Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 2 jam yang lalu
Artikel terkait:
https://www.suara.com/news/2026/05/25/113608/bukan-mistis-anggota-dpr-ungkap-dampak-ngeri-hoaks-pocong-begal-bagi-ekonomi-warga

Anggota DPR RI Mufti Anam menyoroti dampak serius dari viralnya hoaks pocong begal di sejumlah daerah. Menurutnya, isu palsu tersebut bukan sekadar cerita mistis biasa, tetapi bisa memukul ekonomi masyarakat kecil.

Rasa takut membuat warga enggan keluar malam, sementara pedagang hingga pelaku usaha mengalami penurunan aktivitas ekonomi. DPR pun meminta aparat segera meluruskan informasi menyesatkan yang memicu keresahan publik.

Selengkapnya dalam video ini.

Creative/Video Editor: Zahwa/Vanya
===================================
Homepage: https://www.suara.com
Facebook Fan Page: https://www.facebook.com/suaradotcom
Instagram:https://www.instagram.com/suaradotcom/
Twitter: https://twitter.com/suaradotcom
Transkrip
00:00Bukan mistis, DPR bongkar dampak ngeri hoaks pocong begal terhadap ekonomi warga.
00:05Fenomena hoaks pocong begal yang sempat viral di sejumlah daerah ternyata dinilai berdampak serius terhadap ekonomi masyarakat.
00:13Anggota Komisi 6 DPR RI Mufti Anam menilai penyebaran kabar palsu tersebut tidak bisa dianggap sekedar lelucon atau isu mistis
00:21biasa.
00:21Menurut Mufti, hoaks pocong begal membuat aktivitas warga terganggu karena banyak orang takut keluar rumah pada malam hari.
00:28Kondisi itu berdampak langsung terhadap pelaku usaha kecil, pedagang malam hingga sektor transportasi yang mengalami penurunan aktivitas ekonomi.
00:37Ia menegaskan ketakutan masal akibat informasi palsu bisa memukul perputaran ekonomi di tingkat bawah.
00:43Warga menjadi was-was beraktifitas, sementara para pedagang kehilangan pembeli karena situasi yang dianggap tidak aman.
00:49Mufti juga meminta aparat dan pemerintah daerah bergerak cepat meluruskan informasi yang menyesatkan di media sosial.
00:56Ia menilai penyebaran hoaks semacam ini berbahaya karena dapat memicu kepanikan sosial dan merusak stabilitas masyarakat.
Komentar

Dianjurkan