- 16 jam yang lalu
- #iran
- #amerika
- #mojtabakhamenei
KOMPAS.TV - Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Mojtaba Khamenei menyampaikan pesan keras kepada Amerika Serikat dalam pernyataan resmi jelang Iduladha.
Mojtaba memperingatkan Timur Tengah tak akan lagi menjadi tameng bagi pangkalan-pangkalan militer Amerika Serikat.
Ayatollah Mojtaba Khamenei menegaskan Amerika Serikat kini tak bakal lagi memiliki tempat aman di kawasan Timur Tengah.
Dia pun mengajak negara-negara Arab bersatu, bersahabat, dan saling bekerja sama untuk menyelesaikan permasalahan dunia Islam.
Dia menyebut, saat ini Amerika Serikat semakin kehilangan pengaruhnya di dunia.
Dalam pernyataan terbarunya, pemimpin Iran Mojtaba Khamenei memberi peringatan keras, tidak akan ada tempat aman untuk Amerika Serikat di Timur Tengah.
Kita akan bahas bersama Pengamat Timur Tengah Hasibullah Satrawi dan Pengamat militer, Kepala Center for Intermestic and Diplomatic Engagement Anton Aliabbas.
Baca Juga Juru Bicara Kemenlu Iran Sebut Belum Ada Kesepakatan Final dengan AS | SAPA MALAM di https://www.kompas.tv/internasional/671441/juru-bicara-kemenlu-iran-sebut-belum-ada-kesepakatan-final-dengan-as-sapa-malam
#iran #amerika #mojtabakhamenei
_
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/671445/full-analisis-pengamat-soal-ancaman-mojtaba-tak-ada-lagi-tempat-aman-bagi-as-di-timteng
Mojtaba memperingatkan Timur Tengah tak akan lagi menjadi tameng bagi pangkalan-pangkalan militer Amerika Serikat.
Ayatollah Mojtaba Khamenei menegaskan Amerika Serikat kini tak bakal lagi memiliki tempat aman di kawasan Timur Tengah.
Dia pun mengajak negara-negara Arab bersatu, bersahabat, dan saling bekerja sama untuk menyelesaikan permasalahan dunia Islam.
Dia menyebut, saat ini Amerika Serikat semakin kehilangan pengaruhnya di dunia.
Dalam pernyataan terbarunya, pemimpin Iran Mojtaba Khamenei memberi peringatan keras, tidak akan ada tempat aman untuk Amerika Serikat di Timur Tengah.
Kita akan bahas bersama Pengamat Timur Tengah Hasibullah Satrawi dan Pengamat militer, Kepala Center for Intermestic and Diplomatic Engagement Anton Aliabbas.
Baca Juga Juru Bicara Kemenlu Iran Sebut Belum Ada Kesepakatan Final dengan AS | SAPA MALAM di https://www.kompas.tv/internasional/671441/juru-bicara-kemenlu-iran-sebut-belum-ada-kesepakatan-final-dengan-as-sapa-malam
#iran #amerika #mojtabakhamenei
_
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/671445/full-analisis-pengamat-soal-ancaman-mojtaba-tak-ada-lagi-tempat-aman-bagi-as-di-timteng
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:00Saudara, dalam pernyataan terbarunya, pemimpin Iran, Mujtabah Khaymeni, memberi peringatan keras tidak akan ada tempat aman untuk Amerika Serikat di
00:09Timur Tengah.
00:09Kita bahas bersama dengan pengamat Timur Tengah, Hasibullah Satrawi, dan juga pengamat militer, Kepala Center of Intermastic and Diplomatic and
00:18Judgment, Mas Anton Ali Abbas, yang telah bergabung bersama kami di Sapa Indonesia Malam.
00:23Selamat petang semuanya.
00:25Selamat petang, Mas Yashir.
00:28Menarik ini kita melihat bagaimana dinamika yang terjadi sebelumnya sudah ada mau negosiasi damai, nampaknya ini makin jauh begitu.
00:37Saya ke Mas Hasibullah dulu, Anda melihatnya seperti apa?
00:40Mujtabah akhirnya dalam pernyataannya bilang bahwa Amerika Serikat sudah kehilangan pengaruhnya sekarang di Timur Tengah,
00:46dan bilang bahwa negara-negara di Timur Tengah tidak akan bisa dijadikan pangkalan militernya lagi?
