Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Guru Besar Kriminologi FISIP UI, Adrianus Meliala menyoroti munculnya fenomena begal yang kembali marak hingga "pocong begal" yang viral di media sosial.

Menurutnya, modus tersebut bertujuan membuat korban berhenti dan berada dalam posisi rentan untuk dirampas kendaraannya.

Fenomena itu, lanjut Adrianus, merupakan bentuk moral panic atau kepanikan sosial yang diperbesar media sosial.

Adrianus menilai media sosial mempercepat terbentuknya ketakutan massal di masyarakat. Korban maupun warga yang menyaksikan kejadian langsung mengunggah peristiwa ke media sosial hingga memicu kepanikan.

Ia juga mengkritik respons aparat yang dinilai terlambat. Menurut Adrianus, polisi sebenarnya sudah mengetahui wilayah rawan dan jaringan pelaku, namun baru bergerak masif setelah kasus viral.

Adrianus mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi informasi viral dan tidak melakukan aksi main hakim sendiri terhadap orang yang dicurigai sebagai pelaku begal.

Ia juga mengkritik penggunaan istilah "tembak di tempat" yang menurutnya masih sering dipakai aparat untuk membangun efek psikologis.

"Hari gini kok masih pakai pendekatan operasi ya," ujarnya.

Menurut dia, penanganan begal seharusnya dilakukan lebih permanen lewat patroli rutin, penguatan intelijen, penerangan jalan, hingga respons cepat polisi dalam membangun kontra narasi di media sosial.

Terkait pelibatan TNI dalam operasi pemberantasan begal, Adrianus menyebut hal itu bisa dipahami karena situasi ketakutan publik sudah terlanjur terbentuk. Namun ia mengingatkan keterlibatan TNI tidak boleh berlangsung lama.



