JAKARTA, KOMPAS.TV - Rencana Presiden ke-7 RI, Joko Widodo untuk kembali keliling Indonesia pada awal Juni memantik perhatian publik dan respons politik dari berbagai pihak.
Sekjen Projo, Freddy Damanik, menyebut agenda tersebut muncul setelah kondisi kesehatan Jokowi diklaim sudah kembali pulih.
Freddy mengatakan, Jokowi memang memiliki karakter dekat dengan masyarakat sejak menjabat sebagai wali kota, gubernur hingga Presiden RI dua periode.
Freddy menegaskan, pembahasan awal rencana tersebut disampaikan Jokowi kepada relawan, bukan kepada partai politik tertentu.
Meski demikian, Freddy tak menampik publik mengaitkan agenda tersebut dengan kedekatan Jokowi dan PSI. Ia menyebut relawan di daerah banyak meminta Jokowi datang langsung ke wilayah mereka.
Di sisi lain, Jubir PDI Perjuangan, Ansy Lema menegaskan PDI Perjuangan saat ini lebih fokus pada fungsi pemerintahan dan menjawab persoalan rakyat ketimbang aktivitas politik pencitraan atau serap aspirasi.
Menurutnya, fase kontestasi politik 2024 sudah selesai sehingga pemerintah seharusnya fokus bekerja untuk masyarakat.
Ansy juga menyinggung persoalan ekonomi yang menurutnya kini menjadi kebutuhan utama masyarakat.
Bagaimana menurut Anda?
Saksikan selengkapnya di sini: https://youtu.be/50kDy7nyQHY
#jokowi #politik #pdip
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/671452/projo-sebut-jokowi-pulih-99-persen-dan-siap-keliling-indonesia-pdip-bukan-saatnya-serap-aspirasi
Sekjen Projo, Freddy Damanik, menyebut agenda tersebut muncul setelah kondisi kesehatan Jokowi diklaim sudah kembali pulih.
Freddy mengatakan, Jokowi memang memiliki karakter dekat dengan masyarakat sejak menjabat sebagai wali kota, gubernur hingga Presiden RI dua periode.
Freddy menegaskan, pembahasan awal rencana tersebut disampaikan Jokowi kepada relawan, bukan kepada partai politik tertentu.
Meski demikian, Freddy tak menampik publik mengaitkan agenda tersebut dengan kedekatan Jokowi dan PSI. Ia menyebut relawan di daerah banyak meminta Jokowi datang langsung ke wilayah mereka.
Di sisi lain, Jubir PDI Perjuangan, Ansy Lema menegaskan PDI Perjuangan saat ini lebih fokus pada fungsi pemerintahan dan menjawab persoalan rakyat ketimbang aktivitas politik pencitraan atau serap aspirasi.
Menurutnya, fase kontestasi politik 2024 sudah selesai sehingga pemerintah seharusnya fokus bekerja untuk masyarakat.
Ansy juga menyinggung persoalan ekonomi yang menurutnya kini menjadi kebutuhan utama masyarakat.
Bagaimana menurut Anda?
Saksikan selengkapnya di sini: https://youtu.be/50kDy7nyQHY
#jokowi #politik #pdip
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/671452/projo-sebut-jokowi-pulih-99-persen-dan-siap-keliling-indonesia-pdip-bukan-saatnya-serap-aspirasi
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:04Jadi rakyat biasa, kembali ke mana? Kembali ke Solo, jadi rakyat biasa.
00:42Terima kasih, Pak.
00:46Kan selama ini Pak Jokowi yang didatangi terus rumahnya kan, yang sekarang kita balik nih ya, Pak Jokowi yang mendatangi
00:52Anda semua untuk bicara tentang Indonesia, mengeramkan Anda dan ngajak sama-sama, kita bangun Indonesia deh, bukan berarti kalau dia
01:02turun, ini artinya mengancam Pak Prabowo, enggak, ini justru untuk memperkuat Pak Prabowo.
01:24Selamat malam, selamat Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah bagi umat muslim di Tanah Kayak.
01:31Awal Juni mendatang, Presiden ketujuh Jokowi Dodo berencana belusukan atau berkunjung keliling Indonesia.
01:38Posisi Jokowi yang banyak disebut masih berperan sebagai kekuatan penyeimbang di luar struktur formal, ditambah posisi Gibran Raka Buming sebagai
01:46wakil Presiden menjadi menarik untuk di Jerman.