00:54Ya, terima kasih Mas Yashir.
00:57Kalau kita mengikuti pernyataan terakhir dari Mujtabah Khamenei,
01:01sebenarnya ini hanya katakanlah ujung sementara dari berbagai macam perkembangan yang kita ikutin semenjak perang ini,
01:10termasuk ketika genjatan senjata dimulai.
01:12Saya selalu menyebutnya bahwa dalam hitungan saya,
01:17per tanggal 21 April kemarin,
01:21sebenarnya Iran sudah mengalami kayak semacam perubahan posisi dalam perang ini,
01:26yang awalnya mungkin masih di bawah Amerika,
01:29tapi dari 21 April, saya menyebutnya sebagai kategori fase kelima,
01:34itu Iran sudah mendominasi pertarungan,
01:38baik di level lapangan maupun di level wacana.
01:40Dan saya melihat dominasi Iran ini makin ke sini,
01:44saya menandai lagi di tanggal 1 Mei,
01:47saya anggap sebagai fase ke-6,
01:49di mana pada saat itu Trump kembali mendapatkan kayak semacam energi
01:53berkaitan dengan kebijakannya karena dia menafsirkan sendiri tentang batasan 60 hari,
02:00dan dianggapnya dengan genjatan senjata 7 April,
02:03itu dianggap 60 hari tidak terpenuhin.
02:04Sehingga memang ada perubahan dari sisi energi politiknya,
02:09kebijakannya luar negeri Amerika.
02:11Tapi saya melihat dari sisi Iran itu dia stabil,
02:15dia terus meningkat,
02:17psikologinya makin sempurna dalam kondisi kemenangan,
02:21dan saya melihat apa yang disampaikan oleh Mujtaba,
02:26itu bagian daripada bukti-bukti bahwa mereka berada di dalam psikologi kemenangan tadi,
02:30sehingga kondisinya memang berbalik,
02:34berbalik, hampir total pembalikannya.
02:38Yang awalnya mungkin takut, ini malah nggak ada takutnya.
02:41Yang awalnya mungkin ditekan, ini malah justru menekan.
02:44Termasuk dengan pernyataan bahwa ini justru Amerika tidak lagi punya tempat yang aman di Timur Tengah.
02:50Kalau pernyataan ini disandingkan dengan katakanlah keresahan terbaru
02:56dari penulis terkenal di Amerika, namanya Thomas Friedman di New York Times,
03:01maka sebenarnya itu dua sisi yang sama.
03:04Thomas Friedman menyoroti bahwa berbagai macam kebijakan Trump
03:09yang katakanlah tidak kuat, tidak kuat,
03:12bisa menampilkan kepada sekutu-sekutu Amerika di kawasan
03:15bahwa Amerika tak lagi bisa diandalkan.
03:18Jadi sebenarnya saya melihat apa yang disampaikan oleh Friedman
03:21yang mengkhawatirkan peran daripada Amerika di kawasan
03:25dan yang dikatakanlah diancamkan oleh mutabah
03:28itu merupakan sebuah kesimpulan yang hampir sama.
03:32Berarti, Mas Yisibullah, maaf saya potong,
03:34berarti apa yang disampaikan oleh pemimpin tertinggi Iran
03:37yang jarang sekali menyampaikan statement ini adalah
03:40bukan gertakan semata.
03:42Ini bukti bahwa militer Iran ini siap begitu.
03:45Saya ingin ke Mas Anton melihatnya seperti apa?
03:47Karena kalau kita lihat, apakah pertanyaannya begini Mas Anton,
03:50apakah nanti Iran akan merubah strategi perangnya?
03:53Karena selama ini kita lihat strategi perangnya Iran ini selalu defensif.
03:57Karena Mustafa juga bilang bahwa akan mengajak negara-negara
04:00di timur tengah, negara-negara api ini untuk bekerja sama.
04:05Ya, pertama harus diletakkan.
04:08Apa yang disampaikan Mustafa itu adalah dalam ruang negosiasi.
04:11Itu satu.
04:12Jadi dikatakan adalah bentuk lukat yang harus ditaruh di atas meja.
04:15Itu satu.
04:16Kenapa kemudian Iran harus mengangkat isu ini?
