JAKARTA, KOMPAS.TV - Awal Juni mendatang, Presiden ke-7 RI Joko Widodo berencana blusukan atau berkunjung keliling Indonesia.
Posisi Jokowi yang banyak disebut masih berperan sebagai kekuatan penyeimbang di luar struktur formal, ditambah posisi Gibran Rakabuming sebagai wakil presiden menjadi menarik untuk dicermati.
Lantas, ada apa di balik rencana blusukan Jokowi?
Pemimpin Redaksi KompasTV Yogi Nugraha membahasnya bersama:
Freddy Damanik - Sekjen Projo
Ansy Lema - Jubir PDI Perjuangan
Adi Prayitno - Pengamat Politik
Saksikan dalam Program Satu Meja the Forum episode Di Balik Rencana Blusukan Jokowi. Tayang Rabu, 27 Mei 2026 pukul 20.30 WIB di KompasTV.
#jokowi #politik #pdip
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/671451/full-di-balik-rencana-blusukan-jokowi-efek-politik-untuk-psi-dan-gibran-pemilu-2029-satu-meja
Posisi Jokowi yang banyak disebut masih berperan sebagai kekuatan penyeimbang di luar struktur formal, ditambah posisi Gibran Rakabuming sebagai wakil presiden menjadi menarik untuk dicermati.
Lantas, ada apa di balik rencana blusukan Jokowi?
Pemimpin Redaksi KompasTV Yogi Nugraha membahasnya bersama:
Freddy Damanik - Sekjen Projo
Ansy Lema - Jubir PDI Perjuangan
Adi Prayitno - Pengamat Politik
Saksikan dalam Program Satu Meja the Forum episode Di Balik Rencana Blusukan Jokowi. Tayang Rabu, 27 Mei 2026 pukul 20.30 WIB di KompasTV.
#jokowi #politik #pdip
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/671451/full-di-balik-rencana-blusukan-jokowi-efek-politik-untuk-psi-dan-gibran-pemilu-2029-satu-meja
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:04Jadi rakyat biasa, kembali ke mana? Kembali ke Solo, jadi rakyat biasa.
00:42Terima kasih, Pak.
00:46Kan selama ini Pak Jokowi yang didatangi terus rumahnya kan, yang sekarang kita balik nih ya, Pak Jokowi yang mendatangi
00:52Anda semua untuk bicara tentang Indonesia, mengeramkan Anda dan ngajak sama-sama, kita bangun Indonesia deh, bukan berarti kalau dia
01:02turun ini artinya mengancam Pak Prabowo, enggak ini justru untuk memperkuat Pak Prabowo.
01:24Selamat malam, selamat Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah bagi umat muslim di Tanah Kayak.
01:31Awal Juni mendatang, Presiden ketujuh Jokowi Dodo berencana belusukan atau berkunjung keliling Indonesia.
01:38Posisi Jokowi yang banyak disebut masih berperan sebagai kekuatan penyeimbang di luar struktur formal, ditambah posisi Gibran Raka Buming sebagai
01:46wakil Presiden menjadi menarik untuk di Jerman.
01:49Di balik kerencana belusukan Jokowi, inilah satu meja The Forum malam ini, bersama saya Yogi Nugraha.
01:56Sudah hadir di Studio Kompas TV malam ini untuk membahas tema soal Presiden Jokowi yang akan berkeliling Indonesia, Mas Adi
02:05Prayutno, pengamat politik dari UIN. Sehat Mas?
02:08Alhamdulillah, sejauh ini sehat Mas Yogi.
02:10Hadir juga Bung Ansi Lema, jurubicara PDI Perjuangan. Bung Ansi, apa kabar?
02:16Baik, selamat malam Mas Yogi.
02:17Semangat, selamat malam. Masih semangat?
02:19Pasti semangat.
02:19Bersama Indonesia ini?
02:21Harus semangat.
02:22Hadir juga Bung Freddy Damanik, Sekjen Projo.
02:27Rasanya di antara bertiga ini yang paling punya legasi membicarakan Jokowi hari ini adalah Bung Freddy.
02:33Oke, saya akan ke Bung Freddy dulu.
02:35Bung Freddy, kalau kita melihat pernyataan Anda di Dialog Kompas TV minggu lalu yang mengatakan bahwa Jokowi Dodo akan keliling
02:46Indonesia awal Juni, akan menyerap aspirasi,
02:51dan kemudian saat itu oleh seniornya Bung Ansi dijawab, ya mungkin keliling-keliling untuk menunjukkan ijazah.
03:00Bercanda politik, tetapi juga ada ekspektasi juga.
03:03Jangan-jangan pro kontra soal ijazah ini bisa dijawab dengan keliling-keliling.
03:06Anda bisa menceritakan lagi, persisnya gimana atau ada perkembangan terbaru soal rencana Jokowi Dodo keliling Indonesia?
03:12Ya, terima kasih Mas Yogi.
03:15Jadi, saya mau katakan begini, tema ini sehubungan dengan rencana belusukan Pak Jokowi ini, kita juga harus melihatnya secara objektif.
03:27Maksud saya begini, memang Pak Jokowi bukan lagi Presiden Republik Indonesia, tetapi beliau masih seorang tokoh nasional,
03:36seorang negarawan, yang juga seorang pemimpin yang selama puluhan tahun, selama beliau memimpin,
03:47ya itu terbiasa dekat dengan rakyat.
03:52Jadi ketika ada pernyataan beliau, ada rencana beliau yang menyatakan mau keliling Indonesia,
04:00justru itu bukan hal yang aneh, itu adalah karakter dasar beliau.
04:07Ya, karena selama puluhan tahun memimpin, mulai dari wali kota, gubernur dan presiden,
04:12dua priode, memang itulah yang dilakukan beliau.
04:15Jadi beliau itu, ya...
04:19Tapi kali ini kesannya itu kayak dipersiapkan, dirancang, satu tahun, keliling-keliling,
04:25seperti, kami ingin tahu, apa yang sebetulnya mendorong, selain tadi yang sudah disampaikan,
04:30bahwa beliau ini adalah tokoh, dua periode, banyak yang masih mengagumi, banyak yang masih mendukung,
04:37tapi kan pasti ada juga sesuatu yang, apa sih yang terbaru?
04:41Karena ini kan bicara soal, itu tadi, antan presiden melihat apakah akan bicara soal situasi bangsa ini,
04:47atau akan mendengar orang-orang yang selama ini berkeluh kesah datang ke rumah beliau.
04:52Jadi kan konteks pernyataan Pak Jokowi itu memang awalnya disampaikan kepada kami, relawannya.
04:58Nah, beliau menyampaikan pertama, kondisi kesehatan saya sudah pulih 99 persen.
05:08Oleh karena itu, rencananya saya awal Juni akan keliling Indonesia.
05:13Bagaimana relawan siap mendampingi saya?
05:16Otomatis relawannya menjawab siap.
05:18Nah, kemudian kan berkembang, berkembang, berkembang,
05:25jadi memang kebiasaan Pak Jokowi itu sampai sekarang ini, kan kita lihat, menerima...
05:31Itu persis ya, jadi kan kita ini menduga-duga,
05:34ini relawannya Jokowi yang akan menjadi fasilitator di sebuah daerah,
05:40atau PSI yang kita sebut-sebut partai yang sedang disiapkan,
05:44atau keduanya, saya tahu jawaban dari Anda pasti akan mengatakan ya tentu relawan,
05:49tapi siapa tahu Anda?
05:50Enggak, enggak, enggak.
05:50Oh enggak.
05:51Sekali lagi, konteks pertemuan itu dengan relawan,
05:54dan itu disampaikan kepada relawan, tidak ada partai di situ,
05:57maksudnya tidak ada PSI.
05:58Tidak disebut juga PSI?
05:59Tidak disebut PSI di situ, tetapi saya juga sering sampaikan,
06:03kalau misalnya publik juga sudah tahu lah bagaimana hubungan Pak Jokowi dengan PSI,
06:08kalaupun harus misalnya itu berdampingan dengan PSI,
06:13kan bisa saja, sekali kayu, dua tiga pulau, terlampaui.
