Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 4 jam yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Agama periode 20142019, Lukman Hakim Saifuddin, merespons pembubaran kegiatan nonton bareng film Pesta Babi yang melibatkan anggota TNI.

Lukman menilai setiap karya seni, termasuk film, pasti akan memunculkan pro dan kontra di tengah masyarakat.

Namun menurutnya, perbedaan pandangan terhadap sebuah karya seharusnya disikapi dengan cara yang sehat dan terbuka, bukan melalui tindakan pembubaran atau kekerasan.

Lukman menegaskan bahwa kritik terhadap karya seni sebaiknya "dibalas" dengan karya seni lain agar tercipta dialektika di ruang publik.

Dengan begitu, masyarakat dapat menilai dan mempertimbangkan sendiri berbagai sudut pandang berdasarkan logika, nalar, dan realitas kehidupan. Ia juga menyebut tindakan pembubaran nobar film tersebut sebagai bentuk kekerasan yang dilakukan oleh negara.

Dalam pernyataannya, Lukman turut menyoroti meningkatnya kekerasan terhadap aktivis, mahasiswa, hingga masyarakat adat.

Ia mengajak masyarakat untuk menolak segala bentuk kekerasan, baik sebagai korban maupun pelaku, serta berani melaporkan tindakan kekerasan.

Menurutnya, nilai-nilai dalam ajaran Islam juga menegaskan pentingnya menolak tindakan yang membawa kerusakan bagi diri sendiri maupun lingkungan sekitar.

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/670864/viral-nobar-pesta-babi-dibubarkan-tni-eks-menag-singgung-kekerasan-negara
Transkrip
00:00Kekerasan itu yang dilakukan oleh negara, contohnya tadi yang disebut misalnya
00:04bagaimana agar sejumlah PSN, proyek strategis nasional itu jangan sampai menimbulkan kekerasan khususnya pada masyarakat.
00:39Terima kasih telah menonton!
01:13Terima kasih telah menonton!
01:30Segala tindak kekerasan.
01:32Jadi tadi deklarasi Cud Nyakdin yang dibacakan tadi oleh kawan-kawan yang tergabung dalam KUPI
01:39itu secara tegas menyatakan ada sesuatu yang sangat mencemaskan kita belakangan ini
01:47yaitu kekerasan yang dilakukan oleh negara.
01:51Misalnya ada kejadian sejumlah aktivis, sejumlah mahasiswa yang mengalami kekerasan
02:01dan banyak hal.
02:03Jadi itu harus disikapi secara lebih serius.
02:07juga kekerasan yang terjadi di sejumlah lembaga-lembaga pendidikan keagamaan kita.
02:14Karenanya KUPI ingin menyegarkan ingatan kita bersama dan menggalang semua kita,
02:22masyarakat Indonesia untuk bagaimana kita menolak kekerasan.
02:26Tadi secara khusus Ibu Badriah juga menyatakan upaya untuk itu adalah dengan selalu mengikat tiga slogan tadi itu.
02:39Saya menolak menjadi korban kekerasan.
02:44Yang kedua adalah saya menolak menjadi pelaku kekerasan.
02:48Dan yang ketiga adalah saya siap melaporkan segala bentuk tindakan kekerasan.
02:54Dan perlu diingat bahwa dalam tradisi atau dalam khazanah keilmuan umat Islam di Indonesia,
03:03kita sangat mengenal hadis Rasul yang menyatakan bahwa
03:08Lato ata fi maksiyah, fi maksiyatillah, atau fi maksiyatilholik.
03:16Jadi janganlah atau hendaknya kita tidak mentaati tindakan atau perbuatan maksiyat terhadap Tuhan, terhadap Allah.
03:28Jadi maksiyat tentu dalam artian luas.
03:31Segala kemapsadatan, segala kerusakan yang tidak hanya merusak diri sendiri,
03:36tapi juga merusak lingkungan dan orang lain.
03:40Jadi kekerasan tentu adalah bagian yang tidak terpisahkan dari maksiyat itu sendiri.
03:47Maka semua kita harus punya keberanian untuk menolak itu.
03:52Menolak menjadi korban, menolak menjadi pelaku, dan siap untuk melaporkan segala tindak kekerasan.
04:00Tadi sempat disinggung terkait kekerasan oleh negara, Pak.
04:04Mungkin bisa tanggapannya terkait pembubaran tonton bareng film Pesta Babi, Pak, yang terjadi,
04:11yang juga melibatkan kayaknya.
04:13Ya, tadi dalam deklarasi sudah jelas ya, kekerasan itu yang dilakukan oleh negara.
04:19Contohnya tadi yang disebut, misalnya, bagaimana agar sejumlah PSN,
04:24proyek strategis nasional itu jangan sampai menimbulkan kekerasan khususnya pada masyarakat adat, misalnya.
04:32Juga tadi MBG secara eksplisif disebutkan, termasuk juga bagaimana tontonan-tontonan yang sebenarnya itu mengedukasi,
04:41karena memberikan informasi.
04:43Tentu semua atau setiap tontonan akan menimbulkan pro-kontra.
04:48Maka bagi yang tidak bersetuju dengan isi sebuah film, misalnya, karya seni,
04:54ya silahkan disikapi dengan membuat karya seni yang lain,
04:58sehingga lalu kemudian muncul dialektika di tengah-tengah masyarakat dengan cara seperti itu,
05:04lalu kemudian masyarakat menjadi disegar, dididik untuk lalu kemudian menimbang-nimbang,
05:12mempertimbangkan mana yang sesuai dengan nalar, yang sesuai dengan logika dan realita kehidupan kita.
05:24Kecepatan informasi dan akurasi data adalah komitmen kami.
05:29Satu langkah lebih dekat, satu langkah lebih terpercaya.
05:33Saksikan Sampai Indonesia Malam di Kompas TV, channel 11, di televisi Anda.
Komentar

Dianjurkan