04:20Pertama jelas bahwa satu pangkalan militer Amerika Serikat
04:24itu cukup besar di kawasan menampung lebih dari 40 ribu
04:26dengan kekuatan angkatan udara yang cukup masif di sana.
04:30Jadi ketika kita bicara tentang ancaman,
04:32Iran itu melihat bahwa akar ancaman kepada mereka
04:37dari Amerika Serikat ya adalah kehadiran pasukan Amerika Serikat di kawasan.
04:42Jadi mereka melihat bahwa ini adalah seakan-akan pangkalan-pangkalan militer
04:46yang ada di kawasan itu mengepung Iran.
04:49Itu yang kedua.
04:50Yang ketiga adalah kita bisa lihat bagaimana kemudian pada perang episode pertama gitu ya,
04:55ketika Iran melakukan serangan pada Kuwait, Qatar, Emirat Arab, Bahrain, dan lain-lain.
05:01Itu kan menyerang pada pangkalan-pangkalan militer Amerika Serikat.
05:04Jadi dengan kata lain, serangan yang dilakukan ke negara-negara tetangga itu adalah serangan yang terkoordinasi.
05:09Terkoordinasi apa? Terkoordinasi untuk menyerang pangkalan regional Amerika Serikat.
05:14Kenapa? Karena mereka melihat ini adalah sumber ancaman.
05:17Itu yang kedua.
05:18Yang ketiga harus dilihat bahwa ketika Iran,
05:21Mujtabak keluarkan ini,
05:22itu bukan pada posisi mereka lagi lemah.
05:25Jadi justru mereka tahu bahwa
05:27kemampuan mereka untuk menghancurkan
05:30sebagian besar dari pangkalan itu,
05:32itu terbukti.
05:33Jadi posisi mereka justru,
05:35itu mereka lagi sedang ada di atas angin.
05:37Kenapa? Saya terbukti bisa menghancurkan kehadiran mereka.
05:40Karena itulah kemudian,
05:41kenapa Mujtabak ingin mengangkat itu ke meja perundingan?
05:44Karena ingin mengubah,
05:45mengubah keseimbangan kekuatan,
05:48kekuatan di kawasan.
05:50Yang tadinya memang dinaungi oleh Amerika Serikat,
05:53yang ini kemudian mau diimbangi oleh Iran.
05:55Makanya Iran kemudian berani menantang.
05:56Kenapa? Posisi mereka lagi tidak lemah.
05:58Mereka sudah membuktikan bahwa
06:00pangkalan Amerika Serikat bisa kami hancurkan.
06:02Kami yang dianggap kecil, kami bisa menghancurkan sebagian besar.
06:05Dan yang mahal-mahal itu bisa kami hancurkan.
06:07Dengan begitu, Mas Anton,
06:10dengan pernyataan yang Anda sampaikan bahwa
06:12ternyata militer Iran sedang di atas angin.
06:15Dalam tanda kutip itu berarti bisa menjadi sebuah bergening power
06:18untuk mengajak negara-negara kawasan
06:20dan juga negara-negara yang selama ini
06:22bisa dikatakan bersekutu dengan Amerika Serikat
06:25untuk bekerjasama dengan Iran.
06:28Nah, walaupun gitu ya, walaupun gitu.
06:30Jadi walaupun itu tuntutan ini.
06:32Tapi kemudian, karena itu sudah taruh di negosiasi,
06:35saya tidak melihatnya bahwa itu kemudian realistis untuk dilakukan.
06:38Kenapa?
06:39Karena satu, negara-negara tuluk yang bersekutu dengan Amerika Serikat,
06:43mereka menganggap bahwa kehadiran Amerika Serikat
06:45di kawasan itu bukanlah beban.
06:47Itu satu.
06:47Kedua, mereka kemudian membuktikan
06:50bahwa apa yang dilakukan oleh Iran
06:52itu bukan kemudian merusak hubungan,
06:55justru mempererat.
06:56Justru, ada-ada banyak analisi yang bilang bahwa
06:59serangan-serangan terkoordinasi oleh Iran
07:01kepada titik-titik yang ada di kawasan,
07:04itu justru bukan untuk menghancurkan hubungan,
07:06tapi justru bagaimana mempererat.
07:08Mereka justru akan semakin ketergantungan
07:12kepada Amerika Serikat.
