00:00Lalu bagaimana nasib perang di Iran?
00:02Usai Presiden Trump menunda serangan dan masih menunggu kesepakatan dengan Teheran
00:05sementara sekutu AS Israel murka dengan keputusan Trump
00:09yang tak kunjung menyerang kembali Iran.
00:11Jadi siapa sebenarnya penentu perang Iran, Trump atau Netanyahu?
00:15Kita bahas sore ini bersama dengan pakar geopolitik dan keamanan nasional
00:18Wibawanto Nugroho Widodo.
00:20Selamat sore, Mas Wibawanto.
00:23Selamat sore, Mbak.
00:24Oke, jadi saya langsung aja, Mas.
00:26Jadi kira-kira siapa ini penentu perang Iran, Trump atau Netanyahu?
00:31Jadi pertanyaannya itu seharusnya bukan siapa penentu perang Iran.
00:36Tapi kita harus melihatnya secara strategik.
00:39Dan kita harus melihat bahwa pertanyaan yang lebih tepat itu adalah
00:43siapa yang menentukan eskalasi, siapa yang menentukan legitimasi
00:48dan siapa yang menentukan bagaimana perang di Iran itu berakhir.
00:53Itu poinnya.
00:53Dan kita harus melihatnya secara strategis artinya
00:56kita harus melihat secara kritis
00:58secara thinking in time, artinya historis
01:01dan juga secara sintesis, sistemik, dan kreatif
01:04dan juga futuristik.
01:05Kedepan sebenarnya seperti apa?
01:06Nah, poin pertama yang mau saya sampaikan di sini adalah
01:09bahwa Amerika dan Israel itu mempunyai
01:14persepsi, interest, dan strategic orientation yang sama di Timur Tengah.
01:20Di mana Israel berdiri tahun 1948, didukung penuh oleh Amerika Serikat yang saat itu posisinya adalah pengganti dari super power
01:30Inggris.
01:31Yang tujuannya adalah menjamin stabilitas dan keamanan Timur Tengah yang ditinggalkan oleh Inggris.
01:37Di mana akhirnya, walaupun Israel berdiri tahun 1948, diawali oleh perang dengan negara-negara Arab,
01:42berlanjut sampai tahun 1967, berlanjut lagi sampai tahun 1973, semua itu selesai.
01:48Bahkan dari tahun 1973 sampai 1979, Iran pun juga menjadi aliansi Amerika dan Israel
01:54yang juga bisa bergaul baik dengan negara P5, negara pemegang hak peto lainnya.
02:00Nah, tetapi tahun 1979 kan berubah Iran, Republik Islam Iran dengan orientasi geopolitik yang berbeda.
02:05Poin kedua adalah, caranya yang berbeda, ya itu dia poinnya, saya mau jelaskan.
02:14Yang kedua adalah, sekarang adalah caranya.
02:18Caranya bagaimana untuk bisa menjalankan interest yang sebenarnya sama di Timur Tengah ini.
02:24Kan gitu ya.
02:25Nah, sekarang kita harus melihat cara pikir Presiden Trump dan cara pikir dari Prime Minister Netanyahu.
02:31Cara kita berpikir, Prime Minister Netanyahu, itu adalah Iran itu sebagai ancaman yang eksistensial.
02:39Interesnya Prime Minister Netanyahu adalah memberikan determinannya maksimum, tidak kompromistis.
02:45Jadi tujuannya dari Tel Aviv itu adalah bukan membuat Iran itu mau bernegosiasi.
02:50Tapi inilah waktunya untuk memastikan bahwa orientasi geopolitik Iran itu berubah.
02:56Oke, Mas Bibawanto, tapi menariknya adalah pada saat menelpon kemarin dengan Trump,
03:06ini Netanyahu terlihat marah begitu ya, dan berpotensi nampaknya Israel ini akan bertindak sendiri.
03:12Nah, kira-kira apakah ini potensi ini akan sampai Israel ini berani untuk bertindak sendiri,
03:16mengabaikan Amerika Serikat untuk menyerang Iran?
03:20Sebelum Mbak mendapatkan jawaban itu, izinkan saya menjelaskan satu hal dulu yang terkait dengan jawaban itu.
03:26Yang berikutnya yang saya mau jelaskan itu adalah perspektif Presiden Trump saat ini adalah perspektif yang sistemik.
03:35Presiden Trump memahami apa yang menjadi concern dari Israel saat ini.
