- 2 hari yang lalu
- #immanuelebenezer
- #wamenaker
- #breakingnews
JAKARTA, KOMPAS.TV - Eks Wamenaker, Immanuel Ebenezer (Noel) membacakan nota pembelaan atau pleidoi dalam sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (25/5/2026).
Dalam pleidoinya, Noel mengaku salah hingga menyesal terjerat kasus dugaan pemerasan dalam pengurusan sertifikat Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta penerimaan gratifikasi.
"Saya mengaku salah, karena saya tidak cukup hati-hati menjaga amanah itu. Saya menyesal karena perkara ini membuat banyak orang terluka," ujar Eks Wamenaker, Immanuel Ebenezer.
Noel juga tampak emosional saat menyinggung kasus penahanan ijazah hingga curhatan buruh semasa dirinya menjabat.
Baca Juga Terjerat Kasus Pemerasan Sertifikasi K3, Noel: Perkara Ini Jadi Pukulan Besar dalam Hidup Saya di https://www.kompas.tv/nasional/670962/terjerat-kasus-pemerasan-sertifikasi-k3-noel-perkara-ini-jadi-pukulan-besar-dalam-hidup-saya
#immanuelebenezer #wamenaker #breakingnews
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/670981/emosional-noel-beber-kasus-penahanan-ijazah-curhat-buruh-di-nota-pembelaan-saat-sidang-pleidoi
Dalam pleidoinya, Noel mengaku salah hingga menyesal terjerat kasus dugaan pemerasan dalam pengurusan sertifikat Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta penerimaan gratifikasi.
"Saya mengaku salah, karena saya tidak cukup hati-hati menjaga amanah itu. Saya menyesal karena perkara ini membuat banyak orang terluka," ujar Eks Wamenaker, Immanuel Ebenezer.
Noel juga tampak emosional saat menyinggung kasus penahanan ijazah hingga curhatan buruh semasa dirinya menjabat.
Baca Juga Terjerat Kasus Pemerasan Sertifikasi K3, Noel: Perkara Ini Jadi Pukulan Besar dalam Hidup Saya di https://www.kompas.tv/nasional/670962/terjerat-kasus-pemerasan-sertifikasi-k3-noel-perkara-ini-jadi-pukulan-besar-dalam-hidup-saya
#immanuelebenezer #wamenaker #breakingnews
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/670981/emosional-noel-beber-kasus-penahanan-ijazah-curhat-buruh-di-nota-pembelaan-saat-sidang-pleidoi
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:00...sudah diulas panjang oleh advokat.
00:13Silahkan terdakwa baca terkait dengan pembelaan pribadi saudara.
00:19Terkait dengan analisa yuridis yang berbicara mengenai teori hukum
00:26karena sudah diulas panjang oleh advokat tidak perlu saudara ulang kembali ya.
00:31Silahkan.
00:47Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
00:49Shalom, Om Swastiastu, Namo Blaya, Semangat Kebajikan, Rahayu.
00:54Yang Mulia Ketua Majelis Hakim yang saya hormati,
00:59Yang Mulia Anggota Majelis Hakim yang saya hormati,
01:04Saudara Jaksa Penuntut Umum yang saya hormati,
01:07Penelitian Hukum saya yang saya hormati,
01:10serta seluruh hadirin persidangan yang saya muliakan.
01:13Dengan segala kerendahan hati,
01:17izinkan saya menyampaikan peledoy pribadi ini.
01:21Saya memahami bahwa ruang persidangan adalah ruang yang terhormat.
01:26Di tempat ini, setiap kata harus diucapkan dengan kesadaran.
01:31Setiap penjelasan harus sampaikan dengan tanggung jawab.
01:35Setiap permohonan harus tetap berdiri dalam penghormatan kepada hukum.
01:39Peledoy ini bukan pembelaan hukum teknis tentang dakwaan.
01:46Alat bukti, keterangan saksi, keterangan ahli,
01:50fakta persidangan,
01:51serta seluruh argumentasi yuridis.
01:54Hal itu telah disampaikan oleh penasihat hukum saya.
01:58Saya tidak hendak mengulangi ruang pembelaan hukum itu.
02:02Yang ingin saya sampaikan hari ini adalah suara pribadi saya.
02:08Suara seorang manusia yang sedang berada dalam masa paling berat dalam hidupnya.
02:14Suara seorang anak yang sejak kecil kehilangan ayah.
02:19Suara seorang suami,
02:21seorang ayah,
02:22seorang kakek,
02:23seorang aktivis,
02:24dan seorang mantan pejabat publik
02:26yang hari ini harus berdiri di hadapan hukum,
02:30keluarga,
02:31masyarakat,
02:32dan nuraninya sendiri.
02:35Di hadapan yang mulia,
02:36saya ingin memulai dengan kalimat yang paling sederhana,
02:41paling langsung,
02:42dan paling jujur.
02:43Saya salah.
02:47Saya mengakui salah.
02:50Saya menyesal.
02:54Saya menyesal karena sebagai pejabat publik,
02:57saya seharusnya menjaga amanah dengan jauh lebih baik,
03:01lebih hati-hati.
03:02Saya seharusnya lebih waspada terhadap setiap ruang,
03:06setiap relasi,
03:07setiap komunikasi,
03:09setiap lingkungan jabatan,
03:10dan setiap keadaan yang dapat menimbulkan persoalan,
03:13serta melukai kepercayaan masyarakat.
03:18Saya tidak akan membenarkan kesalahan saya.
03:22Saya tidak akan merendahkan proses hukum.
03:25Saya juga tidak akan menyerang siapapun.
03:28Hari ini saya hanya ingin menyampaikan perjalanan hidup saya,
03:32nilai yang membentuk saya,
03:34kerja yang pernah saya lakukan,
03:36penyesalan yang saya rasakan,
03:38serta permohonan,
03:39agar yang mulia berkenan mempertimbangkan diri saya,
03:43sebagai manusia secara utuh.
03:47Perkara ini dan kesadaran saya,
03:51yang mulia,
03:53majelis hakim yang saya hormati,
03:57perkara ini menjadi pukulan yang sangat besar dalam hidup saya.
04:00Saya merasakan bagaimana nama baik yang dibangun bertahun-tahun dapat runtuh dalam sekejap.
04:08Saya melihat keluarga saya ikut menanggung malu.
04:11Saya melihat orang-orang yang percaya kepada saya menjadi kecewa.
04:15Saya juga membayangkan para buruh yang pernah datang meminta pertolongan mungkin bertanya-tanya,
04:22mengapa orang yang mereka harapkan justru berada dalam keadaan seperti ini.
04:27Semua itu menjadi beban batin yang tidak ringan.
04:31Jabatan publik bukan hanya soal kewenangan.
04:34Jabatan publik ada kepercayaan.
04:37Kepercayaan rakyat adalah sesuatu yang mahal.
04:40Ketika kepercayaan itu terluka,
04:43seorang pejabat tidak cukup hanya menjelaskan niatnya.
04:46Ia harus berani melihat dirinya sendiri,
04:52merendahkan hati,
04:54dan mengakui bahwa ada tanggung jawab moral yang gagal dijaga dengan baik.
05:01Itulah yang saya rasakan hari ini.
