Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio menyebut negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran masih berjalan.

Hal ini disampaikan Rubio saat melakukan kunjungan resminya ke India.

Amerika Serikat hampir mencapai kesepakatan dengan Iran untuk mengakhiri perang, membuka kembali Selat Hormuz dan membuat Iran menyerahkan persediaan uraniumnya.

Sejumlah pejabat Amerika mengatakan draft kesepakatan itu mencakup pengakhiran perang antara Israel dan kelompok militan Hizbullah.

Rubio meyakini langkah negosiasi kali ini banyak didukung oleh masyarakat global, termasuk negara di wilayah Teluk.

Iran masih membuka proses negosiasi dengan Amerika Serikat untuk mengakhiri perang.

Namun, di tengah proses negosiasi, Presiden Iran, Masoud Pezeshkian mengatakan negaranya tidak akan berkompromi terkait martabat Iran sebagai negara yang mengelola nuklir.

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengatakan kesepakatan soal konflik dengan Iran, termasuk pembukaan Selat Hormuz, telah berhasil dinegosiasikan setelah pembicaraan dengan Israel dan sekutu lainnya di kawasan tersebut selama akhir pekan.

Kesepakatan potensial akan mencakup komitmen Iran bahwa mereka tidak akan mengejar senjata nuklir dan Teheran setuju untuk melepaskan persediaan uranium yang diperkaya tinggi.

Lalu apakah kesepakatan kedua negara ini akan memberikan dampak yang cepat kepada pasar global?

Untuk membahasnya, telah bergabung bersama kami Nostalgiawan Wahyudi selaku Pengamat Timur Tengah BRIN dan Qasem Muhammadi, Dosen International Institute for Islamic Studies melalui sambungan Zoom.

Baca Juga [FULL] AS-Iran Bahas Finalisasi Kesepakatan, Akankah Damai Tercapai? Ini Kata Pakar | KOMPAS MALAM di https://www.kompas.tv/nasional/670994/full-as-iran-bahas-finalisasi-kesepakatan-akankah-damai-tercapai-ini-kata-pakar-kompas-malam

#iran #selathormuz #amerika #trump

_

Sahabat KompasTV, apa pendapat kalian soal berita ini? Komentar di bawah ya!




Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/671012/full-analisis-pengamat-soal-as-iran-bakal-buka-selat-hormuz-damai-atau-jeda-konflik-sapa-malam
Transkrip
00:00Saudara lalu, apakah kesepakatan kedua negara ini akan memberikan dampak yang cepat kepada pasar global?
00:06Untuk membahasnya telah bergabung bersama kami ada Nostalgia Wan Wahyudi
00:09sebagai pengamat timur tengah dari BRIN
00:12dan Kasem Mohamadi, dosen International Institute for Islamic Studies melalui sambungan virtual.
00:19Selamat malam Mas Wawan, Mas Kasim.
00:22Selamat malam.
00:23Selamat malam.
00:24Baik.
00:25Saya ke Mas Wawan dulu kalau begitu.
00:28Mas Wawan, pernyataan Marco Rubio menyebut negosiasi ini sebagai work in progress katanya.
00:34Apakah ini sinyal bahwa kesepakatan ini benar-benar sudah matang?
00:38Atau menurut Anda ini sekedar retorika untuk meredakan ketegangan pasar global?
00:44Kita perlu mengetahui bahwa memang pada akhir-akhir ini
00:49Marco Rubio cenderung memberikan peran yang lebih besar ya.
00:55Peran dia lebih dominan terhadap diplomasi Amerika terkait dengan perang ini dibandingkan yang sebelumnya
01:01dikuasai oleh Pete Hexed ya, Menteri Perang Amerika Serikat.
01:04Dan ini menunjukkan bahwa sebetulnya ada pergantian ya.
01:08Ada semacam pengalihan konsen dari Amerika Serikat bahwa pendekatan diplomatik itu menjadi corong utama.
01:17Saya kira banyak hal yang ditekankan oleh Rubio yang kalau kita cermati pernyataan Rubio
01:23banyak sekali yang agak-agak menyimpang sedikit dari pernyataan Trump
01:28yang mengancam akan melakukan serangan terhadap Iran jika negosiasi gagal.
01:32Tetapi pernyataan diplomatis dan optimis dari Marco Rubio
01:36bahwa semua akan bisa dibicarakan dan dinegosiasikan
01:39merupakan salah satu poin, ada salah satu peluang bagi diplomasi ini ke depan.
01:47Dan juga saya kira ini juga berkaitan ya dengan adanya tekanan yang luar biasa ya.
01:53Kita ketahu bahwa pembunuhan terhadap Trump terjadi berkali-kali di Amerika Serikat
01:57tidak hanya ini dan baru-baru ini juga ada upaya pembunuhan terhadap Presiden Amerika
02:01yang menunjukkan bahwa sebetulnya tekanan sosial, ekonomi, dan politik warga negara Amerika Serikat itu
02:07sangat-sangat besar akhir-akhir ini dan itu tidak tersalukan atau tidak didengarkan oleh Trump.
02:14Dan ini yang merupakan salah satu upaya-upaya yang sebetulnya kita bisa melihat bahwa
02:23tidak ada jalan lain selain kemunduran jika blokade hormus itu diteruskan.
02:28Dalam arti ancaman perang dari Trump itu tidak akan bisa menyelesaikan.
02:33Jadi tidak ada jaminan bahwa Iran akan kalah ketika AS akan melangsungkan serangan
02:39balasan yang besar-besaran seperti yang dijanjikan oleh Trump atau diansamkan oleh Trump
02:43jika negosiasi gagal.
02:44Yang kedua kita bisa adanya tekanan ya, tekanan dari kawasan Timur Tengah.
02:49Bagaimana Qatar melalui Sheikh Tamim mengungkapkan bahwa bagaimana ekonomi negara tersebut
02:56terdampak luar biasa. Selama ini mereka membangun sektor-sektor non-nigas ya.
03:02Jadi bagaimana sektor jasa, sektor pariwisata, sektor pendidikan semua itu dibangun
03:07untuk menaikkan profil ekonomi dari Qatar itu sendiri dan juga Uni Emirat Arab
03:11sehingga menyebatkan Uni Emirat Arab mengambil keputusan untuk keluar dari OPEC
03:17karena bergantung pada sektor jasa yang mandek ketika perang ini
03:20sangat merugikan ekonomi Uni Emirat Arab. Sehingga dia mempercepatkan
03:25pembangunan kilang di Fureja. Ini menyatakan bahwa sebetulnya
03:28baik di kawasan ataupun dari Amerika sendiri