07:14Walaupun itu tetap saja kemudian ada peluang Cina
07:16untuk mengimbangi ya.
07:17Karena China kan berteman dengan Iran dalam hal ini.
07:22Jadi senjata-senjata Iran banyak dibantu
07:23secara teknologi oleh China misalnya.
07:26Walaupun hubungan itu kemudian ada banyak.
07:29Bahkan kemudian misalnya dari Arab Saudi,
07:31Arab Saudi tidak melihat bahwa ini adalah beban.
07:33Justru, kehadiran Washington jadi penting
07:35untuk menjaga stabilitas keamanan regional.
07:38Itu yang dilakukan oleh Arab Saudi,
07:39jadi pertimbangannya.
07:40Jadi, kalau misalnya apakah itu realistis
07:42untuk bisa dilakukan,
07:43ini yang berat.
07:44Kenapa?
07:45Karena negara teluk,
07:46itu berpikir ulang untuk kemudian
07:48mereka mencoret Amerika Serikat,
07:50kehadiran Amerika Serikat di tempatnya.
07:52Justru mereka akan berpikir
07:54bagaimana kemudian kerjasama pertahanan
07:56ini akan semakin kuat.
07:57Itu ada banyak analisis
07:59yang kemudian mendukung ke arah sana.
08:01Cenderungnya bukan malah kemudian
08:03ini tetap saja membuka peluang
08:06bahwa China bisa masuk ke situ
08:07untuk memperkuatkan kerjasama pertahanan
08:09dengan negara-negara teluk.
08:11Jadi tidak serta-merta langsung diterima
08:13mentah-mentah oleh negara-negara kawasan
08:14tentu-merta negara teluk ya.
08:15Tapi dari Mas Asibullah sendiri,
08:17maknanya seperti apa?
08:18Gertakan dari apa yang disampaikan oleh
08:20Mustafa Khemini ini
08:22ingin menunjukkan bahwa memang
08:24kekuatan militer Iran ini
08:25tidak bisa dianggap sepele
08:26dan sedang di atas angin
08:28dibandingkan dengan Amerika Serikat.
08:29Apa yang ingin dia tunjukkan?
08:31Ya, saya rasa itu bukan hanya
08:33sekedar gertakan.
08:35Kalau kita baca dari perkembangan-perkembangan lapangan
08:38itu kampanye yang bagi saya adalah realistis.
08:43Cuma persoalannya kalau berkaitan dengan
08:45katakanlah perubahan masa depan
08:47kerjasama kawasan, keamanan
08:49itu kan yang menentukan bukan hanya Iran
08:51tapi juga negara-negara Arab teluk.
08:54Bahkan saya menyebutnya negara Arab teluk ini
08:56sebagai punggung utama daripada
09:00kerjasama keamanan ke depan.
09:02Saya ingin mengatakan kalau Arab teluk hari ini
09:04mau mengubah cara kerjasama keamanannya
09:07katakanlah dari Amerika kemudian ke Iran
09:09menurut saya itu juga tidak akan ada yang menghalangi.
09:13Karena yang punya kuasa adalah Arab teluk.
09:15Tentu masing-masing punya konsekuensi.
09:17Dia berhadapan sama Amerika dengan Israel
09:19mungkin juga akan menjadi perang.
09:21Sama dengan sekarang dia berhadapan dengan Iran
09:23juga sama dengan menjadi perang.
09:25Nah, itu yang saya bilang dari awal
09:27perang ini sebenarnya memang hanya
09:29menguntungkan Israel dari awal
09:31dan merugikan teluk sebagai pihak yang paling
09:33tidak beruntung dalam perang ini.
09:36Kalau kita lihat dari kacamata Iran
09:38saya masuk kepada analisanya Mas Anton tadi
09:41saya selalu sampaikan dari awal
09:43bahwa dengan menggunakan selat hormus
09:46dan menyerang Arab-Arab teluk
09:48sebenarnya bagi Iran itu adalah
09:51dimensi kontraproduktif.
09:52Sama dengan Amerika dan Israel ketika dia menyerang
09:56katakanlah Ayatullah Ali Khamani'i
09:58itu adalah dimensi kontraproduktif
10:01dilihat dari tujuannya.