05:04Saya mengaku salah,
05:06karena saya tidak cukup hati-hati menjaga mana itu.
05:10Saya menyesal,
05:13karena perkara ini membuat banyak pihak terluka.
05:16Keluarga saya,
05:18orang-orang yang pernah percaya,
05:20masyarakat,
05:21dan para pekerja yang pernah menaruh harapan.
05:26Saya menyampaikan pengakuan ini bukan sekedar kalimat kosong.
05:31Saya menyadari bahwa penyesalan yang benar tidak berhenti pada ucapan.
05:36Ia harus menjadi kesadaran,
05:39yang merendahkan hati,
05:41mengubah cara memandang hidup,
05:44dan membuka jalan untuk memperbaiki diri.
05:50Dari kehidupan yang sulit,
05:53saya belajar memahami orang kecil,
05:58yang mulia majelis hakim yang saya hormati.
06:03sebelum saya dikenal sebagai aktivis,
06:06sebelum saya masuk ke dunia politik,
06:08dan sebelum saya pernah diberi amanah sebagai wakil menteri keragakan kerjaan,
06:13saya hanyalah anak dari keluarga sederhana yang hidup dalam kekurangan.
06:16Saya tumbuh tanpa sosok ayah.
06:21Saat usia saya kurang lebih dari dua tahun,
06:25ayah saya meninggal dunia sejak saat itu.
06:28Ibu saya menjadi tiang utama keluarga.
06:32Beliau membesarkan kami dalam bersaudara seorang diri.
06:37Ibu saya bukan orang yang hidup berkecukupan.
06:41Kami tidak memiliki rumah tetap.
06:44Masa kecil saya dilalui dengan berpindah-pindah
06:49dari satu kontrakan ke kontrakan lain.
06:52Kekurangan bukan hal yang asing bagi saya.
06:55Saya mengenal rasa cemas,
06:57karena hidup tidak selalu pasti.
06:59Saya melihat sendiri bagaimana seorang ibu harus berjuang
07:02agar anak-anak saya bisa makan, sekolah, dan tetap punya harapan.
07:09Untuk membiayai sekolah, saya ikut mencari uang sendiri.
07:13Saya pernah mengais dan menjual plastik gelas air mineral.
07:16Saya pernah mencuci mobil.
07:18Saya melakukan pekerjaan-pekerjaan kecil
07:20agar pendidikan saya tidak berhenti.
07:24Gelas sarjana yang akhirnya saya peroleh
07:26bukan datang dari kemudahan.
07:30Ia lahir dari kerja keras,
07:31keringat,
07:33dan tekat untuk tidak menyerah kepada keadaan.
07:37Dari pengalaman hidup itulah,
07:39saya belajar memahami orang kecil.
07:42Saya memahami bagaimana rasanya ketika hidup harus diperjuangkan
07:46dari bawah.
07:48Saya memahami bagaimana beratnya mempertahankan harapan
07:51ketika keadaan tidak berpihak.
07:54Karena itu, ketika saya berhadapan dengan buru,
07:59pekerja, pencari kerja,
08:01pengembudi ojol,
08:02atau keluarga yang sedang berjuang,
08:04saya tidak melihat mereka sebagai angka.
08:07Saya melihat manusia,
08:09saya melihat wajah masa kecil saya sendiri,
08:12saya melihat ibu saya,
08:14saya melihat keluarga-keluarga yang sedang bertahan.
08:16Pengalaman itulah yang membentuk
08:20keberpihakan saya.
08:25Aktivisme dan keyakinan bahwa
08:27negara tidak boleh jauh dari rakyat.
08:30Yang Mulia,
08:32Majel Sakim yang saya hormati,
08:34ketika menjadi mahasiswa,
08:36saya aktif dalam pergerakan mahasiswa
08:38dan pemuda.
08:40Saya harus mengorganisasi kawan-kawan mahasiswa di Depok,
08:44Jakarta, dan wilayah sekitarnya.
08:46Pada masa itu,
08:48saya belajar bahwa hidup tidak cukup hanya
08:50diperjuangkan untuk diri sendiri.
08:52Ada kepentingan yang lebih besar
08:55daripada diri pribadi,
08:57yaitu kepentingan rakyat dan bangsa.
09:00Pada reformasi 1998,
09:03saya berada dalam arus gerakan anak-anak muda
09:06yang menuntut perubahan.
09:08Di jalanan,
09:09forum mahasiswa,
09:11forum diskus kecil,
09:12dan perjumpaan dengan rakyat.
09:14Saya belajar satu hal,
09:17suara orang kecil
09:18seringkali tidak terdengar
09:21jika tidak ada yang memperjuangkannya.
09:25Saya juga terlibat dalam dinamika
09:27gerakan pemuda dan pelajar,
09:29termasuk solidas pemuda pelajar Jakarta
09:31atau SPPJ.
09:34Saya tidak menyampaikan bagian ini
09:36untuk membangkalkan masalah saya.
09:38Saya paham bahwa aktivisme bukan alasan
09:44untuk kebal dari tanggung jawab.
09:46Perjuangan dahulu tidak dapat menghapus perkara hari ini.
09:50Namun,
09:51perjalanan itu penting
09:53karena disanalah nilai-nilai saya dibentuk.
09:57sejak muda saya terbiasa mendengar
10:00keresahan rakyat.
10:01Dari sanalah tumbuh keyakinan bahwa
10:03negara tidak boleh
10:05hanya hadir dalam upacara,
10:07pidato,
10:08dan meja rapat.
10:10Negara harus hadir
10:12ketika rakyat kecil
10:13menghadapi persoalan nyata.
10:17Keyakinan itulah yang saya bawa
10:19ketika saya diberi amanah
10:21sebagai Wakil Menteri Ketenagakerjaan.
10:30Makna jabatan
10:32Wakil Menteri Ketenagakerjaan.
10:34Yang mulia,
10:36Ketua Majelis Hakim yang saya hormati,
10:39ketika saya menerima amanah
10:41sebagai Wakil Menteri Ketenagakerjaan,
10:43saya tidak memandang jabatan itu
10:45sekedar sebagai kursi,
10:47protokoler,
10:49atau fasilitas negara.
10:50Bagi saya,
10:52jabatan itu adalah kesempatan
10:53untuk menghadirkan negara
10:55kepada pekerja.
10:56Urusan ketenagakerjaan
10:58bukan sekedar urusan administratif,
11:00dibaliknya ada kehidupan manusia.
11:05Ada buru yang upahnya belum dibayar,
11:08ada pekerja yang dijasai ditahan,
11:10ada pencari kerja
11:12yang dipersulit oleh syarat
11:13tidak adil,
11:15ada pekerja yang statusnya
11:16digantung bertahun-tahun,
11:18ada pengembudi ojol
11:20yang bekerja keras,
11:21tetapi
11:22belum sepenuhnya terlindungi.
11:24Ada keluarga yang hidupnya
11:26tergantung pada
11:26satu sumber penghasilan,
11:29karena saya
11:30pernah hidup
11:31dalam
11:31kesusahan.
11:33Saya sulit
11:34memandang persoalan buru
11:36hanya sebagai laporan.
11:37Bagi saya,
11:39ketika satu pekerja,
11:41kehilangan pekerjaan,
11:42satu keluarga bisa
11:43ikut runtuh.