06:18Tapi sekali lagi, kami relawan-relawan itu menyampaikan kepada beliau,
06:26Pak, ini Pak daerah-daerah yang pengen dikunjungi,
06:29teman-teman daerah, relawan-relawan masyarakat,
06:32ada kepala desa di sana yang menyampaikan begini Pak,
06:35meminta Bapak datang, itu yang melalui relawan.
06:37Yang melalui kunjungan-kunjungan ke Solo, ke rumah beliau itu,
06:41juga banyak yang pengen dikunjungi.
06:44Jadi begitu.
06:45Saya akan gali lagi nanti,
06:47Yunarto Widjaya, pengamat politik, sempat juga berbicara di Kompas TV,
06:51dan dia memberikan analisa bahwa kunjungan Jokowi ini
06:55seperti ingin memberikan perbandingan kepada publik,
06:58kira-kira enak zamanku, atau mungkin mengevaluasi.
07:02Ini kata Yunarto, kita dengar dulu kutipannya Yunarto Widjaya.
07:08Tapi kalau bicara apakah politik atau tidak, ya pasti.
07:11Karena Pak Jokowi adalah manusia politik.
07:13Ketika sekarang ada banyak pertanyaan
07:17tentang kontroversi kebijakan dari pemerintah yang sekarang ada,
07:21Prabowo Gibran,
07:22biasanya ada fenomena penak jaman kutoh,
07:25kalau kita ingat dulu,
07:27yang dimankepatkan oleh kekuatan Orde Baru,
07:29ketika reformasi sendiri memang masih memiliki banyak kelemahan.
07:32Sehingga menjadi sangat lumrah dalam logika kepuasan publik,
07:37orang cenderung sebagian diantarnya akan rindu kembali kepada masa Jokowi.
07:44Oke, Bung Ansi,
07:46sebagai perwakilan dari partai yang lama jadi rumahnya Pak Jokowi,
07:52Anda melihat rencana berlusukan ini seperti apa?
07:56Sama seperti perspektifnya dari Yunarto Widjaya,
07:59yang mengatakan dia ingin memberikan pesan bahwa enak jaman saya,
08:03atau mendengar, atau aspirasi, atau seperti apa?
08:06PDI Perjuangan membatasi diri untuk mengomentari ataupun mencampuri urusan
08:13dan juga strategi politik, partai politik lain,
08:16ataupun juga tokoh-tokoh politik yang memang tidak ada hubungan dengan PDI Perjuangan.
08:21Membatasi itu dalam arti apa?
08:23Di energi politik PDI Perjuangan tidak ke arah sana.
08:27Kalau kita bicara politik,
08:30itu kan esensinya hanya ada dua, Mas Yogi.
08:33How to get power,
08:34bagaimana berkontestasi dalam eleksi untuk mendapatkan kekuasaan,
08:39mendapatkan mandat dan kepercayaan dari rakyat.
08:42Setelah mendapatkan ini,
08:44how to use power,
08:45how to execute the power,
08:47bagaimana kemudian mandat ini digunakan bekerja untuk masyarakat.
08:52Nah, kalau kita lihat hari-hari ini,
08:55kita tahu bahwa bukan saatnya lagi untuk melakukan serap aspirasi.
09:02karena fase kontestasi 2024 itu baru kita lalui beberapa waktu lalu.
09:10Dan 2026 itu lebih dekat ke 2024,
09:15ketimbang ke 2029.
09:18Maka kalau kita bicara soal kontekstualitas waktu terkait dengan fase,
09:25menurut kami ini adalah fase saatnya bekerja.
09:32Memanfaatkan mandat kepercayaan dan kekuasaan yang sudah dimiliki oleh pemerintah,
09:40yang sudah didapatkan dari rakyat,
09:42untuk menjawab persoalan-persoalan rakyat.
09:45Saat ini yang dibutuhkan rakyat itu adalah solusi konkret
09:49untuk menjawab masalah pengangguran,
09:55penciptaan lapangan pekerjaan,
09:59pendapatan yang menurun,
10:03dan daya beli yang juga semakin sulit.
10:07Masyarakat hari ini ingin mendapatkan hal-hal yang konkret dari pemerintah.
10:14Dan kalau bicara soal PDI Perjuangan,
10:17PDI Perjuangan hari ini berada pada fase ini.
10:21Kami sudah mendapatkan mandat menjadi nomor satu,
10:27hetrik tiga kali berturut-turut dalam pemilu legislatif,
10:30sekaligus penyeimbang,
10:31sekaligus kemudian menjadi partai penyeimbang,
10:34dan dalam pilpres Presiden Prabowo,
10:38itu belum sampai dua tahun memimpin Indonesia.
10:43Maka ini harusnya menjadi fase untuk menunjukkan kinerja,
10:48untuk menjawab persoalan-persoalan real yang dihadapi oleh masyarakat hari ini.
10:54Kalau rencana kunjungan Jokowi itu,
10:58atau menusukan Jokowi itu adalah salah satunya,
11:01merespon situasi saat ini,
11:04di mana ada keterperlukan ekonomi yang masih dirasakan penimal dari indikator kursus rupiah,
11:10kemudian IHSG,
11:12kemudian juga tadi mungkin disampaikan oleh Bung Ansih bahwa masih banyak lapangan pekerjaan yang belum terisi,
11:17lapangan pekerjaan yang ada di mana-mana,
11:19dan ancaman-ancaman PHK.
11:21Kalau memang Pak Jokowi hadir sebagai tadi tokoh bangsa,
11:24kalau kata Bung Fredy,
11:26PDIP tentu merespon bahwa,
11:28kalau memang sejalan,
11:29karena PDIP kan juga penyeimbang,
11:31dan di dalam pidato di DPR kan Pak Prabowo mengatakan,
11:34terima kasih dan menghormati kepada PD Perjuangan yang telah memposisikan diri untuk mengoreksi pemerintahan.
11:41Serap aspirasi itu adalah satu fase,
11:43yang harus dilanjutkan di tindaklanjuti dengan aspirasi itu harus ada kanalisasi untuk kemudian menemukan solusi ataupun jalan keluar seperti apa.
11:56Yang perlu dipertanyakan adalah setelah yang bersangkutan melakukan aktivitas serap aspirasi lalu aspirasi yang kemudian sudah dikumpulkan ini itu didistribusikan
12:11lewat kanal apa?
12:12Ini menjadi pertanyaan.
12:14Yang kedua,
12:16Ini Bung Hansi benar-benar memposisikan tanda kutip lugu atau sebenarnya sudah tahu Pak Jokowi kan kita tahu semua tangannya
12:23ada di mana-mana,
12:23paling enggak menteri-menteri juga masih banyak yang proksinya Pak Jokowi.
12:26Ya, kalau bicara soal serap aspirasi hari ini apa sih yang tidak kita ketahui?
12:32Hari ini kan semua persoalan sudah kita ketahui.
12:35Ada persoalan ekonomi,
12:38dan itu adalah persoalan pertama yang betul-betul menjadi kebutuhan masyarakat.
12:43Jadi,
12:45sebenarnya yang dibutuhkan itu bukan lagi turun ke lapangan untuk menyerap aspirasi,
12:52tetapi yang diharapkan ekspektasi rakyat ini,
12:55apa solusi konkretnya?
12:57Jangan-jangan Pak Jokowi tujuannya untuk supaya ada solusi konkret.
13:01Lewat cara apa?
13:02Mendengar, kemudian menyampaikan lewat putranya yang jadi wakil presiden,
13:06atau langsung bertelepon dengan presiden sekarang,
13:09karena bagaimanapun dengan sejarahnya Pak Jokowi yang mendukung Prabowo Gibran.
13:13Ya, kalau seperti itu kan dalam posisi putra beliau adalah wakil presiden,
13:19mestinya bisa langsung saja kan begitu.
13:21Dan hari ini kan memang ruang demokrasi, ruang politik sudah sangat terbuka,
13:28semua isu-isu yang berkembang di masyarakat itu sangat gampang untuk kita dapatkan,
13:34sangat well informed.
13:36Jadi,
13:37publik ini bertanya,
13:38Untuk apa belum suka?
