Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Sekjen Projo, Freddy Damanik, membantah anggapan bahwa Presiden ke-7 RI Joko Widodo sedang membangun oposisi terhadap pemerintahan Prabowo Subianto lewat agenda keliling Indonesia dan turun menyapa masyarakat.

Freddy menegaskan, Jokowi hingga kini masih mendukung penuh pemerintahan Prabowo-Gibran dan keberlanjutan program-program prioritas nasional.

Menurut Freddy, langkah Jokowi turun ke masyarakat semata-mata untuk menjaga kedekatan emosional dengan rakyat.

Freddy bahkan menilai tokoh politik memang seharusnya rutin turun langsung menemui masyarakat.

Meski demikian, Freddy tidak menampik bahwa kedekatan Jokowi dengan publik bisa berdampak pada kontestasi politik mendatang.

Ia juga menyebut relawan tetap mendukung visi keberlanjutan pembangunan yang selama ini dijalankan Jokowi.

Freddy menilai sejumlah program prioritas era Jokowi masih dilanjutkan pemerintahan Prabowo, mulai dari infrastruktur, hilirisasi hingga Ibu Kota Nusantara (IKN).

Namun demikian, Freddy mengakui ada sejumlah catatan terkait pelaksanaan program pemerintah saat ini yang juga sempat didiskusikan bersama Jokowi.

Pernyataan itu disampaikan saat menjawab pertanyaan mengenai kemungkinan adanya keresahan Jokowi terhadap jalannya pemerintahan saat ini.

Meski mengakui adanya diskusi evaluatif, Freddy menegaskan Jokowi tetap berada di jalur mendukung pemerintahan Prabowo-Gibran.



Bagaimana menurut Anda?