10:02Cuma memang persoalannya
10:04dimensi atau kadar kontraproduksi
10:07produktifnya yang dialami Iran
10:09jauh lebih kecil, lebih ringan
10:11daripada yang dihadapi oleh Amerika.
10:13Sehingga kalau Amerika dengan membunuh
10:15tokoh-tokoh utama
10:16dijauhkan dari tujuan utama perang ini
10:19tapi Iran walaupun dia menang banyak
10:21dengan menggunakan
10:22saya dari awal menyebut ini dua sayap
10:25yang digunakan oleh Iran
10:26dalam bentuk bola lambung
10:28dan itu terbuka sekarang
10:30bola lambung itu yang mencekik Trump
10:32yang mencekik Amerika
10:33yang mencekik ekonomi global
10:36dan itulah akhirnya yang membuat
10:38Amerika dan Israel mau tidak mau
10:39sekarang harus menghitung ulang
10:42bahkan mendapatkan kritik
10:43dari sana sini.
10:45Kenapa saya sebutkan sebagai
10:46kontraproduktif?
10:47Sebenarnya dengan Iran menyerang
10:50Arab-Arab Teluk
10:51itu sama dengan dia menyerang
10:53pasar baru.
10:54Kenapa saya ketebut sebagai
10:55pasar baru?
10:56Masyarakat Timur Tengah itu
10:58dari dulu memimpinkan
10:59adanya negara yang mampu
11:01mengimbangi Israel.
11:02Tidak pernah ada negara manapun
11:04yang rudanya bisa sampai di Israel.
11:08Kalau kita masih ingat
11:09serangan-serangan Iran
11:10misalkan ada video yang menampilkan
11:12ketika rudal Israel menyeberangi
11:14negara-negara Arab
11:15rudal Israel menyeberangi
11:17negara-negara Arab
11:18menuju Israel
11:19itu banyak pemandangan
11:21masyarakat Arab
11:21menyambutnya dengan
11:22multitarian.
11:23Artinya apa?
11:25Mereka berpesta
11:26mereka bersyukur
11:27mereka senang.
11:28Itu yang saya bilang
11:29fenomena masyarakat Arab
11:31secara umum
11:32sebenarnya
11:33dari leher ke bawah
11:35itu anti-Israel.
11:36tapi
11:37dan di atas
11:38justru banyak yang menoleh
11:40dan kerjasama
11:41dengan Israel.
11:42Saya melihat
11:43negara Arab
11:44terlalu ingin kelihatan
11:46tegak lurus
11:46sebenarnya
11:47lebih mudah bagi mereka
11:48daripada kerjasama
11:49dengan Amerika
11:50dan Israel
11:51jauh lebih kuat
11:52jauh lebih kokoh
11:53kalau mereka
11:54bekerjasama
11:54dengan Iran.
11:56Karena dia
11:56mereka sudah dapat
11:57basis dukungan
11:58yang kuat
11:58di tingkat
11:59grassroots
12:00masyarakat.
12:01Cuma sekali lagi
12:02apakah kita bicara
12:03di Timur Tengah?
12:04Nah ini persoalannya
12:05demokrasi.
12:06Ini yang tentu saja
12:07masih jadi pertimbangan
12:08dari negara-negara
12:09Timur Tengah
12:10dan kawasannya
12:11banyak sekali
12:11poin-poin yang dipertimbangkan
12:12terkait dengan apa
12:13yang disampaikan oleh
12:14Mustafa ini.
12:15Karena kalau kita lihat
12:16Mustafa sendiri bilang
12:16bahwa negara-negara
12:18di kawasan
12:18tidak akan lagi
12:19menjadi tameng
12:20bagi pangkalan
12:20Amerika Serikat.
12:21Apakah ini juga
12:22bisa dibaca
12:23bahwa Iran
12:24siap perang terbuka
12:25dengan langsung menyerang
12:26kawas pangkalan-pangkalan
12:28Amerika Serikat
12:28yang berada di Timur Tengah?
12:30Apa yang menjadi
12:31pernyataan
12:31atau menggertakan
12:32dari Mustafa ini
12:33bahwa bangsa-bangsa di kawasan
12:34ini tidak akan lagi
12:36menjadi tameng
12:36pangkalan Amerika Serikat?