Baca juga: https://youtu.be/E7dMQXvAzrc?si=eJUpnG_W4EGn_W9U

Executive Producer: Sadryna Evanalia
Producer: Elisabeth Widya

Reporter: Jocelyn Valencia

Video Editor: Joshua Victor



#kriminal #pocong #polisi



https://youtu.be/K6L5IINxO7g

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/671778/viral-fenomena-pocong-polisi-bentuk-satgas-pemburu-begal-kriminolog-ui-soroti-kepanikan-sosial
Transkrip
00:00hai hai hai hai hai hai hai hai saya ingin mengklarifikasi bahwa video yang sudah tersebar di
00:21kami membentuk Satgas Pemburu Begal dengan total tersangka yang sudah kami lakukan upaya paksa 173 orang
00:46mengapa masih harus pakai pesan-pesan kampungan ya tadi tembak di tempat lah nggak ada cara lainnya
00:52jangan hanya pakai cara-cara yang bersifat show off ya dan ketika kemudian lalu ada teman yang mau membantu
00:58seperti ini ya kita harus terima itu Halo Sobat Kompas TV berjumpa kembali dengan saya Jocelyn Valencia dan
01:04seperti biasa di Zoomcast kali ini kita akan membahas isu-isu terbaru yang menjadi perbincangan
01:08masyarakat Sobat Kompas TV aksi Begal kini bukan lagi sekedar kriminalitas jalanan ia berubah menjadi
01:14teror sosial mulai dari maraknya aksi Begal di Jakarta munculnya Satgas Pemburu Begal kemudian
01:21pelibatan TNI hingga viralnya isu pocong Begal yang membuat masyarakat itu takut keluar rumah saat
01:27dini hari di media sosial ketakutan ini juga menyebar jauh lebih cepat ya daripada klarifikasinya
01:32sementara di lapangan sebagian publik mulai mendukung tindakan ekstrim seperti Begal ditembak di tempat
01:39Nah lalu apakah ini tanda negara sedang serius memberantas kejahatan atau justru sinyal bahwa
01:45masyarakat sudah kehilangan rasa aman dan kepercayaan terhadap hukum Nah Sobat Kompas TV kita akan membahasnya
01:51bersama Prof Adrianus Meliala selaku guru besar kriminologi fisik Universitas Indonesia Halo Prof Adri selamat sore
02:03terima kasih Prof sudah meluangkan waktunya ya Selamat Idul Adha juga Prof ini kita langsung saja gitu ya Jakarta belakangan
02:12itu kan terasa
02:12seperti masuk fase darurat Begal dimana-mana kita ngomongnya hati-hati Begal gitu Nah dari sudut pandang kriminologi
02:20apakah ini bentuk eskalasi kejahatan Prof atau sebenarnya eskalasi ketakutan publik yang kedua sebetulnya
02:25dari segi kasusnya sebetulnya Begal ini tidak terlalu beda ya dengan waktu-waktu yang lalu ya
02:31sudah pernah terjadi namun khususnya terjadi di wilayah pinggiran di Bekasi ya di Depok di Tangerang gitu ya
02:39dan karena terjadi di pinggiran maka tidak terlalu menarik perhatian begitu kemudian Begal terjadi di
02:47di apa dalam kota ya di Jakarta Pusat gitu di beberapa beberapa ruas jalan maka langsung menarik perhatian
02:54juga khususnya karena entah korban atau ada yang melihat lalu kemudian mempostingkannya
02:59ya jadi lalu timbullah satu semacam semacam ketakutan masal ya Begal sudah sampai di dalam kota padahal sebetulnya
03:08dari dulu juga ada gitu nah mungkin juga karena ada korban-korban yang kemudian lalu amat sadar media ya
03:15lalu kemudian mempostingnya di media sosial alhasil kemudian menjadi semacam demam ya demam Begal
03:24jadi memang sebetulnya kalau dibilang ini kesalahan siapa ya saya kira memang ada dua pihak yang perlu dituding ya
03:32dalam hal ini pihak Pemda DKI sebagai atau Pemda Bekasi juga boleh ya Depok juga boleh sebagai pihak-pihak yang
03:39mengetahui bahwa kawasan mereka itu ada yang gelap sepi ya lalu kemudian apa tidak ada orang di situ
03:48khususnya pada malam hari lalu kemudian cenderung tidak berbuat maksimal dan yang kedua di pihak adalah kepolisian
03:55sudah tahu tadi ya ada yang ada begal di beberapa tempat tapi lalu kemudian tidak melakukan enforcement ya
04:02berupa patroli atau meletakkan mobil patroli atau motor patroli yang bersifat statis atau yang mobile begitu ya
04:14malah kemudian lalu bersikapnya reaktif terus nah begitu kemudian lalu timbul timbul fear ya diantara masyarakat
04:20barulah kemudian repot-repot bikin satgas ya bikin operasi-operasi menurut saya hari gini kok masih pakai pendekatan operasi ya
04:29dulu ketika polri masih belum kuat ya dari segi jumlah dari segi anggaran dari segi peralatan
04:36maka pendekatan operasi itu dipilih untuk supaya dapat anggaran yang cukup dari Pemda misalnya
04:42dan kemudian lalu semua apa berbagai unsur di satuan wilayah di Jakarta misalnya dikumpulin ya dikumpulin
04:49untuk kemudian bisa melakukan suatu operasi yang bersifat massal pada satu titik ya untuk beberapa waktu
04:55sekarang semua satwil seperti polres ya atau polsek itu hampir sudah ideal dari segi daftar susunan personil
05:03demikian pula dari segi anggaran juga cukup ideal dari segi infrastruktur apalagi gitu ya
05:09nah kok masih pakai pendekatan operasi jadi kemana aja nih yang tambahan-tambahan personil yang selama ini ada ya
05:15selama 20 tahun sudah berkembang sekitar 150 ribu anggota polri
05:19artinya apa? mereka semua tidak digerakkan disebarkan secara cukup ya
05:23apalagi untuk menanggulangi kejahatan seperti ini
05:26makanya menurut saya langkah polri ini menurut saya kesiangan ini gitu ya
05:30dan ketika kemudian lalu ada lagi pihak yang ingin cawe-cawe membantu ya seperti TNI
05:36ya saya tidak menyalahkan TNI-nya ya karena sudah keburu tercipta kristalisasi ketakutan
05:42maka ya saya kira harus menyambut baik kehadiran TNI walaupun ya jangan lama-lama ya
05:48begitu selesai urusan ini TNI harus kembali ke kandangnya gitu ya