03:32ataupun negara-negara yang berada di seluruh dunia
03:38bahwa tidak ada jalan yang bisa ditempuh selain untuk negosiasi ini.
03:43Dan ini yang menjadi salah satu optimisme ya.
03:45Dimana beberapa saat lalu kita menyatakan bahwa kemungkinan perang lebih besar
03:49saya kira sangat-sangat kecil.
03:51Karena faktor ekonomi yang luar biasa.
03:54Dan ini menjadi peluang ya.
03:55Jika ini benar-benar diiyakan.
03:57Karena belum ada statement resmi ya dari kedua negara ya.
04:01Ini pembicaraan kemungkinan negosiasi ini masih ditelaah
04:04dan belum ada statement kenegaraan resmi dari Iran.
04:06Hanya statement-statement terbuka dari Amerika.
04:09Dan kita cukup memberikan sinyal positif ya.
04:13Dimana selama ini Trump ready to talk ya berbicara di mana-mana
04:16di Twitter dan segala macam.
04:17Tapi tidak ready dengan negosiasi setiap Iran memberikan
04:2114 atau 10 poin yang bisa dinegosiasikan.
04:25Dan saat itu pun langsung ditolak oleh Amerika.
04:27Jadi posisi-posisi yang selama ini tidak diredikan
04:30untuk dinegosiasikan.
04:32Dan kehadiran dari Menteri Luar Negeri Marco Rubio
04:36itu sangat dibantu untuk menerjemahkan itu.
04:39Dan semoga ini akan memperbaikkan ekonomi itu.
04:40Oke, ini dampaknya terlalu luas seperti Mas Mawon bilang tadi
04:44secara global, secara ekonomi global.
04:47Termasuk juga untuk sekutu-sekutu Amerika Serikat.
04:49Sehingga kemungkinan konflik yang berkepanjangan
04:52akan bisa diredusir.
04:53Saya kalau begitu ke Mas Kasim.
04:56Ada pernyataan menarik dari Donald Trump
04:58jika kita bicara soal diplomasi ataupun negosiasi.
05:01Ia menyatakan tidak ingin terburu-buru katanya.
05:05Nah, saya ingin tanya dari perspektif hubungan internasional,
05:07international relation.
05:08Apakah sikap ini murni kehatian-hatian diplomasi
05:11atau taktik Iran atau Amerika Serikat
05:14untuk saling mengelur waktu
05:15demi keuntungan domestiknya masing-masing?
05:17Mas Kasim.
05:20Ya, saya kira kalau Amerika Serikat itu
05:25tidak mempunyai beberapa pilihan.
05:30Pilihan, saya kira satu-satunya pilihan
05:33yang dia punya dalam masalah negosiasi.
05:37Ini pasti kalau Amerika Serikat itu kita tahu bahwa
05:40berdasarkan tindakan-tindakan mereka dan sejarah
05:44Amerika Serikat terhadap negara-negara lain
05:47pasti ada sebagian tindakan yang luar dari akal
05:51pasti itu sudah dijalankan mereka
05:54tapi kalau kita mau dengan rasional
05:57kalau kita mau mengamati hal itu
06:00kondisi itu dengan rasional
06:03saya kira tidak ada cara lain
06:07selain masalah diplomasi.
06:09Kenapa?
06:09Karena kalau mereka mau melanjutkan seranggan lagi
06:13atau perang itu mereka mau lanjutkan
06:16saya kira tidak akan sampai ke tuntutan mereka
06:19itu sudah dibuktikan.
06:21Oleh karena itu ya pasti kalau Amerika Serikat
06:24saya kira mereka akan berusaha
06:29untuk menjalankan jalur diplomasi sekali lagi.
06:34tapi biasanya Amerika Serikat berdasarkan sejarah yang kita tahu mengenai tindakannya
06:43Amerika Serikat dalam negosiasi dan perundingannya
06:47biasanya mereka tidak mundur dari tuntutan berlebihan mereka.
06:51Itu juga kita harus ketahui.
06:53dan saya kira kalau mereka itu belum siap untuk menerima bahwa mereka sudah kalah dalam peranggi.
07:02Dan oleh karena itu juga kita melihat bahwa itu dia jalankan percakapannya dengan dua-dua pihaknya.
07:10Jadi dia ancam satu hari hari ke depannya dia bilang kami itu siap untuk negosiasi.
07:16Oleh karena itu ya kalau niatannya mereka pasti memerlukan negosiasi
07:21tapi dari pihak lain untuk mempersiapkan dalam tanda kutip Iran itu
