Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Seleksi Paskibraka atau Pasukan Pengibar Bendera Pusaka tingkat Sulsel jadi sorotan setelah seorang siswi asal Kota Makassar disebut tersingkir dari daftar calon peserta nasional.

Diketahui, siswi tersebut sempat diklaim berada di posisi tiga besar calon wakil Sulsel untuk bertugas di Istana Negara.

Namun, gagal maju ke tingkat nasional dan digantikan peserta lain. Perubahan hasil seleksi ini menimbulkan pertanyaan terkait transparansi penilaian oleh panitia dan tim seleksi tingkat provinsi.

Merespons hal ini, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin berharap panitia benar-benar profesional dan transparan dalam setiap tahap seleksi.

Munafri mendukung siswa CA karena sudah berlatih berbulan-bulan untuk seleksi Paskibraka nasional. Untuk membahas hal ini, sudah bergabung melalui sambungan daring Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik atau Kesbangpol Provinsi Sulawesi Selatan, Bustanul Arifin.

#kesbangpol #sulsel #paskibra #calonpaskibraka

Baca Juga Bikin Panik! Sapi Kurban di Pasar Hewan Ngamuk Nyaris Masuk Minimarket | BERITA UTAMA di https://www.kompas.tv/regional/671433/bikin-panik-sapi-kurban-di-pasar-hewan-ngamuk-nyaris-masuk-minimarket-berita-utama