05:53sebab TNI tidak memiliki legitimasi atau kewenangan mengurusi kejahatan ketertiban umum seperti ini
06:00demikian
06:00Prof tadi Prof juga menyebut gitu ya ada TNI kemudian masih pendekatan dengan operasi
06:06nah dalam hitungan minggu muncul satga seperti yang tadi Prof bilang gitu ya
06:10ada patroli sampai pelibatan TNI
06:12nah Prof tadi juga sempat menyebut jangan lama-lama
06:15berapa lama Prof?
06:16sebenarnya seberapa serius sih situasi kejahatan jalanan saat ini gitu?
06:22jadi dalam waktu 2 minggu saja setelah tim bentukan polda metro itu bergerak
06:28langsung kemudian sudah bisa ditangkap 200 orang
06:32apakah lalu 200 orang ini ditangkap pada saat mereka sedang membegal?
06:35tidak
06:35yang mereka ditangkap karena mereka sebetulnya sudah masuk dalam radar kepolisian
06:40sebagai anggota dari kelompok Runmore yang aktif selama ini
06:45dan kemudian sekarang memakai modus baru
06:48maksudnya apa? selama ini kelompok-kelompok itu
06:51itu banyak mengincar R2 ya atau kendaraan R2 atau R4 juga sekali-sekali
06:56di yang terparkir di perumahan
06:58atau yang terparkir di pinggir jalan
07:00atau yang terparkir di tempat-tempat seperti mall gitu ya
07:04dan sekarang relatif untuk mencecar target-target seperti itu
07:09sudah semakin susah
07:10ada CCTV yang sekarang semakin marak
07:12kemudian juga orang cenderung untuk memakai
07:14apa namanya kunci ganda gitu ya
07:17maka makin susah
07:18nah oleh pihak lain
07:20lalu kemudian timbul semacam ide baru
07:22yakni melakukan penculian di jalan raya
07:25pada saat ada orang yang melakukan sedang berkedara
07:29dipepet ya
07:30dan kemudian dijatuhkan dan motornya diambil
07:32itulah yang kemudian kita sebut sebagai begal tadi gitu ya
07:36nah dikatakan lainnya modus baru ya
07:38dan mereka-mereka yang kemudian sebetulnya pemain lama
07:42tapi lalu melakukan modus baru inilah yang kemudian dipetik
07:45atau diambil atau ditangkep oleh kepolisian
07:48jadi dengan kata lain sebetulnya polisi sudah tahu
07:51apa mereka-mereka yang berada di balik ini semua
07:54tentu ada juga yang pemain-pemain baru ya
07:57yang apa yang kena rame-rame
07:59maka lalu kemudian coba-coba dan ternyata ya dapet nih
08:01tapi sebetulnya polis sudah tahu datanya
08:04alhasil kemudian segera bisa digulung
08:06dan pada waktu yang segera akan turun
08:08jumlah kejahatan begal ini mengingat pelakunya
08:12sudah berada di tahanan kepolisian
08:13jadi kalau tadi kita bicara menecepat atau lambat
08:16maka kehadiran TNI pun juga tidak akan sampai
08:20pada konteks penangkapan
08:21paling-paling pada saat melakukan razi ya
08:24di tengah jalan pada malam hari gitu ya
08:28barulah kemudian teman-teman TNI memperkuat
08:30nah maka ketika sebetulnya pelaku-pelaku yang sudah ditahan kepolisian
08:35maka sebetulnya kegiatan operasi di jalan itu
08:38sebetulnya tidak terlalu bermakna
08:40sebetulnya
08:40hanya lebih meningkatkan
08:42hanya lebih mempengaruhi psikologi publik ya
08:45yang melihat bahwa Polri bekerja
08:47apart bekerja, tentara bekerja
08:49dan itu lalu membuat kita tenang ya
08:51dan segera setelah beberapa saat
08:53maka kemudian operasi seperti itu bisa dihentikan
08:55dan teman-teman TNI bisa kembali ke pangkalannya masing-masing
08:58Prof mengatakan oh ya
09:00yang begal itu tuh sebetulnya ada pemain lama juga
09:03kemudian ditambah pemain baru gitu
09:05nah sebetulnya bagaimana sih polisi itu bisa memastikan
09:08seluruh pelaku itu tadi ditahan dalam waktu yang efektif gitu
09:11katakanlah dalam dua minggu
09:13seberapa efektif sih polisi itu bisa memastikan
09:16mereka bisa menyisiri ya pelaku-pelaku itu tadi gitu Prof
09:20betul sekali
09:21jadi memang kegiatan menahan ini
09:23tidak bisa serta-merta dilanjutkan dengan kegiatan
09:27kegiatan penyidikan atau petersangkaan mereka sebagai pelaku
09:31jadi mereka ditahan
09:33sebetulnya sih belum juga bisa disebut sebagai ditahan ya
09:36karena belum jelas kejahatannya apa ya
09:40juga di pihak lain secara kuhab
09:42seorang yang ditahan oleh kepolisian
09:44tidak wajib untuk menceritakan tentang apa yang dilakukannya
09:47harus polisi sendiri yang kemudian
09:49memastikan Anda itu menjadi pelaku kejahatan A
09:53di wilayah B
09:55di jalan C pada jam J
09:57kan begitu
09:57nah bisa gak polisi kemudian lalu memastikan bahwa
10:01pelaku ini beroperasi di jalan A
10:03susah kan, susah sekali
10:05maka saya menduga bahwa sebetulnya
10:07sekali lagi ya dengan satu asumsi bahwa kita bekerja dalam rangka hukum
10:10maka sebetulnya akan ada beberapa orang yang dilepaskan
10:13dikembalikan ke masyarakat
10:15karena tadi tidak ada dasar untuk menahan mereka lebih lanjut
10:18ya ada yang bisa ya tentu nanti polisi punya cara ya
10:21untuk kemudian mendapatkan informasi tentang
10:25siapa melakukan apa di jalan apa
10:27tapi ada saja kemungkinan ada yang kemudian tidak bisa
10:31diinkriminasi
10:33disangkakan apapun
10:34maka lalu kemudian terpaksa dikembalikan ke masyarakat
10:37banyak warga merasa jalanan itu makin tidak aman sekarang
10:39terutama malam hingga dini hari gitu ya
10:41apakah sebetulnya rasa takut masyarakat saat ini
10:44memang berbanding lurus dengan data kriminalitas Prof?
10:47sebetulnya peningkatannya sih tidak drasid-drasid aman
10:49tadi saya katakan terjadi di pinggiran Jakarta
10:52dan itu kurang menarik perhatian
10:54nah ini dia nih kepolisian
10:56kalau tidak ada kasus yang rame
10:58tidak ada kasus di pusat kota
11:01di depan mata