11:45Ketika satu ijazah ditahan,
11:47masa depan
11:48seseorang ikut tertutup.
11:50Ketika satu buru takut bicara,
11:52negara seharusnya memberi ruang
11:54agar ia
11:55tidak merasa sendirian.
11:59Dalam menjalankan amanat itu,
12:02saya berusaha menjaga
12:03kesederhanaan.
12:05Sepanjang saya menjaga
12:06sebagai Wakil Menteri Ketika Kerjaan,
12:08saya tidak pernah menikmati
12:10layanan bisnis kelas
12:11atau perjalanan
12:13dalam perjalanan dinas saya.
12:15Baik ke luar kota
12:16maupun ke luar negeri.
12:18Saya memilih kelas ekonomi,
12:20bukan untuk pencitraan,
12:22tetapi
12:23karena saya merasa
12:24pejabat yang mengurus buru
12:26tidak boleh terlalu jauh
12:28dari rasa hidup
12:28rakyat biasa.
12:39Saya sadar
12:42kesederhanaan dalam satu hal
12:44tidak menghapus kesalahan
12:45dalam satu lain,
12:46dalam hal lain.
12:47Namun saya menyampaikan ini
12:49agar yang mulia memahami
12:51cara saya memandang jabatan
12:53bukan sebagai tempat
12:55menikmati kemewahan,
12:56melainkan sebagai ruang
12:58untuk bekerja dan melayani.
13:00Dalam waktu yang singkat,
13:02sejak saya menjalankan amanah itu,
13:04saya juga mendorong lahirnya
13:05dua kebijakan penting
13:07melalui surat edaran.
13:08Surat edaran ini bertahun-tahun
13:10tidak pernah ada
13:11karena negara sepertinya
13:13tidak ada.
13:14Ketika saya ada,
13:15surat edaran ini
13:16saya lahirkan
13:17puluhan tahun
13:18praktek penahanan ijasa ini
13:20benar-benar
13:21tidak ada negara.
13:23Yang pertama adalah
13:24surat edaran tentang
13:25larangan praktek penahanan ijasa
13:28dan
13:29atau dokumen pribadi
13:31pekerja oleh
13:31pemberi kerja itu sendiri
13:33atau pengusaha.
13:35Praktek kejahatan ini
13:36berulang-ulang
13:38dalam kurun waktu
13:40puluhan tahun
13:41yang akhirnya
13:43lahirlah surat edaran
13:44yang melarang
13:46praktek penahanan ijasa.
13:47lah itu pun
13:48terjadi perlawanan
13:49begitu masif
13:50pengusaha terhadap
13:51Kementerian Raja Kerja
13:52dan terhadap diri saya sendiri.
13:54Yang kedua
13:55adalah surat edaran
13:56yang mendorong
13:57penghapusan
13:58syarat-syarat pencari kerja
13:59yang diskriminatif
14:01seperti batas usia
14:02yang tidak relevan,
14:04syarat good looking,
14:05tinggi badan,
14:06status perkawinan
14:07dan syarat lain
14:08yang tidak berhubungan
14:09langsung dengan
14:10kemampuan bekerja.
14:12Di surat edaran ini
14:13saya jelaskan
14:15bagaimana
14:16mau bicara tentang
14:17akah kemiskinan
14:19ekstrim 24 juta
14:20kemudian
14:21akah pengangguran
14:227,4 juta
14:23tetapi
14:24prakteknya
14:25negara seperti
14:26diam dan melegitimasi
14:27praktek keji
14:28kemiskinan itu sendiri.
14:30Kemudian
14:31dengan
14:33kesadaran rasional
14:34saya
14:34sebagai negara
14:36maka saya melahirkan
14:37surat edaran yang kedua.
14:38Dalam kurun dua minggu
14:40saya melahirkan
14:41surat edaran
14:41pertama adalah praktek
14:43melarang praktek
14:44penahanan ijasa
14:44kedua
14:45menghapus
14:46para pencari kerja
14:48dengan batas umur
14:48sampai 35.
14:50Dengan kesadaran itu
14:51maka negara
14:52punya kewajiban
14:53melindungi warga negaranya.
14:56Dua surat edaran itu
14:57lahir dalam waktu
14:58kurang lebih dari
14:59dua minggu.
15:00Bagi saya
15:01itu bukan sekedar
15:02dokumen administratif
15:04itu adalah
15:05sikap negara
15:06sikap bahwa
15:07pekerja tidak boleh
15:08disandra
15:08masa depannya
15:10dan pencari kerja
15:11tidak boleh
15:12dipermalukan
15:13atau disingkirkan
15:14hanya kerana
15:14ukuran-ukuran yang
15:15tidak adil.
15:17Saya menyadari
15:18bahwa dalam
15:19sejarah panjang
15:20kementerian
15:21kenderaan kerjaan
15:22persoalan
15:23penahanan ijasa
15:24dan syarat
15:25diskriminatif
15:25dalam loang kerja
15:26telah berlangsung
15:27lama
15:27dan dirasakan
15:28oleh banyak
15:29rakyat kecil.
15:30Karena itu
15:31ketika dua
15:32surat edaran tersebut
15:33dapat didorong
15:34dalam waktu singkat
15:35saya memandangnya
15:37sebagai langkah penting
15:38bahkan sebagai bagian
15:41dari sejarah
15:42perlindungan pekerja
15:43dalam kurun waktu
15:45puluhan tahun
15:45di kementerian tersebut.
15:48Saya tidak
15:48menyampaikan ini
15:50untuk membanggakan
15:51diri saya.
15:53Saya menyampaikannya
15:54karena bagi saya
15:56jabatan publik
15:56harus meninggalkan
15:57sesuatu yang
15:58bermanfaat
15:59bagi masyarakat.
16:00Jabatan tidak boleh
16:01hanya menjadi
16:02tempat duduk
16:03tanda tangan
16:05dan protokol
16:06jabatan harus
16:07menghasilkan
16:08keberpihakan nyata
16:09persis seperti
16:10yang kemarin
16:13Ketua Majelis
16:14menyampaikan
16:15soal legasi
16:15ini membuat
16:17memori otak saya
16:19sampai detik ini
16:20terngiang-ngiang
16:21pernyataan
16:22Ketua Majelis.
