Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Massa dari Solidaritas Pemuda untuk Keadilan (SPK) menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, pada 25 Mei 2026. Mereka mendesak Kejaksaan Agung mengusut dugaan kerugian negara terkait investasi Telkomsel ke GoTo yang disebut mencapai triliunan rupiah.

Dalam aksi tersebut, massa membawa sejumlah poster tuntutan dan meminta pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang terlibat dalam proses investasi. SPK juga meminta aparat penegak hukum menelusuri dugaan kelalaian manajerial, konflik kepentingan, hingga potensi penyalahgunaan wewenang.

Demonstrasi dilakukan sebagai bentuk pengawasan publik terhadap pengelolaan dana BUMN. Massa meminta Kejaksaan Agung membuka proses penyelidikan secara transparan dan memeriksa seluruh pihak yang terkait dengan investasi tersebut

Arikel Terkaitt
https://www.suara.com/news/2026/05/25/212250/uang-negara-menguap-triliunan-kejagung-didesak-bongkar-mafia-di-balik-investasi-telkomsel-ke-goto

Creative/Video Editor: Susi/Leo
#Viral #Demo #SPK #BUMN #Telkom #GoTo

==================================

Homepage: https://www.suara.com
Facebook Fan Page: https://www.facebook.com/suaradotcom
Instagram: https://www.instagram.com/suaradotcom/
Twitter: https://twitter.com/suaradotcom
Transkrip
00:00Kejagung didesak usut dugaan kerugian negara dalam investasi Telkomsel ke Gotoh.
00:06Masa yang tergabung dalam Solidaritas Pemuda Untuk Keadilan atau SPK
00:10menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung Kejaksaan Agung Jakarta Selatan
00:15pada Senin 25 Mei 2026.
00:18Mereka mendesak Kejaksaan Agung Republik Indonesia
00:21untuk mengusut dugaan kerugian negara terkait investasi Telkomsel ke Gotoh
00:25yang disebut mencapai triliunan rupiah berdasarkan hasil pemeriksaan dan laporan BPK.
00:31Dalam aksi tersebut, Masa membawa poster bertuliskan
00:35Usut tuntas investasi bermasalah Telkomsel ke Gotoh
00:39dan jangan biarkan BUMN dikuasai oligarki.
00:43Koordinator lapangan SPK Arief Mustabasani menilai
00:46keputusan investasi tersebut perlu diperiksa
00:49karena dilakukan saat perusahaan tujuan investasi
00:52disebut tengah mengalami tekanan finansial.
00:55Ia menduga terdapat indikasi kelalaian manajerial,
00:58pengabayaan metigasi risiko,
01:00hingga potensi konflik kepentingan
01:02dalam proses pengambilan keputusan investasi tersebut.
01:05SPK meminta kejagung memeriksa seluruh pihak yang terlibat
01:09dalam proses investasi,
01:11baik secara struktural maupun fungsional.
01:14Masa juga menegaskan bahwa apabila ditemukan unsur manipulasi kebijakan,
01:18penyalahgunaan wawenang atau niat jahat untuk menguntungkan kelompok tertentu,
01:22maka kasus tersebut harus diproses sebagai tindak pidana gerupsi.
01:27Aksi demonstrasi itu dilakukan sebagai bentuk kontrol publik
01:30terhadap pengelolaan aset negara dan penggunaan dana BUMN.
Komentar

Dianjurkan