00:00Kita diberi kepercayaan oleh rakyat bersama kawan-kawan kita dari Koalisi Indonesia Maju
00:09dan saya katakan di sini bahwa kita berhasil mendapat kepercayaan rakyat
00:15karena dukungan teman-teman Koalisi Indonesia Maju semuanya.
00:23Dan saya katakan di sini kita berhasil karena kita didukung oleh Presiden Ketujuh.
00:36Hidup Jokowi!
00:40Terima kasih, terima kasih, terima kasih, terima kasih, terima kasih, terima kasih Pak Jokowi.
00:56Terima kasih, terima kasih, terima kasih.
01:07Masih di Salmanjad Forum, Bung Fredi itu pidato satu tahun yang lalu.
01:13Nuansanya masih bulan madu lah.
01:16Tapi makin ke sini kami mendengar tentu Bung Fredi juga mendengar banyak kerisauan-kerisauan
01:22dari Pak Jokowi terhadap jalannya pemerintahan Pak Prabowo.
01:27Ada beberapa.
01:28Tapi kan yang saya mau tanyakan begini,
01:31apakah itu yang kemudian mendorong Pak Jokowi untuk turun?
01:35Karena kalau situasinya baik-baik aja untuk apa?
01:38Lebih baik datang ke seminar, bicara soal motivasi bangsa dan sebagainya.
01:43Hari ini turun ke lapangan yang susah dihindari bacaannya adalah bacaan pragmatis kepentingan politik.
01:49Iya, saya sepakat tadi dengan Mas Adi, justru partai, pemimpin partai, tokoh-tokoh bangsa,
01:57justru kalau bisa memang harus setiap hari menyapa masyarakat.
02:02Memang harusnya tokoh-tokoh itu meniru Pak Jokowi.
02:05Pak Jokowi manusia politik, kita nggak perlu nafikan itu.
02:11Sekali lagi ya kami sampaikan, memang tujuannya Pak Jokowi sekali lagi menjaga kedekatan emosional itu.
02:19Tapi gini kalau kita bandingkan paling nggak dengan dua presiden sebelumnya ya,
02:23Pak nggak ada tuh yang atraktif Pak Jokowi setelah turun dari jabatan presiden.
02:28Atraktif apa? Pak Jokowi atraktif apa?
02:30Beliau cuma menerima masyarakat, itu kan karakter dia yang lain dengan gayanya misalnya Pak SBE, main poli gitu.
02:38Sah-sah aja dong, Pak Jokowi kan nggak ada kegiatan lain.
02:42Pagi dia keliling tuh stadion, siang menemui masyarakat, kemudian ada rencana buat keliling Indonesia.
02:51Ya, tapi perlu kami tegaskan per hari ini kepada kami, relawannya Pak Jokowi mengatakan masih mendukung pemerintahan ini,
03:03bahkan dua priode, kan begitu.
03:07Disebutkan secara jelas dalam satu kesempatan.
03:09Ya, sampai hari ini masih seperti itu.
03:11Jadi tujuan Pak Jokowi keliling Indonesia ini bukan...
03:15Mengoreksi pemerintahan ini?
03:16Bukan membangun oposisi, mengoreksi, bukan juga mengambil panggung pemerintah.
03:24Sekali lagi dia hanya ingin menjaga kedekatan emosional dengan masyarakat.
03:30Kalaupun nanti itu, ya kedekatan emosionalnya itu kesukaan masyarakat berdampak dalam kontestasi Pilpres 2029,
03:40ya nggak apa-apa dong.
03:42Yang disampaikan Mas Adin nanti keuntungannya datang ke PSI.
03:44Mau PSI, mau nanti calon presiden yang dia tunjuk, ya mau nanti itu misalnya Prabowo Gibran dua priode, mau apapun
03:55itu.
03:55Sebenarnya secara politik bagi relawan itu apa sih kalau misalkan ada di samping Pak Jokowi sampai sekarang masih menunjukkan kesetiaannya,
04:01apa sih sebenarnya target?
04:06Kami bersama Pak Jokowi karena nilai-nilainya dia.
04:09Kami sepakat keberlanjutan Indonesia Maju ini harus terus dikawal.
04:16Sekali lagi Pak Jokowi sebagai manusia politik, gerakan politik yang dilakukan,
04:22katakanlah dia turun menyapa masyarakat untuk memastikan keberlanjutan Indonesia Maju itu.