07:30untuk mundur dari tuntutannya dia
07:34mereka juga ancam juga.
07:37Amerika Serikat seperti yang Anda katakan tadi Mas Kasim
07:40selalu saja ada syarat baru yang Anda katakan tadi berlebihan
07:45ketika ada peluang ataupun ada ruang untuk ajakan diplomasi ataupun negosiasi.
07:52Ini yang harus juga diantisipasi oleh Iran sepertinya.
07:55Saya kembali ke Mas Wawan
07:57bicara soal dampak ekonomi global tadi
07:59pasti juga kita bicara Selat Hormuz.
08:01Nah jika Selat Hormuz ini benar-benar dibuka penuh
08:03tanpa hambatan, kira-kira seberapa cepat dampak ekonominya
08:07terutama harga minyak dunia dan biaya logistik laut
08:09yang sepertinya akan terasa di pasar global?
08:14Ya satu hari sebelumnya sebetulnya ketika ada ungkapan atau optimisme
08:18yang cukup berarti ya ketika Pakistan juga menyatakan
08:22bahwa ada kemajuan signifikan
08:24dan Iran juga secara optimis bahwa mereka sedang pertimbangkan negosiasi
08:28dan Amerika juga sebelum ada kesepakatan ini
08:30menyatakan bahwa kita ada perada pada tahap akhir.
08:33Jadi itu kita sudah merasakan bahwa harga energi ya
08:37terutama minyak itu sudah turun.
08:39Jadi saya kira dengan adanya kesepakatan
08:42bahwa jalur Selat Hormuz dibuka secara umum
08:44tanpa adanya tol ataupun penghutan
08:46saya kira itu akan memberikan optimisme yang cukup
08:50bagi ekonomi dan juga pasar modal.
08:54Direct impact ya?
08:54Ya direct impact tapi mungkin tidak sustain ya
08:58tergantung dari kemungkinan ini ke depan seperti apa
09:01tapi direct itu pasti akan terjadi
09:03karena dengan terbukanya itu kita bisa mengetahui bahwa
09:07ini merupakan keuntungan ekonomi yang luar biasa bagi Iran.
09:11Pertama dibukanya bulkade, pelabuhan, kilang
09:13dan juga sirkulasi ekonomi Iran.
09:15Bisa menjual minyak secara bebas
09:17yang dulu kita tahu bahwa Indonesia pun akan membeli minyak
09:21lebih murah tarifnya di Iran.
09:22Kita tidak berani sekarang kita bisa menikmati
09:25setidaknya dalam 60 hari ini
09:27jadi akan berpotensi untuk memperkuat
09:29ketahanan ekonomi dan militer Iran
09:31dan juga mungkin ekonomi global.
09:33Dan pada sisi lain saya mengamati ya
09:35mungkin ada satu titik ya tuntutan dari Iran
09:38bahwa Amerika dituntut untuk ganti rugi perang.
09:41Jadi kompensasi 60 hari ini merupakan
09:43salah satu cara bagi Amerika.
09:45Saya tidak yakin bahwa Amerika akan memberikan
09:47kompensasi kerugian perang bagi Iran.
09:49Jadi dengan dibukanya bulkade ini
09:52sanksi ekonomi ini dibuka
09:53sehingga Iran bisa sedemikian bebas
09:56untuk melakukan membangkitkan perdagangan
09:58itu saya kira menjadi salah satu poin
10:00yang membuat Iran sekarang trust.
10:03Jadi kemandekan di peluang negosiasi selama ini
10:05memang terjadi karena tidak ada trust
10:07dan juga jaminan yang belum cukup kuat.
10:09Namun yang perlu kita khawatir adalah
10:10saya melihat bahwa AS nyaris tidak diuntungkan
10:15dari adanya pencapaian negosiasi terakhir ini ya
10:21selain adanya jaminan bahwa nuklir Iran ya
10:27material nuklir Iran yang sudah dimurnikan
10:30itu akan ditransferkan juga
10:33ada penghentian pengayaan uranium.
10:36Namun kita juga melihat bahwa secara sipil
10:39Iran tetap mempertahankan adanya hak dia
10:42untuk tetap bisa melakukan
10:46memiliki nuklir untuk tujuan-tujuan sipil.
10:49Tetapi kita bisa lihat bahwa dengan adanya nuklir
10:53yang mungkin pada titik tertentu disepakati oleh Iran
10:56saya kira itu tidak memberikan keuntungan.
10:58Trump mengatakan bahwa sebetulnya
11:00tidak ada yang bisa dilakukan oleh Amerika
