Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Amerika Serikat mengklaim negosiasi dengan Iran hampir mencapai kesepakatan. Namun, di saat yang sama, Washington kembali melancarkan serangan ke wilayah Iran di tengah situasi gencatan senjata yang masih rapuh.

Lalu, mengapa upaya diplomasi tetap berjalan beriringan dengan aksi militer? Apakah ini menjadi bagian dari strategi tekanan politik Amerika Serikat terhadap Iran?

Kita akan membahasnya bersama praktisi dan pengajar hubungan internasional dari Synergy Policies, Dinna Prapto Raharja.

#amerikaserikat #jakarta #iran

Baca Juga Jelang Idul Adha, Pedagang Hewan Kurban di Semarang Raup Berkah Penjualan Sapi di https://www.kompas.tv/regional/671307/jelang-idul-adha-pedagang-hewan-kurban-di-semarang-raup-berkah-penjualan-sapi



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/671308/full-diplomasi-atau-tekanan-as-klaim-negosiasi-dengan-iran-hampir-sepakat-di-tengah-serangan
Transkrip
00:01Intro
00:02Amerika Serikat mengklaim negosiasi dengan Iran hampir capai kesepakatan
00:07tapi pertanyaannya kenapa Amerika Serikat malah menyerang Iran di saat gencatan senjata
00:12kita ulas bersama dengan praktisi dan juga pengajar hubungan internasional
00:17Sinergy Polisis Mbak Dina Prapto Raharja
00:20Selamat pagi Mbak Dina, apa kabar?
00:22Kabar baik, selamat pagi Mbak Adis
00:24Ya Mbak Dina, ini kan kalau kita lihat ya
00:26kesepakatan Amerika Serikat dan juga Iran hampir deal
00:29tapi yang menjadi pertimbangan dan juga pertanyaan selanjutnya
00:32mengapa kemudian Amerika Serikat melakukan serangan di saat gencatan senjata?
00:36Apa pertimbangan Amerika Serikat?
00:39Yang saya baca disini adalah bahwa Amerika Serikat itu dalam posisi
00:43sangat tidak bisa mengendalikan Israel
00:46Israel dalam posisi tidak bisa diminta untuk bisa bekerja sama
00:52bahkan tidak ada ruang negosiasi sama sekali lah dari pihak Israel
00:56untuk menyepakati apapun kecuali ada kerusakan yang permanen gitu
01:04di negara-negara yang menjadi pesaing dia
01:06dan ini statement ini jelas ya
01:09Trump udah sebelumnya mengatakan bahwa
01:11bahkan mewanti-wanti memberikan ultimatum pada Israel
01:14bahwa kesepakatan ini udah hampir jadi
01:16dan saya percaya pasti sudah hampir jadi nih sebenarnya
01:19karena dari pihak Pakistan maupun Iran
01:22itu sudah mengkonfirmasi poin-poinnya apa saja yang sudah mendekati
01:27hampir diterima gitu
01:28tapi kenyataannya Israel inilah yang tidak bisa dikendalikan oleh Amerika Serikat
01:33Jadi menurut Anda penyebabnya adalah karena
01:36tidak bisa dipegangnya Israel oleh Amerika Serikat
01:41nah posisi tawar Amerika Serikat dan juga Israel ini sebenarnya seperti apa?
01:45Mengapa kemudian Amerika Serikat terkesan tunduk kepada Israel
01:48sampai akhirnya mau menyerang Iran kembali?