16:25Saya keturun
16:25ke lapangan
16:26menerima pengaduan
16:28mendengar keluhan
16:29memanggil
16:29pihak-pihak terkait
16:30dan menindai
16:31kelujuti
16:32laporan yang masuk
16:33cara saya mungkin
16:34tidak selalu halus
16:35kadang keras
16:37kadang langsung
16:38tetapi dorongan saya
16:39saat itu adalah
16:40agar pekerja kecil
16:41merasa bahwa
16:42negara tidak hanya
16:44hadir dalam
16:45aturan
16:45tetapi juga
16:47dalam tindak
16:49dalam tindakan
16:52tentang judul
16:53predo ini
16:54yang mulia
16:55Majelis Hakim
16:57yang saya hormati
16:57judul predo ini
16:59berbunyi
16:59membela buru
17:00yang diperas
17:01pengusaha hitam
17:02malah dituduh
17:03secara keji
17:04memeras pengusaha
17:05itu tuduhan yang
17:07paling keji
17:08yang selama ini
17:09diframing
17:10oleh institusi
17:11yang sebetulnya
17:12tidak boleh
17:13melakukan
17:14pelanggaran hukum
17:16tapi
17:16beban itu
17:17harus saya terima
17:18saya menyadari
17:20kalimat itu
17:20keras
17:21namun kalimat itu
17:22menggambarkan
17:23ironi batis
17:24yang saya rasakan
17:25yang saya maksud
17:28dengan pengusaha hitam
17:29bukanlah seluruh
17:30pengusaha
17:30saya tahu
17:32banyak pengusaha
17:33yang baik
17:33tak hukum
17:35membuka lapangan kerja
17:36dan memperlakukan
17:38pekerjanya dengan
17:38layak
17:39yang saya maksud
17:41adalah
17:42praktik-praktik
17:43gelap
17:43yang menekan buru
17:45menahan hak pekerja
17:46menahan ijazah
17:48menunda upah
17:49mempermainkan
17:50pesangon
17:51dan menjadikan
17:52posisi lemah
17:53pekerja sebagai
17:54alat tawar
18:06selama menjabat
18:08saya menerima
18:09banyak aduan
18:10dari buru
18:11yang merasa
18:12tertekan oleh
18:12praktik-praktik
18:13tenaga kerjaan
18:14yang tidak adil
18:15ada yang
18:16jasanya ditahan
18:17ada yang
18:18haknya belum
18:19dibayarkan
18:20ada yang
18:22status kerjaan
18:22tidak jelas
18:23ada yang
18:25menghadapi
18:25PHK
18:26ada yang
18:27mengadu
18:27outsourcing
18:28calau tenaga kerja
18:30pemagangan
18:31bertahun-tahun
18:32pesangon
18:33yang tidak
18:34dibayar
18:35dan kecelakaan
18:36kerja
18:38mereka datang
18:40keren merasa
18:41lemah
18:41banyak dari mereka
18:43tidak punya
18:43akses
18:44tidak punya
18:45biaya
18:46dan tidak punya
18:47keberanian
18:47untuk berhadapan
18:48sendiri
18:49dengan pihak
18:50yang
18:50lebih kuat
18:54sebagai
18:54wakil
18:55menteri
18:55kenalaga kerjaan
18:56saya merasa
18:57berkwajiban
18:58mendengar
18:59suara mereka
19:00hari ini
19:01saya justru
19:03menghadapi
19:04tuduhan
19:05pemerasan
19:07itulah
19:08ironi hidup
19:08yang berat
19:09bagi saya
19:09namun
19:10saya tetap
19:11menghormati
19:12proses hukum
19:13judul itu
19:15bukan serangan
19:15kepada yang mulia
19:16bukan serangan
19:17kepada proses
19:18peradilan
19:19dan bukan serangan
19:20kepada institusi
19:21pedagang hukum
19:22judul itu adalah
19:23gambaran
19:24pergulatan
19:25batin saya
19:26bahwa dalam
19:27perjalanan jabatan
19:28saya
19:29saya pernah
19:30berusaha
19:31membela pekerja
19:32yang lemah
19:33tetapi hari ini
19:34saya sendiri
19:35harus menghadapi
19:36tuduhan yang sangat
19:37berat bagi
19:38nama baik
19:39saya
19:39keluarga saya
19:41dan nurani
19:42saya
19:45penahanan
19:46ijasa
19:46dan martabat
19:48pekerja
19:48yang mulia
19:50majelis hakim
19:52yang saya
19:53hormati
19:53salah satu
19:55perhatian
19:56terbesar
19:56saya selama
19:57menjabat
19:57adalah praktik
19:58penahanan ijasa
19:59dan dokumen
20:00pribadi
20:00pekerja
20:02perhatian itu
20:04kemudian mendorong
20:04lahirnya
20:05surat edaran
20:05menteri
20:06keterangan
20:06kerjaan
20:07tentang larangan
20:08penahanan
20:08ijasa
20:09dan
20:10atau dokumen
20:10pribadi
20:11milik pekerja
20:12atau buruk
20:13oleh pemberi kerja
20:14karena
20:15praktik
20:16penahanan
20:16kerja
20:17ini harus
20:17menjadi sistem
20:18perbudakan
20:18modern
20:19yang negara
20:20sepertinya
20:21tutup mata
20:22terhadap
20:22praktik
20:22kejian
20:23selama puluhan
20:24tahun
20:25bagi
20:25sebagian
20:26orang
20:26surat edaran
20:27mungkin
20:28hanya terlihat
20:29sebagai dokumen
20:30tetapi
20:31bagi buru
20:32yang ijasa
20:33ditahan
20:33dokumen
20:34itu adalah
20:35harapan
20:36bagi
20:37pekerja
20:38yang ingin
20:38keluar dari
20:39tempat
20:39kerja
20:39yang menekannya
20:40surat edaran
20:42itu adalah
20:42pintu
20:43bagi keluarga
20:44kecil
20:44yang membutuhkan
20:45kebebasan
20:46untuk mencari
20:47penghidupan
20:47yang lebih layak
20:48kebijakan
20:49itu adalah
20:50bentuk
20:51kehadiran
20:52negara
20:54bagi keluarga
20:56sederhana
20:56ijasa
20:57bukan
20:57segedar
20:58kertas
20:58di dalamnya
21:00ada biaya
21:00sekolah
21:01yang dicari
21:03dengan susah
21:03payah
21:04doa
21:05orang tua
21:06kerja
21:07keras
21:07orang anak
21:08dan
21:09harapan
21:10agar hidup
21:10bisa lebih
21:11baik
21:11saya sendiri
21:13tahu
21:14beratnya
21:14memperjuangkan
21:15pendidikan
21:15karena itu
21:17saya
21:18sulit
21:19menerima
21:19ketika
21:19ijasa
21:20seorang pekerja
21:20ditahan
21:21dan dijadikan
21:22alat tekanan
21:23ketika
21:25ijasa
21:25ditahan
21:26yang tertahan
21:27bukan hanya
21:27dokumen
21:28yang tertahan
21:29adalah
21:29kesempatan
21:30masa depan
21:32dan martabat
21:33seseorang
21:34salah satu
21:36perkara yang
21:36membekas bagi saya
21:37adalah
21:38persoalan
21:38penahan
21:39ijasa
21:39di lingkungan
21:40Lion Group
21:40dan pengaduan
21:43dan penelusuran
21:44yang saya terima
21:45saat itu
21:46terdapat banyak
21:47ijasa pekerja
21:48yang tertahan
