikan oleh Pete Hexat kepada Donald Trump, gitu.
03:43Karena apa yang kemudian dikatakan oleh Hexat kepada Donald Trump,
03:46itu hanya sesuatu yang terdengar bagus saja, gitu ya, terkait peperangan ini.
03:50Jadi sebenarnya ada loop dan echo chamber of information yang mengeliling Presiden.
03:54Sementara itu, ketika Presiden di-feed in informasi seperti itu,
03:58dia kan akan berbicara di terus sosial media, lalu kemudian akan berbicara ke publik,
04:01sehingga kemudian informasi yang beredar, gitu ya, di Amerika Serikat,
04:05ini pada akhirnya itu menyokong kemudian kemenangan Amerika Serikat.
04:09Padahal kalau kita lihat dari berbagai macam pemberitaan di level internasional,
04:13ini kenyataannya tidak sesuai dengan apa yang kemudian dibicarakan oleh Donald Trump,
04:17Pete Hexat, maupun kemudian media tersebut.
04:19Sehingga saya kira sebenarnya di sini, yang disoroti itu hanya kemudian highlighting ya,
04:24kemenangan-kemenangan taktikal kecil yang dimiliki oleh Amerika Serikat.
04:27Sementara, mereka tuh mengabaikan sebenarnya faktor-faktor strategis yang muncul.
04:31Misalnya, ya, kita berbicara tentang kemudian kerugian yang didapatkan dari kenaikan harga energi,
04:37lalu kemudian kelangkaan, apa namanya, barang-barang strategis,
04:40seperti misalnya pupuk berbasis nitrogen, lalu kemudian apa, helium,
04:44dan kemudian kita bicara juga tentang kemudian bahan-bahan lain seperti plastik.
04:48Dan juga kemudian ini menutupi juga fakta bahwa saat ini Republikan,
04:51ini sedang terdesak di dalam pemilihan, apa namanya, term election.
04:55Oleh karena itu saya kira sebenarnya Amerika Serikat di sini, ya,
04:59posisinya itu berada di dalam echo chamber yang sebenarnya diciptakan oleh lingkaran jajaran kepemimpinan Donald Trump, ya,
05:06dan juga kemudian dia yang ikut mengamplifikasi hal tersebut.
05:09Oke, sehingga akhirnya seperti yang tadi disampaikan oleh Pak Agung,
05:14bahwa sebenarnya dari Iran sendiri mereka tidak mempan lagi lah dengan apa klaim-klaim
05:18maupun apa yang selalu menjadi pernyataan dari Amerika Serikat.
05:23Karena kalau kita lihat, Iran sendiri kekuatan militernya itu masih selalu ditunjukkan.
05:27Kita tampilkan lagi, ini beberapa kekuatan militer Iran yang selalu ditampilkan,
05:32juga selalu disampaikan menjadi salah satu modal militer mereka.
05:37Ini ada rudal serifatah, ini salah satu rudal supersonik yang jadi andalannya Iran,
05:44karena ini salah satu keunggulannya adalah sulit dihalau oleh Iron Dome,
05:53seperti sulit dihalau oleh Iron Dome, baik dari Amerika Serikat maupun Iran,
05:56dan jadi salah satu rudal yang paling canggih milik Iran.
05:59Kemudian ada Khaybar Sahan, ini juga memiliki kemampuan ataupun keunggulan
06:05yang dapat mengelabui radar pertahanan musuh, dan juga ada rudal Khomarsar.
06:12Ini juga menarik, ini karena hulu ledaknya sampai 1,5 ton.
06:15Selain itu juga ada drone Sahed dan juga drone Kamikaze seri 149 dan juga 136,
06:21yang menarik yang disampaikan oleh PM Israel, Benyamin Netanyahu yang menyatakan bahwa
06:29dia sangat khawatir kalau seandainya drone Sahed seri 149 milik Iran ini masih sangat mengancam.
06:36Nah pertanyaannya ke Pak Sasongko, semua armada-armada militer Amerika Iran saat ini apakah memang masih ada?
06:44Oh iya, dari New York Times menyebutkan bahwa Iran masih utuh 70% daripada senjatanya.