04:28Ya tetapi jangan dimaknai hanya sekedar kontestasi elektoral 2029.
04:33Banyak kan kedekatan toko, menjadi inspirasi, ya mengawal itu kan bisa seperti itu.
04:39Tetapi kalaupun sekali lagi, kalaupun itu harus diwujudkan dalam kontestasi 2029,
04:45sekarang saya kira dalam demokrasi wajar dong.
04:46Kalaupun dari perspektif relawan Jokowi melihat bahwa ada arah perjalanan di pemerintah sekarang
04:52yang sedikit melenceng dari garisnya Pak Jokowi juga boleh loh.
04:56Sah-sah saja loh.
04:57Sampai Pak Jokowi kan kepada kami mengatakan pemerintahan ini kan keberlanjutan.
05:06Kami masih melihat ada tiga program utama yang dilanjutkan dalam pemerintahan,
05:11misalnya infrastruktur, hilirisasi, kemudian IKN.
05:16IKN sampai sekarang kayaknya mandek.
05:18Enggak, dari mana mandeknya?
05:20Ya paling tidak tidak ada progres yang kelihatan,
05:23paling tidak permintaan dari PD Perjuangan ya paling enggak wapresnya lah ngantor di sana dulu juga belum.
05:29Kan belum ada kepres.
05:30Masih nunggu.
05:31Tapi kalau pembangunan itu sendiri kan enggak mandek.
05:34Kemudian kan undang-undang itu sendiri masih berlaku kan begitu.
05:38Artinya kita tunggu saja.
05:39Anda masih yakin ya bahwa on the right track.
05:42Nah keberlanjutan yang kami lihat melalui program-program itu,
05:46IKN masih PSN, infrastruktur tol-tol masih dibangun.
05:50Namun kan justru itu kami hilirisasi juga masih terus dijalankan.
05:54Kami masih melihat, Presiden Jokowi masih melihat,
05:58kalau memang ada misalnya catatan-catatan penting tentang program-program apa namanya,
06:05prioritas Pak Presiden, itu memang kami di kalangan relawan bersama Pak Jokowi.
06:11Memang kami sering mendiskusikan misalnya.
06:13Apa misalnya yang pernah enggak boleh disampaikan di sini enggak ada yang kerisauan dari Presiden?
06:18Gini loh, saya kira kita semua sepakat lah bahwa program-program prioritas Pak Presiden ini,
06:28misalnya KOPDES, MBG, ini kan memang program-program yang sangat baik.
06:34Tetapi pelaksanaannya?
06:35Tetapi sekali lagi, semua udah tau lah.
06:37Yang termasuk kami pernah diskusi dengan Pak Jokowi mengatakan,
06:41bagus, ini programnya luar biasa.
06:44Tetapi pelaksanaannya?
06:45Governance-nya, tata kelolanya, pelaksanaannya perlu diperbaiki.
06:50Oke, tahan dulu di situ.
06:51Mas Adi, Mas Adi masih melihat bahwa turunnya Pak Jokowi nanti Juni itu benar-benar,
06:58karena memang ada koreksi, karena bagaimanapun Pak Jokowi adalah pendukung Prabowo Gibran,
07:03ada keberlanjutan, atau memang betul-betul ya semata-matanya untuk PSI ini pertaruhan nih,
07:09kalau PSI nggak lolos ke parlement, wajah Jokowi muter di mana?
07:12Kalau saya justru lebih condong ke arah bagaimana mengonsolidasi kekuatan-kekuatan politik Pak Jokowi,
07:18supaya terasosiasi dengan PSI dan Gibran Akebuming Raka,
07:21bahwa ini adalah negarawan, kebangsaan, menyerap aspirasi, belusukan,
07:27memang ini adalah style politik Pak Jokowi,
07:30saya kira itu adalah perdebatan-perdebatan Masa Lampau,
07:32dan saya kira sudah begitu banyak yang menulis itu,
07:34dalam naskah, dalam judul, dan bahkan dalam jurnal-jurnal.
07:38Tapi bicara itu kembali bagi saya nggak relevan, Mas Yogi.
07:40Karena kalau kita bicara Jokowi hari ini adalah bicara tentang bagaimana Jokowi identik dengan PSI,
07:46ketua umumnya adalah Mas Kaisang.
07:48Bicara tentang Jokowi hari ini adalah bicara tentang bagaimana Ada Gibran.