21:49dan kemudian
21:50dapat dikembalikan
21:51setiap ijasa
21:53yang kembali
21:54berarti
21:54satu masa depan
21:55yang dibuka
21:57kembali
22:01saya pernah menyampaikan
22:03perhitungan sederhana
22:04apabila
22:05satu ijasa
22:06ditebus
22:06dengan nilai
22:0740 juta
22:08dan jika
22:10pekerja yang terdampak
22:11mencapai
22:1110 ribu orang
22:12maka nilai
22:14uang buru tersebut
22:15mencapai
22:16400 miliar
22:17dan ini
22:18baru satu angka
22:19di industri penerbangan
22:20khususnya Lion
22:22belum saya generalisir
22:23yang lain-lain
22:24belum tenaga kerja medis
22:25belum tenaga kerja
22:27buru lepas
22:29belum juga
22:30tenaga kerja
22:30security
22:32saya baru
22:33mengambil
22:33satu item
22:34tenaga kerja
22:36industri
22:36kalau saya
22:37pukul rata
22:3810 ribu
22:39karena prakteknya
22:40mereka meminta
22:41untuk tebusan
22:4240 juta
22:43kalau saya kalkulasi
22:45saya menyambahkan
22:46satu industri penerbangan
22:47uang rakyat itu
22:49400 miliar
22:50baru satu industri
22:51angka itu adalah
22:53estimasi
22:54untuk menggambarkan
22:56besarnya beban
22:57yang mungkin
22:58ditanggung buru
22:59saya menyerahkan
23:00sepenuhnya
23:01kepada yang mulia
23:02untuk menilai
23:03berdasarkan data
23:05dokumen
23:06dan fakta yang tersedia
23:08pesan moralnya
23:10bagi saya jelas
23:11penahanan ijazah
23:12bukan persoalan kecil
23:13praktek itu dapat
23:15menyandera
23:15masa depan pekerja
23:17membebani keluarga
23:19dan membuat
23:20buru tidak bebas
23:21mencari kehidupan
23:21yang lebih baik
23:23setelah saya melakukan
23:25sidak
23:25dan mengambil
23:26sikap terhadap
23:27persoalan itu
23:28saya mendapatkan
23:29konsekuensi pribadi
23:30saya tidak lagi dapat
23:32memberi tiket pesawat
23:33di perusahaan tersebut
23:34dengan menggunakan
23:35nama saya sendiri
23:36salah satu
23:38industri penerbangan
23:39Lion
23:40langsung membans saya
23:42saya satu-satunya
23:43pejabat di Republik ini
23:45pejabat negara
23:46yang tidak boleh
23:47naik
23:48pesawat
23:49atau industri penerbangan
23:50khususnya Lion
23:52saya memahami
23:53bahwa
23:54sikap saya
23:55mungkin tidak menyenangkan
23:56pihak tertentu
23:57tetapi dalam pandangan
23:59saya saat itu
24:00risiko seperti itu
24:01adalah bagian dari
24:03konsekuensi
24:04ketika menjabat
24:05memilih berdiri
24:06di sisi pekerja
24:07yang merasa
24:08haknya tertahan
24:10saya tidak menyampaikan ini
24:12untuk menyerang
24:12perusahaan tertentu
24:14saya hanya ingin
24:15menunjukkan bahwa
24:16dalam menjalankan tugas
24:18saya tidak selalu
24:19mengambil jalan yang nyaman
24:21bagi diri saya sendiri
24:22ada langkah yang menimbulkan
24:24risiko
24:25ada pihak yang tidak senang
24:27dan ada konsekuensi
24:29yang harus diterima
24:30namun pada saat itu
24:32saya percaya
24:33bahwa membela pekerja
24:34adalah bagian dari
24:35amanah jabatan saya
24:42dampak dari sidak-sidak itu
24:46tidak hanya terjadi pada perusahaan
24:49yang saya datangi langsung
24:50setelah isu penahanan ijazah
24:54menjadi perhatian publik
24:55banyak perusahaan
24:58kantor
24:59klinik
25:00rumah sakit
25:01dan lembaga
25:03dan juga termasuk
25:03BUMN
25:04di tempat kerja lain
25:05mulai mengembalikan
25:06ijazah pekerja
25:07yang selama ini ditahan
25:09saya tidak mengklaim
25:11semua perubahan itu
25:13sebagai hasil kerja saya
25:15tetapi
25:16saya percaya
25:17langkah-langkah tersebut
25:19ikut membuka
25:20keberanian buru
25:21dan memberi tekanan moral
25:23kepada pihak-pihak
25:24yang selama ini
25:25menjadikan ijazah
25:26sebagai alat tekan
25:27bagi saya
25:29setiap ijazah
25:31yang kembali
25:32adalah satu martabat
25:34yang dipulihkan
25:38kesempatan kerja
25:40yang lebih adil
25:41yang mulia
25:43majelis hakim
25:44yang saya hormati
25:45selain
25:47praktek
25:47menahan ijazah
25:48saya juga menaruh
25:50perhatian besar
25:50pada praktek
25:52rekrutmen
25:52kerja
25:54yang diskriminatif
25:55banyak penjadik kerja
25:57terutama dari
25:57keluarga sederhana
25:58kilang-kilang kesempatan
26:00bukan karena mereka
26:01tidak mampu bekerja
26:02tetapi karena
26:04terhalang secara-secara
26:05yang tidak relevan
26:06ada batas usia
26:07yang terlalu sempit
26:09misalnya
26:10pencari kerja
26:11disyaratkan
26:12umur minimum
26:1421 tahun
26:15sampai 35 tahun
26:16dan juga
26:18ada syarat
26:19good looking
26:20tinggi badan
26:22dan sebagainya
26:23lalu bagaimana
26:24dengan mereka
26:25yang
26:26secara
26:27fisikal
26:28tidak memiliki
26:29ketinggian badan
26:30yang cukup
26:32akhirnya ini
26:33berdampak pada
26:34angka kemiskinan
26:34angka kemiskinan
26:35lalu bagaimana
26:37mereka tidak memiliki
26:38good looking
26:39ini juga
26:40secara sistematik
26:41negara
26:42sepertinya
26:43abai
26:43ada secara
26:45status perkawinan
26:46ada pula
26:47ukuran-ukuran lain
26:48yang membuat manusia
26:50diingkirkan
26:50bukan dari
26:50kemampuan
26:51kesungguhan
26:53pengalaman
26:54dan integritasnya
26:55saya memandang
26:57hal ini
26:57hal itu
26:58tidak adil
27:04rakyat kecil
27:05rakyat kecil
27:05sudah cukup
27:06berat
27:06mencari hidup
27:07jangan lagi
27:08mereka disingkirkan
27:09hanya karena
27:09awajah
27:10usia
27:11tinggi badan
27:12atau status
27:13pribadi yang
27:14tidak berhubungan
27:15langsung dengan
27:15kemampuan
27:16bekerja
27:17karena itu
27:18saya mendorong
27:20lahirnya surat edaran
27:21mengenai
27:21penghapusan
27:22secara-secara
27:23diskriminatif
27:24dengan
27:24lawangan
27:25kerja
27:26saya ingin
27:27dunia kerja
27:28menjadi ruang