01:53Kalau kita perhatikan memang sebenarnya masalahnya itu kembali ke
01:57kalau Amerika Serikat ya masalah mau atau tidak mau saja
02:00karena kerusakan yang akan terjadi
02:02atau destruksi bahkan boleh dikatakan bencana besar
02:06yang terjadi di Timur Tengah ini sudah semakin nyata
02:09kalaupun Amerika Serikat tidak melakukan apapun
02:12itu kilang-kilang minyak itu nggak akan bisa menunggu
02:16sudah pasti akan ada momennya dia akan meledak
02:19atau mati sama sekali
02:21karena tekanan dari bumi itu kan nggak bisa dikendalikan ya
02:24dan produksi ini tetap nggak bisa jalan normal
02:27kalau hal ini terjadi maka ekonomi di Timur Tengah sudah pasti rusak
02:33kemudian hubungan antar negara ini nggak bisa dikunci
02:36dan kalau mau Amerika Serikat lebih tegas sebenarnya
02:40Abraham Accords yang dia tawarkan itu
02:42harusnya kan bisa dispesifikasi lebih jelas ya
02:46Abraham Accords tahun 2020 jelas berbeda dengan kondisi sekarang
02:50karena isinya Abraham Accords yang lalu aja belum terjadi gitu
02:53konteks dimana mereka akan membuka hubungan dagang
02:56membuka jalur penerbangan yang lebih intensif
03:01investasi, teknologi
03:03waktu itu sempat jalan
03:04tapi negara-negara yang sudah tanda tangan pun
03:06waktu itu sekarang kan juga mengalami dampak yang sangat buruk
03:09mereka terkunci nggak bisa melakukan apapun
03:11jadi sebenarnya Amerika Serikat harus sadar bahwa ekonomi dia sekarang menjadi sanderaan Israel
03:19negara-negara Eropa pun sebenarnya kita jarang bahas ya
03:24tapi Eropa ini kan juga mitra terbesar dari Israel
03:27dan belum ada satu statement pun yang tegas terhadap Israel
03:32dan lebih pasnya lagi kita bilang bahwa pasokan senjata untuk Israel ini juga belum di-stop
03:38jadi menurut saya memang danger-nya atau bahaya bahwa perdamaian dunia ini betul-betul di tepi jurang
03:45dan bahwa ansesinya akan semakin buruk dalam beberapa tahun ke depan
03:49dan ujungnya itu bisa berarti depresi
03:52itu sangat-sangat makin nyata
03:54jadi bukan sekedar shrinking ya ekonomi kita menyusut
03:57karena sebelum pandemi pun tingkat pertemuan ekonomi kita masih lebih baik gitu
04:02jadi inilah yang harus dicermati betul
04:05oke ini yang harus dicermati begitu
04:08salah satunya adalah Amerika Serikat yang dalam tanda kutip ya
04:12tersandera oleh Israel
04:13ketika Amerika Serikat ingin mengakhiri dengan Iran
04:17mencapai kesepakatan justru kemudian Israel
04:20dalam tanda kutip lagi
04:22saya berpikir ini belum selesai menurut Israel
04:25apa yang menjadi poin pertimbangan Israel
04:29memikirkan ini belum selesai
04:32belum saatnya selesai
04:34fakta bahwa garis-garis batas di luar batas Israel
04:39yang dikenal di tiket internasional
04:42itu makin meluas
04:44itu gak bisa disangka lagi
04:45jadi Israel relatifly sudah berhasil ya
04:49tanda kutip kita bilang
04:50berhasil memaksakan kehendaknya
04:52memperluas wilayah dia
04:53sampai ke negara-negara yang sebenarnya
04:56bukan jajahan dia awalnya
04:58dan kalau kita lihat kondisi yang berkembang di dalam negeri Israel
05:05posisi para pendukung di Israel itu
05:09makin ke kanan
05:10makin militeristik
05:11makin ultranasionalistik
05:13jadi Netanyahu itu ternyata masih dianggap kurang
05:17kurang keras, kurang militeristik, kurang tegas
05:20jadi kita menghadapi satu situasi yang betul-betul kritis ya
05:25bahwa ternyata di satu negara yang
05:26dulu kita pernah mengalami Perang Dunia Kedua
05:29Jerman
05:29negara yang jumlah penduduknya berkali-kali lipat
05:32lebih besar daripada Israel
05:34mengalami situasi serupa
05:36dan konsekuensinya sangat nyata Perang Dunia Kedua
05:39dan waktu itu yang diserang pertama