06:51Tepat pada saat berhentinya kerja senjata pertama, 40 hari setelah pertempuran ya,
06:58itu berhenti itu masih 70% untuk rudalnya.
07:01Untuk dronenya, dalam jangka waktu, jadi selama perang itu juga selalu berjalan.
07:06Ingat, drone Sahed 136, 149, dan 158 adalah drone yang dibuat Iran dengan tujuan ekspor semula.
07:13Pertahun lalu saja, Iran mengekspor dalam setahun 55 ribu drone Sahed 136.
07:1955 ribu?
07:19Iya, artinya dengan tidak kesulitan, Iran nambah 10 ribu, 15 ribu, dalam waktu 2 bulan ini,
07:26mungkin dia sudah nambah kembali utuh lagi, kembali cadangan mengenai dronenya.
07:30Karena bagaimana mereka mengerjakan?
07:32Karena mereka sudah punya sistem yaitu pembuatan seperti pembuatan mobil.
07:36Karena dia sudah industrial level, berarti dia punya body daripada drone,
07:39kemudian dia punya mesin, dia punya bahan bakar, dia punya autopilot,
07:43sedangkan punya cablingnya, kabel ya, kemudian ditambah dengan powerhead.
07:46Dia tinggal plak-plak-plak, dipasang-plak, pasang-plak, pasang-plak, pasang,
07:49kemudian nyalakan mesin, coba siap dipakai, siap dipakai.
07:51Jadi sudah, betul-betul sepertinya tak mobil.
07:53Dan kalau kita lihat seperti pabit-pabit ya perakitan mobil di Kerawang,
07:56ataupun di sekitar Jakarta, itu sehari bisa.
07:59Seperti itu ya?
07:59Seperti itu persis.
08:00Dan ini lebih sederhana.
08:01Cuma bayangkan hanya body pesawat yang ukurannya sebesar 4 meter gitu ya,
08:08kemudian ditambahin dengan beberapa itu hanya plak-plak-plak, pasang.
08:11Karena mereka sudah menggunakan sistem.
08:13Dan sebagian dari peralatannya autopilot mungkin di China,
08:16di kampung dari China, kemudian motornya,
08:18kemudian yang lain body dibuat sama Iran,
08:20dan itu tinggal ini.
08:21Mereka kirim ke Rusia, bukan berpadron utuh,
08:24mereka kirim komponen, di Rusia dirakit lagi.
08:2755 ribu itu semua dirakit kembali di Rusia.
08:30Di Iran, mereka juga tidak kesulitan untuk menambah drone itu.
08:34Jadi yang paling penting adalah seperti rudal tadi, rudal Fatah.
08:37Kecepatan bukan 5 kali, itu 13 kali kecepatan suara.
08:41Amerika sendiri yang sekarang mencoba membuat hypersonic missile atau rudal hypersonic,
08:48itu hanya bisa mencapai 5 kali kecepatan suara,
08:50dan gagal, belum sukses.
08:52Baru buat 7 prototipe, dan itu pun belum sukses,
08:55belum bisa dioperasikan.
08:56Yang Uliya bilang hebat, kenapa?
08:57Karena masalah pengembangan di Amerika,
08:59punya sistem yang demikian rumit, yang membuat mereka susah.
09:02Sehingga Anda meyakini bahwa 70% kekuatan militer Iran yang masih ada,
09:07ini termasuk drone-drone andalan Iran.
09:09Yang menyebutkan adalah New York Times,
09:10dari Internal Intelligence Amerika,
09:13menyebutkan seperti itu.
09:14Untuk mengingatkan bahwa Iran ini siap untuk membalas.
09:18Jadi, tapi kan perang itu bukan soal senjata ya.
09:22Ngukurnya perang itu menang atau enggak.
09:23Saya nggak bisa bilang Iran menang, Amerika menang.
09:26Kita ngukurnya diplomasi-informasi militer.
09:29Diplomasi, Amerika bapak belur.
09:31Temennya berkurang, kesulitan lah.
09:33Udah kita udah tahu ya.
09:34Informasional.