27:28yang lebih manusiawi
27:30lebih terbuka
27:31dan lebih adil
27:32bagi siapapun
27:33yang sungguh-sungguh
27:34ingin bekerja
27:35bagi saya
27:37kebijakan itu
27:38bukan sekedar
27:38soal
27:39nitratif
27:40recruitment
27:40itu adalah
27:42soal martabat
27:42seseorang manusia
27:44yang tidak boleh
27:45kehilangan kesempatan
27:46hanya karena
27:46ukuran-ukuran
27:47yang merendahkan dirinya
27:49sebelum ia
27:50diberi kesempatan
27:51membuktikan
27:52kemampuannya
27:55buru tanya
27:57wamen
27:57dan pengaduan
27:58langsung
27:58ini adalah
27:59aplikasi
28:00yang saya buat
28:01tidak ada
28:01satu rupiah pun
28:03duit negara
28:04dalam membuat
28:05aplikasi ini
28:06aplikasi ini
28:09sangat
28:12apa
28:12sangat penting
28:13sekali dalam
28:14proses
28:15pekerjaan saya
28:16yang mulia
28:18ketua majlis
28:18hakim yang saya hormati
28:19selama menjabat
28:21saya melihat
28:22jarak yang cukup
28:22jauh antara
28:23buru kecil
28:24dan negara
28:25banyak pekerjaan
28:28tidak tahu
28:28harus mengadu
28:29kemana
28:29sebagian
28:31takut bicara
28:32sebagian
28:33merasa
28:33soalannya
28:33tidak akan
28:34didengar
28:35sebagian
28:36lainnya
28:36tidak memiliki
28:37akses
28:37untuk bertemu
28:38pejabat
28:39atau menyampaikan
28:40persoal secara
28:41langsung
28:41karena itu
28:42saya membuka
28:44kanal pengaduan
28:45termasuk melalui
28:46media sosial
28:47whatsapp
28:48dan program
28:49buru tanya
28:50wamen
28:51saya ingin
28:53buru menyampaikan
28:54keluhan
28:54tanpa
28:56harus membayar
28:58tanpa
28:59melalui calok
29:00dan tanpa
29:02merasa
29:03sendirian
29:06melalui kanal itu
29:08berbagai
29:10aduan
29:10aduan
29:12masuk
29:12penanaan
29:13ijasa
29:14PHK
29:15UPA
29:16outsourcing
29:17status kerja yang digantung
29:19calok tenaga
29:20kerja yang
29:21di-backing
29:22oleh pejabat
29:23pejabat
29:23kecelakaan kerja
29:25pesangon yang tidak
29:26dibayar
29:27dan kemudian
29:28persoalan lainnya
29:29dalam praktiknya
29:31banyak aduan
29:32disampaikan melalui
29:33secara langsung
29:34tiktok
29:35dan instagram
29:36karena memang
29:37saya melalui
29:37media sosial yang gratis ini
29:39saya coba
29:40membuka kanal
29:41agar semua
29:42direct langsung ke saya
29:43berdasarkan data internal
29:45serta pemantauan
29:46karena media sosial
29:46yang saya terima
29:47setiap live streaming
29:49rata-rata diikuti oleh
29:5070 ribu penonton
29:52itu minimum
29:54sebetulnya
29:54dan sebagian besar
29:56aduan yang muncul
29:57sekitar 80%
29:58berkaitan dengan
29:59praktik
30:00penanaan
30:01ijasa
30:01dari perkiraan
30:03sederhana
30:04dan data aduan
30:05yang masuk
30:06selama
30:06kanal
30:07kanal
30:07burutannya
30:08wamen
30:08dibuka
30:09jumlah aduan
30:11masyarakat
30:11mencapai kurang lebih
30:13dari 2 juta
30:14aduan
30:14angka ini
30:16tentu
30:17perlu dilihat
30:18berdasarkan
30:18rekam
30:19rekap admin
30:20data kanal
30:22dan dokumen
30:22pendukung
30:23namun
30:24besarnya
30:24angka tersebut
30:25menunjukkan bahwa
30:26persoalan
30:27tangga kerjaan
30:30di bawah
30:31jauh lebih
30:32luas
30:33daripada
30:33yang sering
30:34terlihat
30:34di
30:35meja pejabat
30:36karena
30:38selama ini
30:40kementerian
30:41tenaga kerja
30:42dalam melihat
30:43persoalan
30:43perburuhan
30:46selalu
30:47tidak pernah
30:48tuntas
30:49karena proses
30:50birokrasi
30:50yang panjang
30:51bina
30:53pengawas
30:54tenaga kerja
30:54ketika
30:55dapat pengaduan
30:56buru
30:56di taktok
30:57untuk sebulan
30:58dua bulan
30:59di sila
30:59pekerja
31:00harus mencari
31:00kerja
31:00mencari uang
31:01mereka tidak
31:02mampu mendapatkan
31:03waktu yang
31:04leluasa
31:05untuk mendapatkan
31:06keadilan itu sendiri
31:07tidak mungkin
31:09satu orang
31:09wakil menteri
31:10mendatangi
31:11semua tempat
31:13menyelesaikan
31:14semua kasus
31:15dan melakukan
31:16setidak terhadap
31:17setiap
31:17perusahaan
31:19di Indonesia
31:19tetapi
31:21karena pengaduan itu
31:22membuat buru
31:23merasa memiliki
31:24jalan
31:25mereka tahu
31:26ada pintu
31:27yang bisa diketuk
31:28ada ruang
31:29untuk bicara
31:30dan ada negara
31:32yang setidaknya
31:32mau mendengar
31:34bahkan
31:35sampai hari ini
31:36ketika saya
31:37sedang menjalani
31:38proses hukum
31:39masih banyak
31:40buru yang
31:41menyampaikan keluhan
31:42melalui komentar
31:42di media sosial
31:43pribadi saya
31:44mereka menulis
31:45tentang ijazah
31:46yang masih ditahan
31:47upaya yang
31:48belum dibayar
31:53pesangon yang
31:54belum diterima
31:55PHK yang mereka
31:56anggap tidak adil
31:57dan berbagai
31:58persoalan
31:58kekerjaan lainnya
32:04saya membaca
32:05semua itu
32:05dengan perasaan
32:06berat
32:06keresahan
32:08keresahan
32:09mereka tidak
32:09berhenti
32:10hanya karena
32:11saya tidak
32:11lagi berada
32:12dalam jabatan
32:13luka mereka
32:14masih ada
32:15harapan mereka
32:17kepada negara
32:17juga masih hidup
32:18hal itu
32:19membuat saya
32:20semakin menyadari
32:21akibat
32:22dari kejatuhan
32:23saya
32:23ketika saya
32:25menghadir
32:25proses hukum
32:26ada banyak
32:27pekerja kecil
32:28yang kehilangan salah satu pintu
32:30yang selama ini
32:31mereka anggap dapat
32:32mendengar suara mereka
32:34saya menyampaikan ini
32:36bukan untuk
32:36membenarkan diri
32:38melainkan untuk
32:39menunjukkan bahwa
32:40kerja yang
32:41perasaan saya lakukan
32:42menyentuh
32:43kebutuhan
32:43nyata masyarakat
32:45bahkan
32:46setelah saya
32:47berada dalam
32:48proses hukum
32:48buru-buru itu
32:50masih datang
32:51masih menulis
32:52dan masih berat