11:01lalu kemudian tidak bergerak
11:03padahal sebetulnya ini fenomena-fenomena lama ini
11:06demikian juga pemda
11:07sama aja
11:08sudah tahu jalannya sepi
11:09bukannya lalu kemudian mengalokasikan
11:12penerangan
11:13mengalokasikan adanya mungkin ada
11:15ada misalnya polisi tidur
11:17untuk supaya orang tidak bergerak cepat
11:18misalnya
11:19atau yang lain lah
11:19sehingga kemudian lalu angka benggal ini bisa turun
11:22maka alhasil kemudian lalu timbul
11:24semacam ketakutan yang merata
11:26nah ketakutan pada kejatan ini
11:28kita sebut sebagai viral crime
11:30itu punya ciri
11:31gampang naik gampang turun
11:32gampang dia terbentuk
11:34gara-gara ada 1-2 kasus yang
11:37yang diviralkan
11:38tapi lalu kemudian dengan adanya operasi
11:40dengan adanya razia
11:42pemberitaan yang positif dari kepolisian
11:44maka segera akan turun
11:45dengan kata lain orang akan merasa aman kembali
11:47nah maka guna supaya
11:50mencegah jangan sampai muncul lagi situasi
11:52naik turun seperti ini
11:53maka tentunya kepada kepolisian
11:55diharapkan untuk melakukan langkah-langkah
11:56yang lebih bersifat permanen
11:58misalnya sudah tahu ada wilayah-wilayah
12:00jalan-jalan atau ruas-ruas
12:02yang gelap, sepi
12:03lalu kemudian dimana
12:05orang harus terpaksa
12:07memelankan
12:08atau melambatkan jalannya
12:09alhasil kemudian mudah dipepet
12:10dan kemudian dilumpuhkan
12:12maka pasang dong
12:13apa namanya
12:14pos polisi
12:15yang sifatnya tidak permanen
12:17tempatkan dong
12:18mobil polisi
12:20secara
12:20secara mobile
12:22putar-putar dong
12:23wilayah itu secara lebih meningkat
12:24dengan pendekatan bid
12:25dengan kata lain
12:26secara teratur
12:28tiap satu jam
12:28tiap setengah jam
12:29bolak-balik disitu ya
12:30itulah yang bisa mencegah
12:32begal-begal ini terjadi
12:33begal-begal ini beraksi
12:35ya tentu juga kemudian kepada masyarakat
12:37juga
12:37juga diberikan
12:38hibawan ya
12:39kalau bisa
12:39jangan berjalan
12:41jangan berpergian sendirian
12:42pada jam satu
12:43atau jam dua dini hari
12:44kalaupun terpaksa berpergian
12:47berpergianlah
12:47dua orang
12:48atau dua motor
12:49sehingga kemudian
12:50lalu bisa saling jaga
12:51begitu ya
12:51nah
12:52tapi kan juga dalam hal ini
12:53kalau misalnya
12:54tidak ada situasi yang
12:55perugian
12:56tidak ada situasi yang
12:58sebetulnya dibutuhkan
12:59siapa sih yang mau pulang
13:00malam-malam
13:00ya kan
13:02kita tentu tidak ingin
13:03ya paling enggak
13:04kalau dengan motor
13:05bisa masuk angin ya
13:06pulang jam satu
13:07atau jam dua malam
13:08kan sebetulnya
13:08nah maka
13:09menyadari bahwa
13:11kota itu berdejut
13:1224 jam
13:13maka seyogianya
13:14pemda dan juga
13:15kepolisian itu
13:16melakukan beberapa
13:17cara yang bersifat
13:18taktikal
13:18agar kemudian
13:20melindungi
13:20warga masyarakat
13:21yang pulang malam
13:22dan memang harus
13:23pulang malam
13:23ya pada saat
13:25situasi sepi
13:25ketika pemerintah
13:26ketika pemerintah mulai
13:26memaknai istilah
13:27pemburu begal
13:28apakah ini sebetulnya
13:30sekedar strategi keamanan
13:31atau sebetulnya
13:32ada pesan psikologis
13:33yang sedang dibangun
13:34ke masyarakat Prof
13:35ya itu lebih ke
13:37tadi ya
13:38semacam
13:38kampanye aja lah
13:39supaya membuat orang
13:40tenang kembali
13:41kita harus
13:42melakukan semuanya
13:44lewat
13:45atau dalam koridor hukum
13:46ya
13:46jadi kalaupun dibilang
13:48pemburu
13:48artinya apa
13:50orang yang memang
13:51telah melakukan begal
13:52nah kalau kembali
13:53tadi apa yang saya katakan
13:54orang-orang yang telah ditangkap
13:55apakah memang mereka
13:56adalah orang yang melakukan begal
13:58dan polisi tahu
13:58siapa melakukan apa
14:00di jam-jam apa
14:00tentu tidak
14:01maka lalu polisi punya
14:02cara-cara untuk
14:03kemudian mencocokkan
14:04ya siapa yang melakukan
14:06apa pada jam apa
14:07gitu ya
14:07nah ini orang ini
14:08begitu ya
14:08sebelumnya itu tidak ideal
14:10tapi daripada
14:11tidak sama sekali
14:12oke lah
14:12begitu ya
14:13demikian juga ketika
14:14muncul wacana
14:15soal tembak di tempat
14:16itu menurut saya
14:17lebih kepada
14:18ya supaya
14:19menenangkan saja
14:20tidak ada polisi yang
14:21kemudian lalu tiba-tiba
14:23lalu menembak mereka
14:25kenapa
14:25karena sebetulnya ada
14:26ada prosedur
14:28harus berbasis pada
14:29keperluan
14:30dan sesuatu yang
14:31bersifat proporsional
14:32jadi ketika
14:33seseorang itu
14:34tidak bersenjata
14:34atau misalnya
14:36bersenjata tajam
14:37sekalipun
14:37nah polisi
14:38tentu perlu berhitung
14:39apakah lalu kemudian
14:41dia menyerang
14:42petugas
14:43dan menyerangnya
14:44juga kayak apa
14:44gitu ya
14:45jadi kalau cuma
14:46misalnya punya pisau
14:47lalu kemudian
14:48hanya
14:49di kibas-kibaskan saja
14:51tanpa kemudian
14:52lalu menyerang polisi
14:52nah itu sebetulnya
14:53bukan satu jasifikasi
14:55bagi kepolisian
14:56untuk menembak
14:56menembak pun juga beda
14:57antara menembak polisi
14:59dan menembak tentara
14:59menembak tentara
15:01bisa langsung
15:01ke bagian tubuh
15:03yang mematikan
15:03kalau di polisi
15:04tidak boleh
15:04saya kira
15:05dalam hal ini
15:06kepolisian sudah
15:06cukup disiplin
15:08untuk itu
15:08dalam rangka
15:09melakukan tindakan
15:10tegas kepolisian
15:10sebenarnya apa sih
15:11yang biasanya
15:12menjadi faktor utama
15:13meningkatnya
15:14begal dan kejahatan jalanan
15:15apakah itu ekonomi
15:16itu narkobaka
15:18pengangguran
15:19atau lumayan kontrol sosial