07:51Sebagai wakil presiden yang tentu di 2029 posisinya gambling,
07:55satu sisi tentu harapan terbesarnya,
07:57bisa dua periode dengan Pak Prabu Subianto,
08:00tapi kalau kemudian skenario terburuknya,
08:02tidak dua periode dengan Pak Prabu, what's next?
08:05Ini harus disiapkan ya Anda mau katakan?
08:07Kan itu yang diperbincangkan oleh publik bahwa di situ ada diskusi.
08:10Kalau nanti turun katakanlah, kemudian ada eksposur pemberitaan,
08:14ada hal-hal yang disampaikan,
08:15misalnya koreksi soal pelaksanaan MBG,
08:17koreksi soal pelaksanaan Koperasi Merah Putih,
08:19itu akan mempengaruhi hubungan Jokowi.
08:22Kalau itu disampaikan secara terbuka,
08:24pastinya akan mempengaruhi hubungan politik.
08:26Tapi kalau disampaikan telepon-teleponan,
08:29WA-WA-an,
08:30kalau berusukan rasanya nggak mungkin ditertutup ya?
08:33Ya saja, berusukan itu tidak perlu yang ada dirisaukan.
08:37Jadi kalau berusukan itu aneh-aneh gitu ya,
08:39menimbulkan kejolak dan instabilitas.
08:41Kalau berusukannya hanya ketemu dengan kader-kader partai,
08:44dengan relawan,
08:45kemudian makan-makan bersama,
08:46selfie-selfie,
08:47diskusi,
08:49nggak ada soal,
08:49bagus malah.
08:50Semakin memperbanyak seperti itu.
08:52Tapi yang bikin ramai dengan rencana belusukan Pak Jokowi,
08:56ini kan banyak variabelnya,
08:57oh ini Pak Jokowi post power syndrome,
09:00oh ini Pak Jokowi katanya mau pensiun,
09:02udah nggak jadi lagi presiden,
09:04nggak tahunya ini konsolidasi dan seterusnya.
09:06Itu kan bumbu-bumbu.
09:07Saya tidak terlalu suka berdiskusi yang gimmick-gimmick kayak gitu.
09:11Semua orang pasti suka dengan gimmick.
09:13Semua orang pasti punya post power syndrome.
09:15Bukan hanya Pak Jokowi,
09:16tapi saya ingin bicara tentang sejak 2026 pertengahan ini,
09:202029 yang akan datang,
09:22kalau masih bicara tentang personifikasi politik Pak Jokowi,
09:25saya pasti tidak akan melepaskan bahwa di situ ada Gibran,
09:28dan di situ ada PSI,
09:29yang ketua umumnya adalah Kestang.
09:30Sesederhana seperti itu.
09:32Dan ada PDI Perjubangan sebagai rumah lama,
09:34yang tadi sudah sampaikan Bu Aswala,
09:35akan tutup buku dengan Pak Jokowi.
09:36Karena kalau kita mau jujur sebenarnya,
09:38kan dulu ada program lapor Mas Wapre,
09:40kenapa itu tidak diamplifikasi?
09:42Akankah aduan-aduan itu yang kemudian signifikan datang dari daerah secara officially apa persoalannya,
09:48dan itu jauh lebih efektif sebenarnya untuk memperbaiki semua kebijakan-kebijakan yang menurut Mas Bro Freddy ini,
09:55compang-camping terkait dengan program-program strategis pemerintah.
09:58Ketimbang belusukan, nanya masalah,
10:00kan kesannya ingin menimbulkan ada matahari lain di luar yang ada saat ini.
10:05Kan itu yang kemudian orang ramek Mas.
10:07Jadi kalau sebagai sahabat dan kawan ada sesuatu yang sekarang oke,
10:11telepon-teleponan tiap malam kan oke.
10:13Menyampaikan sesuatu,
10:15itu jauh lebih kondusif dibandingkan dengan yang menurutnya.
10:17Termasuk jangan-jangan secara informal juga berbicara dengan kader-kader PDI Perjuangan.
10:22Tapi kalau Bung Ansih ini,
10:24kalau membaca psikologis politiknya,
10:26pasti ingin Pak Jokowi itu head to head dong,
10:292029 dengan 08.
10:31Kalau kerjasama kembali,
10:32rasa-rasanya nggak terlampau suka beliau ini.
10:37Terima kasih telah menonton!
Komentar