01:49Di balik kerencana belusukan Jokowi, inilah satu meja The Forum malam ini, bersama saya Yogi Nugraha.
01:56Sudah hadir di Studio Kompas TV malam ini untuk membahas tema soal Presiden Jokowi yang akan berkeliling Indonesia, Mas Adi
02:05Prayutno, pengamat politik dari UIN. Sehat Mas?
02:08Alhamdulillah, sejauh ini sehat Mas Yogi.
02:10Hadir juga Bung Ansi Lema, jurubicara PDI Perjuangan. Bung Ansi, apa kabar?
02:16Baik, selamat malam Mas Yogi.
02:17Semangat, selamat malam. Masih semangat?
02:19Pasti semangat.
02:19Bersama Indonesia ini?
02:21Harus semangat.
02:22Hadir juga Bung Freddy Damanik, Sekjen Projo.
02:27Rasanya di antara bertiga ini yang paling punya legasi membicarakan Jokowi hari ini adalah Bung Freddy.
02:33Oke, saya akan ke Bung Freddy dulu.
02:35Bung Freddy, kalau kita melihat pernyataan Anda di Dialog Kompas TV minggu lalu,
02:42yang mengatakan bahwa Jokowi Dodo akan keliling Indonesia awal Juni, akan menyerap aspirasi,
02:51dan kemudian saat itu oleh seniornya Bung Ansi dijawab, ya mungkin keliling-keliling untuk menunjukkan ijazah baik.
03:00Bercanda politik, tetapi juga ada ekspektasi juga.
03:02Jangan-jangan pro kontra soal ijazah ini bisa dijawab dengan keliling-keliling.
03:06Anda bisa menceritakan lagi, persisnya gimana atau ada perkembangan terbaru soal rencana Jokowi Dodo keliling Indonesia?
03:12Ya, terima kasih Mas Yogi.
03:15Jadi, saya mau katakan begini, tema ini sehubungan dengan rencana belusukan Pak Jokowi ini,
03:22kita juga harus melihatnya secara objektif.
03:27Maksud saya begini, memang Pak Jokowi bukan lagi Presiden Republik Indonesia,
03:32Tetapi, beliau masih seorang tokoh nasional, seorang negarawan, yang juga seorang pemimpin yang selama puluhan tahun,
03:44selama beliau memimpin, ya itu terbiasa dekat dengan rakyat.
03:51Jadi, ketika ada pernyataan beliau, ada rencana beliau yang menyatakan mau keliling Indonesia,
04:00justru itu bukan hal yang aneh, itu adalah karakter dasar beliau.
04:07Ya, karena selama puluhan tahun memimpin, mulai dari wali kota, gubernur dan presiden,
04:12dua priode, memang itulah yang dilakukan beliau.
04:16Jadi, beliau itu, ya, tapi kali ini kesannya itu kayak dipersiapkan, dirancang,
04:24satu tahun, keliling-keliling, seperti, kami ingin tahu, apa yang sebetulnya mendorong,
04:29selain tadi yang sudah disampaikan, bahwa beliau ini adalah tokoh, dua periode,
04:33banyak yang masih mengagumi, banyak yang masih mendukung,
04:37tapi kan pasti ada juga sesuatu yang, apa sih yang terbaru, karena ini kan bicara soal itu tadi,
04:42mantan presiden, melihat apakah akan bicara soal situasi bangsa ini,
04:47atau akan mendengar orang-orang yang selama ini berkeluh kesah datang ke rumah beliau.
04:52Jadi kan, konteks pernyataan Pak Joko itu memang awalnya disampaikan kepada kami,
04:57melawannya.
04:59Nah, beliau menyampaikan pertama,
05:01kondisi kesehatan saya sudah pulih 99 persen.
05:08Oleh karena itu, rencananya saya awal Juni akan keliling Indonesia.
05:13Bagaimana relawan siap mendampingin saya?
05:16Otomatis relawannya menjawab siap.
05:18Nah, kemudian kan berkembang, berkembang, berkembang,
05:25jadi memang kebiasaan Pak Joko itu sampai sekarang ini,
05:28kan kita lihat, menerima.
05:30Nah, itu persis ya, jadi kan kita ini menduga-duga,
05:34ini relawannya Jokowi yang akan menjadi fasilitator di siap daerah,
05:41atau PSI yang kita sebut-sebut partai yang sedang disiapkan,
05:44atau keduanya?