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/671435/full-kepala-badan-kesbangpol-sulsel-respons-soal-pencoretan-siswi-dari-calon-paskibraka-istana
Transkrip
00:02Saya Sintia Rompas, masih menemani Anda di Sapa Indonesia malam.
00:06Saudara seleksi paski beraka atau pasukan pengibar bendera pusaka tingkat Sulawesi Selatan jadi sorotan
00:11setelah seorang siswi asal kota Makassar disebut tersingkir dari daftar calon peserta nasional.
00:20Diketahui saudara siswi tersebut sempat diklaim berada di posisi tiga besar calon wakil Sulawesi Selatan
00:26untuk bertugas di istana negara.
00:28Namun gagal maju ke tingkat nasional dan digantikan peserta lain.
00:33Perubahan hasil seleksi ini maksud kami menimbulkan pertanyaan terkait transparansi penilaian
00:40oleh panitia dan tim seleksi tingkat provinsi.
00:58Merespon hal ini, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin berharap panitia benar-benar profesional
01:06dan transparan dalam setiap tahap seleksi.
01:10Munafri mendukung siswa CA karena sudah berlatih berbulan-bulan untuk seleksi paski beraka nasional.
01:23Sehingga sangat wajib rasanya kita untuk memberikan support
01:28tetapi juga harus memperhatikan seperti apa sistem penilaian yang dilaksanakan oleh pihak yang ada di provinsi.
01:37Bahwa Kathleen, seakan namanya si anak ini sudah lolos dari hasil seleksi yang ada dilakukan di Kota Makassar
01:46dan segera dikirim ke sana bahwa di sana mempunyai sistem penilaian yaitu di luar kemampuan.
01:51Tetapi saya berharap kalau memang anak ini bisa, ya kenapa tidak.
01:57Sementara itu DPRD Sulawesi Selatan akan memanggil pihak panitia seleksi dan juri
02:03untuk memberikan penjelasan soal seleksi pasukan pengibar bendera pusaka.
02:07Surat pengaduan resmi tersebut terkait hal ini disebut telah masuk ke DPRD Sulsel pada 26 Mei 2026.
02:16RDP rencananya akan digelar pada Selasa 2 Juni 2026 mendatang.
02:21Mengenai permasalahan itu kami sedang lagi menerusuri permasalahan ini sampai dengan tuntas
02:28meminta agar secepatnya kita melaksanakan rapat dengar pendapat bersama dengan kes bangkol Provinsi Sulawesi Selatan
02:37dan seluruh panitia seleksi paski praka yang akan dikirimkan ke nasional untuk kita mengetahui permasalahan ini.
02:47Dan insya Allah setelah kesepakatan saya dengan yang Bukut Tua dan suruh teman-teman
02:51insya Allah kami akan agendakan nanti di hari Selasa di tanggal 2.
02:57Dan untuk membahas hal ini sudah bergabung melalui sambungan daring Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik
03:04atau Kesbangpol Provinsi Sulawesi Selatan, Bustanul Arifin.
03:09Selamat malam Pak Bustanul.
03:10Pak Bustanul mungkin bisa dijelaskan secara singkat apa sebenarnya yang terjadi di sini.
03:16Dari siswi tersebut, apa yang membuat siswi tersebut tidak masuk ke tahap selanjutnya?
03:23Baik, terima kasih Mbak. Selamat malam.
03:25Yang pertama, kami menegaskan bahwa apa yang menjadi viral di media sosial
03:33kami pastikan bahwa tidak sesuai yang ada dalam berita tersebut.
03:37Kami pastikan bahwa pelaksanaan seleksi ini terlaksana dengan transparan, objektif.
03:42Apa yang menjadi viral, yang pertama Mbak terkait dengan pelaksanaan seleksi ini
03:47yang pertama bahwa ada penggantian di anulir.
03:51Dapat kami sampaikan bahwa logikanya kalau penggantian berarti kan ada pengumuman awal
03:57terus diganti dengan pengumuman baru.
04:00Sampai kemarin memang belum ada pengumuman.
04:03Jadi yang pengumuman tiga terakhir itulah yang jadi pengumuman awal.
04:06Cuman tahapan seleksi adik-adik ini merasa sudah masuk 10 besar
04:11menganggap dia tergantikan.
04:13Padahal tidak seperti itu sistemnya.
04:15Yang kedua, terkait dengan bahasa daerah.
04:19Jadi memang dalam Juknis tidak ada tes bahasa daerah.
04:23Tetapi kejadian kemarin adalah
04:25adik-adik ini dibutuhkan pendalaman oleh tim pusat.
04:30Dari tim pusat ini mempertanyakan
04:32bisa bahasa daerah enggak?
04:34Itu kan pertanyaan basic itu Mbak.
04:36Oke.
04:37Yang bersangkutan akan mewakili daerah masing-masing ke pusat.
04:41Meskipun bahasa daerah ini tidak masuk dalam syarat
04:46untuk masuk ke tahapan selanjutnya ya Pak Bustanul ya?
04:49Betul.
04:50Ya itu bukan menjadi syarat.
04:51Tetapi pada saat itu dipertanyakan
04:53sebagai pertanyaan basic untuk mewakili provinsi.
04:57Tahu bahasa daerah enggak?