05:41habis-habisan mau diekspansi wilayahnya
05:44itu kan Polandia
05:45dan negara lain gak terima
05:46itu sebabnya mereka semua turun
05:48tapi kalau sekarang Israel ini kan menyerang terus si Iran
05:53kemudian negara-negara yang ternyata gak bisa solid ini
05:56di kawasan Timur Tengah
05:57dan gak ada yang mau belain juga
05:59nah ini kita harus bisa membaca situasinya
06:01ternyata negara yang kecil seperti Israel
06:04yang cuma metabene 10 juta
06:06ternyata bisa mengubah tatanan
06:08memengaruhi
06:09betul
06:10oke nah itu artinya Netanyahu masih mencari validasi begitu ya
06:16masih membutuhkan validasi dari warganya
06:18tapi kemudian berkebalikan
06:20agak dilematis ketika Trump saat ini
06:22kita tahu harga-harga sudah semakin mencakik di Amerika Serikat
06:26dari warganya sendiri sudah semakin
06:28dalam tanda kutip marah begitu kepada Trump
06:31termasuk juga reputasi dan juga
06:36kredibilitas Trump juga saat ini sudah mulai tergerus
06:39ini menjadi posisi yang tidak mengenakan
06:42bagi Trump bagaimana seharusnya
06:44exit strategi yang dilakukan oleh Amerika Serikat
06:47untuk bisa juga dalam tanda kutip
06:49mengamankan warganya seperti Israel
06:52menurut saya kalau di Amerika Serikat
06:54dia harus ingat kembali pada sistem diplomat
06:57sistem diplomasi
06:59sistem pengambilan keputusan dalam
07:00politik luar negeri Amerika Serikat
07:02jadi kalau selama ini kan semua ditarik ke
07:06personalistasi Trump saja
07:07segala keputusan itu harus diputuskan oleh dia
07:10bahkan Trump pun masih kemarin
07:12memaksa Saudi Arabia ya
07:14untuk menjadi negara yang pertama tanda tangan
07:16karena menurut dia
07:17Saudi itu paling bisa ditekan
07:20yang pengambil keputusan tertinggi di sana
07:21adalah raja dan crown prince gitu kan
07:25jadi dianggapnya seluruh negara yang
07:27anggota warga masyarakat
07:29bahkan para penasehat
07:30para ahli di Saudi itu gak ada artinya
07:32sekarang pun masih terjadi seperti itu
07:35di dalam Amerika Serikat kan
07:36segala hal harus dipikirkan
07:38hanya lewat kacamatanya Trump
07:40nah kalau saja hal ini kemudian diubah
07:43sehingga orang bisa melihat bahwa
07:45Trump itu mengambil keputusannya
07:47dengan cara yang lebih partisipatoris
07:49lebih banyak orang yang terlibat
07:51sehingga opsi-opsi yang didapatkan itu
07:54bukan bertumpu pada
07:56legitimasi pribadi gitu ya
07:57saya rasa mungkin situasinya masih lebih
08:00bisa dipercaya untuk membuat negara-negara lain
08:02itu mau memikirkan satu skema
08:05kerjasama tertentu untuk menangkal Israel
08:08karena kuncinya kalau Israel gak ditangkal
08:11itu dia akan terus melakukan serangan-serangan
08:15bahkan semakin keji ya
08:16menggunakan tadi senjata-senjata biologi gitu
08:19jadi harus ada yang menangkal
08:21tapi kalau kita nunggu Amerika Serikat
08:23dan Uni Eropa
08:26kelihatannya masih akan lama
08:27apalagi Uni Eropa
08:29karena Uni Eropa itu isinya negara sampai 27
08:31jadi pengambilan keputusan yang konsensus
08:33tentu berat buat mereka
08:34berarti tumpuan Amerika Serikat gitu
08:36oke jadi bertumpunya pada Amerika Serikat
08:40lalu untuk nextnya
08:43ke depannya
08:43apa yang memang bisa diprediksi
08:45termasuk juga soal
08:47kesepakatan
08:49yang sedikit banyak dipengaruhi oleh
08:52agresi yang saat ini dilakukan oleh Amerika Serikat
08:56terhadap Iran
08:57Israel
08:57terhadap Lebanon
08:59bagaimana bisa kemudian
09:02mewujudkan kesepakatan
09:03untuk bisa membujuk dalam tanda kutip
09:05Iran untuk bisa maju kembali ke meja perundingan
09:10ada dua hal yang mungkin perlu dipertimbangkan
09:14satu itu
09:14kalau diperhatikan negara yang ditekan