13:40Untuk apa?
13:41Ini.
13:42Karena yang dibutuhkan hari ini adalah solusi konkret,
13:46cepat menjawab apa yang menjadi persoalan dan kebutuhan rakyat.
13:50Nah, itu yang ditunggu-tunggu oleh publik hari ini.
13:54Oke.
13:55Mas Adi,
13:57tadi sudah didengarkan dari Bung Freddy maupun Bung Anci,
14:02bahwa ya untuk apa,
14:04tapi juga ada alasannya,
14:05tetapi kan Pung Adi melihat, Mas Adi melihat ini contoh untuk mempertegas
14:11bahwa makin membayangi pemerintahan Prabowo Gibran atau apa?
14:16Kalau saya simple ya,
14:17saya ingin melampaui diskusi-diskusi yang sifatnya normatif,
14:21bahwa Pak Jokowi itu suka berlusukan,
14:23saya kira memang tidak bisa dibantah.
14:25Bahwa Pak Jokowi masih tokoh nasional juga tidak bisa dibantah.
14:28Bahwa ini ada keinginan serap aspirasi juga tidak bisa dibantah.
14:32Tapi ini kan perdebatannya adalah long years ago.
14:35Sangat relevan kalau Jokowi masih jadi presiden.
14:38Tapi hari ini saya justru membaca,
14:39apa yang ingin dilakukan oleh Pak Jokowi,
14:41itu adalah ingin mendapatkan efek memutar dari dampak yang saat ini menjadi bagian dari Jokowi.
14:47Efek memutar itu,
14:49satu, diarahkan kepada PSI,
14:50yang kedua adalah kepada Mas Gibran,
14:52Raka Buming Raka.
14:54Bagi saya di situ konteksnya.
14:56Beberapa jam yang lalu.
14:57Anda masih ingat kan pernyataan Jokowi itu selalu mengatakan bahwa
15:01Prabowo Gibran itu masih dua periode,
15:04artinya sampai 234.
15:06Betul, dalam konteks itu saya ingin mengatakan,
15:08kenapa saya ingin menyebut efek memutar.
15:10Jokowi sepertinya cukup meyakini bahwa
15:12kesukaan publik terhadap dirinya masih kuat.
15:14Approval ratingnya mungkin masih cukup stabil hingga hari ini.
15:17Kalau dengan berkeliling ke seluruh Indonesia,
15:20berkunjung dari satu tempat ke tempat yang lain,
15:23orang semakin suka kepada Pak Jokowi,
15:25maka ada kecenderungan.
15:26Orang yang suka kepada Jokowi,
15:28akan mengikuti kemanapun langkah dan sikap politik Jokowi.
15:31Apalagi misalnya beberapa detik yang lalu,
15:34kita membaca beberapa media online yang menyebut bahwa
15:36Pak Jokowi akan menghadiri undangan-undangan yang dilakukan oleh
15:40kawan-kawan PSI dan kawan-kawan Projo.
15:42Itu jelas.
15:43Artinya apa?
15:44Jokowi semakin ingin mengidentifikasi dirinya adalah PSI
15:47dan PSI adalah Jokowi.
15:50Artinya bicara soal pertarungan politik 2029.
15:52Exactly.
15:53Saya tidak bicara hal-hal yang lain.
15:55Kalau kita diskusi di kelas, ada makalah,
15:57mungkin bisa panjang kali lebar.
15:59Tapi bahwa saya mengingat betul
16:01dua momen penting yang disampaikan oleh Jokowi
16:03dalam acara PSI,
16:04waktu di Solo dan di Mekasar,
16:06bahwa Jokowi akan all out,
16:08akan total untuk memenangkan PSI di 2029.
16:11Caranya apa?
16:12Supaya mendapatkan kecintaan dan keusokan rakyat,
16:15belusukan dan turun ke bawah.
16:17Dan Jokowi sebenarnya ingin menjadi imam besar
16:19kepada kandir-kandir PSI dan Projo
16:21untuk membesarkan ini Partai Gajah.
16:23Kalau diperlukan,
16:25saya harus datang.
16:28Saya masih sanggup,
16:30saya masih sanggup datang ke provinsi-provinsi.
16:35Semua provinsi.
16:37Saya masih sanggup datang ke kabupaten-kota.
16:43Saya masih sanggup.
16:44Saya masih sanggup.
16:46Kalau perlu sampai ke kecapatan,
16:49saya masih sanggup.
16:51Saudara-saudara,
16:52bekerja keras untuk PSI.
16:55Saya pun akan bekerja keras untuk PSI.
17:02Saudara-saudara,
17:04bekerja mati-matian untuk PSI.
17:06Saya pun akan bekerja keras,
17:09bekerja mati-matian untuk PSI.
17:17Masih di Sati Majel Forum,
17:19Bung Freddy.
17:20Tadi sebelum ditutupkan,
17:23pragmatis gitu.
17:24Nah ini 31 Januari 2026.
17:26Artinya masih di tahun yang sama
17:28dan Juni akan rencana.
17:30Ya, misupun tadi yang ditampilkan adalah PSI.
17:33Dan saya yakin di hadapan relapan juga ada.
17:35Hanya mungkin tadi kita tidak putar.
17:37Anda mau menjelaskan apa?
17:38Ini kan makin clear bahwa
17:40ini bukan soal bicara soal
17:42panggiran Nurani, Pak Jokowi
17:44sebagai tokoh yang masih
17:46sering mendapatkan aduan, curhatan.
17:48Tapi lebih kepada
17:50kerja-kerja politik yang ujung-ujungnya adalah
17:52untuk nanti 2029
17:54atau hubungan politik lainnya.
17:57Ya,
17:58seperti banget sih.
18:00Saya juga gak mau terlalu banyak
18:01yang mau ngementari tentang pakti.
18:03Kenapa? Karena PSI?
18:05Ini soal Pak Jokowi-nya loh.
18:06Sekali-kali konteks yang Pak Jokowi
18:08menyampaikan itu kepada kami relawan.
18:09Itu yang pertama.
18:10Yang kedua, bagi Pak Jokowi,
18:12ya, kekuasaan itu
18:13politik itu bukan hanya tentang
18:15kekuasaan dan jabatan.
18:17Bagi Pak Jokowi, bagi kami,
18:20ya, politik itu adalah juga
18:22menjaga kedekatan
18:24batin dengan masyarakat.
18:25Dan itu alaminya Pak Jokowi.
18:28Beliau menyapa masyarakat,
18:30ya, melihat kondisi real,
18:31itu sudah biasa dilakukan Pak Jokowi.
18:33Itu yang mencatat,
18:34bicara soal kedekatan
18:35dan komunikasi dengan publik,
18:38dengan rakyat,
18:38tetapi ujung-ujungnya kan ada
18:39benefit elektoral.
18:41Ya, justru itu.
18:41Tapi maksud saya,
18:42jangan langsung
18:44dimaknai,
18:45diartikan
18:46manuver politik
18:472029.
18:49Oh gitu?
18:49Ya, jangan
18:50langsung ansih
18:51seperti itu.
18:53Tetapi,
18:55kalau nanti
18:56modal sosial ini,
18:57modal kedekatan
18:58politik ini,
19:00ya, memang
19:00pada saatnya harus digunakan
19:02telunjuk Pak Jokowi,
19:04ya,
19:04di dalam kontestasi
19:06politik
19:062029,
19:08menurut saya
19:09itu adalah
19:09keuntungannya Pak Jokowi,
19:11keuntungan kami
19:12relawan,
19:13projo misalnya,
19:15ya, ketika kami
19:16dekat dengan rakyat,
19:18Bung, gitu loh.
19:18Kira-kira bahasanya
19:19gampang gini,
19:20kalau toh pun
19:21seorang Jokowi Dodo
19:22mantan presiden yang
19:23anaknya ada di
19:25posisi
19:25wakil presiden,
19:27yang kedua juga
19:28anaknya juga
19:29ketua umum partai,
19:30ya, kalau berbicara
19:31untuk elektrol polisi
19:32juga enggak apa-apa kok.
19:33Kenapa harus
19:34kemudian dihindarkan?
19:35Enggak, memang.