15:20Anda melihatnya seperti apa Prof?
15:21ya hal-hal itu
15:22tentu tidak bisa dipungkiri
15:23bahwa itu ada ya
15:24namun khusus untuk
15:25kejahatan jalanan
15:27seperti begal
15:28ya
15:29surat-surat ya
15:31yang semuanya
15:31mengambil lokasi
15:32public places ya
15:33jalan
15:34terminal
15:35begitu-begitu
15:36maka ada satu faktor
15:38yang seringkali
15:39orang lupa
15:40adalah bahwa
15:40untuk melakukan
15:42kejahatan ini
15:42mudah sekali
15:43dari sisi
15:44skill-nya
15:45praktis semua orang
15:46ya asal berani aja
15:48gitu ya
15:48lalu kemudian
15:49bisa melakukan begal ini
15:50tanpa ada
15:52kompetensi khusus
15:53gitu ya
15:54nah
15:54tapi juga memang
15:55dalam hal ini
15:56walaupun tadi saya katakan ini
15:57bisa dilakukan oleh siapa saja
15:58ada juga orang yang
16:00nggak berani melakukan
16:00kejahatan jalanan
16:01karena takut
16:02kena massa
16:02ya jadi kalau misalnya
16:04apa namanya
16:05ketahuan
16:06maka
16:07wah itu bisa
16:08bisa bonyok gitu
16:09nah untuk membuat
16:10mereka berani
16:11maka biasanya mereka
16:12mengkonsumsi dulu
16:13entah
16:14entah obat-obatan
16:15entah alkohol
16:16segala lalu
16:17mereka bisa neket ya
16:18melakukan kejahatan-kejahatan
16:20pada saat misalnya
16:20ada masyarakat sedang ramai
16:22mereka mampu melakukan
16:23kejahatan seperti pencurian
16:24pencopetan
16:25macam-macam lah
16:25gitu ya termasuk diantaranya
16:26begal
16:27akibatnya
16:28situasinya
16:29situasi ini yang lalu
16:30kemudian dibaca oleh
16:31teman-teman yang tidak
16:32memiliki skill apapun
16:33ya
16:33untuk kemudian mencoba-coba
16:35alah hasil
16:35betapapun kemudian
16:37lalu kepolisian
16:37melakukan operasi
16:38dan seterusnya
16:39tetap saja
16:40ada kalangan yang tetap
16:41berani atau mau
16:42melakukan kejahatan begal ini
16:43karena mudah
16:44sebenarnya ini ada pengaruh
16:45media sosial gak prof
16:46media sosial
16:47kemudian adakah unsur
16:48glorifikasi kekerasan
16:49atau mungkin ya
16:50anak-anak zaman sekarang
16:51gitu ya
16:52aduh eksistensi
16:53antarkelompok gitu
16:54nah kalau itu
16:56itu yang kita sering sebut
16:57sebagai ekses dari tawuran
16:58terutama tawuran sekolah
17:00ya itu lalu sekarang
17:00sudah memakai media
17:02media sosial
17:03seperti misalnya
17:04whatsapp group ya
17:05dimana
17:05dimana tantangan itu
17:07dilakukan
17:07melalui WA group
17:09lalu kemudian
17:09bukan hanya itu
17:10tapi juga disiarkan
17:11melalui WA
17:12atau melalui video call
17:14atau melalui
17:15bahkan langsung
17:16melalui
17:16melalui media
17:17media sosial
17:19ya
17:19tidak cukup dengan
17:20dengan berkelahi
17:22atau berantem
17:22atau tawuran
17:23tapi lalu kemudian
17:24dilanjutkan juga dengan tawuran
17:25dimana
17:26eh sorry
17:26dengan begal
17:27dimana mereka
17:27itu mensasar bukan hanya musuhnya
17:30tapi juga orang-orang lain
17:31yang
17:31apa yang kebetulan lewat
17:32dan kemudian menjadi
17:33sasaran kekesalahan mereka
17:34misalnya
17:34dan itu tidak hanya
17:36fenomena Jakarta
17:37kalau kita lihat fenomena
17:38di Jogja
17:39di Semarang
17:40itu ada fenomena
17:41seperti itu
17:41bahkan sudah ada julukannya
17:43yang mana dilakukan
17:45dalam rangka
17:45untuk mendapatkan
17:46semacam
17:46semacam leverage ya
17:48atau peningkatan status
17:49diantara mereka
17:50jadi kalau misalnya
17:51mereka berani
17:52musuh gitu ya
17:53saya pakai istilah seperti itu
17:54berani babat orang
17:55maka lalu
17:56kemudian mereka dianggap jago
17:57dianggap sebagai
17:58apa
17:59atau hormat
18:00dan kemudian
18:00lalu dianggap sebagai ketua
18:01dari kelompok mereka
18:02jadi bayangkan
18:03apa
18:04apa namanya
18:05penderitaan orang lain
18:06dijadikan sebagai satu sarana
18:07untuk membuat
18:08lalu
18:08harga diri mereka meningkat
18:09tentu memang ini
18:10satu hal yang silly ya
18:11tapi ya itulah yang
18:12kenyatanya yang terjadi
18:13ada hal yang menarik juga
18:15Prof
18:15bahwa sekarang itu
18:16muncul fenomena
18:17pocong jadi-jadian gitu ya
18:19begal
18:20modusnya pocong gitu
18:21sampai isu pocong
18:22keliling
18:22yang itu juga viral
18:23di media sosial
18:24tapi yang
18:26sebenarnya yang membuat
18:27bingung itu ya
18:28kenapa kok masyarakat itu
18:29cepat percaya narasi
18:30seperti ini Prof
18:30Anda melihatnya
18:31seperti apa
18:32begini
18:32sebetulnya
18:33dalam rangka begal itu kan
18:34sebetulnya
18:35poin yang paling terpenting
18:36adalah menghentikan
18:38kendaraan yang ditarget
18:39untuk berhenti
18:40dan dengan berhenti itu
18:42lalu kemudian
18:42sang pengendara
18:44berada dalam posisi
18:46posisi rentan
18:47ada yang menghentikannya
18:48dengan cara
18:50menghadangnya
18:50ada yang menghentikannya
18:52dengan cara
18:52menyambat-nyambatkan senjata
18:54sehingga lalu kemudian
18:55orang takut
18:56atau bahkan mungkin terkena
18:57lalu kemudian
18:58pengendara yang jadi korban
18:59berhenti
18:59dan ketika itu
19:00lalu kemudian
19:01kendaraannya diambil
19:03sebetulnya itu
19:03dan
19:04pocong ini pun juga
19:05dilakukan
19:06dalam rangka menakuti-nakuti orang
19:07agar berhenti
19:08sebab dengan berhenti
19:10sekali lagi
19:10lalu kemudian
19:11kendaraannya segera
19:12dikerumuni oleh beberapa orang
19:13si pengendara lalu kemudian
19:15di
19:15apa
19:16dibuang lah
19:17gitu
19:17dilampar
19:18dan kemudian
19:19kendaraan bisa dengan mudah
19:20diambil
19:21sebetulnya itu ya
19:22dan seperti biasa kan
19:23kita juga lihat bahwa
19:24ada
19:24ada
19:25beberapa hal di Indonesia