09:36Amerika, apa lebih kuat dari dulu, dia lebih lemah.
09:38Iran jelas lebih kuat, kita lebih kenal Iran.
09:41Saya nggak tahu Iran secara detil,
09:43sekarang tahu betul.
09:44Kemudian, secara militer.
09:46Ya, Amerika tetap yang terkuat di dunia,
09:48tetapi kekuatannya tidak bisa berdaya
09:50karena implikasi dampak dari kekuatan militer digunakan,
09:52sama juga menusuk dirinya sendiri.
09:54Akan harga minyak naik, akan jadi masalah besar.
09:56Jadi, nggak bisa digunakan stalemate lah.
09:58Dan dia dibalas.
09:59Dan terakhir adalah ekonomi.
10:00Nggak berdaya yang megang 20 persen minyak dunia dan gas dunia itu Iran.
10:05Artinya apa?
10:06Apa Amerika menang?
10:07Jelas nggak.
10:08Apa Iran kalah?
10:09Jelas nggak.
10:09Apa Iran lebih unggul?
10:11Ya.
10:11Amerika lebih unggul?
10:12Nggak deh kayaknya.
10:14Karena secara militer pun, dia mau nyerang pun.
10:16Sekarang nyerangnya ya, nyerangnya seadanya.
10:19Sehingga akhirnya Amerika Serikat akhirnya berpikir dua kali
10:23kira-kira strategi apa yang dilakukan untuk menaklukan Iran.
10:25Tidak hanya melakukan strategi militer,
10:27tapi ada strategi propaganda.
10:29Karena yang terbaru yang disampaikan oleh Mojtaba adalah
10:31khawatir dengan strategi perpecahan sosial
10:34yang dilakukan oleh Amerika Serikat.
10:36Mbak Isha membacanya seperti apa nih?
10:38Strategi yang dilakukan Amerika Serikat
10:39agar bisa menang dari perang.
10:40Tapi kita jangan dijawab dulu.
10:42Kita lanjutkan perbincangan kita.
10:44Ustaz Jeddah, tetap bersama kami di Kompas Petang.
10:47Tidak hanya strategi militer,
10:49tapi Amerika Serikat nampaknya juga menggunakan
10:51strategi diplomasi dan juga informasi.
10:52Karena terbaru, ini pertanyaan gantung saya ke Mbak Isha adalah
10:55Mojtaba, pemimpin tertinggi Iran,
10:57menyatakan bahwa jangan sampai kita termakan
10:59oleh politik strategi perpecahan sosial
11:03atau strategi perang urat syaraf dari Amerika Serikat.
11:06Apa yang Anda baca dari sini, Mbak Isha?
11:08Iya, jadi kita lihat memang Amerika Serikat ini kan punya
11:11sebuah, apa namanya,
11:13doktrin ya di dalam information operations mereka.
11:16Namanya adalah information environment gitu.
11:19Dimana kemudian yang ingin dilakukan oleh Amerika Serikat
11:22adalah membuat orang lain melihat sebuah kejadian
11:25dari suatu pandangnya Amerika Serikat.
11:27Dengan berbagai macam manipulasi informasi,
11:30framing, contextualizing fakta gitu ya.
11:34Nah termasuk dengan apa yang kemudian kita lihat tadi.
11:36Dari apa yang disebutkan oleh Hexat, Donald Trump,
11:38dan kemudian bahkan penduduk uangannya sendiri
11:40itu mengatakan bahwa seolah-olah Amerika Serikat
11:42memiliki upper hand.
11:44Padahal kan posisinya sebenarnya berbeda jauh
11:45dari apa yang kita lihat.
11:47Kalau untuk pernyataan-pernyataan tersebut saya kira
11:49ini bisa ada dua target ya.
11:50Yang pertama, untuk kemudian framing yang disebutkan oleh Hexat
11:53saya yakin itu targetnya adalah domestik.
11:55Kenapa? Karena saat ini Republikan harus menang
11:57di pemilu selan nanti di bulan November
11:59untuk bisa mendapatkan posisi yang dominan
12:02di dalam kongres nanti setelah paruh pemilu nanti.