19:36Projo juga enggak tabu, itu.
19:38Tetapi,
19:39maksud saya,
19:40maksud saya,
19:41kita belum berbicara
19:43masih jauh
19:43elektoral
19:442029.
19:46Kita
19:47tidak menafikan
19:48bahwa ini
19:50pada kontestasi
19:512029
19:52modal sosial ini
19:53akan digunakan
19:55untuk itu,
19:55iya, tetapi
19:56belum berbicara
19:58Mas Gibran hari ini.
19:59Oke.
20:00Gitu loh.
20:01Ya, sekali lagi,
20:02kalau bicara PSI,
20:03harusnya teman PSI
20:04di sini.
20:04Tetapi belum bicara
20:05Mas Gibran.
20:06Mas Gibran tadi,
20:07di video itu jelas ya,
20:08di hadapan ini,
20:09saya akan turun,
20:10saya akan
20:11membesarkan,
20:11jelas kan,
20:12ke provinsi,
20:13ke bupatan, kota.
20:13Iya, iya, iya, iya, kita
20:14tidak bantai itu,
20:15makanya saya katakan tadi.
20:16Atau beredak,
20:17kalau di PSI begini,
20:18kalau di
20:19Projo begini.
20:20Kepada kami,
20:21Oh, sama.
20:22Bukan, kepada kami,
20:23Pak Jokowi belum pernah
20:25mengatakan,
20:26ayo,
20:26gabung PSI,
20:27ayo,
20:28ikut.
20:28Belum pernah.
20:29Jadi,
20:29sekali lagi,
20:30saya nggak kompeten
20:31bicara tentang PSI.
20:33Saya hanya bicara
20:34relawan
20:35dengan Pak Jokowi.
20:36Dan siap
20:37mendampingi Pak Jokowi
20:38keliling-keliling.
20:38Siap mendampingi Pak Jokowi,
20:40begitu loh.
20:41Bu Ansi,
20:43Anda tadi mengatakan
20:44hari ini
20:44bukan lagi bicara
20:46soal
20:47investasi politik
20:48untuk
20:489,
20:49tapi lebih kepada
20:50realitas yang dihadapi.
20:52Rakyat butuh
20:53konkret, gitu.
20:53Anda mau mengatakan
20:55bahwa
20:55sudahlah,
20:57jangan lagi pakai
20:58kamuflase
20:59mendekati rakyat.
21:01Ujung-ujungnya adalah
21:02investasi politik.
21:03Atau Anda ingin mengatakan
21:04sekelas presiden
21:05yang sudah
21:06menjabat dua periode
21:07harusnya bicara soal
21:08keresoan bangsa
21:09lebih konkret, gitu.
21:10rakyat
21:12yang cerdas
21:14tentu bisa menilai.
21:15Hari-hari ini
21:16para pemimpinnya itu
21:19memikirkan apa
21:20yang menjadi
21:21jeritan
21:22dan kebutuhan
21:24rakyat
21:25dan hadir
21:25sebagai
21:27problem solver
21:30ataukah justru
21:31sedang menyiapkan
21:33anak tangga
21:33dalam kaitannya
21:36dengan
21:36politik kekuasaan.
21:38kalau sikap
21:40PDI Perjuangan
21:412029 itu
21:43masih terlalu jauh
21:44dan terlalu dini
21:46kita bicara soal
21:47politik elektoral
21:49kontestasi
21:502029.
21:52Saat sekarang itu
21:53yang
21:53menjadi
21:54konsentrasi
21:55PDI Perjuangan
21:56adalah
21:57bagaimana
21:58menghadirkan
21:59solusi
22:00untuk menjawab
22:01kebutuhan-kebutuhan
22:02masyarakat.
22:02itulah juga
22:04yang kami harapkan
22:05dilakukan oleh
22:06Presiden Prabowo
22:08dan seluruh
22:08jajaran
22:09kabinetnya.
22:10Karena
22:11sejatinya
22:12pemerintahan ini
22:13dipilih
22:14diberikan mandat
22:15pertama-tama itu
22:17untuk
22:17bekerja
22:19memajukan
22:21kesejahteraan
22:22dan menciptakan
22:23keadilan bagi masyarakat.
22:25Kalau belum apa-apa
22:26hari ini
22:27masing-masing
22:30kekuatan politik
22:32itu sudah
22:34memasang
22:35kuda-kudanya
22:35untuk
22:36politik elektoral
22:382029
22:39lalu
22:40bangsa ini
22:41itu hanya
22:42bergerak dari
22:43fase kontestasi
22:44tanpa kerja
22:46menuju kepada
22:47sebuah fase
22:47kontestasi
22:48baru.
22:49Tapi bukan itu
22:49yang terjadi
22:50selama ini kan.
22:51Itu yang terjadi
22:52selama ini kan.
22:53Setiap pemilu
22:54ke pemilu
22:54selalu efektif
22:55bekerja paling
22:56dua tahun.
22:56tahun ketiga
22:57sudah bicara
22:58soal lagi.
22:58Dari awal
22:59sudah mendesain
23:00program-programnya
23:00untuk paling tidak
23:02mengamankan
23:02di the next pemilu.
23:03Bukannya itu.
23:04Hari ini
23:05dua tahun pun
23:06belum sampai
23:08dan hari ini
23:09kita lihat
23:10memang
23:10daya beli
23:11masyarakat itu
23:12sangat rendah
23:13persoalan
23:14real ekonomi
23:15kesulitan ekonomi
23:16itu
23:16membutuhkan
23:17jalan keluar
23:18yang serba cepat
23:19dan
23:21mestinya
23:23seluruh
23:23partai politik
23:24ataupun
23:24toko-toko politik
23:25yang berada
23:26dibalik
23:27Presiden Prabowo
23:28Subianto ini
23:29ini kan
23:30mengkonsolidasi diri
23:31untuk kemudian
23:32memikirkan bagaimana
23:34caranya
23:35menyelesaikan
23:36persoalan ini.
23:37PD Perjuangan
23:38berada di luar
23:38pemerintahan
23:39dan memainkan
23:40peran sebagai
23:41partai penyeimbang
23:42ini
23:43berharap
23:44bahwa
23:45pemerintah ini
23:46itu
23:46solid
23:47dan Presiden
23:48Prabowo
23:49itu bertindak
23:49sebagai
23:50semacam
23:51kondukter
23:52yang memimpin
23:53sebuah
23:54orkestrasi
23:55termasuk
23:55disana
23:56ada partai
23:57yang ada
23:58di pemerintahan
23:59semua ini
23:59harus membangun
24:00sebuah soliditas
24:02dan sinergi
24:02untuk menyelesaikan
24:03persoalan ini.
24:05Kalau peranan itu
24:05diambil oleh
24:06Jokowi dan
24:06ke depan
24:07akan juga
24:08sama kira-kira
24:09hanya bedanya
24:09dia individu
24:10yang punya
24:10masa masih
24:11kuat
24:12Anda
24:13melihat
24:14seperti apa
24:14harus jangan
24:15didukung juga
24:15kan sama
24:16sebetulnya.
