00:00Mas Adi, Mas Adi masih melihat bahwa turunnya Pak Jokowi nanti Juni itu benar-benar karena memang ada koreksi,
00:07karena bagaimanapun Pak Jokowi adalah pendukung Prabowo Gibran, ada keperlanjutan,
00:13atau memang betul-betul ya semata-matanya untuk PSI ini pertaruhan nih kalau PSI gak lolos ke parlemen,
00:19wajah Jokowi muter di mana?
00:20Kalau saya justru lebih condong ke arah bagaimana mengonsolidasi kekuatan-kekuatan politik Pak Jokowi
00:26supaya terasosiasi dengan PSI dan Gibran Akebuming Raka,
00:30bahwa ini adalah negarawan, kebangsaan, menyerap aspirasi, belusukan, memang ini adalah style politik Pak Jokowi,
00:38saya kira itu adalah perdebatan-perdebatan Masa Lampau dan saya kira sudah begitu banyak yang menulis itu
00:42dalam naskah, dalam judul, dan bahkan dalam jurnal-jurnal, tapi bicara itu kembali bagi saya gak relevan Mas Yogi,
00:49karena kalau kita bicara Jokowi hari ini adalah bicara tentang bagaimana Jokowi identik dengan PSI,
00:54ketua umumnya adalah Mas Kaisang, bicara tentang Jokowi hari ini adalah bicara tentang bagaimana ada Gibran,
00:59sebagai Wakil Presiden yang tentu di 2029 posisinya gambling, satu sisi tentu harapan terbesarnya,
01:05bisa dua periode dengan Pak Prabu Subianto, tapi kalau kemudian skenario terburuknya tidak dua periode dengan Pak Prabu,
01:12what's next?
01:13Ini harus disiapkan ya Anda mau katakan?
01:16Kan itu yang diperbincangkan oleh publik bahwa di situ ada diskusi.
01:18Kalau nanti turun katakanlah, kemudian ada eksposur pemberitaan, ada hal-hal yang disampaikan,
01:23misalnya koreksi soal pelaksanaan MBG, koreksi soal pelaksanaan Koperasi Merah Putih,
01:27itu akan mempengaruhi hubungan Jokowi?
01:30Kalau itu disampaikan secara terbuka, pastinya akan mempengaruhi hubungan politik.
01:35Tapi kalau disampaikan telepon-teleponan, WAWA-an, citatan...
01:39Kalau berusukan rasanya nggak mungkin ditertutup ya?
01:41Ya saja, berusukan itu tidak perlu yang ada dirisaukan.
01:45Kori kalau berusukan itu aneh-aneh gitu ya, menimbulkan kejolak dan instabilitas.
01:49Kalau berusukannya hanya ketemu dengan kader-kader partai, dengan relawan,
01:53kemudian makan-makan bersama, selfie-selfie, diskusi, nggak ada soal.
01:58Bagus malah, semakin memperbanyak seperti itu.
02:00Tapi yang bikin ramai dengan rencana berusukan Pak Jokowi, ini kan banyak variabelnya mas.
02:06Oh ini Pak Jokowi post power syndrome,
02:07Oh ini Pak Jokowi katanya mau pensiun, udah nggak jadi lagi presiden.
02:12Nggak taunya ini konsolidasi dan seterusnya.
02:14Itu kan bumbu-bumbu.
02:15Saya tidak terlampau suka berdiskusi yang gimmick-gimmick kayak gitu.
02:19Semua orang pasti suka dengan gimmick.
02:21Semua orang pasti punya post power syndrome.
02:23Bukan hanya Pak Jokowi.
02:24Tapi saya ingin bicara tentang sejak 2026 pertengahan ini,
02:282029 yang akan datang,
02:30kalau masih bicara tentang personifikasi politik Pak Jokowi,
02:33saya pasti tidak akan melepaskan bahwa disitu ada Gibran,
02:36dan disitu ada PSI yang ketua menyerah Kaisang.
02:39Sesederhana seperti itu.
02:40Dan ada PDI Perjubangan sebagai rumah lama yang tadi sudah sampaikan.
02:43Saya kira sesederhana itu.
02:44Karena kalau kita mau jujur sebenarnya,
02:46kan dulu ada program lapor Mas Wapre.
02:48Kenapa itu tidak diamplifikasi?
02:50Kan aduan-aduan itu yang kemudian signifikan
02:53datang dari daerah secara officially apa persoalannya.
02:56Dan itu jauh lebih efektif sebenarnya untuk memperbaiki
03:00semua kebijakan-kebijakan yang menurut Mas Bro Freddy ini
03:03compang-camping terkait dengan program-program strategis pemerintah.
03:06Ketimbang belusukan, nanya masalah, kan kesannya.
03:10Ingin menimbulkan ada matahari lain di luar yang ada saat ini.
03:13Kan itu yang kemudian orang rame, Mas.
03:15Jadi kalau sebagai sahabat dan kawan ada sesuatu yang sekarang oke,
03:20telepon-teleponan tiap malam kan oke.
03:22Menyampaikan sesuatu.
03:23Itu jauh lebih kondusif dibandingkan dengan yang menurutnya.
03:25Maksud jangan-jangan secara informal juga berbicara
03:28dengan kader-kader PD perjuangan.
03:30Tapi kalau Bung Ansih ini,
03:32kalau membaca psikologis politiknya,
03:34pasti ingin Pak Jokowi itu head to head dong,
03:372029 dengan 08.
03:39Kalau kerjasama kembali,
03:40rasa-rasanya nggak terlampau suka beliau ini.
Komentar