04:58Tahu tidaknya itu tidak menggugurkan.
05:02Yang berikut kami ingin kembali mengkonfirmasi.
05:08Jadi untuk siswi tersebut memang belum masuk ke tahap selanjutnya
05:13dan namanya memang belum diumumkan seperti itu?
05:17Belum.
05:18Kalau ada yang bisa buktikan bahwa sudah ada pengumuman terus di anulir
05:23kami siap untuk menerima risiko itu Mbak.
05:25Jadi memang belum pada saat seleksi dimaksud
05:28adik-adik ini diminta untuk melakukan pendalaman oleh tim pusat
05:32karena tim pusat hadir BPP, DPPI, Set Mill Press hadir di acara itu.
05:37Lalu informasi dari mana ketika siswi tersebut mengetahui bahwa
05:42ia adalah bagian dari tiga besar yang namanya
05:45nantinya akan masuk untuk menjadi perwakilan Sulawesi Selatan
05:50memasuki tahap selanjutnya di pusat?
05:53Ya, kami kurang jelas di mana mereka bisa mengambil keputusan itu
05:57yang jelas yang kami pahami bahwa
05:59dilakukan pendalaman oleh tim pusat
06:03meminta 10 orang pertama untuk naik
06:06menganggapnya itu adalah 10 besar
06:08tetapi dari 10 besar itu kan
06:10itu bergelombang untuk dipanggil
06:12supaya lebih komprehensif kita menilai pendalamannya
06:16setelah 10 ini ada lagi yang dipanggil
06:18yang dipanggil yang kedua inilah yang dianggap pengganti
06:21yang dari jenis Ponte itu ada di panggilan yang kedua itu, Mbak.
06:26Jadi dianggapnya.
06:28Pak Bustanu, sebenarnya apa saja sih
06:31aspek penilaian dari calon paski beraka
06:33untuk masuk ke seleksi berikutnya
06:36yang untuk diperuntukkan untuk paski beraka nasional?
06:39Kondisi apa yang membuat yang bersangkutan ini
06:42tidak masuk dalam syarat tersebut?
06:47Jadi sebenarnya syarat untuk paski beraka ini
06:50sudah sama aturannya berjenjang.
06:53Jadi di kabupaten, apa yang menjadi syarat di kabupaten
06:55itu juga yang akan menjadi syarat di provinsi
06:57itu juga yang menjadi syarat di nasional.
07:00Untuk di provinsi, kita klarifikasi lagi
07:02apa yang menjadi utusan-utusan yang ada di kabupaten kota.
07:08Syaratnya sama, ada tes TIU, ada tes TWK,
07:11ada samapta, ada baris berbaris, ada keperibadian.
07:15Jadi khusus untuk nasional, semua sama.
07:19Semua sama item untuk penilaiannya itu.
07:23Oke, karena ini sudah terlanjur viral tentunya
07:26kita juga ingin meluruskan.
07:28Mungkin bisa diinformasikan kepada kami semua
07:31apa sebenarnya yang menjadi alasan
07:34jika yang bersangkutan itu tidak lolos ke tahap selanjutnya.
07:37Faktor-faktor apa yang bisa dikatakan
07:40mungkin belum memenuhi syarat bagi yang bersangkutan?
07:45Kalau dari segi yang bersangkutan, Mbak,
07:48jadi nilai yang akan ke pusat itu adalah
07:51tiga besar dari putri, tiga besar dari putra.
07:55Nilai tiga besar ini adalah peringkingan.
07:57Jadi kalau Kathleen ini, itu diurutan ketujuh nilainya.
08:02Sementara untuk peringkingan yang dikirim
08:04hanya tiga pasang jatahnya kita di Sulsel.
08:06Makanya yang terpilih, tiga ini.
08:08Kalau Mbak tadi sampaikan syarat-syarat khusus apa
08:11yang harusnya tidak dimiliki yang bersangkutan sampai gugur,
08:17itu sama semua.
08:19Jadi ada nilai PBB-nya yang mungkin plus dia,
08:22yang temannya yang lain.
08:23Tapi yang menjadi persaratan adalah nilai akhir akumulasinya.
08:27Oke, tapi gini Pak Buskanul,
08:29ada tidak dokumen resmi yang mencatat dari hasil kemampuan
08:35para calon-calon Paski Braka yang akan maju ke tahap selanjutnya
08:38untuk dikirim ke pusat?
08:39Ada tidak dokumen resmi yang memastikan bahwa
08:42semua aspek penilaian itu bisa dijadikan dasar
08:45bahwa yang bersangkutan ini masuk dalam tahap selanjutnya atau tidak?
08:49Memenuhi syarat atau tidak?
08:51Sebagai pembanding?
08:52Ya, jadi pasti ada dokumen itu.
08:57Jadi ada kesatuan.
08:58Dan ini bisa dipertanggungjawabkan?
09:00Bisa, Mbak. Bisa sekali.
09:01Makanya saya bilang,
09:02kalau yang dipersoalkan hanya seleksinya,
09:06saya siap 24 jam.
09:07Tapi ini menyangkut rasisme,
09:10ada unsur rasis di dalamnya.
09:13Sehingga saya kurang enak untuk mendengar itu.
09:15Jadi perlu saya sampaikan bahwa lolos tidak hanya
09:19semua 75 orang, siswa baik putra maupun putri,
09:24itu sudah lolos di tahapan provinsi.
09:27Tetapi dari 75 ini,
09:29di ranking 1 sampai 3 untuk putri,
09:32ranking 1 sampai 3 untuk putra,
09:34itulah yang akan lolos.
09:36Jadi Kathleen ini bukan tidak lolos
09:38untuk mengikuti seleksi,