Saksikan selengkapnya di sini: https://youtu.be/50kDy7nyQHY



#jokowi #politik #pdip

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/671460/projo-tegaskan-jokowi-tak-sedang-bangun-oposisi-untuk-lawan-prabowo-di-pemilu-2029-satu-meja
Transkrip
00:00Kita diberi kepercayaan oleh rakyat bersama kawan-kawan kita dari Koalisi Indonesia Maju
00:09dan saya katakan di sini bahwa kita berhasil mendapat kepercayaan rakyat
00:15karena dukungan teman-teman Koalisi Indonesia Maju semuanya.
00:23Dan saya katakan di sini kita berhasil karena kita didukung oleh Presiden Ketujuh.
00:36Hidup Jokowi!
00:40Terima kasih, terima kasih, terima kasih, terima kasih, terima kasih, terima kasih Pak Jokowi.
00:56Terima kasih, terima kasih, terima kasih.
01:07Masih di Salmanjad Forum, Bung Fredi itu pidato satu tahun yang lalu.
01:13Nuansanya masih bulan madu lah.
01:16Tapi makin ke sini kami mendengar tentu Bung Fredi juga mendengar banyak kerisauan-kerisauan
01:22dari Pak Jokowi terhadap jalannya pemerintahan Pak Prabowo.
01:27Ada beberapa.
01:28Tapi kan yang saya mau tanyakan begini,
01:31apakah itu yang kemudian mendorong Pak Jokowi untuk turun?
01:35Karena kalau situasinya baik-baik aja untuk apa?
01:38Lebih baik datang ke seminar, bicara soal motivasi bangsa dan sebagainya.
01:43Hari ini turun ke lapangan yang susah dihindari bacaannya adalah bacaan pragmatis kepentingan politik.
01:49Iya, saya sepakat tadi dengan Mas Adi, justru partai, pemimpin partai, tokoh-tokoh bangsa,
01:57justru kalau bisa memang harus setiap hari menyapa masyarakat.
02:02Memang harusnya tokoh-tokoh itu meniru Pak Jokowi.
02:05Pak Jokowi manusia politik, kita nggak perlu nafikan itu.
02:11Sekali lagi ya kami sampaikan, memang tujuannya Pak Jokowi sekali lagi menjaga kedekatan emosional itu.
02:19Tapi gini kalau kita bandingkan paling nggak dengan dua presiden sebelumnya ya,
02:23Pak nggak ada tuh yang atraktif Pak Jokowi setelah turun dari jabatan presiden.
02:28Atraktif apa? Pak Jokowi atraktif apa?
02:30Beliau cuma menerima masyarakat, itu kan karakter dia yang lain dengan gayanya misalnya Pak SBE, main poli gitu.
02:38Sah-sah aja dong, Pak Jokowi kan nggak ada kegiatan lain.
02:42Pagi dia keliling tuh stadion, siang menemui masyarakat, kemudian ada rencana buat keliling Indonesia.
02:51Ya, tapi perlu kami tegaskan per hari ini kepada kami, relawannya Pak Jokowi mengatakan masih mendukung pemerintahan ini,
03:03bahkan dua priode, kan begitu.
03:07Disebutkan secara jelas dalam satu kesempatan.
03:09Ya, sampai hari ini masih seperti itu.
03:11Jadi tujuan Pak Jokowi keliling Indonesia ini bukan...
03:15Mengoreksi pemerintahan ini?
03:16Bukan membangun oposisi, mengoreksi, bukan juga mengambil panggung pemerintah.
03:24Sekali lagi dia hanya ingin menjaga kedekatan emosional dengan masyarakat.
03:30Kalaupun nanti itu, ya kedekatan emosionalnya itu kesukaan masyarakat berdampak dalam kontestasi Pilpres 2029,
03:40ya nggak apa-apa dong.
03:42Yang disampaikan Mas Adin nanti keuntungannya datang ke PSI.
03:44Mau PSI, mau nanti calon presiden yang dia tunjuk, ya mau nanti itu misalnya Prabowo Gibran dua priode, mau apapun
03:55itu.
03:55Sebenarnya secara politik bagi relawan itu apa sih kalau misalkan ada di samping Pak Jokowi sampai sekarang masih menunjukkan kesetiaannya,
04:01apa sih sebenarnya target?
04:06Kami bersama Pak Jokowi karena nilai-nilainya dia.
04:09Kami sepakat keberlanjutan Indonesia Maju ini harus terus dikawal.
04:16Sekali lagi Pak Jokowi sebagai manusia politik, gerakan politik yang dilakukan,
04:22katakanlah dia turun menyapa masyarakat untuk memastikan keberlanjutan Indonesia Maju itu.
04:28Ya tetapi jangan dimaknai hanya sekedar kontestasi elektoral 2029.
04:33Banyak kan kedekatan toko, menjadi inspirasi, ya mengawal itu kan bisa seperti itu.
04:39Tetapi kalaupun sekali lagi, kalaupun itu harus diwujudkan dalam kontestasi 2029,
04:45sekarang saya kira dalam demokrasi wajar dong.
04:46Kalaupun dari perspektif relawan Jokowi melihat bahwa ada arah perjalanan di pemerintah sekarang
04:52yang sedikit melenceng dari garisnya Pak Jokowi juga boleh loh.
04:56Sah-sah saja loh.
04:57Sampai Pak Jokowi kan kepada kami mengatakan pemerintahan ini kan keberlanjutan.
05:06Kami masih melihat ada tiga program utama yang dilanjutkan dalam pemerintahan,
05:11misalnya infrastruktur, hilirisasi, kemudian IKN.
05:16IKN sampai sekarang kayaknya mandek.
05:18Enggak, dari mana mandeknya?
05:20Ya paling tidak tidak ada progres yang kelihatan,
05:23paling tidak permintaan dari PD Perjuangan ya paling enggak wapresnya lah ngantor di sana dulu juga belum.
05:29Kan belum ada kepres.
05:30Masih nunggu.
05:31Tapi kalau pembangunan itu sendiri kan enggak mandek.
05:34Kemudian kan undang-undang itu sendiri masih berlaku kan begitu.
05:38Artinya kita tunggu saja.
05:39Anda masih yakin ya bahwa on the right track.
05:42Nah keberlanjutan yang kami lihat melalui program-program itu,
05:46IKN masih PSN, infrastruktur tol-tol masih dibangun.
05:50Namun kan justru itu kami hilirisasi juga masih terus dijalankan.
05:54Kami masih melihat, Presiden Jokowi masih melihat,
05:58kalau memang ada misalnya catatan-catatan penting tentang program-program apa namanya,