12:05Karena gini, kalau tidak Donald Trump itu akan menjadi
12:07seorang presiden yang ada potensi.
12:10Ini beliau bisa diimpeach pertama.
12:12Lalu yang kedua, kalau misalnya pun tidak diimpeach ya
12:14semua keputusan politiknya itu bisa dimaksudkan
12:16oleh kongresnya sendiri.
12:18Nah untuk Iran saya kira itu juga ada pesan-pesan
12:20yang kemudian diberikan ya.
12:22Terutama kemudian yang sejak awal itu dikatakan oleh Amerika Serikat
12:25bahwa masyarakat Iran harus bisa menjatuhkan pemerintahnya sendiri.
12:29Masalahnya gini, yang namanya politik di suatu negara
12:31itu pasti ya berlagam orang.
12:34Pasti ada yang setuju dengan pemerintahannya, ada yang tidak.
12:36Tetapi permasalahannya, under pressure seperti ini
12:39ketika Iran berada di dalam posisi di mana Amerika Serikat
12:42terus-menerus melakukan serangan ofensif.
12:44Jadi bukan Iran sebenarnya melakukan serangan ofensif,
12:45tapi Amerika Serikat.
12:46Lagi-lagi itu kan merupakan justifikasi Amerika Serikat
12:48untuk bisa melanjutkan perang gitu ya.
12:50Lalu kemudian pemerintahnya under pressure,
12:53ekonomi mereka juga kemudian ditekan dengan blokade
12:56dan kemudian ada potensi storage capacity
12:59dari fasilitas minyaknya ini terbatas.
13:01Apalagi kita tahu bahwa di sini
13:03masalah program nuklir ini juga menjadi salah satu bargaining chips
13:06yang diangkat oleh Amerika Serikat.
13:08Saya rasa dari masyarakat Iran
13:10mereka akan mengedepankan rally around the flag behavior.
13:13Kalau misalnya seandainya ada orang yang justru terlihat ya
13:16pro Amerika Serikat di saat seperti ini,
13:18itu justru akan ada besar potensi
13:20sebenarnya mereka akan dianggap sebagai mata-mata
13:22dan masih masyarakat tidak ada yang mau mengambil resiko itu.
13:24Jadi menurut Anda dengan kekuatan militer yang
13:28kekuatan militer Iran yang tadi menurutnya
13:30masih 70% dan mereka selalu menunjukkan
13:33kekuatan militer mereka,
13:34sebenarnya strategi yang diambil Iran ini
13:36masih tetap sama, defensif, menunggu respon dari Amerika Serikat
13:39untuk melakukan peperangan
13:42atau sebenarnya Iran sendiri ayolah kita negosiasi aja?
13:47Karena gini, yang dilakukan Amerika Serikat itu sekarang
13:50adalah meningkatkan leverage-nya.
13:51Karena dia tahu kalau misalnya cut off-nya
13:53berada di masa penandatanganan MOU ya,
13:56ketika MOU-nya misalnya nanti disepakati,
13:59maka Iran akan memiliki banyak upper hand strategis sebenarnya.
14:02Baik itu bidang platformus,
14:03baik itu kemudian di dalam negosiasi nuklir ya,
14:05dan bahkan kemudian negosiasi sanksi.
14:07Ini kan membuka sebenarnya pintu-pintu
14:09yang tadinya tidak pernah terbuka untuk Iran ya,
14:12sebelum perang ini,
14:13dan pasca perang ini itu jadi bisa dibicarakan ulang
14:15dan dinegasiasikan ulang.
14:17Satu saja kemudian bonus dari perang ini ya,
14:19selain masalah-masalah hormus itu
14:20yang bisa terrealisasikan gitu ya,
14:23maka ini akan udah menjadi strategi win sebenarnya untuk Iran.
14:25Amerika Serikat membutuhkan sebenarnya
14:27pemenangan simbolis untuk bisa melakukan hal tersebut
14:30dan mengklaim ke dalam negerinya
14:31bahwa mereka sudah memenangkan perang.