19:27yang memang dianggap
19:27sebagai mengerikan
19:28cenderung menarik perhatian
19:30dan seterusnya
19:31nah diantaranya adalah
19:32pocong tersebut
19:32dalam kriminologi sendiri
19:34Prof
19:34apakah fenomena pocong begal itu
19:36bisa disebut moral panik
19:37atau kepanikan sosial
19:39masyarakat begitu
19:40moral panik sebetulnya
19:41adalah akibat ya
19:42akibat dari
19:43aneka macam
19:43modus yang dilakukan oleh
19:45para pelaku kejahatan
19:47dengan cukup intens
19:49alhasil kemudian
19:50lalu menimbulkan
19:51tadi ya
19:52situasi dimana
19:53orang bergerak
19:53betapapun
19:54tidak ada alasan-alasan
19:55yang adekuat
19:56jadi dengan kata lain
19:57ya kalau pocong beneran
19:59ya mungkin
19:59semua orang takut ya
20:00tapi ketika
20:01ketika
20:02apa
20:02pura-pura ya
20:03lalu kemudian orang
20:04lalu berhenti
20:05lalu kemudian ketakutan
20:07dan menyerahkan motornya
20:08dengan
20:08dengan sukarela
20:09nah ini
20:10ini masuk dalam
20:11tadi yang dikatakan
20:11sebagai moral panik
20:12gitu ya
20:12mungkin
20:13mungkin
20:14apa
20:15sudah waktunya
20:16Polri kemudian
20:16mengintervensi dengan cepat ya
20:18agar kasus ini
20:18segera berhenti
20:20para pelakunya
20:21para pelakunya
20:21lalu kemudian
20:23mendapatkan
20:24enforcement dari
20:25kepulisian
20:26hal mana kemudian
20:27tidak ada lagi
20:28kasus seperti ini
20:28Prof
20:28kalau misalnya
20:29kalau memang ya
20:30fenomena pocong begal
20:31ini tuh untuk menciptakan
20:33kondisi ketakutan
20:34sebetulnya apakah
20:34ketakutan publik
20:35itu memang bisa diproduksi
20:37dan menyebar secara
20:37sistematis begitu?
20:39ya memang
20:39terutama dengan
20:40bantuan media sosial
20:41ya cepat sekali
20:42dan ini
20:43sebetulnya mengkhawatirkan ya
20:45karena
20:45dengan bantuan media sosial
20:47maka yang terjadi adalah
20:48ada kemungkinan
20:49kasus-kasus lama
20:50di repose ya
20:51di apa namanya
20:52di angkat kembali
20:54hal mana
20:55kemudian lalu orang
20:56mengira bahwa itu adalah
20:57kejadian baru
20:58padahal itu sudah
20:59berlangsung begitu lama
21:00dan di repose begitu
21:01dan yang kedua adalah
21:03media sosial juga lalu
21:04punya kemampuan
21:05mengadakan
21:06filterisasi
21:07mengadakan
21:07apa namanya
21:08mengadakan
21:09penghalusan
21:10bahkan mungkin juga
21:11membuatnya menjadi
21:12lebih
21:12lebih seram
21:13daripada
21:13daripada aslinya
21:15dengan bantuan AI
21:16dan seterusnya
21:17gitu ya
21:17alhasil kemudian
21:18kasus yang sebetulnya
21:19tidak ada apa-apanya
21:20tapi lalu menjadi
21:20begitu mencekam
21:21dengan bantuan
21:22ketika kemudian
21:24difiralkan
21:25melalui media sosial
21:26jadi memang
21:27adalah penting
21:28bagi kita
21:28untuk tidak
21:29segera bereaksi
21:30dengan informasi
21:31dari media sosial tersebut
21:32mengingat
21:33sumbernya
21:34dan juga motifnya
21:35atau tujuannya
21:36juga tidak terlalu jelas
21:37hanya ya
21:38untuk kemudian
21:38sampai pada orang
21:39sepenuhnya
21:40lalu tidak bereaksi
21:41secara berlebihan
21:42ya berat
21:43dan artinya
21:44ada saja orang
21:45yang kemudian berubah
21:46perilakunya
21:47berubah
21:48perangainya
21:49maupun perasaannya
21:50gara-gara situasi
21:51gara-gara berita
21:52dari media sosial
21:52nah jadi polisi
21:54juga jangan nunggu ya
21:55jangan nunggu semua
21:55masyarakat sadar ini
21:56harus segera
21:58bereaksi dengan cepat
21:58misalnya
21:59segera kemudian
22:00mengeluarkan
22:00informasi-informasi
22:02kepolisian
22:02melalui
22:03melalui
22:04humas ya
22:04segera lalu
22:05memblas ya
22:07dengan
22:07dengan apa
22:08dengan media
22:09blasnya gitu ya
22:10mengatakan bahwa
22:11jangan takut
22:12jangan
22:12nah itu yang menurut saya
22:13kok masih lambat ya
22:14gitu ya
22:15alhasil kembali
22:16masyarakat sudah kemudian
22:17mendapatkan sumber-sumber
22:18informasi yang salah
22:20bukan hanya itu
22:21lalu kemudian sumber
22:22informasi yang salah itu
22:22sudah lalu kemudian
22:23saling goreng ya
22:24saling kirim-kirim
22:25lalu kemudian diberi
22:27diberi tambahan
22:28hati-hati
22:28ini berita resmi
22:29dari kepolisian
22:30hal mana kemudian
22:31membuat kita jadi takut
22:32dan tidak ada
22:33satupun counter message
22:34dari kepolisiannya
22:35jadi sekali lagi
22:36ini juga satu pesan
22:37kepada kepolisian
22:38untuk segera bekerja
22:39cepat ya
22:40agar kemudian
22:41tadi penyebaran informasi
22:42melalui media sosial itu
22:43lalu dapat diredusir lah
22:45ya
22:46dari sisi efek
22:47hal mana efeknya
22:48negatif kepada kita semua
22:49agar warga itu juga
22:50gak main hakim sendiri ya
22:52terhadap orang yang dicuriga ya Prof
22:53karena kan
22:54kalau misalnya kita ngomongin
22:55fenomena pocong
22:56begal gitu kan
22:57gak kelihatan kan ya
22:58wajahnya juga gitu kan
22:59fenomena seperti ini tuh
23:01takutnya bisa
23:02memicu vigilantisme
23:03gak sih Dok
23:03Prof?
23:04itu hal yang
23:05relevan sekali
23:06ketika praktek vigilantisme
23:08dalam bentuk
23:08tindakan main hakim sendiri
23:09itu sudah menjadi
23:10semacam kebiasaan
23:11dan ketika kemudian lalu polisi bertindak tegas ya
23:14sebenarnya bukan bertindak tegas
23:15bertindak hukum saja ya
23:16jadi gini
23:17polisi atau hukum
23:19bisa menerima
23:20ketika seseorang itu
23:21mendapatkan serangan
23:23dari pelaku kejahatan
23:24dan kemudian
23:25membalasnya
23:25membela diri ya
23:26kita sebut sebagai
23:28dalam bahasa hukum
23:28not real atau
23:29not real access
23:30ketika kemudian