11:04dengan material nuklir ini dan Amerika
11:06tidak-tidak membutuhkan itu dan mungkin
11:07akan juga disenakan.
11:09Tetapi feedback akan adanya
11:12sinyal-sinyalmen positif bagi ekonomi dunia
11:15tekanan dari kawasan, Eropa, dan yang lain
11:17untuk segera menyudahi adanya
11:19blokade selatuh rumus ini
11:20merupakan salah satu keuntungan
11:22bagi semua saya kira.
11:24Dan ini saya katakan merupakan
11:26diplomatic setback bagi Amerika Serikat.
11:28Dan benar kata Mas Kasim tadi
11:30kemungkinan ya memang kalau kita lihat
11:31secara nyata, secara diplomatis
11:34hubungan internasional, ya Amerika cukup kalah
11:36dan baik dalam perang ataupun diplomatik.
11:38Baik. Diplomatik setback
11:40untuk Amerika Serikat.
11:41Tapi seberapa besar, saya ke Mas Kasim,
11:44seberapa besar peran tekanan
11:46komunitas internasional?
11:47Kalau kita bicara komunitas internasional
11:49tentu saja luar timur tengah ya
11:51dalam memaksa kedua negara ini
11:53akhirnya mau duduk bersama
11:54dan menyusun draft kesepakatan
11:55dalam konteks diplomasi dan juga negosiasi.
11:59Saya akan tanyakan hal itu nanti ke Mas Kasim
12:00tapi setelah jeda ya
12:01sesaat lagi di Safai Indonesia Malam.
12:13Sebelum kami lanjutkan perbincangan
12:15ada berita dari sebuah kapal tanker minyak
12:17milik Jepang
12:17yang telah melewati Selat Hormuz
12:20pada akhir April lalu
12:21dan telah tiba di Jepang.
12:23Kapal ini menjadi kapal
12:25afiliasi Jepang pertama yang berhasil
12:27melintasi Selat Hormuz
12:28sejak Perang Timur Tengah dimulai.
12:30Kapal Idemitsu Kosan
12:32memasuki Teluk Ise
12:34di Prefektur Aichi di Jepang
12:37tepatnya di Jepang Tengah
12:39pada Senin waktu setempat.
12:41Kapal ini membawa sekitar 2 juta barel
12:43minyak Arab Saudi
12:44untuk diolah menjadi produk etrolium
12:47di sebuah kilang.
12:54Ya saudara kita lanjutkan
12:56perbincangan malam hari ini
12:58tadi saya bertanya ke Mas Kasim
13:00sebelum jeda
13:02bicara soal
13:04diplomasi dan
13:06negosiasi
13:07sebenarnya seberapa besar peran
13:09tekanan dari komunitas internasional
13:12yang tadi saya bicarakan bahwa
13:14tekanan luar internasional ini
13:15di luar Timur Tengah tentu saja
13:17tekanan internasional ini
13:18di luar Timur Tengah
13:19dalam memaksa kedua negara ini
13:20akhirnya mau duduk bersama
13:21dan menyusun draft kesepakatan.
13:24Mas Kasim.
13:28Ya saya kira kalau mengenai
13:31masalah itu
13:31itu kan kita harus ketahui
13:34bahwa masalah Salat Hormuz
13:36apa itu sangat sekarang
13:38jadi sangat penting
13:39untuk Iran
13:41ya pasti kami itu
13:43jadi Iran itu
13:43pasti bisa memahami
13:45tekanan yang sekarang
13:46dialami oleh
13:47seluruh dunia
13:49dan pasti Iran itu
13:50tidak suka
13:52tidak senang dengan
13:53penderitaan macam itu
13:55tapi saya kira
13:57itu bisa dipahami
13:58bahwa masalah
13:59Salat Hormuz itu
14:00dan
14:03lintasan
14:04minyak dari sana
14:05sekarang bukan hanya
14:06masalah
14:07naik turunnya
14:09harga minyak
14:10atau sebagian
14:11komoditas
14:11akan tetapi
14:12itu masalah untuk Iran itu
14:14pasti itu masalah
14:15keamanan Iran
14:15saya kira kalau masalah
14:17Salat Hormuz
14:18dan tuntutan Iran
14:19mengenai Salat Hormuz itu
14:20itu sudah jadi
14:23baris merahnya Iran
14:25dan tidak akan mundur
14:26dari itu
14:27yakni saya kira bahkan
14:28itu mungkin sekarang
14:29lebih penting daripada
14:30masalah nuklirnya Iran
14:32kenapa ada dua hal
14:34pertama
14:34masalah Salat Hormuz itu
14:36sekarang
14:37sebagaimana yang saya
14:38tadi katakan