12:38Apakah ini menunjukkan
12:39Iran sendiri
12:40siap melakukan
12:41serangan terbuka
12:42terhadap
12:43negara-negara
12:44di kawasan
12:45atau bisa dibaca
12:46sebagai
12:46gertakan
12:47dari Iran
12:48agar
12:49mengajak
12:50Amerika Serikat
12:50ke meja perundingan?
12:53Ya, saya rasa
12:53bukan hanya siap
12:54kalau dari sisi Iran
12:55itu sudah membuktikan
12:57perang 40 hari
12:58itu sudah membuktikan
12:59bagaimana Iran
13:00mampu melawan Amerika
13:02mampu melawan Israel
13:03bahkan mampu
13:04membuat kehadiran Amerika
13:06di negara-negara
13:07Arab Teluk
13:08itu tidak berguna
13:09sesuai dengan
13:10yang diinginkan
13:10karena pangkalan-pangkalan
13:12militer itu
13:13diharapkan untuk
13:13melindungi mereka
13:14satu dari
13:15musuh luar
13:16dan yang kedua
13:17adalah dari musuh dalam
13:18dari katakanlah
13:19pemberontakan rakyat
13:20ini yang sudah terbukti
13:21yang sudah terbukti
13:22adalah dari
13:23serangan luar
13:24terbukti Iran
13:25mampu menyasar
13:26tempat-tempat
13:27terdalam
13:28yang disebut
13:28sebagai pelindung
13:29bagi negara-negara
13:31Arab Teluk itu
13:31karena itu
13:32ketika
13:33mengatakan
13:34pernyataan yang
13:35keras itu
13:35bagi saya
13:36itu adalah
13:36proposal
13:37proposal artinya
13:38tinggal bagaimana
13:39negara Arab Teluk
13:40bersikap
13:41kalau mereka mau
13:42maka bisa
13:42bisa dicapai
13:43kesepakatan itu
13:44dan akan terjadi
13:45perubahan signifikan
13:46di Timur Tengah
13:47sekali lagi
13:48tentu dengan
13:48konsekuensi-konsekuensi
13:50yang tidak ringan
13:51nah oleh karena itu
13:52kalau bagi saya
13:54ke depan
13:55memang ini ada
13:56di Arab Teluk
13:57bagaimana mereka
13:58akan bersikap
13:58cuman
13:59sampai sekarang
14:00sepertinya
14:01Arab Teluk
14:02juga masih akan
14:03mempertahankan
14:03status
14:04mereka
14:04jadi Amerika
14:06dengan Israel
14:06masih tetap akan
14:08menjadi
14:08metra
14:09walau'al'am
14:10ke depan
14:11tapi dalam
14:11waktu dekat ini
14:12saya melihat
14:13belum akan ada
14:14perubahan yang
14:15terlihat
14:16menarik
14:17menarik
14:17apa yang disampaikan
14:17oleh Mas Asyibullah
14:18ini bisa jadi
14:19sebuah
14:20cara
14:21agar negara-negara
14:22Teluk ini
14:22membuat
14:23sebuah kesepakatan
14:24begitu
14:24jika
14:25Mas Anton
14:27Ali Abes
14:27membacanya
14:28apakah kesepakatan
14:28yang nanti
14:32dimunculkan
14:33oleh negara-negara
14:34kawasan ini
14:35bisa mempengaruhi
14:36Amerika Serikat
14:37untuk ikut lagi
14:38untuk negosiasi
14:39bersama dengan Iran
14:42makanya tadi
14:42saya bilang
14:43bahwa ini adalah
14:43salah satu proposal
14:44dalam negosiasi
14:45ketika negosiasi
14:46sedang berlangsung
14:47termasuk juga
14:47ada pembicaraan
14:48itu satu
14:49kedua memang
14:50ketika kita bicara tadi
14:51kalau pertanyaannya tadi
14:53apakah
14:54kemudian
14:55Iran itu
14:56akan melakukan serangan
14:57kepada negara-negara
14:58termasuk
14:59pangkalan-pangkalan
15:00Amerika Serikat
15:00di negara-negara Teluk
15:01saya selalu melihatnya
15:02bahwa Iran itu
15:03membangun
15:05dan melakukan serangan
15:06baik serangan
15:07maupun narasi
15:08itu adalah
15:08betul-betul
15:09retaliasi