05:46Saya tahu jawaban dari Anda pasti akan mengatakan ya tentu relawan,
05:49tapi siapa tahu Anda?
05:50Enggak, enggak, enggak.
05:50Oh enggak.
05:51Sekali lagi, konteks pertemuan itu dengan relawan,
05:54dan itu disampaikan kepada relawan,
05:56tidak ada partai di situ,
05:57maksud tidak ada PSI.
05:58Tidak disebut juga PSI.
05:59Tidak disebut PSI di situ.
06:00Tetapi, saya juga sering sampaikan,
06:03kalau misalnya publik juga sudah tahu lah,
06:06bagaimana hubungan Pak Jokowi dengan PSI.
06:09Kalaupun harus misalnya itu berdampingan dengan PSI,
06:13kan bisa saja,
06:14sekali kayu, dua, tiga pulau, terlampaui.
06:18Tapi sekali lagi,
06:20kami relawan-relawan,
06:23itu menyampaikan kepada beliau,
06:25Pak, ini Pak daerah-daerah yang pengen dikunjungi,
06:29teman-teman daerah,
06:30relawan-relawan masyarakat,
06:32ada kepala desa di sana yang menyampaikan begini Pak,
06:35meminta Bapak datang,
06:36itu yang melalui relawan.
06:37Yang melalui kunjungan-kunjungan ke Solo,
06:40ke rumah beliau itu,
06:41juga banyak yang pengen dikunjungi.
06:44Jadi begitu.
06:45Saya akan gali lagi nanti,
06:47Yunarto Widjaya,
06:48pengamat politik,
06:49sempat juga berbicara di Kompas TV,
06:51dan dia memberikan analisa bahwa,
06:53kunjungan Jokowi ini,
06:55seperti ingin memberikan perbandingan kepada publik,
06:58kira-kira enak zamanku,
07:00atau mungkin mengevaluasi,
07:02ini kata Yunarto,
07:02kita dengar dulu kutipannya Yunarto Widjaya.
07:08Tapi kalau bicara apakah politik atau tidak,
07:11ya pasti,
07:11karena Pak Jokowi adalah manusia politik.
07:13Ketika sekarang ada banyak pertanyaan,
07:17tentang kontroversi kebijakan dari pemerintah yang sekarang ada,
07:21Prabowo Gibran,
07:22biasanya ada fenomena penak jaman kutoh,
07:25kalau kita ingat dulu,
07:27yang dimankepatkan oleh kekuatan Orde Baru,
07:29ketika reformasi sendiri,
07:31memang masih memiliki banyak kelemahan.
07:33Sehingga menjadi sangat lumrah,
07:34dalam logika kepuasan publik,
07:37orang cenderung sebagian diantarnya,
07:39akan rindu kembali kepada masa Jokowi.
07:44Oke, Bung Ansi,
07:46sebagai perwakilan dari partai yang lama jadi rumahnya Pak Jokowi,
07:53Anda melihat rencana berlusukan ini seperti apa?
07:56Sama seperti perspektifnya dari Yunarto Widjaya,
07:59yang mengatakan dia ingin memberikan pesan bahwa enak jaman saya,
08:03atau mendengar, atau aspirasi, atau seperti apa?
08:06PDI Perjuangan membatasi diri untuk mengomentari ataupun mencampuri urusan dan juga strategi politik,
08:15partai politik lain,
08:16ataupun juga tokoh-tokoh politik yang memang tidak ada hubungan dengan PDI Perjuangan.
08:21Membatasi itu dalam arti apa?
08:23Energi politik PDI Perjuangan tidak ke arah sana.
08:26Kalau kita bicara politik,
08:30itu kan esensinya hanya ada dua Mas Yogi.
08:33How to get power,
08:35bagaimana berkontestasi dalam eleksi untuk mendapatkan kekuasaan,
08:39mendapatkan mandat dan kepercayaan dari rakyat,
08:42setelah mendapatkan ini,
08:44how to use power,
08:45how to execute the power,
08:47bagaimana kemudian mandat ini digunakan bekerja untuk masyarakat.
08:52Nah, kalau kita lihat hari-hari ini,
08:55kita tahu bahwa bukan saatnya lagi untuk melakukan serap aspirasi.
09:02Karena fase kontestasi 2024 itu baru kita lalui beberapa waktu lalu.
09:10Dan 2026 itu lebih dekat ke 2024 ketimbang ke 2029.