24:17Ya kalau
24:17bicara soal
24:18yang bersangkutan
24:19ini
24:19bagi kami
24:20kami sudah tutup buku ya
24:21ini
24:23sudah cerita
24:24masa lalu
24:25dan
24:25bagi PDI Perjuangan
24:27itu
24:27orang datang
24:28dan pergi
24:29come and go
24:30itu hal yang
24:31biasa saja
24:32begitu
24:32tetapi
24:35konsentrasi
24:36fokus dan prioritas
24:37PDI Perjuangan
24:38hari ini
24:38bukan di situ
24:39bukan di
24:41bagaimana
24:42manuver politik
24:43strategi politik
24:44untuk
24:45mengkapitalisasi
24:47untuk meningkatkan
24:48elektoral
24:48tetapi
24:49jawab dulu
24:50persoalan ini
24:51ini
24:51dalam politikan
24:52kita juga
24:52butuh
24:53hal-hal
24:54yang
24:54tidak saja
24:55pragmatisme
24:56politik
24:56tetapi
24:57juga
24:57bicara
24:58soal
24:58hal-hal
24:58yang
24:59menyangkut
25:00elementer
25:01fundament
25:01dari
25:02berbangsa
25:03dan bernegara
25:04ini
25:04contoh
25:05soal
25:06tata
25:06kelola
25:06pemerintahan
25:07hari ini
25:08ini kan
25:08bukan
25:09sesuatu
25:09yang
25:10mengada-ada
25:11dan
25:11membutuhkan
25:12ya
25:13pembenahan
25:14koreksi
25:15yang betul-betul
25:17dilakukan
25:17sehingga
25:18kemudian
25:18kita berharap
25:19pemerintah
25:20Presiden
25:21Prabowo
25:21ini
25:21bisa bekerja
25:22secara baik
25:23oke
25:23saya ke
25:24Mas Nadi
25:25Mas Nadi
25:26ini
25:26bacaan Anda
25:27ini
25:28saya anggap
25:29Anda punya
25:30pendapat bahwa
25:31ini pragmatisnya
25:32Pak Jokowi
25:32untuk Kaisang
25:33atau untuk Gibran
25:35ya bisa
25:36dua-duanya
25:36oke
25:36kalau Kaisang itu
25:37adalah ketomu PSI
25:39kenapa
25:39menjadi ramai
25:40pembicaraan
25:41soal Pak Jokowi
25:41yang rencananya
25:42akan berusukan
25:43mulai bulan depan
25:44sepertinya
25:45ada satu
25:45keyakinan
25:46bahwa Pak Jokowi
25:47itu tetap
25:47sakti mandraguna
25:48seperti dahulu kalah
25:49jadi
25:50siapapun yang
25:51teridentifikasi
25:52dekat dengan Jokowi
25:53menjadi bagian dari Jokowi
25:54dan tune in dengan Jokowi
25:56entah itu partai
25:57seperti PSI
25:58figur seperti Gibran
25:59akan mendapatkan
26:00faedah elektoral
26:01tapi progresnya PSI
26:02sampai sekarang
26:03sejak awal
26:04kan itu yang sedang
26:04ingin diuji
26:05sebenarnya
26:06saya termasuk
26:07yang sedang
26:07nunggu-nunggu
26:08di 2029
26:09apakah
26:10kesaktian Pak Jokowi
26:11yang tidak pernah kalah
26:12dalam pemilu
26:13itu akan kembali
26:14terulang
26:15di 2029
26:16karena kalau kita
26:17bicara PSI hari ini
26:18dan di 2029
26:19orang sudah
26:20tak ada perdebatan
26:21apapun
26:22ini adalah
26:22pertaruhan politik
26:23Pak Jokowi
26:24kalau di 2029
26:26untuk yang pertama kalinya
26:27PSI lolos ke parlemen
26:28pertama kali
26:29yang akan dicari
26:30dan mendapatkan
26:31standing up
26:32adalah Pak Jokowi
26:33but on the other hand
26:34kalau tidak
26:35lagi lolos ke parlemen
26:37ini PSI
26:37untuk yang kesikian kalinya
26:38Pak Jokowi
26:40akan disebut
26:40bahwa
26:41recordnya sudah selesai
26:43recordnya tidak sementereng
26:45dahulu kalah
26:45waktu masih bersama
26:47dengan PDIP
26:48kan begitu jalan ceritanya
26:49Pak Jokowi
26:49kalau ini
26:51ini jelas-jelas fix
26:52ini pragmatisme politik
26:54pragmatisme politik
26:54dan ini berarti
26:56memang
26:56jarak pandangnya
26:58itu cuma
26:595 tahun
26:59Anda tidak melihat
27:00ada kerisauan
27:01dan itu
27:02bukan
27:03tipikal
27:04politisi negarawan
27:06jika hanya berpikir
27:08dalam
27:09rentang waktu
27:10yang sangat pendek
27:11saya kutip satu
27:13Bung Adi
27:14paham betul ya
27:15Harold Delaswell
27:16dia bicara soal
27:17who gets
27:18what, when, and how
27:20hanya bicara soal
27:21dapat apa
27:22bagaimana
27:23dan dengan
27:24cara apa
27:25lupa
27:26hakikat
27:26politik itu
27:27apa
27:28lupa bahwa
27:29esensi dari kita
27:31berpolitik itu
27:32adalah untuk
27:32apa
27:33ini
27:33ini yang hilang
27:35tapi begini
27:35dan kalau itu
27:36tidak dilakukan
27:37tapi begini Bang
27:37bahwa
27:38setiap orang
27:39setiap figur
27:40setiap tokoh itu
27:41ingin pragmatis
27:41bahkan itu wajib
27:42hukumnya dalam
27:43wajar-wajar aja kan
27:44bukan wajar bagi saya
27:45itu wajib hukumnya
27:46kalau kita baca
27:47kalau kita bicara tentang
27:49teori-teori yang
27:50misalnya komunikasi politik
27:51Ervin Goffman
27:52tentang
27:52partai politik ini
27:54sangat pandai bicara
27:55untuk menyembunyikan
27:56keinginan sesungguhnya
27:57oh itunya
27:58atas nama rakyat
27:59pemilu masih jauh
28:01kemudian menyerup
28:02abis serpasi
28:02ujung-ujungnya
28:03untuk mendapatkan
28:04simpati dan dukungan
28:05sudah seserhana
28:06itu saja
28:07saya justru yang mendukung
28:09Mas Yogi
28:09bahwa semua partai politik
28:11yang ingin membesarkan
28:12partainya
28:12atau membesarkan
28:13siapapun
28:13gak apa-apa
28:14hari ini pemilu
28:15besok langsung kamarnya
28:16untuk 5 tahun yang gak datang
28:17menurut saya itu
28:18justru jauh lebih head up
28:20oke kita masih punya pertanyaan besar
28:21kita
28:26diberi kepercayaan oleh rakyat
28:29bersama kawan-kawan kita
28:31dari Koalisi Indonesia Maju
28:32dan saya katakan disini
28:34bahwa
28:34kita berhasil
28:36mendapat
28:36kepercayaan rakyat
28:38karena
28:39dukungan
28:40teman-teman
28:42Koalisi Indonesia Maju
28:44semuanya
28:45dan saya katakan disini
28:48kita berhasil
28:49karena kita didukung
28:51oleh
28:53Presiden
28:54ketujuh
28:58Hidup Jokowi
29:02Terima kasih
29:05Terima kasih
29:07Terima kasih
29:09Terima kasih
29:11Baja Kauwi
29:13Baja Kauwi
29:17Terima kasih
29:21Terima kasih
29:30Masih di Selmenjad Forum
29:32Bung Freddy
29:33itu pidato
29:34satu tahun yang lalu
29:35nuansanya masih
29:37bulan madu lah
29:38tapi
29:39makin kesini
29:40kami mendengar
29:41tentu
29:42Bung Freddy juga mendengar
29:43banyak kerisauan-kerisauan
29:45dari Pak Jokowi
29:46terhadap jalannya
29:48pemerintahan
29:48Pak Prabowo
29:49ada beberapa
29:50tapi kan yang saya mau tanyakan
29:52begini
29:53apakah
29:54itu yang kemudian mendorong
29:56Pak Jokowi
29:57untuk turun
29:58karena
29:58kalau situasinya
29:59baik-baik aja
30:00untuk apa
30:00lebih baik datang ke seminar
30:02bicara soal motivasi
30:04bangsa
30:05dan sebagainya