14:33Saya kira baik Iran maupun Amerika Serikat ini
14:35membutuhkan, sama-sama membutuhkan
14:36kemudian kemenangan simbolis tersebut gitu ya.
14:39Nah ini yang ingin saya tanyakan ke Pak Agung,
14:40sebenarnya kemenangan simbolis yang dimaksud oleh Mbak Isha itu
14:43sebenarnya yang diinginkan Amerika Serikat itu seperti apa?
14:46Kemenangan bahwa Iran akan diberitakan
14:49menyederahkan uranium yang ke Amerika.
14:53Iran bersedia tidak menutup selat hormus.
14:57Itu saja.
14:58Regime James sudah menjadi perubahan regime.
15:00Bukan regime change, tapi ganti regime.
15:03Atau bukan ganti regime, tapi perubahan regime.
15:05Karena ada yang mati segala macam.
15:07Tapi intinya bisa diolah oleh Amerika,
15:10diolah oleh Trump, Mbak Mbak Trump,
15:11sehingga kelihatan bahwa Amerika mendapatkan gain lebih
15:15atau hasil lebih daripada ini.
15:17Padahal sesungguhnya mereka tidak dapat apa-apa
15:19dan menjadi lebih berkurang posisinya.
15:21Jadi tanggal 27 Februari,
15:23di mana Iran itu tidak ada megang apapun di selat hormus,
15:27sekarang jadi megang selat hormus dan minta lebih dari banyak.
15:30Karena ternyata penutupan selat hormus adalah
15:33senjata nuklir ekonomi.
15:34Jadi sekarang kita lihat tadi ya,
15:36dipormasi-informasi militer ekonomi,
15:37instrument of national power Iran,
15:39diadu dengan instrument of national power Amerika,
15:41ternyata secara diplomasi,
15:43Iran sekarang dengan selat hormus,
15:45dia memiliki senjata geopolitik
15:47yang membuat Amerika tertekan di luar negeri
15:49dan tertekan di dalam negeri.
15:51Dan juga sekaligus senjata geoekonomi
15:53yang mana membuat Amerika sekutunya tertekan di luar negeri
15:58dan di dalam negeri tertekan juga ekonominya.
16:00Dan juga geoinformasional.
16:02Kenapa?
16:02Secara informasi,
16:04Iran sekarang menjadi kenal orang,
16:05menjadi citranya naik,
16:07Amerika menjadi citranya rontok
16:08dan tidak menjadi lebih baik dari dahulu.
16:11Dan sekarang,
16:12untuk militer,
16:13membuat orang tidak sangsi
16:14apakah Amerika betul-betul mengasai dunia dengan militernya,
16:17sanggup mencegah,
16:18nyatanya dia sangat sanggup melawan Iran
16:20yang dengan senjata yang lebih ini.
16:22Karena sungguhnya Amerika,
16:24dengan segala macam kehebatannya,
16:25dengan segala macam kapal Indo,
16:27dan segala macam hebat-hebat itu,
16:30itu dia masih bertempur di abad yang lalu.
16:32Iran dengan semua senjatanya yang tanpa awak ini,
16:35itu sudah bertempur di era sekarang.
16:38Oke.
16:39Jadi ada dua,
16:40harusnya Amerika sudah loncat ke sistem yang baru,
16:43tetapi mereka belum siap untuk itu,
16:44karena memang tidak mudah merubah sistem kapitalis,
16:48industri pertahanan Amerika,
16:49dari yang sekarang,
16:50berubah menjadi modern sekali,
16:52lain dengan negara tertekan,
16:54atau negara yang dipaksa dalam berperang,
16:55seperti Iran, Rusia, dan China,
16:57yang selalu fleksibel,
16:58dengan segera mengubah sistem atau doktrin perangnya,
17:02ke arah yang memang bisa mengkonter hegemonyi utama dunia,
17:05yaitu Amerika.
17:06Sehingga kalau kita lihat,
17:06ini tidak hanya perang militer yang terjadi
17:10antara Amerika Serikat, Israel, dan juga Iran,
17:12tapi yang juga menarik adalah soal data intelijen ini,
17:15kekuatan intelijen ini.