14:39merupakan
14:40masalah
14:41keamanan nasionalnya Iran
14:43ya
14:44selama
14:45apa
14:4610 bulan terakhir ini
14:48Iran diserang
14:49dari Salat itu
14:50dari daerah itu
14:51dan semua
14:52pangkalan-pangkalan
14:53musuh Iran itu
14:54berada di sana
14:55oleh karena itu
14:56dengan sederhana
14:57kalau itu tidak
14:58dikontrol oleh Iran
15:00dengan sederhana
15:01bisa dimasukkan lagi
15:04persenjataan
15:05peralatan
15:05ke pangkalan-pangkalan
15:07yang sudah
15:07pasti dihancurkan
15:09tapi masih bisa
15:10dibangun lagi
15:10itu satu
15:11masalah keduanya
15:13masalah Salat Hormuz itu
15:14oke
15:15kami ini pasti
15:16apa
15:17mendahulukan
15:18masalah perdamaian
15:20dan negosiasi itu
15:21dilanjutkan
15:22dan dijalankan
15:23karena Iran itu
15:24pasti mau perdamaian
15:25tapi
15:25perdamaian
15:27bagaimana bisa itu
15:28dijamin
15:29itu pasti sangat penting
15:31karena Iran itu
15:31sudah bikin
15:33beberapa
15:36kesepakatan
15:37sama Amerika Serikat
15:38yang dibatalin mereka
15:39bukan itu Iran
15:41yang batalin
15:41tapi itu
15:42pihak yang lain
15:43pihak agresor
15:43yang sudah batalin itu
15:45kalau begitu
15:46bagaimana kita bisa
15:47menjamin
15:47Iran sekarang
15:48pikir bahwa
15:50Salat Hormuz itu
15:51merupakan
15:54janjian nyata
15:55atau janjian objektif
15:57yang dia bisa
15:58jalankan
15:59untuk
16:01memastikan
16:02dan menjamin
16:02keamanannya dia
16:04yang ini
16:04kalau Iran
16:05mengontrol
16:06dan melanjutkan
16:07kontrolnya
16:08atas Salat Hormuz
16:09karena
16:09tekanan
16:11ekonominya
16:12khususnya
16:12pada Amerika Serikat
16:14dan sekutu-kutunya dia
16:15saya kira
16:16Iran
16:17tidak akan
16:18lepas tangan
16:19dari Salat Hormuz
16:20karena
16:20apa itu
16:21merupakan
16:23jaminan
16:24niatannya
16:24Iran
16:25untuk
16:25setiap
16:26perdamaian
16:28atau perjanjian
16:29yang
16:31dilanjutkan
16:32diantara
16:32Iran dan Amerika Serikat
16:34seperti yang Anda katakan
16:35Iran
16:36sangat ingin
16:37perdamaian
16:38tapi ya tentu saja
16:39Iran juga punya
16:40their own dignity
16:41dignity
16:41harga diri
16:42yang harus juga
16:43sama-sama dihargai
16:45oleh masyarakat
16:46internasional
16:47seperti yang dikatakan
16:48Mas Kasim
16:48saya melanjutkan dulu
16:51ke Mas Kasim
16:51tadi
16:51soal pembukaan
16:53Salat Hormuz
16:54ini
16:54saya bacakan berita
16:55sebelum ini
16:56tadi di Jepang
16:56ada satu kapal Jepang
16:58yang berhasil melewati
16:59Salat Hormuz
16:59dan akhirnya tiba di Jepang
17:00untuk membawa
17:01satu
17:02apa namanya
17:03minyak ya
17:04yang akan
17:05minyak mentah dari Arab Saudi
17:06yang akan diolah
17:06menjadi petroleum di sana
17:08nah
17:08melihat
17:09berita
17:10pembukaan Salat Hormuz
17:12ini kan sepertinya
17:13langsung di respons dunia
17:14Mas Kasim
17:14nah apakah
17:15kesepakatan ini memang
17:16ditujukan untuk
17:17menstabilkan ekonomi global
17:18atau ekonomi
17:20hanya dijadikan
17:21alat posisi
17:22posisi tawar politik saja
17:23oleh kedua belah pihak
17:24terutama oleh Iran
17:28iya
17:28sebagaimana yang saya
17:29tadi katakan
17:30pasti Iran
17:31tidak mau
17:33belokir lagi
17:35masalah
17:37keekonomiannya
17:38dunia itu
17:38dan
17:40tapi masih
17:41kita harus ketahui
17:42bahwa
17:43Iran juga
17:44mau memperlihatkan
17:44kepada dunia
17:45bahwa
17:46pasti kalau
17:47masalah atau
17:48kondisi Salat Hormuz itu
17:49tidak akan
17:50macam
17:52apa
17:52macam
17:53dulunya
17:53ya
17:53semua
17:55tanker
17:56minyak
17:56ataupun kapal-kapal
17:58yang lainnya
17:58yang sudah bisa
17:59lintas dari Salat Hormuz itu