09:40tapi per-rankingannya setelah melihat hasil akumulasinya,
09:43dia berada di urutan ke-7.
09:46Sementara yang akan dikirim adalah
09:47yang per-rankingan 1, 2, 3.
09:49Jadi jangan mengarah bahwa Kathleen ini
09:52ada hal yang tidak sampai dia tidak lolos ke pusat.
09:56Bukan begitu.
09:57Jadi per-rankingannya yang akumulasinya
09:59yang membuat dia tidak bisa dikirim
10:02karena kuotanya hanya 3.
10:05Kalau kuotanya 7,
10:07Kathleen ini dikirim ke pusat.
10:08Jadi persoalannya di situ, Mbak.
10:10Oke.
10:10Pak Bustanul, ini kan juga sebenarnya sudah
10:13seperti bola liar gitu ya.
10:16Apa yang menjadi alasan dibalik
10:18yang bersangkutan tidak lolos ke tahap selanjutnya.
10:21Ada soal kesehatan,
10:24ada soal tudingan panitia yang tidak transparan
10:26dalam penilaian.
10:27Ada juga soal bahasa daerah
10:29yang seperti Anda sebutkan tadi,
10:31dan juga hal-hal lainnya.
10:33Apakah hal-hal seperti ini
10:36bisa dipertanggungjawabkan oleh pihak panitia?
10:40Bisa sekali, Mbak.
10:42Jadi, ya perlu saya sampaikan
10:43bahwa tidak lolosnya Kathleen ini
10:45bukan karena kesehatan.
10:47Jadi kesehatan itu
10:48ada berbagai macam penilaiannya.
10:51Jadi, Kathleen ini lolos
10:53sebagai paski beraka provinsi Sulawesi Selatan.
10:56Dari faktor kesehatan lolos?
10:58Lolos, lolos.
10:59Makanya dia masuk ke urutan ke-7.
11:02Tetapi, karena adanya kuota
11:04untuk dikirimkan ke pusat,
11:05di mana kita mengambil dari per-rankingan itu,
11:08Kathleen ini di-ranking 7.
11:11Sekiranya dia di-ranking 3,
11:13dia pasti terkirim ke pusat.
11:15Jadi, jangan menganalogikan bahwa
11:17Kathleen ini tidak lolos ke pusat
11:18karena kekurangan A dan B dan C
11:22yang tadi-tadi itu.
11:23Tetapi, yang bersangkutan adalah
11:25lolos mengikuti
11:27paski beraka provinsi Sulawesi Selatan.
11:29Jadi, kalau tadi yang dianggap rasisme itu,
11:33saya tidak sepakat.
11:33Kalau memang pemprobsulsel ada rasisme di dalamnya,
11:38otomatis Kathleen tidak lolos juga
11:39menjadi paski beraka provinsi.
11:42Ini kan lolos menjadi paski beraka provinsi.
11:43Soal dugaan adanya orang-orang dalam
11:45untuk memasukkan nama-nama calon paski beraka
11:47yang akan dikirim ke pusat,
11:49seperti apa statement Anda?
11:52Kami pastikan tidak ada, Mbak.
11:54Kami pastikan tidak ada.
11:55Makanya saya bilang,
11:56betul yang Mbak Sintia bilang,
11:58bahwa ini menjadi bola liar.
11:59Karena sebenarnya prosedurnya,
12:01Ketika ada hal-hal yang dianggap tidak sesuai dengan proses seleksi ini
12:06Teman-teman badan Kesbangpol Kota Makassar, teman-teman DPPI Kota Makassar
12:11Seharusnya menindaklanjuti melalui surat resmi
12:14Bukan dibuat menjadi viral di media sosial
12:17Dan tidak ada pertanggung jawaban di dalam ini
12:19Artinya tiga orang yang akan mewakili Sulawesi Selatan untuk maju ke tahap selanjutnya
12:24Bisa dikatakan nilainya lebih baik dari yang bersangkutan ini ya?
12:29Betul
12:31Nilainya lebih bagus dibanding yang lain ini
12:34Dan tidak ada faktor diskriminasi atau hal apapun di belakangnya?
12:39Tidak ada
12:40Cuman memang kalau ada faktor diskriminasi
12:42Harusnya Kathleen ini tidak lolos di provinsi juga
12:45Tapi kan dia ada di urutan tujuh
12:47Cuman urutannya saja yang akumulasi nilainya yang tidak sesuai Mbak
12:50Oke, baik
12:51Terima kasih atas informasi
12:53Silahkan singkat
12:55Bahwa di Kota Makassar ada tiga anak yang ikut putri
12:59Kalaupun ngotot-ngototan teman-teman menganggap ini tidak sesuai
13:03Harusnya yang diperjuangkan itu ada atas nama putri
13:06Putri itu ada di urutan kelima
13:08Kathleen ini di urutan ke tujuh
13:09Jadi saya agak bingung
13:11Tuhan kan lebih enak diramu ini barang karena ada rasisme di dalamnya
13:16Sebenarnya kalau Kathleen ya
13:18Kami tidak ini
13:19Dan kami berharap masyarakat tidak cepat mempercayai hal-hal ini tanpa memahami seluk-beluk masalahnya
13:27Baik, dan bisa dipastikan bahwa tidak ada unsur rasisme, tidak ada unsur diskriminasi, tidak ada unsur orang dalam di dalam
13:35pemilihan dan juga seleksi itu
13:37Terima kasih dan mudah-mudahan hal ini semua bisa dipertanggungjawabkan oleh seluruh pihak penyelenggara
13:41Terima kasih Mbak
13:42Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik atau Kes Bankpol Provinsi Sulawesi Selatan, Pak Bustanul Arifin
13:48Selamat malam Pak Bustanul
13:49Selamat malam Mbak
Komentar

Dianjurkan