06:05prioritas Pak Presiden, itu memang kami di kalangan relawan bersama Pak Jokowi.
06:11Memang kami sering mendiskusikan misalnya.
06:13Apa misalnya yang pernah enggak boleh disampaikan di sini enggak ada yang kerisauan dari Presiden?
06:18Gini loh, saya kira kita semua sepakat lah bahwa program-program prioritas Pak Presiden ini,
06:28misalnya KOPDES, MBG, ini kan memang program-program yang sangat baik.
06:34Tetapi pelaksanaannya?
06:35Tetapi sekali lagi, semua udah tau lah.
06:37Yang termasuk kami pernah diskusi dengan Pak Jokowi mengatakan,
06:41bagus, ini programnya luar biasa.
06:44Tetapi pelaksanaannya?
06:45Governance-nya, tata kelolanya, pelaksanaannya perlu diperbaiki.
06:50Oke, tahan dulu di situ.
06:51Mas Adi, Mas Adi masih melihat bahwa turunnya Pak Jokowi nanti Juni itu benar-benar,
06:58karena memang ada koreksi, karena bagaimanapun Pak Jokowi adalah pendukung Prabowo Gibran,
07:03ada keberlanjutan, atau memang betul-betul ya semata-matanya untuk PSI ini pertaruhan nih,
07:09kalau PSI nggak lolos ke parlement, wajah Jokowi muter di mana?
07:12Kalau saya justru lebih condong ke arah bagaimana mengonsolidasi kekuatan-kekuatan politik Pak Jokowi,
07:18supaya terasosiasi dengan PSI dan Gibran Akebuming Raka,
07:21bahwa ini adalah negarawan, kebangsaan, menyerap aspirasi, belusukan,
07:27memang ini adalah style politik Pak Jokowi,
07:30saya kira itu adalah perdebatan-perdebatan Masa Lampau,
07:32dan saya kira sudah begitu banyak yang menulis itu,
07:34dalam naskah, dalam judul, dan bahkan dalam jurnal-jurnal.
07:38Tapi bicara itu kembali bagi saya nggak relevan, Mas Yogi.
07:40Karena kalau kita bicara Jokowi hari ini adalah bicara tentang bagaimana Jokowi identik dengan PSI,
07:46ketua umumnya adalah Mas Kaisang.
07:48Bicara tentang Jokowi hari ini adalah bicara tentang bagaimana Ada Gibran.
07:51Sebagai wakil presiden yang tentu di 2029 posisinya gambling,
07:55satu sisi tentu harapan terbesarnya,
07:57bisa dua periode dengan Pak Prabu Subianto,
08:00tapi kalau kemudian skenario terburuknya,
08:02tidak dua periode dengan Pak Prabu, what's next?
08:05Ini harus disiapkan ya Anda mau katakan?
08:07Kan itu yang diperbincangkan oleh publik bahwa di situ ada diskusi.
08:10Kalau nanti turun katakanlah, kemudian ada eksposur pemberitaan,
08:14ada hal-hal yang disampaikan,
08:15misalnya koreksi soal pelaksanaan MBG,
08:17koreksi soal pelaksanaan Koperasi Merah Putih,
08:19itu akan mempengaruhi hubungan Jokowi.
08:22Kalau itu disampaikan secara terbuka,
08:24pastinya akan mempengaruhi hubungan politik.
08:26Tapi kalau disampaikan telepon-teleponan,
08:29WA-WA-an,
08:30kalau berusukan rasanya nggak mungkin ditertutup ya?
08:33Ya saja, berusukan itu tidak perlu yang ada dirisaukan.
08:37Jadi kalau berusukan itu aneh-aneh gitu ya,
08:39menimbulkan kejolak dan instabilitas.
08:41Kalau berusukannya hanya ketemu dengan kader-kader partai,
08:44dengan relawan,
08:45kemudian makan-makan bersama,
08:46selfie-selfie,
08:47diskusi,
08:49nggak ada soal,
08:49bagus malah.
08:50Semakin memperbanyak seperti itu.
08:52Tapi yang bikin ramai dengan rencana belusukan Pak Jokowi,
08:56ini kan banyak variabelnya,
08:57oh ini Pak Jokowi post power syndrome,
09:00oh ini Pak Jokowi katanya mau pensiun,
09:02udah nggak jadi lagi presiden,
09:04nggak tahunya ini konsolidasi dan seterusnya.
09:06Itu kan bumbu-bumbu.
09:07Saya tidak terlalu suka berdiskusi yang gimmick-gimmick kayak gitu.
09:11Semua orang pasti suka dengan gimmick.
09:13Semua orang pasti punya post power syndrome.
09:15Bukan hanya Pak Jokowi,
09:16tapi saya ingin bicara tentang sejak 2026 pertengahan ini,
09:202029 yang akan datang,
09:22kalau masih bicara tentang personifikasi politik Pak Jokowi,
09:25saya pasti tidak akan melepaskan bahwa di situ ada Gibran,
09:28dan di situ ada PSI,
09:29yang ketua umumnya adalah Kestang.
09:30Sesederhana seperti itu.
09:32Dan ada PDI Perjubangan sebagai rumah lama,
09:34yang tadi sudah sampaikan Bu Aswala,
09:35akan tutup buku dengan Pak Jokowi.
09:36Karena kalau kita mau jujur sebenarnya,
09:38kan dulu ada program lapor Mas Wapre,
09:40kenapa itu tidak diamplifikasi?
09:42Akankah aduan-aduan itu yang kemudian signifikan datang dari daerah secara officially apa persoalannya,
09:48dan itu jauh lebih efektif sebenarnya untuk memperbaiki semua kebijakan-kebijakan yang menurut Mas Bro Freddy ini,
09:55compang-camping terkait dengan program-program strategis pemerintah.
09:58Ketimbang belusukan, nanya masalah,
10:00kan kesannya ingin menimbulkan ada matahari lain di luar yang ada saat ini.
10:05Kan itu yang kemudian orang ramek Mas.
10:07Jadi kalau sebagai sahabat dan kawan ada sesuatu yang sekarang oke,
10:11telepon-teleponan tiap malam kan oke.
10:13Menyampaikan sesuatu,
10:15itu jauh lebih kondusif dibandingkan dengan yang menurutnya.
10:17Termasuk jangan-jangan secara informal juga berbicara dengan kader-kader PDI Perjuangan.
10:22Tapi kalau Bung Ansih ini,
10:24kalau membaca psikologis politiknya,
10:26pasti ingin Pak Jokowi itu head to head dong,
10:292029 dengan 08.
10:31Kalau kerjasama kembali,
10:32rasa-rasanya nggak terlampau suka beliau ini.
10:37Terima kasih telah menonton!
Komentar

Dianjurkan