32:54ada yang
32:54mendengar mereka
32:58tahap sembilan
32:59kerja nyata
33:01yang pernah
33:02saya lakukan
33:03halaman lima
33:05yang mulia
33:07majelis hakim
33:08yang saya hormati
33:09dalam masa jabatan
33:11yang tidak panjang
33:12ada beberapa
33:13persoalan
33:14ketelaga kerjaan
33:14yang saya tangani
33:15dan saya
33:16dan saya
33:17pandang penting
33:18untuk disampaikan
33:19sebagai bagian
33:20pengalaman
33:21perjalanan
33:22pengabdian saya
33:23dalam kasus PT
33:26Softech Indonesia
33:27terdapat
33:28rasuan pekerja
33:29yang sudah
33:30mendapatkan
33:31putus
33:33terhadap kerja
33:33atau mendapatkan
33:34PHK
33:36kemudian
33:38kita melalui
33:40dialog
33:41mediasi
33:42dan terlibat
33:43ke berbagai pihak
33:44rencana PHK
33:46terhadap pekerja
33:47terdapat dibatalkan
33:48dan itu terjadi
33:50di perusahaan
33:50Softech Indonesia
33:51di
33:52Mekak
33:54Berdasarkan
33:55data yang tercatat
33:57dalam pemberitaan
33:58resmi
33:58jumlah pekerja
33:59yang terselamatkan
34:00adalah 308 orang
34:01dari 360
34:02yang di PHK
34:03kemudian
34:04dikembalikan
34:04kembali
34:05untuk tidak
34:06bekerja
34:06karena saya
34:07langsung
34:08intervensi
34:10bagi saya
34:11angka itu
34:12bukan sekedar
34:12angka
34:13itu adalah
34:14ratusan keluarga
34:15ada dapur
34:16yang tetap
34:16menyala
34:17anak yang tetap
34:19bisa sekolah
34:20cicilan yang
34:21masih bisa
34:21dibayar
34:22dan kehidupan
34:23yang tidak langsung
34:24jatuh ke dalam
34:25ketidakpastian
34:26saya juga
34:28pernah berapa
34:29dengan persoalan besar
34:30terkait nasib
34:30buru seritek
34:31persoalan perusahaan
34:33sebesar itu
34:34tentu
34:35tidak sederhana
34:36ada aspek hukum
34:38bisnis
34:39keuangan
34:40produksi
34:41dan ketenaga kerjaan
34:42yang saling terkait
34:44tetapi
34:45di tengah
34:46kerumitan itu
34:46saya berusaha
34:47agar buru
34:48tidak dilupakan
34:49dan hak-hak
34:50mereka tetap
34:51menjadi perhatian utama
34:52berdasarkan
34:53kronologi kerja
34:54dan perhati
34:55yang dilakukan
34:55saat itu
34:56buru seritek
34:57dapat dipertahankan
34:58untuk tetap
34:59bekerja
35:00selama kurang
35:01lebih 4 bulan
35:02bagi keluarga
35:04buru
35:054 bulan
35:06bukan waktu
35:06yang kecil
35:074 bulan berarti
35:08dapur tetap menyala
35:10anak tetap sekolah
35:12dan keluarga
35:13masih memiliki
35:14ruang
35:14untuk bertahan
35:15di Sumatera Barat
35:17saya menanggung
35:18perhatian pada
35:19persoalan PT
35:19Bumi Sarimas Indonesia
35:21saat itu
35:22terdapat penundaan
35:23pembayaran upah
35:24selama sekitar
35:256 bulan
35:25saya hadir
35:27dan berkomunikasi
35:28langsung dengan
35:29pihak perusahaan
35:30untuk meminta
35:31kepastian penyesuaian
35:32hak-hak buru
35:32persoalan upah
35:34yang tertunda
35:34bukan sekedar
35:35administrasi gaji
35:36itu menyangkut
35:37makan
35:39sekolah
35:41kesehatan
35:42utang
35:43dan martabat
35:44keluarga pekerja
35:45saya juga pernah menemukan
35:47praktek pemagangan
35:48yang berlangsung lama
35:49dalam sidak
35:50PT Global Dimensi
35:51Metalindo
35:52ditemukan pekerja
35:54berstatus
35:54magang
35:58bertanggung tahun
36:03bahkan ada yang mencapai
36:05sekitar 9 tahun
36:06magang seharusnya menjadi
36:08ruang belajar
36:09dan peningkatan
36:10keterampilan
36:11bukan cara untuk
36:12menggantung hidup
36:13seseorang
36:13dan menghindari
36:14kewajiban terhadap
36:15pekerja
36:16praktek ini
36:17banyak dilakukan oleh
36:19pengusaha
36:19untuk menghindari
36:20upah
36:21UMR
36:22yang sudah diberikan
36:23oleh negara
36:24mereka untuk
36:25menghindari
36:26bayaran full
36:27terhadap buru
36:28dan ini bentuk kejahatan
36:30yang saya temukan
36:31ketika saya melakukan
36:32sidak-sidak
36:33selama ini
36:34di perusahaan-perusahaan
36:35dalam kasus
36:37Duta Palma
36:38saya tidak hanya
36:39menerima aduan
36:40saya benar-benar
36:41mendampingi buru
36:42yang mengadu
36:43soal penahanan ijasa
36:44dan kemudian
36:46menghadapi
36:46tekanan hukum
36:47saya tidak ingin
36:49buru kecil
36:49merasa sendirian
36:50setelah berani
36:51melaporkan praktek
36:52yang ia anggap
36:53merugikan
36:54negara tidak boleh
36:55meninggalkan buru
36:56ketika ia sudah
36:57berani bicara
36:57dan praktek ini
36:59menurut saya
37:00adalah praktek yang
37:01begitu keji
37:02ketika burunya
37:03mengadu ke
37:04kementerian
37:05besoknya
37:06burunya dilaporkan
37:07ke Polres Jakarta Selatan
37:09dan laporan itu
37:10sampai detik ini
37:11ada dan hadir
37:12dan sampai detik ini pun
37:14saya tetap
37:15mendampingi
37:15dan memantau
37:16proses hukumnya
37:17saya juga menaruh
37:19perhatian kepada
37:20pekerja OJOL
37:21dari awal
37:22masa jabatan saya
37:23saya melihat
37:25pengembudi OJOL
37:26dan kurir online
37:27sebagai kelompok pekerja
37:29yang ikut menopang
37:30ekonomi rakyat
37:31tetapi
37:32kering berada
37:33dalam posisi rentan
37:34perhatian itu
37:35kemudian mendorong
37:36pembahasan
37:38bantuan hari raya
37:39atau BHR
37:39bagi mitra OJOL
37:42dan juga
37:43terkait OJOL ini
37:45praktek
37:46untuk tidak memberikan
37:47THR itu juga
37:48puluhan tahun
37:49dengan hadirnya saya
37:50inisiatif saya
37:53dan juga
37:54keberanian saya
37:55lahirlah
37:56yang namanya
37:57bantuan hari raya
37:58untuk ojek online
37:59bagi saya
38:01BHR OJOL
38:02bukan sekedar
38:02soal uang
38:03hari raya
38:04saya pernah merasakan
38:05sendiri bekerja
38:06sebagai ojek online
38:07dibalik jaket OJOL
38:09ada keluarga
38:10cicilan
38:11anak yang harus
38:12sekolah
38:13dan manusia
38:14yang bekerja keras