17:16Kalau dari Mbak Isha sendiri melihat,
17:18sebenarnya kalau dari data intelijen Amerika Serikat,
17:22Israel, dibandingkan dengan Iran,
17:24ini siapa yang paling kuat?
17:27Ya, mungkin saya menambahkan sedikit yang tadi ya,
17:30dari Pak Agung, sebelum saya menjawab pertanyaannya.
17:32Karena begini, yang cukup menarik ini adalah,
17:34sebenarnya Iran ini sudah berusaha untuk
17:36kemudian, mendepankan negosiasi.
17:38Karena apa?
17:38Meskipun Iran melakukan retaliasi,
17:40retaliasi itu tetap terkontrol.
17:41Jadi sebenarnya Iran di sini,
17:43dia ingin melakukan negosiasi,
17:44karena apa?
17:45Karena dia sudah punya bargaining position di posisi ini.
17:47Berbeda dengan Amerika Serikat,
17:48yang dia ingin terus menaikkan leverage,
17:49karena kalau dia menarik garis cut off di sini,
17:52dan kemudian dia pada akhirnya harus menjalani pemilu
17:55dengan kondisi seperti ini,
17:56maka kemudian dukungan-dukungan,
17:58khususnya dari hawkish Amerika Serikat,
17:59itu akan mundur semua kepada Donald Trump.
18:02Nah, lalu terkait data intelijen,
18:04nah ini yang cukup menarik kalau kita lihat.
18:06Karena Amerika Serikat ini merupakan salah satu lab hidup
18:08dari penggunaan AI sebagai pembuatan strategis,
18:13decision making di bidang strategis,
18:15di bidang operasional, dan di bidang taktel.
18:16Yang menariknya, permasalahannya,
18:18meskipun Amerika Serikat ini punya kekuatan intelijen
18:21yang paling kuat di dunia,
18:23tetapi permasalahannya,
18:24jaringan ini tidak bisa menembus sebenarnya
18:27ketertutupan Iran.
18:28Karena kita tahu bahwa sebenarnya
18:29ada human intelligence yang diplanting ke sana,
18:31ada kemudian agen-agen CIA,
18:33dan kemudian ada agen dari pasukan Kurdi
18:35yang kemudian masuk ke sana.
18:37Dan ini sebenarnya sudah disiapkan
18:38berbulan-bulan sebelum perang,
18:40untuk bisa preparing war,
18:41khususnya untuk menyebarkan informasi-informasi,
18:44dan keinginan masyarakat
18:45untuk topple down the government.
18:47Tapi masalahnya ini tidak berhasil.
18:49Karena apa?
18:49The government namanya resilience.
18:50Dia kemudian kontra-integener juga kuat.
18:53Dan kita lihat di sini,
18:54permasalahan utamanya dengan penggunaan AI tadi,
18:56Iran ini sebenarnya,
18:58ini kan melakukan misalnya procurement data,
19:00itu rata-rata dari dalam negeri.
19:01Sehingga kemudian blackout data AI-nya,
19:04dia tidak bisa menakar sebenarnya
19:06kemampuan apa dan langkah apa
19:07yang akan diambil oleh Iran.
19:09Karena data-data yang seharusnya dipakai
19:11untuk generating model data dari AI itu,
19:15itu juga tidak bisa kemudian mengidentifikasi
19:17seperti apa sih mungkin karakteristik
19:19Jadi walaupun punya miliki data AI yang canggih
19:21Amerika Serikat ini,
19:22walaupun punya miliki data AI yang canggih,
19:24namun nampaknya tidak bisa menembus pertahanan
19:26atau menembus Iran ya.
19:27Kita nantikan eskalasi akan seperti apa nih,
19:29perang antara Amerika Serikat, Israel,
19:31dan juga Iran yang masih tengah terjadi.
19:33Terima kasih,
19:34Mbak Agung Sasonggojati telah hadir di studio Kompas Petang,
19:37dan juga ada Mbak Isha,
19:38Kusumo Somantri,
19:39atas perspektifnya di Kompas Petang.
19:41Salam sehat.
19:42Terima kasih.
Komentar