Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 8 jam yang lalu
Artikel terkait:
https://www.suara.com/news/2026/05/25/064500/bongkar-horor-penjara-israel-maimon-herawati-relawan-disiksa-dokter-tewas-diperkosa

Relawan kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 membongkar dugaan horor di dalam penjara Israel usai dibebaskan dari penahanan. Maimon Herawati mengungkap adanya penyiksaan terhadap tahanan Palestina, termasuk tenaga medis dan anak-anak yang disebut mengalami perlakuan di luar batas kemanusiaan.

Kesaksian ini muncul setelah para relawan internasional dicegat militer Israel saat menjalankan misi bantuan menuju Gaza. Lalu seperti apa pengakuan lengkap para relawan? Simak selengkapnya dalam video berikut.

Creative/Video Editor: Zahwa/Vanya
===================================
Homepage: https://www.suara.com
Facebook Fan Page: https://www.facebook.com/suaradotcom
Instagram:https://www.instagram.com/suaradotcom/
Twitter: https://twitter.com/suaradotcom
Transkrip
00:00Bongkar horor penjara Israel, Maimom Hermawati ungkap penyiksaannya.
00:04Kesaksian mengejutkan diungkap relawan kemanusiaan global Sumut Flotila 2.0
00:10usai dibebaskan dari penahanan militer Israel.
00:13Salah satu steering komite misi tersebut, Maimom Herawati,
00:16membongkar kondisi mengerikan di dalam penjara Israel
00:19yang disebut penuh penyiksaan terhadap warga Palestina.
00:23Maimom bersama relawan internasional baru tiba di Indonesia pada 24 Mei 2026
00:29setelah sempat ditahan selama 4 hari oleh militer Israel.
00:33Mereka sebelumnya menjalankan misi kemanusiaan menuju Gaza
00:37sebelum dicegat di perairan internasional dekat Siprus.
00:40Tibanya di Bandara Soekarno-Hatta, Maimom mengatakan pengalaman para relawan
00:45selama ditahan belum seberapa dibanding penderitaan ribuan warga Palestina
00:50yang hingga kini masih mendekam di penjara Israel.
00:53Ia menyebut ada lebih dari 9.000 tahanan Palestina termasuk perempuan dan ratusan anak-anak.
00:59Maimom juga menyoroti dugaan kekerasan terhadap tenaga medis Palestina.
01:04Ia mencontohkan Dr. Husam Abu Safiya yang disebut masih di penjara
01:08karena tetap merawat warga Palestina di tengah konflik.
01:12Selain itu, ia mengungkap kabar meninggalnya Dr. Adnan Albers
01:15yang disebut mengalami kekerasan seksual selama berada dalam tahanan.
01:20Menurut Maimom, Israel menggunakan sistem penahanan administratif
01:24yang memungkinkan seseorang di penjara tanpa proses hukum jelas selama berbulan-bulan.
01:30Ia pun meminta dunia internasional tidak hanya melihat apa yang tampak di depan kamera
01:35tetapi juga memperhatikan dugaan pelanggaran kemanusiaan yang disebut terjadi di balik penjara.
01:41Terima kasih telah menonton!
Komentar

Dianjurkan