18:01semuanya
18:02lintas
18:03dengan izin
18:04dan dengan
18:05apa
18:05koordinasi sama
18:07pihak Iran
18:07oleh karena itu
18:08dengan cara ini
18:09saya juga kira bahwa
18:11Iran sekarang
18:11mau apa
18:13mau membuktikan
18:14bahwa
18:15kalau
18:16kondisi
18:17ini ya
18:17ataupun
18:17regime
18:18atau
18:19apa
18:20mekanisme
18:20yang sekarang
18:21beredar
18:22di Salat Hormuz itu
18:23adalah
18:24mekanisme
18:24yang Iran
18:25jalankan
18:26saya kira
18:27begitu ya
18:27pasti
18:29itu akan
18:32membela
18:33ataupun
18:33menolong
18:34keekonomian dunia
18:35sekarang
18:36dengan lintasnya
18:36sebagian
18:37tanker
18:37macam itu
18:38tapi
18:38masih dengan
18:39cara itu
18:40yang dijalankan
18:41Iran
18:41sekarang itu
18:42juga
18:42mekanisme
18:43yang baru itu
18:44bisa juga
18:46dipikir bahwa
18:47sekarang itu
18:48itu akan
18:49diputuskan lagi
18:50dan itu akan
18:51dijalankan
18:53saya ke Mas Wawan lagi
18:54menarik kalau
18:56bicara soal
18:56kesepakatan tadi
18:57selain
18:58pembicaraan
18:59soal Salat Hormuz
19:00ada kesepakatan
19:01yang mencakup
19:02penghentian
19:03perang Israel
19:04Hizbullah
19:04kenapa saya tanyakan ini
19:06karena yang memulai
19:07perang sebenarnya
19:08adalah Israel
19:08yang punya kepentingan
19:10atas perang ini
19:10sebenarnya Israel
19:11bukan Amerika sendiri
19:11tapi yang sekarang
19:12terfokuskan adalah
19:13Iran dan
19:14seolah-olah Iran
19:15dan Amerika Serikat
19:15yang sedang
19:17berperang hebat
19:18padahal ini
19:18awal mulanya
19:19dari Israel
19:19Israel ini
19:21sangat skeptis
19:22mengapa
19:23draft ini
19:23dinilai
19:24tidak menguntungkan
19:25atau justru
19:25mengancam
19:27keamanan Israel
19:28Mas Wawan
19:30kita tahu ya
19:32sebetulnya
19:32ini perang
19:33tiga negara
19:34memang
19:34sejak
19:36pernegosiasi
19:36di Pakistan
19:37sendiri
19:38itu satu-satunya
19:39negara yang ikut
19:39berperang
19:40dan tidak ikut
19:41negosiasi
19:41itu cukup aneh
19:42dan itu
19:43sering saya katakan
19:44bahwa ini
19:44merupakan
19:45duri dalam daging
19:46bagi proses
19:47negosiasi yang
19:48dilakukan Amerika
19:49dengan Iran
19:51dan itu terbukti
19:52ketika dalam
19:53pembicaraan
19:54negosiasi pertama
19:54di Pakistan
19:55setelah adanya
19:56telpon dari
19:56Netanyahu
19:57maka
19:57segala kesepakatan
19:59pembicaraan
19:59tentang nuklir
20:00yang sebetulnya
20:00sudah mulai
20:01disentuh
20:02menjadi bubar
20:03dan juga
20:04kita melihat
20:05statement Netanyahu
20:07dalam minggu-minggu terakhir
20:08mereka mengatakan
20:09bahwa mereka
20:10dalam posisi
20:10ready to war
20:11dan dalam arti dini
20:12bahwa sebetulnya
20:13tools itu ada
20:14dalam Amerika Serikat sendiri
20:16dan
20:17juga
20:18Netanyahu
20:19juga kemarin
20:20satu hari yang lalu
20:22menyatakan bahwa
20:23dengan adanya
20:24kesepakatan ini
20:27perlu adanya
20:28jaminan
20:28bahwa Israel
20:29tidak diserang oleh
20:30Hezbollah dari
20:31Libanon
20:31itu yang menjadi
20:32sebuah catatan
20:33jadi
20:34kemungkinan
20:35posisi Israel
20:36menjadi duri dalam
20:37daging itu
20:38nyata
20:38dan ini yang
20:39bisa kita ketahui
20:41bahwa
20:42ketika
20:43Israel tidak
20:44ikut negosiasi
20:46dan dia tetap
20:47pelakukan invasi
20:48di Libanon Selatan
20:49kita juga
20:50bukan hanya Libanon
20:51kita tahu bahwa
20:52serangan terhadap Gaza
20:53dan juga West Bank
20:54akhir-akhir ini
20:55juga masih
20:56langsung
20:56dan tekanan-tekanan
20:57itu bisa terjadi
20:58dan data
20:58renti gigolan
20:59juga sudah dipegang
21:00dan ini menjadi
21:01salah satu warning