30:05hari ini turun ke lapangan
30:07yang susah dihindari
30:08bacaannya adalah
30:09bacaan pragmatis
30:09kepentingan politik
30:11iya
30:12saya sepakat tadi
30:13dengan Mas Adi
30:14justru
30:15partai
30:17pemimpin partai
30:18tokoh-tokoh bangsa
30:19justru kalau bisa
30:20memang harus setiap hari
30:21menyapa masyarakat
30:23ya
30:24memang
30:25harusnya tokoh-tokoh itu
30:26meniru Pak Jokowi
30:28ya
30:28Pak Jokowi manusia politik
30:30kita gak perlu
30:31nafikan itu
30:32gitu loh
30:33sekali lagi ya
30:35kami sampaikan
30:36memang
30:37tujuannya Pak Jokowi
30:38sekali lagi
30:39menjaga kedekatan
30:40emosional itu
30:41tapi gini loh
30:43paling gak dengan dua presiden
30:44sebelumnya ya
30:45Pak
30:45gak ada tuh yang
30:46atraktif Pak Jokowi
30:48setelah
30:48turun dari jabatan presiden
30:50atraktif apa
30:51Pak Jokowi atraktif apa
30:52beliau cuma menerima masyarakat
30:54itu kan karakter dia
30:56yang lain
30:56dengan gayanya
30:57misalnya Pak SBE
30:58main poli gitu
31:00salah-salah aja dong
31:01Pak Jokowi kan
31:02gak ada kegiatan lain
31:04ya
31:04pagi
31:05dia keliling tuh
31:06stadion
31:07siang
31:08menemui masyarakat
31:10kemudian
31:11ada rencana
31:13buat keliling Indonesia
31:14ya
31:14tapi
31:15perlu kami tegaskan
31:17tujuan per hari ini
31:18kepada kami
31:19relawannya Pak Jokowi
31:21ya
31:22mengatakan
31:23masih mendukung
31:24pemerintahan ini
31:25ya bahkan
31:26dua
31:27priode
31:28kan begitu
31:29disebutkan secara jelas
31:30dalam satu kesempatan
31:31ya
31:32sampai hari ini
31:33masih seperti itu
31:33jadi tujuan Pak Jokowi
31:35keliling Indonesia ini
31:37bukan
31:37mengoreksi
31:38pemerintahan ini
31:39bukan
31:40membangun
31:41oposisi
31:42mengoreksi
31:43bukan juga
31:44mengambil panggung
31:45pemerintah
31:45tetapi
31:46sekali lagi
31:47dia hanya ingin
31:48menjaga
31:49kedekatan emosional
31:50dengan
31:51masyarakat
31:53kalaupun nanti itu
31:54ya
31:55kedekatan emosionalnya itu
31:58kesukaan masyarakat
31:58berdampak dalam
32:00kontestasi
32:00Pilpres
32:012029
32:02yang gak
32:03apa-apa dong
32:04yang disampaikan Mas Adin
32:05nanti keuntungannya
32:06datang ke PSI
32:07mau PSI
32:08mau nanti
32:09calon presiden
32:10yang dia tunjuk
32:11ya mau nanti itu
32:13misalnya
32:14Prabowo Gibran
32:15dua priode
32:16mau apapun
32:17secara politik
32:19bagi relawan itu
32:20apa sih
32:20kalau misalkan
32:21ada di samping Pak Jokowi
32:22sampai sekarang
32:22masih menunjukkan
32:23kesetiaan
32:23apa sih sebenarnya
32:24target
32:28kami
32:29bersama Pak Jokowi
32:30karena nilai-nilainya dia
32:33kami sepakat
32:34keberlanjusan
32:35Indonesia maju ini
32:37harus terus
32:38dikawal
32:38ya
32:39sekali lagi
32:40Pak Jokowi
32:41ya
32:42sebagai manusia politik
32:43gerakan politik
32:44yang dilakukan
32:45katakanlah dia turun
32:46menyapa masyarakat
32:46untuk memastikan
32:48keberlanjutan
32:49Indonesia maju itu
32:50ya tetapi
32:51jangan dimaknai
32:52hanya sekedar
32:53kontestasi elektoral
32:552029
32:56banyak kan
32:56kedekatan toko
32:57menjadi inspirasi
32:59ya mengawal
33:00itu kan
33:01bisa seperti itu
33:02tetapi
33:02kalaupun sekalian lagi
33:03kalaupun itu
33:04harus diwujudkan
33:05dalam kontestasi
33:062029
33:07sekarang
33:08kira
33:08kalaupun dari
33:09perspektif relawan
33:11Jokowi
33:11melihat bahwa
33:12ada arah
33:13perjalanan
33:14di pemerintah sekarang
33:15yang sedikit
33:15melenceng
33:16dari garisnya
33:17Pak Jokowi
33:18juga boleh loh
33:18sah-sah saja
33:19sampai
33:21Pak Jokowi kan
33:22kepada kami
33:23mengatakan
33:24pemerintahan ini
33:26kan keberlanjutan
33:27ya
33:27kami
33:28masih melihat
33:30ada 3
33:31program utama
33:32yang dilanjutkan
33:33dalam pemerintahan
33:34misalnya
33:34infrastruktur
33:35hilirisasi
33:36kemudian
33:37IKN
33:38IKN
33:38sampai sekarang
33:39kayaknya
33:39mandek
33:40enggak
33:40dari mana
33:42mandeknya
33:42ya paling tidak
33:43tidak ada
33:43progres yang
33:44kelihatan
33:45paling tidak
33:47permintaan
33:47dari PD Perjuangan
33:48ya paling enggak
33:49wapresnya lah
33:50ngantor di sana
33:50dulu juga belum
33:51kan belum ada
33:52kepres
33:52masih nunggu
33:53tapi kalau
33:54pembangunan itu
33:55sendiri kan
33:55enggak mandek
33:56kemudian kan
33:57undang-undang itu
33:58sendiri masih berlaku
34:00kan begitu
34:00artinya kita
34:01tunggu saja
34:02Anda masih yakin ya
34:03bahwa
34:03justru itu
34:04nah keberlanjutan
34:06yang kami lihat
34:06melalui program-program
34:07itu
34:08IKN masih PSN
34:10infrastruktur
34:11tol-tol masih
34:11dibangun
34:12kan
34:13justru itu kami
34:14hilirisasi juga
34:15masih terus
34:16dijalankan
34:16kami masih melihat
34:18Presiden Jokowi
34:19masih melihat
34:19kalau memang
34:21ada misalnya
34:22catatan-catatan
34:24penting
34:24tentang program-program
34:26apa namanya
34:27prioritas Pak Presiden
34:28itu memang kami
34:30di kalangan
34:31relawan
34:31bersama Pak Jokowi
34:33memang kami sering
34:34mendiskusikan
34:35misalnya
34:35apa misalnya
34:36yang pernah enggak
34:37boleh disampaikan
34:38disini enggak ada
34:39yang kerisauan
34:39dari Presiden
34:40gini loh
34:42saya kira
34:43apa ya
34:44kita semua
34:45sepakat lah
34:46bahwa program-program
34:48prioritas Pak Presiden
34:49ini
34:50misalnya
34:51Kopdes
34:52BG
34:53ini kan memang
34:54program-program
34:55yang sangat baik
34:56tetapi
34:57pelaksanaannya
34:58sekali lagi
34:59semua udah tahu lah
35:00termasuk kami
35:01pernah diskusi
35:02dengan Pak Jokowi
35:02mengatakan
35:03bagus
35:04ini programnya
35:05luar biasa
35:05tetapi
35:07pelaksanaannya
35:08tata kelolanya
35:10pelaksanaannya
35:11perlu di
35:11perbaiki
35:13oke
35:13tahan dulu disitu
35:13Mas Adi
35:15Mas Adi masih
35:16melihat bahwa
35:17turunnya Pak Jokowi
35:18nanti Juni itu
35:19benar-benar
35:20karena memang
35:21ada koreksi
35:21karena
35:22bagaimanapun
35:23Pak Jokowi adalah
35:24pendukung Prabowo Gibran
35:25ada
35:26kelanjutan
35:27atau memang
35:27betul-betul ya
35:28semata-matanya
35:29untuk PSI
35:30ini pertaruhan nih
35:31kalau PSI gak lolos ke Parlemen
35:32wajah Jokowi
35:34mau taruh di mana
35:35kalau saya justru
35:36lebih condong ke arah