23:31lalu gara-gara
23:31pembalasan kita sebagai korban
23:33lalu kemudian
23:34si pelaku
23:34itu misalnya
23:36luka gitu ya
23:37nah tapi
23:38ketika pelaku sudah luka
23:40sudah
23:41mungkin sudah minta ampun juga
23:43sudah lemah
23:43begitu ya
23:44lalu kemudian kita teruskan
23:45dengan kegiatan-kegiatan
23:47kekerasan terhadapnya
23:48maka sudah masuk
23:49pada konteks penganian
23:50nah inilah yang kemudian
23:52membawa situasi
23:53dimana ada
23:54tadinya korban kejahatan
23:55lalu kemudian
23:56ketika ditersangkakan
23:57sebagai pelaku
23:58masyarakat tidak terima
23:59padahal sebetulnya
24:00secara esensi begitu
24:02siapa yang bisa
24:03siapa yang terima
24:04siapa yang bisa
24:04menyangkal bahwa
24:06masyarakat perlu memilih
24:06semua bisa menerima
24:07tapi ketika kemudian
24:09si pelaku sudah nyerah
24:10sudah kalah
24:11masih digebukin juga
24:13ini sudah masuk
24:14dalam konteks penganian
24:15nah menurut saya
24:17kita sebagai masyarakat
24:18perlu belajar ya
24:19bahwa
24:20bahwa
24:21ketika kita sudah melakukan
24:22kegiatan yang bersifat
24:23main hakim sendiri
24:24itu namanya
24:25vigilantisme
24:26sebagaimana tadi
24:27Mbak Katakan
24:27dan kalau kita kemudian
24:28tidak matikan
24:30vigilantisme itu
24:31maka itu artinya
24:32kita menafikan hukum
24:33yang kita pelihara
24:34dan kita anggap sebagai
24:35sebagai apa
24:36institusi untuk membuat
24:38kita lalu terlindungi
24:39kepentingan kita
24:39demikian juga
24:40kita menafikan
24:41penegak hukum ya
24:42sebagai pihak-pihak
24:43dimana
24:44bertugas untuk menjaga
24:46kemaslahan daripada
24:47hukum tersebut
24:47ada kekhawatiran
24:48pendekatan keamanan
24:49yang terlalu represif
24:50justru menciptakan
24:51ketakutan baru
24:52di masyarakat
24:53itu apakah beralasan
24:54termasuk ini ya
24:55ada juga yang mengatakan
24:56bahwa situasi ini
24:57seperti kembali
24:58ke orde baru
24:59itu gimana
25:00pandangan Anda
25:01maksudnya apa yang dikatakan
25:02kekerasan ya
25:03terbukti misalnya dari
25:04dua ratusan orang yang kemarin
25:07diparadekan ya
25:07oleh Polda Metro
25:08itu semuanya mulus tuh
25:10dengan kata lain
25:11tidak ada yang kemudian
25:12misalnya lututnya
25:13bolong
25:14kena
25:15kena timah panas
25:16atau mereka tewas gitu
25:17nyatanya enggak tuh
25:18gitu ya
25:19jadi saya kira
25:20apa namanya
25:21apa adanya aja
25:22bahwa dalam hal ini
25:23kepolisian bertindak
25:25proper ya
25:26dalam rangka melakukan
25:27satu tindakan hukum
25:28gitu
25:29bahwa memang
25:30perlu diingatkan
25:31betul
25:32tapi kalau kemudian
25:33kita dengan cepat
25:34menuduh
25:34aparat khususnya
25:36kepolisian
25:36lalu melakukan
25:37kekerasan
25:37penganiayaan
25:38brutalitas
25:39apalagi
25:39itu ya
25:40itu menurut saya
25:40tanpa ada data
25:42ya saya kira
25:42enggak benar juga
25:43gitu
25:43nah hati-hati juga
25:44dengan situasi
25:45bahwa
25:46bahwa
25:47kesejahtan jalanan
25:48adalah kesejahtan keras
25:49dengan kata lain
25:51memang pelakunya
25:52sudah siap
25:52dengan
25:52dengan
25:53dengan senjata
25:55siap melawan
25:56siap mati juga
25:58jangan lupa
25:58bahwa dia sudah
25:59umumnya sudah
26:00dibawah pengaruh
26:01alkohol atau obat
26:02maka tentu
26:03tentu kepolisian
26:04juga lalu perlu
26:05melakukan satu
26:06respons yang
26:07dari derajat rendah
26:09ya maksudnya
26:10diingatkan
26:12sampai kepada
26:12derajat yang tertinggi
26:13yakni
26:14tidak kategas
26:15entah itu berupa
26:15penangkapan
26:16penahanan
26:17penggeledahan
26:18sampai pada penembakan
26:19gitu ya
26:19nah jadi dengan kata lain
26:21kita juga
26:21se-yogianya memakai
26:23satu apa ya
26:23satu standar bahwa
26:24yang namanya
26:25jalanan Jakarta itu
26:26memang sudah keras tuh
26:27yang namanya jalanan
26:28Surabaya
26:29Bandung itu keras
26:30alhasil kemudian
26:31bentrokan antar polisi
26:33dan pelaku
26:34kejahatan itu juga
26:35amat mungkin terjadi
26:35tentu
26:36tentu juga tidak bisa
26:38kita harapkan
26:38lalu kemudian
26:39semuanya berlangsung
26:40sesuai dengan
26:40textbook gitu ya
26:41yang penting adalah
26:42bahwa polisi
26:43menjaga
26:43jangan sampai
26:44lalu kemudian
26:44tidak proporsional
26:45tidak perlu ya
26:47tindakan tegas yang dilakukan
26:48hal mana kemudian
26:49akan masuk pada
26:50rana pelanggaran pidana
26:51oleh polisi sendiri
26:52atau pelanggaran HAM
26:53oleh polisi
26:54dari saya
26:55concern saya cuma satu
26:56yakni bahwa
26:56ini kita sudah
26:57sudah berada di tahun
26:592026
27:00kok masih pakai terminologi
27:01tembak di tempat
27:02jadi polisinya sudah
27:04sudah makin pintar
27:05teknologinya juga
27:07makin bagus
27:07sudah banyak yang dokter
27:09tapi masih
27:10kemana-mana ngomong
27:11tembak di tempat
27:11mau pakai yang lain ya
27:12kalau mau
27:13nakut-nakuti orang
27:15mengisyaratkan
27:16bahwa polisi serius
27:17ya pakai terminologi
27:18lain lah ya
27:19jangan pakai terminologi
27:20tembak di tempat
27:21yang memang
27:22tidak akan dilakukan
27:22dan lebih bersifat
27:23nakut-nakuti
27:24nah
27:24pasti gak bisa
27:25dilakukan satu cara
27:26untuk nyari
27:27terminologi yang lain ya
27:29selain daripada
27:30ngomong soal tembak di tempat
27:31ya kesannya
27:32polisi ini gak mikir gitu ya
27:33nah Prof
27:34apakah ada resiko aparat
27:35menjadi terlalu longgar
27:36menggunakan
27:37diskresi ketika
27:38narasi darurat begal
27:39itu terus dibangun
27:40jadi diskresi
27:41itu
27:42hanya bisa diberikan
27:44untuk kejahatan-kejahatan sumir