09:17Maka kalau kita bicara soal kontekstualitas waktu terkait dengan fase,
09:25menurut kami ini adalah fase saatnya bekerja.
09:32Memanfaatkan mandat kepercayaan dan kekuasaan yang sudah dimiliki oleh pemerintah,
09:40yang sudah didapatkan dari rakyat,
09:42untuk menjawab persoalan-persoalan rakyat.
09:45Saat ini yang dibutuhkan rakyat itu adalah solusi konkret
09:49untuk menjawab masalah pengangguran,
09:55penciptaan lapangan pekerjaan,
09:59pendapatan yang menurun,
10:03dan daya beli yang juga semakin sulit.
10:07Masyarakat hari ini ingin mendapatkan hal-hal yang konkret dari pemerintah.
10:14Dan kalau bicara soal PDI Perjuangan,
10:17PDI Perjuangan hari ini berada pada fase ini.
10:21Kami sudah mendapatkan mandat menjadi nomor satu,
10:27hatrik tiga kali berturut-turut dalam pemilu legislatif,
10:30sekaligus penyeimbang,
10:31sekaligus kemudian menjadi partai penyeimbang,
10:34dan dalam pilpres Presiden Prabowo itu belum sampai dua tahun memimpin Indonesia.
10:43Maka ini harusnya menjadi fase untuk menunjukkan kinerja,
10:48untuk menjawab persoalan-persoalan real yang dihadapi oleh masyarakat hari ini.
10:54Kalau rencana kunjungan Jokowi itu,
10:58atau menusukan Jokowi itu adalah salah satunya
11:00merespon situasi saat ini,
11:04di mana ada keterperlukan ekonomi yang masih dirasakan penimal dari indikator kursus rupiah,
11:11kemudian IHSG,
11:12kemudian juga tadi mungkin disampaikan oleh Bu Ansih bahwa masih banyak lapangan pekerjaan yang belum terisi,
11:17lapangan pekerjaan yang ada di mana-mana,
11:19dan ancaman-ancaman PHK.
11:20Kalau memang Pak Jokowi hadir sebagai tadi tokoh bangsa,
11:24kalau kata Bung Freddy,
11:26PDIP tentu merespon bahwa kalau memang sejalan,
11:29karena PDIP kan juga penyeimbang,
11:31dan di dalam pidato di DPR kan Pak Prabowo mengatakan,
11:34terima kasih dan menghormati kepada PDI Perjuangan yang telah memposisikan diri untuk mengoreksi pemerintahan.
11:41Serap aspirasi itu adalah satu fase,
11:44yang harus dilanjutkan, ditindak lanjuti dengan,
11:48aspirasi itu harus ada kanalisasi,
11:52untuk kemudian menemukan solusi ataupun jalan keluar seperti apa.
11:57Yang perlu dipertanyakan adalah setelah yang bersangkutan melakukan aktivitas serap aspirasi,
12:05lalu aspirasi yang kemudian sudah dikumpulkan ini,
12:10itu didistribusikan lewat kanal apa?
12:13Ini menjadi pertanyaan.
12:14Oke.
12:15Yang kedua,
12:16Ini Bung Ansi benar-benar memposisikan tanda kutip lugu atau sebenarnya sudah tahu?
12:21Pak Jokowi kan kita tahu semua tangannya ada di mana-mana.
12:23Paling enggak menteri-menteri juga masih banyak yang proksinya Pak Jokowi.
12:27Ya, kalau bicara soal serap aspirasi,
12:30hari ini apa sih yang tidak kita ketahui?
12:32Oke.
12:32Hari ini kan semua persoalan sudah kita ketahui.
12:35Ya, ada persoalan ekonomi.
12:37Oke.
12:38Ya, dan itu adalah persoalan pertama yang betul-betul menjadi kebutuhan masyarakat.
12:43Jadi, sebenarnya yang dibutuhkan itu bukan lagi turun ke lapangan untuk menyerap aspirasi,
12:52tetapi yang diharapkan ekspektasi rakyat ini,
12:55apa solusi konkretnya?
12:57Jangan-jangan Pak Jokowi tujuannya untuk supaya ada solusi konkret.
13:01Lewat cara apa?
13:02Mendengar, kemudian menyampaikan lewat putranya yang jadi wakil presiden,
13:06atau langsung bertelepon dengan presiden sekarang,
13:09karena bagaimanapun kan sejarahnya Pak Jokowi yang mendukung Prabowo Gibran.