15:09pembalasan
15:10jadi bukan Iran
15:11yang melakukan
15:11aksi
15:12preemptive
15:13bahkan
15:14ataupun preventive
15:15Iran tidak pernah
15:15melakukan itu
15:16Iran selalu melakukan
15:16serangan balasan
15:17termasuk juga
15:18insiden yang
15:19terjadi dua hari lalu
15:20di selatan Iran
15:21misalnya
15:21kan Iran
15:22melakukan serangan
15:24tadi yang di
15:24menyerang
15:26drone
15:27atau juga
15:27F-35
15:28itu kan sebagi bentuk
15:29aksi retaliasi
15:30Iran tidak
15:31melakukan
15:31ujuk-ujuk langsung
15:32melakukan serangan itu
15:33tapi
15:33apa namanya
15:35melakukan serangan balasan
15:36itu yang satu
15:36kedua
15:37bagi saya
15:38ada yang memut
15:39kedua
15:39ketika kita bicara
15:40tentang negara Teluk
15:41ketika
15:41kemudian
15:42kalau hari ini
15:43yang kita bahas
15:44adalah proposanya dari Iran
15:45yang mendorong itu
15:46tapi di sisi lain
15:47Trump juga
15:48mengapa
15:49juga ikut
15:50men-circling
15:51jadi memaksa
15:52negara-negara Teluk
15:53untuk membuat pilihan
15:53ketika kita bicara
15:54tentang Abraham Akord
15:55bahwa
15:56kemudian
15:57disandingkan
15:58gitu ya
15:58kalau ini nanti ada
15:59perdamaian
16:00ini maka
16:00kawasan Teluk
16:01juga harus meneratangi
16:02Abraham Akord
16:03yang dimana
16:04bahwa mereka harus
16:05melakukan normalisasi
16:06hubungan
16:06dengan Israel
16:07dan itu kan juga
16:08sedikit banyak
16:08itu kan mengganggu
16:09membuat gaduh
16:11negara-negara Teluk
16:12apakah mereka ingin
16:13mendukung perdamaian
16:14atau tidak mendukung
16:15perdamaian
16:16jadi posisi dilema
16:17itu jadi tidak hanya
16:19kemudian diciptakan oleh Iran
16:20dalam konteks ini
16:21tapi juga diciptakan oleh
16:23Amerika Serikat
16:23dalam konteks yang lain
16:24ketika
16:25Trump itu mengusulkan
16:26ada penanda tanganan
16:27Abraham Akord
16:29gitu
16:30ketika untuk menyertai
16:31perdamaian ini
16:32ini yang kemudian
16:33membuat apa ya
16:33dilema
16:34bagi negara-negara
16:36di kawasan
16:36apakah kemudian
16:37mereka ingin mendorong
16:38sepenuhnya
16:39atau kemudian
16:40mereka ingin ikut serta
16:41sebagai pihak yang terkait
16:43untuk juga
16:44ikut berembuk
16:44gitu ya
16:45berembuk
16:45bagaimana
16:47mengeluarkan
16:48mengeluarkan
16:49mengeksklud
16:50dua hal ini
16:52karena bagaimanapun
16:52juga itu sedikit banyak
16:54itu membuat
16:54terpojok mereka
16:55itu satu
16:56kedua
16:56akan membingungkan mereka
16:58bagaimana kemudian
16:59mereka bernegosiasi
17:00dengan kepentingan domestik
17:01kepentingan nasionalnya
17:02karena itu juga sedikit banyak
17:03akan juga membuat mereka
17:05dalam hal-hal
17:05negara-negara
17:06dalam posisi dilema
17:07apakah kamu terus
17:09atau kemudian
17:10memenolak
17:10dengan kata lain
17:11mas Anton
17:12ini bisa dibaca
17:13bahwa sebenarnya
17:14dari Iran sendiri
17:14maupun Amerika Serikat
17:15mereka punya
17:16strategi masing-masing
17:17untuk membawa
17:19perang ini
17:20ke meja
17:20perundingan
17:22betul
17:23jadi bahwa
17:23kalau misalnya
17:24ada
17:25apakah ada
17:26atau tidak ada
17:27jawabannya ada
17:28bahkan
17:29Iran sekalipun
17:30yang tidak pernah
17:31mau mengakui