27:45ya
27:45atau untuk pelanggaran
27:47hukum sumir saja
27:48kalau sudah bersifat
27:49pelanggaran hukum
27:50serius
27:51seperti begal
27:52ya
27:53di mana kemudian
27:55ada korban
27:56ada ketakutan
27:57ya tidak mungkin
27:58ada diskresi
27:59ya
27:59harus dilakukan
28:00satu tindakan
28:01yang proporsional
28:02terhadap pelakunya
28:04jadi saya kira itu
28:05tidak mungkin dilakukan
28:06oleh kepolisian lah
28:07demikian juga
28:07kepolisian
28:08pasti akan melakukan
28:10satu tindakan
28:10yang bersifat proper
28:12ya ketika menghadapi
28:13menghadapi pelaku
28:14yang bersifat
28:15keras juga gitu ya
28:16nah tetapi
28:17ada salah ini
28:18bahwa sebetulnya
28:19polisi dapat dengan mudah
28:21menggaruk
28:22kelompok tersebut
28:24kenapa
28:25karena data intelnya
28:26datanya sudah
28:27sudah ada di
28:27kantong polisi sendiri
28:29nah
28:29menurut saya
28:31kenapa gak mengaktifkan
28:32kegiatan-kegiatan
28:33yang bersifat intel itu
28:34ya
28:35melakukan
28:36upaya menjaring
28:37sebelum mereka
28:39beraksi
28:39jadi ketika mereka
28:41misalnya
28:42bertemu dengan polisi
28:43pada saat mereka
28:44sudah beraksi
28:45lalu kemudian ditangkap
28:46kan sudah ada korban
28:47sudah ada masyarakat
28:48yang ketakutan
28:49sudah ada masyarakat
28:50yang gak bisa pulang
28:51atau bahkan mungkin juga
28:52sudah tinggal
28:53tinggal
28:54tinggal
28:54tinggal
28:55jasad saja
28:55ya
28:56padahal sebetulnya
28:57pelakunya itu-itu juga
28:58pertanyaan kita adalah bahwa
29:00kenapa gak dilakukan
29:01kegiatan-kegiatan intel
29:02ya
29:02yang bersifat proaktif
29:03pada saat mereka
29:04belum melakukan
29:05satu kejahatan
29:07tapi kemudian
29:08lalu dengan adanya
29:08pendekatan intel
29:09maka kemudian
29:10mereka bisa
29:11dilakukan
29:12satu intervensi
29:14yang bersifat senjat
29:14misalnya yang gampang adalah
29:16jangan main di tempat saya
29:17kalau mau main
29:18di tempat orang lain
29:19di jurisdiksi yang lain
29:21di luar sana
29:22ya memang itu
29:23tidak akan menyelesaikan masalah
29:24tapi minimal
29:25membuat
29:26lalu
29:26wilayah
29:27setempat itu
29:28menjadi aman
29:29pernah gak mereka disentuh
29:31oleh polisi dalam hal ini
29:31ketika
29:33segala lalu
29:33kemudian tidak sempat
29:34atau tidak lagi bisa
29:35melakukan kegiatan
29:37yang bersifat
29:37bersifat empirik
29:39ada korbannya
29:40ada akibatnya
29:41dan juga ada ketakutan
29:42yang muncul
29:43Prof ini untuk yang terakhir
29:44secara praktiknya
29:46polisi termasuk
29:47pemerintah itu
29:48sebetulnya harus apa
29:49dalam menangani kasus ini
29:50saran dan pesan Anda Prof?
29:52dalam semua
29:52fenomena kejahatan
29:53itu ada
29:54atau berlaku
29:55yang namanya
29:56dalam peribahasa itu
29:57seribu satu jalan
29:58menuju Roma
29:58jadi
30:00ujung-ujungnya
30:01aman
30:01ujung-ujungnya
30:02pertip
30:03tapi ada
30:04berbagai macam cara
30:05ada cara intel
30:07ada cara penyuluhan
30:08ada cara
30:09nakut-nakuti
30:11ada cara tembak
30:12di tempat
30:12ada cara
30:14operasi
30:14patroli
30:15dimana-mana
30:16dan semua cara-cara itu
30:17tentu saja
30:18tidak sempurna
30:18tapi kalau itu
30:20dilakukan dengan
30:20kombinatif
30:21dengan variasi
30:22maka
30:23kelemahan di satu cara
30:24akan ditutup
30:25dengan cara yang lain
30:26dalam hal ini
30:27sudah belum cara itu
30:28dilakukan
30:28tadi saya sebut
30:29cara-cara intel
30:30tapi ternyata
30:32polisi tahu
30:33jaringannya
30:34sehingga dapat dengan mudah
30:35menjarik mereka
30:36dan kemudian
30:38lalu sekarang
30:38mensortir mereka
30:39mana yang
30:41terlibat
30:42mana yang enggak
30:42mungkin sedang puasa
30:44atau sedangnya lain
30:46sehingga kemudian
30:47lalu bisa dinaikkan
30:48statusnya
30:49menjadi tersangka
30:50dalam fase penyidikan
30:52nanti kemudian terus
30:53ke penuntutan
30:54nah
30:54mengapa tidak dilakukan
30:55demikian juga
30:56misalnya tadi
30:57kalau kita mau pakai
30:58pendekatan-pendekatan
30:59komunikasi publik
31:00mengapa masih harus pakai
31:01pesan-pesan kampungan
31:03tadi
31:04tembak di tempat
31:05tidak ada cara lain
31:07menurut saya
31:08silakan polisi
31:10memakai
31:10seribu satu cara tadi
31:12jangan hanya
31:14pakai
31:14cara-cara yang bersifat
31:16show of
31:17show of force
31:18apa lagi
31:19dan ketika kemudian
31:20lalu
31:21ada teman yang
31:22mau membantu
31:23seperti TNI
31:24saya kira kita harus terima
31:25mengingat
31:26tadi ada
31:27sepacang kelangahan
31:28dari
31:28minimal dari polisi
31:29dan pemda
31:30yang mana
31:30kemudian
31:31lalu membuat
31:32fenomena ini
31:33terus berkembang
31:34dan lalu menimbulkan
31:35ketakutan pada masyarakat
31:36baik
31:36para Fadri
31:37terima kasih banyak
31:38untuk waktunya
31:39untuk pandangannya
31:39terkait fenomena begal
31:41yang kini sebenarnya
31:42tidak hanya menjadi
31:42persoalan kriminalitas
31:44tetapi ini juga
31:45memunculkan
31:45keresahan sosial
31:46di tengah masyarakat
31:47semoga penegakan
31:48hukum yang tegas
31:49dibarengi langkah
31:50pencegahan dan edukasi
31:51yang tepat
31:51ya pastinya
31:52dapat mengembalikan
31:53rasa aman masyarakat
31:55gitu ya
31:55tanpa mengabaikan
31:56prinsip keadilan itu tadi
31:57dan pemerintah
31:58dan polisi
31:58tidak bisa tutup mata
31:59harus cepat bertindak
32:00gitu ya
32:00terima kasih banyak
32:02Prof Adri
32:02untuk waktunya
32:03dan kita bisa
32:04berjumpa lagi
32:05di lain kesempatan
32:06untuk membahas
32:06isu yang lain
32:07terima kasih Prof
32:08terima kasih
Komentar

Dianjurkan