35:37bagaimana
35:37mengonsolidasi
35:38kekuatan-kekuatan
35:39politik Pak Jokowi
35:40supaya terasosiasi
35:41dengan PSI
35:42dan Gibran
35:44bahwa ini adalah
35:45negarawan
35:46kebangsaan
35:47menyeram aspirasi
35:49belusukan
35:49memang ini adalah
35:50style politik Pak Jokowi
35:52saya kira itu adalah
35:53perdebatan-perdebatan
35:54Masa Lampau
35:54dan saya kira
35:55sudah begitu banyak
35:56yang menulis itu
35:56dalam naskah
35:58dalam judul
35:58dan bahkan dalam
35:59jurnal-jurnal
36:00tapi bicara itu kembali
36:01bagi saya gak relevan
36:02Mas Yogi
36:03karena kalau kita bicara
36:04Jokowi hari ini
36:05adalah bicara tentang
36:06bagaimana Jokowi
36:07identik dengan PSI
36:08ketua umumnya adalah
36:09Mas Kaisang
36:10bicara tentang Jokowi hari ini
36:11adalah bicara tentang
36:12bagaimana ada Gibran
36:13sebagai Wakil Presiden
36:15yang tentu di 2029
36:16posisinya gambling
36:17satu sisi tentu
36:18harapan terbesarnya
36:19bisa dua periode
36:21dengan Pak Prabu Subianto
36:22tapi kalau kemudian
36:23skenario terburuknya
36:24tidak dua periode
36:25dengan Pak Prabu
36:26what's next
36:27ini harus disiapkan
36:29ya Anda mau ngatakan
36:30kan itu yang diperbincangkan
36:31oleh publik
36:31bahwa disitu ada diskusi
36:33kalau nanti turun
36:33katakanlah
36:34kemudian ada eksposur
36:35pemberitaan
36:36ada hal-hal yang disampaikan
36:37misalnya koreksi soal
36:38pelaksanaan MBG
36:39koreksi soal pelaksanaan
36:40Koperasi Merah Putih
36:41itu akan mempengaruhi
36:43hubungan Jokowi
36:44kalau itu disampaikan
36:46secara terbuka
36:47pastinya akan
36:48mempengaruhi
36:48hubungan politik
36:49tapi kalau disampaikan
36:51telepon-teleponan
36:52WA-WA-AN
36:53citatan
36:53kalau berlusukan
36:54rasanya gak mungkin
36:55tertutup ya
36:55pasti akan ada
36:56berlusukan itu
36:57tidak perlu yang ada
36:58dirisaukan
36:59kok jadi kalau berlusukan
37:00itu aneh-aneh gitu ya
37:01menimbulkan
37:02kejolak dan
37:02instabilitas
37:03kalau berlusukannya
37:04hanya ketemu dengan
37:05kader-kader partai
37:06dengan relawan
37:07kemudian makan-makan
37:08bersama
37:09selfie-selfie
37:10diskusi
37:11gak ada soal
37:12bagus malah
37:13semakin memperbanyak
37:14seperti itu
37:14tapi yang
37:15bikin ramai
37:16dengan rencana
37:17berlusukan Pak Jokowi
37:18ini kan banyak
37:19variabelnya mas
37:20oh ini Pak Jokowi
37:21post power sindrom
37:22oh ini Pak Jokowi
37:23katanya mau pensiun
37:24udah gak jadi lagi presiden
37:26gak taunya
37:27ini konsolidasi
37:28dan seterusnya
37:28itu kan bumbu-bumbu
37:30saya tidak terlampau
37:31suka berdiskusi
37:32yang gimmick-gimmick
37:33kayak gitu
37:33semua orang pasti
37:34suka dengan gimmick
37:35semua orang pasti
37:36punya post power sindrom
37:37bukan hanya Pak Jokowi
37:38tapi saya ingin bicara
37:40tentang sejak
37:402026 pertengahan ini
37:422029 yang akan datang
37:44kalau masih bicara
37:45tentang personifikasi
37:46politik Pak Jokowi
37:47saya pasti tidak akan
37:48melepaskan bahwa
37:49disitu ada Gibran
37:50dan disitu ada PSI
37:51yang ketua
37:52Murni Rakyatang
37:52sesederhana
37:53seperti itu
37:54dan ada PDI Perjuangan
37:55sebagai rumah lama
37:56yang tadi sudah sampaikan
37:57saya kira
37:58karena kalau kita
37:59mau jujur sebenarnya
38:01kan dulu ada program
38:02lapor Mas Wapres
38:03kenapa itu
38:03tidak di amplifikasi
38:04aduan-aduan itu
38:06yang kemudian signifikan
38:07datang dari daerah
38:09secara officially
38:10apa persoalannya
38:11dan itu jauh lebih efektif
38:13sebenarnya
38:13untuk memperbaiki
38:14semua kebijakan-kebijakan
38:15yang menurut
38:16Mas Bro Freddy ini
38:17compang-camping
38:18terkait dengan
38:19program-program strategis
38:20pemerintah
38:21ketimbang belusukan
38:22nanya masalah
38:23kan kesannya
38:24ingin menimbulkan
38:25ada matahari lain
38:26di luar yang ada
38:27saat ini
38:28kan itu yang kemudian
38:28orang ramai mas
38:29jadi kalau
38:30sebagai sahabat dan kawan
38:32ada sesuatu yang
38:33sekarang oke
38:33telepon-teleponan
38:35tiap malam kan oke
38:36menyampaikan sesuatu
38:37itu jauh lebih
38:38kondusif
38:39dibandingkan dengan
38:39yang menurutnya
38:40jangan-jangan secara informal
38:42juga berbicara
38:42dengan kader-kader
38:43pede perjuangan
38:44tapi kalau
38:45Bung Ansih ini
38:46kalau membaca
38:47psikologis politiknya
38:48pasti ingin Pak Jokowi itu
38:50head to head dong
38:512029
38:52dengan 08
38:53kalau kerjasama
38:54kembali
38:54rasa-rasanya
38:55gak terlampau suka
38:56beliau ini
38:57masih di
38:58saat menjaduk forum
38:59Bung Ansih
39:00meskipun
39:01meskipun
39:02tadi sudah bilang
39:02tutup buku
39:03tetapi ya
39:04kita melihatlah
39:05bahwa
39:06kita sepakat
39:07ada persoalan
39:08merisak yang harus diselesaikan
39:09ada rakyat yang menunggu
39:11apa kebijakan-kebijakan
39:13tetapi boleh dong
39:13tokoh-tokoh bangsa
39:14juga turun
39:15termasuk Pak Jokowi
39:16ke lapangan
39:18untuk membantu
39:19supaya
39:19beban rakyat ini
39:21tidak terlalu
39:21dipikul berat
39:23ya itu
39:23otoritas dan kewenangan
39:25masing-masing
39:25kami
39:27menghargai itu
39:28menghormati itu
39:29di jurisdiksi
39:30masing-masing
39:30partai politik
39:31ataupun juga
39:32tokoh politik
39:33tapi kalau bicara
39:34hari ini
39:35Presiden Republik Indonesia
39:36itu adalah
39:37Presiden Prabowo
39:38Subianto
39:38dan kalau PDI
39:40PDI Perjuangan
39:41berharap bahwa
39:42pemerintahan Presiden
39:44Prabowo Subianto
39:45ini harus betul-betul
39:46solid
39:46dan kemudian
39:48bisa bersinergi
39:49untuk bekerja
39:50membuat sebuah
39:51legasi
39:52ukir prestasi
39:53untuk menjawab
39:54apa yang menjadi
39:55kebutuhan
39:55dan persoalan rakyat
39:56kita bisa bayangkan
39:58kalau seandainya
39:59ada
40:0010 partai politik
40:02yang berada
40:03dalam pemerintahan
40:04hari ini
40:04dan masing-masing
40:06ketua umumnya
40:07atau masing-masing
40:08tokoh politiknya
40:09memainkan agenda
40:11masing-masing
40:12semua turun
40:13ke lapangan
40:13untuk menyerap
40:14aspirasi
40:15lalu
40:16kan
40:17yang kasihan
40:17Presiden Prabowo
40:18Subianto
40:19padahal
40:20hari ini
40:21apa sih
40:21aspirasi yang
40:22tidak kita ketahui