21:02sebetulnya
21:02ada sebuah
21:03kecacatan
21:04yang perlu
21:06disimak
21:06dari
21:07kesepakatan
21:08ini ada
21:08faktor X
21:09yang
21:09yaitu
21:10Israel itu sendiri
21:12yang berpotensi
21:13sebetulnya
21:14menciptakan
21:15konflik baru
21:16di luar
21:16adanya
21:16kesepakatan
21:17mungkin Amerika
21:18akan dalam
21:18beberapa waktu ini
21:20akan mundur
21:21dari perang
21:21dan perang
21:22dengan Iran
21:22akan selesai
21:24tapi tidak ada
21:25jaminan bahwa
21:26ketegangan Iran
21:27dengan Israel
21:28itu tidak akan selesai
21:29karena Israel
21:29berada di luar
21:30dalam negosiasi ini
21:31dan itu yang
21:32kita cermati ya
21:34kalau saya melihat
21:35di luar ini
21:36ada beberapa
21:38kekhawatiran
21:39yang dirasakan
21:40oleh Israel
21:41ketika
21:42perang
21:43konflik
21:44antara Amerika
21:45sama Iran
21:45itu selesai
21:46pertama
21:47nanti akan
21:48mengalihkan
21:49kembali
21:49perhatian dunia
21:50terhadap
21:51genosida
21:51yang ada di Gaza
21:52yang kedua
21:53nanti akan
21:55menekankan
21:56bahwa
21:56infasi
21:57yang dilakukan
21:57Israel
21:57di selatan
21:58Libanon
21:58yang melanggar
21:59hukum
21:59internasional
22:00itu akan
22:00menjadi concern
22:01yang selama ini
22:02sudah menjadi
22:02highlight
22:03di Uni Eropa
22:04NATO juga
22:05memberikan highlight
22:06bahwa
22:06ini merupakan
22:07salah satu concern
22:08bahwa
22:08tindakan-tindakan
22:09Israel
22:10yang ilegal
22:10di Libanon Selatan
22:12merupakan
22:12pelanggaran terhadap
22:14hukum internasional
22:14dan tidak bisa diterima
22:15ini yang dikhawatirkan oleh Israel
22:17dan itu yang
22:17saya kira
22:19yang perlu kita
22:19cermati ya
22:20adanya
22:21yang juga
22:22kita pertanyakan
22:23sebetulnya
22:24dimana
22:25di kawasan ini
22:26Timur Tengah
22:27memang mereka
22:28sangat menginginkan
22:28ketika ekonomi
22:29kita gonsang
22:30untuk melakukan
22:31perdamaian
22:31dan menekankan
22:33menekan Amerika
22:33bahwa
22:34sudah saatnya
22:35untuk menyudahi
22:36semua ini
22:37namun demikian
22:38ada faktor X
22:39yang perlu kita
22:39cermati
22:40yang seperti
22:40saya katakan tadi
22:41oke
22:41faktor X
22:42itu tadi
22:43yang sebenarnya
22:44sekarang selalu
22:45menjadikan jalan
22:46dalam proses negosiasi
22:47yang
22:48tadi sempat
22:49juga sempat
22:49disinggung oleh
22:50Mas Kasem
22:50adalah
22:51anehnya
22:52sikap Amerika
22:53ketika akan
22:54berunding
22:54mengajukan kembali
22:55persyaratan
22:56permintaan
22:57baru yang
22:57kadang-kadang
22:58tidak masuk akal
22:59dan kadang-kadang
22:59tidak rasional
23:00ini yang harus
23:01sama-sama
23:02juga
23:04disepakati
23:04jangan ada
23:05kesepakatan-kesepakatan
23:06baru atau
23:06persyaratan-persyaratan
23:07baru
23:07stick to
23:09persyaratan yang
23:10pertama
23:10sehingga
23:11proses negosiasi
23:12tidak akan kembali
23:13buntu
23:13baik terima kasih
23:14pandangan yang
23:15sangat menarik
23:16dari
23:17pengamat Timur Tengah
23:18Merin
23:19Nossal Giawan Wahyudi
23:19dan juga
23:20dosen International Institute
23:21for Islamic Studies
23:22Kasim Muhammad
23:23terima kasih
23:24telah berbagi perspektif
23:26di Sopi Indonesia
23:26malam
23:26sampai jumpa lagi
23:27selamat malam
23:29selamat malam
23:30ya
23:30selamat malam
23:34kecepatan informasi
23:36dan akurasi data
23:37adalah
23:37komitmen kami
23:39satu langkah
23:40lebih dekat
23:40satu langkah
23:42lebih terpercaya
23:43saksikan
23:44Sapa Indonesia
23:45malam
23:45di Kompas TV
23:47channel 11
23:48di televisi Anda
23:49di Kompas TV
Komentar

Dianjurkan