38:15dari pagi
38:16sampai malam
38:17perhatian terhadap
38:18BHR OJOL
38:19lahir dari
38:19keyakinan
38:20bahwa negara
38:21harus mulai melihat
38:22mereka bukan hanya
38:23sebagai mitra aplikasi
38:25tetapi sebagai pekerja
38:27yang juga membutuhkan
38:29perlindungan
38:29dan penghargaan
38:30selain itu
38:32banyak aduan
38:33berkaitan dengan
38:34penahanan ijasa
38:35di berbagai tempat
38:36ada
38:37Wong Finance
38:37dimana
38:38mantan pekerja
38:39mengadu
38:40mengenai penahanan ijasa
38:42penalti hingga
38:4375 juta
38:44somasi
38:45dapat tekanan
38:47dan intimidasi
38:48berbentuk
38:48somasi
38:49bahkan didatangi
38:50sampai ke rumah
38:51pekerja
38:52ada pula
38:53aduan mengenai
38:54klinik kecantikan
38:55yang meminta
38:56tebusan
38:56atas ijasa
38:57pekerja
38:57ada klinik
38:58House
38:59di Blok M
39:00dekat Panglima
39:01Polim
39:01yang menurut aduan
39:02meminta tebusan
39:03ijasa
39:04hingga 40 juta
39:05ada klinik
39:06Mise
39:07di Pekan Baru
39:08dengan aduan
39:09serupa
39:09ada
39:10The Clinic
39:11Beauty
39:11Los Sopi
39:13yang berdasarkan
39:14pengakuan langsung
39:15dalam media sosial saya
39:16diduga meminta
39:17tebusan hingga
39:18300 juta
39:19terkait penahanan ijasa
39:20saya juga menerima
39:22aduan mengenai
39:23penahanan ijasa
39:24di klinik
39:24K24
39:25di Yogyakarta
39:26ijasa guru
39:27yang ditahan
39:28di Pekan Baru
39:28serta berbagai tempat
39:30kerja lain
39:31yang menjadikan
39:31dokumen pribadi
39:34pekerja
39:34sebagai alat tekanan
39:36di Surabaya
39:37saya turut
39:38dalam kasus
39:40Ude Santoso
39:41SIL
39:41di kawasan
39:42Margo Mulyo
39:43kasus itu
39:44berkaitan dengan
39:45penahanan ijasa
39:46mantan karyawan
39:47yang penting
39:49bagi saya
39:49bukan soal
39:50penghormatan
39:50kepada jabatan
39:51melainkan
39:52pesan bahwa
39:53penahanan ijasa
39:54tidak boleh
39:54dianggap
39:55biasa
39:55saya juga
39:57menerima aduan
39:58terkait
39:58Bumi Putra
39:59yang berkaitan
40:00dengan PHK
40:01penahanan
40:02pesangon
40:03dan keterlambatan
40:04pembayaran upah
40:05ada pula
40:06aduan mengenai
40:06pabrik odol
40:07di daerah Depok
40:08terkait
40:09dugaan
40:10pemberian
40:11cek palsu
40:12untuk pembayaran pesangon
40:13pekerja
40:14yang sudah
40:15bekerja puluhan tahun
40:16selain itu
40:17ada aduan
40:18kecelakaan kerja
40:19karyawan
40:20di PT Sampurna
40:22dalam perhatian saya
40:23dalam perhatian saya
40:26terhadap
40:27penahanan ijasa
40:28aduan
40:29tidak hanya
40:30dari perusahaan swasta
40:31ada pula
40:32indikasi
40:33yang menyangkut
40:34perusahaan besar
40:34dari BUMN
40:44saya pernah menyampaikan
40:45dugaan
40:45praktik
40:46penahanan ijasa
40:46di lingkungan
40:47BRI
40:47P.Lindo
40:49dan PT.Pos Indonesia
40:51jika praktik
40:52seperti itu
40:53terjadi perusahaan besar
40:54atau BUMN
40:55dampak moral
40:55lebih luas
40:56karena institusi
40:58seperti itu
40:58seharusnya menjadi
40:59terladang
41:00dalam menghormati
41:00hak pekerja
41:01saya memahami
41:03bahwa
41:03setiap dugaan
41:04harus diselusuri
41:05diklarifikasi
41:06dan dibuktikan
41:07namun
41:08sebagai Wakil Menteri
41:09Ketagak Kerjaan
41:10saya merasa wajib
41:11menindaklanjuti
41:12setiap aduan
41:13pekerja
41:14termasuk ketika
41:15aduan itu
41:16menyangkut
41:17institusi besar
41:17dalam kasus
41:19PT.Jasa
41:20Raharja Putra
41:21saya merasa
41:22saya menerima aduan
41:24terkait penahanan
41:24ijasa pekerja
41:25saya mendatangi
41:26kantor perusahaan tersebut
41:28untuk menindaklanjuti
41:29laporan
41:29dari aduan yang saya terima
41:31ada pekerja
41:32yang disebut
41:33harus membayar sejumlah
41:34uang
41:35untuk mengambil
41:36kembali ijasanya
41:37setelah sidak itu
41:39setidaknya ada
41:39ijasa pekerja
41:40yang dikembalikan
41:41bagi saya
41:42satu ijasa
41:43yang kembali
41:44tetap berarti
41:45satu masa depan
41:46yang dibuka
41:47saya juga menerima
41:49perhatian
41:50terhadap
41:50PT.TAG
41:51yang saya pahami
41:53sebagai PT.Tunas
41:54Arta Garda Tama
41:56yang sebetulnya
41:57isinya juga
41:57pejabat-pejabat
41:58dan general
41:59dari aduan
42:01dan perhatian publik
42:02yang muncul
42:02terdapat dugaan
42:03penahanan ijasa
42:04terhadap mantan pekerja
42:05prinsip saya tetap sama
42:07dokumen pribadi pekerja
42:09tidak boleh dijadikan
42:11alat tekan
42:12apalagi jika pekerja
42:13sudah tidak lagi bekerja
42:15dan membutuhkan dokumen itu
42:16untuk melanjuti hidup
42:18dalam kasus
42:19PT.TA
42:20kata Bogat Cemerlang
42:21anak perusahaan orang tua
42:23grup
42:23saya melakukan sidak
42:25setelah menerima
42:26laporan mantan pekerja
42:27yang ijasa
42:28yang ditahan
42:35persoalan itu
42:37ditindaklanjuti
42:37pihak perusahaan
42:39menyatakan bahwa
42:40pekerja dan mantan pekerja
42:41dapat mengambil ijasa
42:42tanpa membayar
42:44manajemen juga disebut
42:46membuat keputusan
42:47agar ijasa mantan pekerja
42:48lain yang masih ditahan
42:50dapat dikembalikan
42:51dari berbagai kasus itu
42:53saya melihat pola yang sama
42:55banyak pekerja datang
42:57bukan membawa kepentingan besar
42:59tetapi membawa masalah hidup
43:01ada yang takut kehilangan
43:03masa depan
43:04ada yang menunggu haknya
43:06ada yang menanggung
43:08beban keluarga
43:09dan ada yang hanya
43:10ingin didengar
43:11ketika mereka datang
43:13saya merasa
43:14negara harus mampu menjawab
43:17terdakwa
43:18kita skor dulu
43:20untuk sholat
43:21kita lanjut
43:22pukul 16.00
43:23sedang di skor
43:39selamat menikmati
43:46selamat menikmati
43:49terima kasih telah menikmati
Komentar