09:17untuk tanda tangan Abraham Accords itu
09:18pertama Saudi
09:19sudah itu Qatar tetangganya
09:21sudah itu ini dua negara yang menurut saya
09:23unusual gak biasanya dipaksa
09:25untuk tanda tangan langsung tentang pro-Israel
09:28which is Pakistan
09:29sama Turki
09:30menurut saya
09:32dua negara ini pasti sulit tanda tangan Abraham Accords
09:36karena mereka itu kan
09:37menggunakan peranan mereka selama ini
09:40sebagai mediator
09:41di kawasan
09:42dan mereka berusaha netral dengan demikian
09:44gak mau dia masuk ke wilayah pengaruhnya Israel
09:47tapi dengan ada informasi bahwa
09:49mereka berdua diupayakan untuk masuk
09:51artinya
09:52ada rekognisi nih secara gak langsung
09:54dari pihak Israel
09:55bahwa dua negara ini benar-benar menjadi pengganggu
09:58buat eksistensi Israel
10:00jadi artinya
10:01negara yang disebut ini
10:03harusnya bisa bergerak semakin padu gitu
10:06semakin menyatu
10:07bukan tanda tangan Abraham Accords
10:09tapi menciptakan satu kesepakatan yang lain gitu
10:12supaya gak masuk ke wilayah pengaruhnya Israel
10:16tidak juga menggunakan cara-cara kekerasan semata
10:19tapi menunjukkan bahwa Israel itu bisa diisolasi juga
10:22lalu pendekatan yang kedua
10:24saya kira negara-negara
10:26yang menjadi sasaran sekarang di Israel itu adalah
10:30negara D8 kan
10:31ada Iran
10:32ada Turki
10:34ada Pakistan
10:35Indonesia juga di sana
10:36Malaysia juga di sana
10:38karena tahun ini kita tuan rumah di D8
10:40minimal lah
10:42mestinya ada satu statement dari negara itu
10:44tentang pentingnya ya
10:46bahwa negara D8 itu bisa menjaga stabilitas
10:50pertumbuhan ekonomi dan seterusnya
10:52sehingga Israel ini juga punya suara alternatif
10:55jangan cuma nungguin apa yang ada di Timur Tengah
10:58oke jadi Anda mengatakan Indonesia punya momentum yang tepat
11:02yang pas ketika ingin bersuara
11:04untuk bisa dalam tanda kutip ya
11:06berupaya untuk mencapai kesepakatan antara Amerika Serikat dan juga Iran
11:11betul
11:12bahwa kita itu bukan sekedar penonton ya
11:14dan bahwa negara tetangga kita seperti Malaysia itu bisa dijadikan mitra juga
11:20karena menjadi bagian dari kelompok yang saat ini sedang diserang
11:23habis-habisan oleh Zionis juga
11:25oke tapi posisi tawaran seperti apa yang bisa dilihat oleh negara-negara lain
11:31untuk posisi Indonesia sendiri?
11:34poinnya tadi adalah bahwa D8 itu kan merepresentasikan developing countries ya
11:40kepentingan negara-negara berkembang yang selama ini punya solidaritas
11:44entah itu dari agama
11:47juga dari posisi geografis
11:50terutama kalau buat mereka yang ada di Timur Tengah
11:52tapi eksistensi bahwa disitu ada Malaysia
11:54ada Indonesia yang ada di Asia
11:57plus juga ada negara yang di Afrika
11:59itu menunjukkan skopnya kan sebenarnya luas
12:01ada unsur global lah disana
12:03walaupun selama ini D8 ini dianggapnya
12:06ya pemain pinggiran gitu ya
12:08nggak terlalu dominan gitu sebagai kekuasaan ekonomi
12:12tapi kalau kita lihat benang merahnya
12:14BRICS kita lihat
12:15wah itu pengambilan keputusan besarnya untuk bikin statement
12:19harus lewat Cina, harus lewat Rusia
12:20dan kita udah lihat petanya seperti apa
12:22Indonesia kan tetap nggak bisa cuman sekedar nonton
12:25karena yang di Sandra ini
12:28itu kan kepentingan global
12:29yang saya bilang tadi
12:30resesi itu udah benar-benar di depan mata
12:34dan kalau resesi itu makin berlanjut selama 1-2 tahun
12:38ini resiko depresi itu juga bisa makin meluas
12:41Anda melihatnya lebih cenderung ke mana
12:45resesi yang akan begitu meluas
12:47atau kemudian harus ada campur tangan negara lain