03:41Nah, tetapi kalau mengikuti semua apa yang diminta oleh Prime Minister Netanyahu,
03:46itu akan berat kepada kalkulasi geopolitik yang berat kepada point of view Tel Aviv.
03:53Tetapi kalau mengikuti semua yang dihitung oleh Amerika,
03:57dalam hal ini Amerika menghitung apa yang terjadi dalam domestik politik,
04:01menghitung apa yang menjadi pertimbang Rusia dan China,
04:03menghitung apa yang menjadi perhitungan geopolitik dari negara-negara Arab,
04:07itu akan berat ke Amerika.
04:08Nah, oleh karena itu yang terjadi nanti itu adalah yang namanya managed escalation itu Mbak Audrey.
04:15Artinya eskalasi yang bisa dikontrol tetap, itu yang Presiden Trump tekankan.
04:20Tetapi,
04:24Presiden Trump dan Prime Minister Taylor
04:27atau merajut yang namanya debtors maksimal kepada Iran.
04:31Melalui apa?
04:32Jadi artinya Amerika ini sangat bisa...
04:34Dan special operation and law intensity conflict.
04:38Prime Minister Netanyahu boleh saja itu men-shaping apa yang disebut sense of urgency.
04:42Boleh saja men-shaping ancaman yang ada saat ini gitu.
04:45Tapi Presiden Trump itu mempunyai otoritas.
04:47Jadi Prime Minister Netanyahu memberikan influence,
04:50Presiden Trump itu punya otoritas.
04:52Boleh saja Israel memulai peperangan,
04:54ya, battlefield,
04:54tetapi Amerika mempunyai power untuk menentukan eskalasi,
05:00pelebaran konflik, dan outcome dari perang ini.
05:02Itu poinnya tuh.
05:03Dan keduanya itu saling tergantung.
05:05Jadi, kita juga harus bersiap pada kemungkinan.
05:07Jika Israel memang memulai serangan ini,
05:09kemungkinan 50-50,
05:11Amerika juga yang tadinya mungkin tidak mau melanjutkan dengan cara high intensity,
05:14bisa terbawa dalam high intensity.
05:16Tapi apa yang disiapkan oleh Amerika saat ini adalah
05:18special operation and law intensive conflict
05:20dengan operasi intelijen, operasi cyber,
05:21dan operasi-operasi untuk memastikan bahwa
05:24orientasi geopolitik pemicairan saat ini berubah,
05:26walaupun resimanya tidak berganti.
05:27Dan Presiden Trump tidak akan berhenti, Mbak Audrey,
05:30sampai tahun 2028,
05:31masa jabatannya berakhir.
05:33Dan Prime Minister Netanyahu
05:34sebagai wartime Prime Minister
05:36akan memastikan bahwa
05:37Iran saat ini benar-benar habis gitu
05:40dalam konteks kemampuan untuk
05:43melawan,
05:44membuat merevisi Timur Tengah.
05:46Itu poinnya tuh.
05:47Oke.
05:47Kemarin juga ada menarik perjalanan.
05:49Jadi yang bisa mensahatin itu Amerika.
05:51Oke, Amerika ya.
05:52Makanya kemarin Trump ini sampai bilang
05:54Netanyahu akan melakukan apapun yang ia inginkan.
05:58Singkat aja, Mbak.
05:59Ya, gak apa-apa.
06:00Ya, gak apa-apa.
06:01Kalau Prime Minister Netanyahu
06:04melakukan apa saja yang
06:05Prime Netanyahu inginkan kan,
06:08maksudnya kan.
06:08Oke.
06:10Ya, artinya yang diinginkan oleh siapa maksudnya?
06:12Tadi pertanyaan, Mbak.
06:13Oke, karena
06:14Trump ini mengatakan Netanyahu
06:16akan melakukan apapun yang diinginkan Trump.
06:21Oh iya, itu kan seperti saya jelaskan sebelumnya
06:24bahwa mereka itu saling melengkapi begitu loh.
06:26Jadi Israel bisa memulai
06:27tapi yang menentukan eskalasi
06:29mensahatin operasi ini adalah Amerika.
06:31Itu poinnya.
06:31Oke, sudah kita tangkap poinnya.
06:33Terima kasih Mas Wibwanto untuk pandangannya.
06:35Selamat sore.
06:36Sampai jumpa di video selanjutnya.
Komentar