13:13Ya, kalau seperti itu kan dalam posisi putra beliau adalah wakil presiden,
13:19mestinya bisa langsung saja kan begitu.
13:21Dan hari ini kan memang ruang demokrasi, ruang politik sudah sangat terbuka,
13:29semua isu-isu yang berkembang di masyarakat itu sangat gampang untuk kita dapatkan,
13:34sangat well informed.
13:36Jadi, publik ini bertanya.
13:39Untuk apa?
13:40Untuk apa?
13:41Ini.
13:42Karena yang dibutuhkan hari ini adalah solusi konkret,
13:46cepat menjawab apa yang menjadi persoalan dan kebutuhan rakyat.
13:50Nah, itu yang ditunggu-tunggu oleh publik hari ini.
13:54Oke.
13:55Mas Adi,
13:57tadi sudah didengarkan dari Bung Fredi maupun Bung Anci bahwa,
14:03ya untuk apa tapi juga ada alasannya.
14:05Tetapi kan Bung Adi melihat,
14:07Mas Adi melihat ini contoh untuk mempertegas bahwa makin membayangi pemerintahan Prabowo Gibran atau apa?
14:16Kalau saya simple ya,
14:17saya ingin melampaui diskusi-diskusi yang sifatnya normatif,
14:21bahwa Pak Jokowi itu suka berlusukan,
14:23saya kira memang tidak bisa dibantah.
14:25Bahwa Pak Jokowi masih tokoh nasional juga tidak bisa dibantah.
14:28Bahwa ini ada keinginan serap aspirasi juga tidak bisa dibantah.
14:32Tapi ini kan perdebatannya adalah long years ago.
14:35Sangat relevan kalau Jokowi masih jadi presiden.
14:38Tapi hari ini saya justru membaca apa yang ingin dilakukan oleh Pak Jokowi,
14:41itu adalah ingin mendapatkan efek memutar dari dampak yang saat ini menjadi bagian dari Jokowi.
14:47Efek memutar itu,
14:49satu diarahkan kepada PSI,
14:50yang kedua adalah kepada Mas Gibran,
14:52Raka Buming Raka.
14:54Bagi saya di situ konteksnya.
14:56Beberapa jam yang lalu,
14:57Anda masih ingat kan pernyataan Jokowi itu selalu mengatakan bahwa Prabowo Gibran itu masih dua periode,
15:04artinya sampai 234.
15:06Betul, dalam konteks itu saya ingin mengatakan,
15:08kenapa saya ingin menyebut efek memutar?
15:10Jokowi sepertinya cukup meyakini bahwa kesukaan publik terhadap dirinya masih kuat.
15:14Approval ratingnya mungkin masih cukup stabil hingga hari ini.
15:17Kalau dengan berkeliling ke seluruh Indonesia,
15:20berkunjung dari satu tempat ke tempat yang lain,
15:23orang semakin suka kepada Pak Jokowi,
15:25maka ada kecenderungan.
15:26Orang yang suka kepada Jokowi,
15:28akan mengikuti kemanapun langkah dan sikap politik Jokowi.
15:31Apalagi misalnya beberapa detik yang lalu,
15:34kita membaca beberapa media online yang menyebut bahwa
15:36Pak Jokowi akan menghadiri undangan-undangan yang dilakukan oleh
15:40kawan-kawan PSI dan kawan-kawan Projo.
15:42Itu jelas.
15:43Artinya apa?
15:44Jokowi semakin ingin mengidentifikasi dirinya adalah PSI
15:47dan PSI adalah Jokowi.
15:50Artinya bicara soal pertarungan politik 2029.
15:52Exactly.
15:53Saya tidak bicara hal-hal yang lain.
15:55Kalau kita diskusi di kelas, ada makalah,
15:57mungkin bisa panjang kali lebar.
15:59Tapi bahwa saya mengingat betul
16:01dua momen penting yang disampaikan oleh Jokowi dalam acara PSI
16:04waktu di Solo dan di Mekasar.
16:06Bahwa Jokowi akan all out,
16:08akan total untuk memenangkan PSI di 2029.
16:11Caranya apa supaya mendapatkan kecintaan dan kerusakan rakyat
16:15belusukan dan turun ke bawah.
16:17Dan Jokowi sebenarnya ingin menjadi imam besar
16:19kepada kader-kader PSI dan Projo
16:21untuk membesarkan ini Partai Gajah.
Komentar