12:51dalam hal ini tadi Anda sebutkan
12:53Indonesia dan juga Malaysia
12:54mungkin dibutuhkan untuk bisa mencapai
12:56setidaknya ada
12:58apa ya
12:59perkembangan yang lebih ke arah lebih baik
13:02kalau di tingkat teknis operasional di lapangan
13:06tentu bukan tempat kita
13:08karena kita posisinya jauh ya
13:10tapi fakta bahwa
13:11semua mitra yang kita sudah sangat dekat
13:14punya kerjasama politik
13:16punya pengaruh
13:19tekanan moral lah ya
13:21dari segi agama
13:22dari segi kemanusiaan
13:25ada Turki yang disitu punya jaringan
13:27Pakistan yang tahu segala macam
13:29tentang proses diplomasi ini
13:32apa yang bisa kita mainkan disana kan
13:34untuk minimal menciptakan
13:36suasana yang lebih kondusif lah
13:39untuk mendorong negara-negara yang lain itu
13:41melihat gambar yang lebih lengkap
13:43dan memberi tekanan pada Israel
13:46oke
13:47walaupun kita
13:48berada juga satu
13:50dalam satu wadah yang sama begitu ya
13:52BOP
13:53nah terakhir saya ingin tanya
13:55soal bagaimana kelanjutan
13:57perkembangan soal selat Hormuz ini
14:00ketika
14:00kita lihat Amerika Serikat
14:03kembali melakukan serangan
14:04bagaimana nasib Hormuz selanjutnya
14:06termasuk juga
14:08nasib energi dunia
14:09dalam hal ini
14:11Hormuz ini kan kemarin
14:13kesepakatan terakhirnya
14:14bisa diserahkan kepada Iran
14:17bekerjasama dengan Oman
14:19dan
14:20walaupun dalam hukum laut internasional itu
14:23posisinya sebenarnya tidak boleh ada charge
14:25untuk lewat di kawasan
14:27tapi selama ada jasa tertentu
14:29yang disediakan oleh negara tersebut
14:31dan ada man-made
14:33security proses atau apapun
14:35itu dianggapnya masih bisa
14:38diberikan satu ruang lah
14:40itu konsesinya Amerika Serikat
14:42jadi
14:42kalau kita lihat itu sebagai bagian dari proses
14:45kedepannya mungkin masih bisa dikoreksi gitu
14:47tapi
14:48faktanya sekarang dengan Amerika Serikat
14:50juga mulai melakukan serangan di sana
14:52kembali ke poin bahwa
14:53dia hanya ingin menunjukkan
14:54dia masih sayang sama Israel gitu
14:55jadi poinnya tuh di sana sebenarnya
14:58kalau dia tidak bisa mengendalikan Israel
15:00Amerika Serikat
15:01yaudah ini proses yang di Hormuz
15:03gak akan lepas
15:05dan Iran juga pasti masih nunggu aja nih
15:07gimana konsekuensi kedepannya
15:09yang paling ngeri itu adalah
15:11tadi bahwa
15:12minyak-minyak dari kilang-kilang ini
15:14gak bisa nunggu
15:15mereka itu udah
15:16kanan dari bumi sangat besar
15:18bisa dibayangkan kalau tiba-tiba
15:19misalnya meledak aja
15:20kemudian terjadi polusi di laut
15:23itu bukan cuman
15:25orang di sana kan
15:26yang jutaan orang
15:27yang kemudian gak bisa minum
15:28air yang lebih bersih
15:30kemudian situasinya rusak
15:31secara ekologis
15:32ekonomi juga buruk
15:34nah itu
15:35spillover dari
15:36suasana yang tidak pasti
15:38dan makin
15:39mahal ya
15:40biaya politiknya
15:41dan biaya ekonominya
15:42itu yang
15:43sebenarnya
15:43dampaknya
15:45akan
15:45pasti terasa sekali lah
15:46di tingkat global
15:48sampai ke negara kita
15:49oke
15:50ini menjadi momentum
15:51yang tepat
15:52untuk bisa
15:53Indonesia punya
15:55peran dalam hal ini
15:56begitu ya
15:57termasuk juga
15:57posisi tawar Indonesia
15:59yang juga bisa
16:00diperhitungkan
16:01di Amerika Serikat
16:02dan juga Iran
16:03terima kasih
16:03Mbak Dina Prapto Raharja
16:05telah bergabung bersama kami
16:06praktisi
16:07sekaligus juga
16:08pengajar hubungan internasional
16:10dari Sinergy Polisis
16:11terima kasih Mbak Dina
16:12selamat pagi
16:13makasih selamat pagi
16:15sodara informasi
16:17penting lainnya
16:17masih akan kami hadirkan
16:19lebih dari
16:201,6
Komentar

Dianjurkan