17:31ketika mereka menyebut
17:32ada kerangka waktu
17:3330-60 hari
17:34itu menunjukkan
17:35bahwa ada
17:36perundingan
17:37itu satu
17:37kedua
17:38bahkan tidak hanya
17:39difasilitasi oleh
17:40Pakistan saat ini
17:41bahkan
17:42misalnya ada delegasi
17:43dari Iran
17:44datang ke Qatar
17:44juga membicarakan
17:45soal proposal perdamaian
17:47artinya apa
17:47messenger-nya itu
17:48kemudian bekerja
17:49dengan banyak
17:50kenapa
17:50karena memang
17:51negara-negara terlalu
17:52juga berkepentingan
17:53bagaimana
17:54kemudian
17:54Selat Hormuz
17:55ini bisa dibuka
17:56minimal 60 hari
17:58ketika mereka ingin
17:58berunding
17:59menyelesaikan
17:59poin-poin yang krusial
18:01bahwa ada
18:01poin-poin krusial
18:02yang juga cukup pelik
18:03ada bicara tentang uranium
18:04bagaimana Selat Hormuz
18:06misalnya
18:06lalu bagaimana
18:07Israel-Lebanon
18:09itu juga tidak
18:09kalah pelik
18:10ada beberapa hal yang pelik
18:11tapi mereka berharap
18:12bahwa Selat Hormuz
18:13dulu deh dibuka
18:14oke ini yang menjadi
18:15salah satu
18:16poin ya
18:17terkait dengan
18:17Selat Hormuz ini
18:18karena sebenarnya
18:19tidak hanya Iran
18:19tapi negara-negara teluk
18:21juga punya kepentingan
18:21di sini
18:22dengan melihat
18:23strategi masing-masing
18:24dari kedua negara
18:25untuk membawa
18:27hal ini
18:27ke meja perundingan
18:28seperti yang dikatakan
18:29oleh Mas Anton tadi
18:30Mas Asibullah melihatnya
18:31ini akan terjadika
18:33perundingan kedua negara
18:35dalam waktu dekat
18:36atau kedua negara ini
18:38masih sama-sama
18:39memiliki ego
18:40sehingga
18:41perundingan
18:42yang sempat kita lihat
18:43sudah mau titik temu
18:44ternyata ini gagal lagi
18:46ya
18:47kalau saya ikutin
18:48dalam perkembangan terbaru
18:49katakan hari ini
18:5050 hari
18:51pasca genjatan senjata
18:53saya masih
18:54berpegangan pada
18:55perkiraan
18:5660 persen
18:57berbanding 40 persen
18:5860 persen
18:59ini optimis
19:01kita bisa lanjut
19:02perundingan
19:02dan bisa dicapai
19:03kesepahaman awal
19:05yang sekarang lagi
19:06dikelola
19:07dan kembali ke teluk
19:08karena sekali lagi
19:09memang teluk adalah
19:11sentral
19:12menurut saya
19:12episintrum
19:13daripada
19:14berbagai macam
19:15kepentingan ini
19:16dan kita berharap
19:17ke depan
19:17kalau ini menjadi
19:18akan lebih deal
19:19bukan hanya Qatar
19:20tapi akan ada
19:21beberapa
19:22negara Arab lain
19:23yang akan membuat
19:24upaya daripada
19:26kesepakatan ini
19:27bisa tercapai
19:28katakan ada Turki
19:29katakan ada
19:30Oman
19:30yang sekali lagi
19:32selama ini
19:32punya
19:34kontribusi kuat
19:35peran yang sangat kuat
19:36dalam upaya
19:37untuk mediasi
19:38perdamaian
19:39begitu mas
19:40ini yang masih menjadi
19:41harapan kita bersama ya
19:42diantara
19:43ego masing-masing
19:44negara ini
19:45berharap agar mereka
19:46memiliki cara masing-masing
19:47untuk
19:48duduk di
19:49meja perundingan
19:50terima kasih
19:51mas Asyibullah Satrawi
19:52dan juga mas Anton Ali Abbas
19:53telah berbagi perspektifnya
19:55di Sapa Indonesia Malam
19:56salam sehat semuanya
19:59terima kasih mas
20:00selamat menikmati
20:01selamat menikmati
Komentar