40:23hari ini
40:24semua kita ketahui
40:25aspirasi hari ini
40:26dan tinggal
40:28question and solutionnya
40:30kan begitu
40:30tetapi
40:32lebih baik
40:33lebih fair
40:35kalau misalnya
40:35kita katakan
40:36memang
40:36hari-hari ini
40:37ada partai A
40:38ada toko politik A
40:39yang memang
40:40sudah berpikir
40:41untuk
40:42kontestasi elektoral
40:442029
40:44jadi
40:45pragmatisme
40:47politik itu
40:48itu sangat dekat
40:49dengan
40:49mohon maaf ya
40:50syahwat politik
40:52yang kemudian
40:53itu
40:54menegasikan
40:56kerja-kerja
40:58yang sebenarnya
40:59merupakan
41:00hal yang paling
41:00fundamental
41:01republik ini
41:02ada
41:02ini kan untuk
41:03mendistribusikan
41:04keadilan dan
41:05kesejahteraan
41:06dan Anda
41:06ini dosen di
41:07UIN
41:08Sarif Hidayatullah
41:09dan Anda
41:10mewakili PD perjuangan
41:12tidak melihat
41:12adanya
41:13spirit
41:14nilai-nilai
41:15kebangsaan
41:15di rencana
41:16berusukan Jokowi
41:16ini dari
41:17fase kontestasi
41:18ke fase kontestasi
41:19saja
41:19yang lebih
41:21dominan
41:22dan yang
41:22agak
41:23menonjol
41:24kalau
41:25saya
41:26amati
41:27diskusi kita
41:28tadi
41:28yaitu adalah
41:29pragmatisme
41:30pragmatisme
41:31politik
41:32yang dekat
41:32dengan
41:33syahwat
41:33politik
41:34dan tidak
41:34jauh-jauh
41:35dari kepentingan
41:36keluarga
41:37kira-kira
41:37seperti itu
41:38Bung Freddy
41:39pragmatisme
41:40politik
41:41kita juga harus
41:42objektif
41:43sampai hari ini
41:44sampai hari ini
41:46belum ada
41:46deklarasi
41:47politik apapun
41:482029
41:48Pak Jokowi
41:49sudah selesai
41:50kalau tadi
41:52dikatakan
41:52dinasti
41:53dinasti
41:53anak-anaknya
41:55itu terpilih
41:55proses demokrasi
41:57tetapi kami
41:58memang melihat
41:59belusukan
42:00Pak Jokowi ini
42:01memang menjaga
42:02hubungan
42:03kebatinan
42:04dengan masyarakat
42:05menjaga
42:06kebangsaan
42:07dengan masyarakat
42:08solusinya
42:08buat bangsa
42:09apa
42:09kira-kira
42:09kan kita
42:10semua sepakat
42:11bahwa hari ini
42:11kita menghadapi
42:12problem besar
42:12ya tentu
42:13kalau nanti
42:14sekali lagi
42:15kalau pun nanti
42:16dari
42:18motivasi
42:18inspirasi
42:20yang diberikan
42:20oleh Pak Jokowi ini
42:22masyarakat
42:23misalnya
42:24menemukan
42:24satu tokoh
42:25yang sesuai
42:26dengan nilai-nilai
42:27yang disampaikan
42:28oleh Pak Jokowi
42:29ya tentu saja
42:30kita tidak bisa
42:30menolak itu
42:31tentu kami akan
42:32mendukung itu
42:32karena memang
42:33posisi kami
42:34Projo di situ
42:35oke
42:35dan nanti
42:36Projo bersama PSI
42:37akan mengawal
42:38perjalanan
42:39Jokowi Dodo ya
42:40ya
42:41kami Projo bersama
42:42relawan lainnya
42:42akan mengawal
42:43Pak Jokowi
42:44saya yang sebut PSI
42:45bukan Anda
42:46oke
42:46Mas Adi
42:47kira-kira begini
42:49kalau
42:50menurut Mas Adi
42:52Presiden
42:53Prabowo kan
42:54bagaimanapun
42:54merasa didukung oleh
42:55tapi perjalanan ini
42:57kan pasti akan muncul
42:58yang tadi Anda sampaikan
42:59akan ada disampaikan
43:00jangan-jangan ada
43:01komentar minimal
43:02mendengarkan keluhan
43:03soal
43:03dana desa
43:04misalnya
43:04kemudian jadi pemberitaan
43:05Anda melihat
43:07kira-kira akan
43:08berdampak gak
43:08komunikasi politik
43:09antara Prabowo
43:09dengan Jokowi
43:11saya sih melihat Pak Prabowo
43:12santai-santai saja sih sebenarnya
43:14kalau begitu banyak
43:15tokoh-tokoh penting
43:16dan instrumen
43:16turut terlibat
43:18engage dalam
43:19memberikan komentar-komentar
43:20terkait dengan situasi
43:21tapi karena
43:22ruang komunikasi kita ini
43:24memang
43:24ujung-ujungnya adalah
43:25stabilitas
43:26jadi sikap
43:27catatan-catatan kritis itu
43:29sebisa mungkin
43:29memang tidak disampaikan
43:30secara terbuka
43:31itu bahasa partner politik
43:33beda kalau yang bicara itu
43:34adalah BEM
43:35beda yang bicara itu
43:36kalau aktivis
43:37mahasiswa dan
43:38dosen
43:39bicaranya
43:40bawa toak
43:40dan sepanduk
43:41dari lewat
43:41tapi kalau bicara
43:42dari hati ke hati
43:43sebagai sahabat dan teman
43:44tentu bicaranya
43:45lewat telepon dan WA
43:46dan tidak diketahui oleh publik
43:48kecuali
43:49kalau speak up ke publik
43:50pasti akan dibaca
43:51ingin mendapatkan
43:52ada manuver
43:53ada manuver
43:54bahwa ini ingin mendapatkan
43:55insentif positif
43:56dan mungkin
43:57akan ada satu pesan
43:59yang ingin disampaikan
43:59bahwa yang sebelumnya
44:01dianggap lebih baik
44:01dengan yang sekarang
44:02kan itu yang dikhawatirkan
44:04karenanya bagi saya
44:05satu hal
44:06tapi apapun yang terkait
44:07dengan Pak Jokowi
44:08Mas Yogi
44:08pasti ramai
44:10pro dan kontra
44:11dukung-mendukung
44:12tolak pendolak
44:13dan pastilah ada
44:13Pak Jokowi ngomong
44:14salah
44:14pasti akan muncul ya
44:16karena Pak Jokowi
44:17sudah terlanjur
44:18menjadi komoditas politik
44:19bahkan
44:20Bung Freddy
44:20setiap hari
44:21saya dengarkan bicara
44:22bahwa
44:22ini adalah belusukan
44:24serap aspirasi
44:25negarawan
44:25sudah itu dianggap
44:26tutup buku
44:27tapi argumennya
44:29itu terus
44:29berulang-ulang
44:30yang disampaikan
44:30dan seterusnya
44:31dan seterusnya
44:32nanti kita lihat
44:32di lapangan
44:33terima kasih
44:33Mas tadi
44:34terima kasih
44:34Bung Hansi
44:35terima kasih
44:35Bung Freddy
44:36politik adalah
44:37soal kepentingan
44:38rencana belusukan
44:39Jokowi
44:39ke berbagai daerah
44:40di tanah air
44:41akan menjadi
44:42sorotan publik
44:42termasuk
44:43kekuatan politik
44:44nasional
44:44agenda apa
44:45yang sedang
44:46dijalankan Jokowi
44:47apakah terkait
44:48pemiru 2009
44:49atau ada
44:50kerisauan
44:50atas jalannya
44:51pemerintahan
44:52Prabowo Gibran
44:53sulit dihindari
44:54anggapan gerak-gerik
44:55Jokowi
44:55syarat muatan politik
44:56baik itu
44:57soal komitmen
44:58Prabowo Subianto
44:59melanjutkan program
45:00pemerintahan Jokowi
45:01atau
45:02kelangsungan
45:03posisi Gibran
45:04sebagai wapres
45:04bersama Prabowo Subianto
45:06semua itu
45:07akan terbaca jelas
45:08dari pesan politik
45:09yang muncul
45:09saat Jokowi
45:10belusukan
45:10demikian
45:11satu meja
45:12di forum
45:12malam ini
45:12terima kasih
45:13dan sampai jumpa
Komentar