00:00Ya saudara harga bahan pokok terjadi kenaikan di beberapa daerah termasuk di Kota Malang.
00:07Nah pantauan kami di pasar Bunurjo Kota Malang ini juga terjadi kenaikan harga bahan pokok.
00:12Nah kalau di sini yang paling terasa kenaikan harganya yaitu adalah harga beras dan juga harga minyak goreng.
00:20Nah di sini beberapa pedagang karena sudah merasakan adanya kenaikan harga tersebut,
00:25ada beberapa juga yang menaikan ataupun juga tetap tidak menaikan harganya
00:30karena melihat daya beli masyarakat di tengah ekonomi seperti saat ini yang sedang menurun.
00:35Jadi ada beberapa pedagang yang tentunya tidak menaikan harga agar penjualan tetap sabil seperti itu.
00:41Nah untuk detail berapa kenaikan harga beras dan minyak goreng yang ada di pasar Bunurjo Kota Malang ini
00:47saya langsung bertanya dengan pedagang, salah satu pedagang beras dan minyak goreng yang ada di sini.
00:53Selamat siang Bapak.
00:54Selamat siang.
00:56Dari Bapak siapa?
00:57Pak Supriyono.
00:58Pak Supriyono ini kan ada kenaikan harga ya untuk beras dan minyak goreng.
01:02Detailnya kenaikannya berapa ini Pak?
01:04Ya ini di semua merek ada kenaikan tapi tidak terlalu signifikan.
01:11Kisarannya cuma 100 sampai 200 per kilonya.
01:16Jadi untuk yang satu kemasan gini ada berbagai merek rata-rata kenaikannya 500 sampai 1000 rupiah dari distributor.
01:28Oke ini untuk beras, salah satu contohnya ini Pak harga jualnya berapa dan kenaikannya berapa nih Pak?
01:34Salah satu contohnya yang dari premium aja itu, yang tertinggi lombok itu biasanya 78, sekarang 79.
01:44Terus kayak ini lahap biasanya kulaknya 76, sekarang naik 76, tapi masih tetap dijual sama, masih 78.
01:54Untuk yang paling murah di Topas ini, ini biasanya kulaknya 70, naik 250 per karungnya, dijualnya 72 ribu.
02:06Kalau SPHP tetap aman, 60 ribu yang paling murah.
02:09Oke berarti SPHP masih sama ya harganya, kalau minyak goreng Pak kenaikannya bagaimana?
02:14Kalau minyak goreng yang kenaikannya cukup signifikan ini.
02:18Kalau minyak kita tetap aman, di harga 15,700 yang diizinkan pemerintah, tapi itu stoknya sudah agak terlambat sedikit ini.
02:30Untuk yang lainnya, dari Fortune itu yang biasanya kulaknya itu 39, sekarang sudah 42-an.
02:39Terus Sanko itu yang biasanya kulaknya 41, sekarang kulaknya 42, 600-an sekarang.
02:45Ini sudah dari berapa lama kenaikannya Pak?
02:48Baru sekitar 2 mingguan.
02:51Nah ini penyebabnya kira-kira apa Pak, kenaikan ini?
02:53Waduh itu kalau penyebabnya saya pastinya itu tidak tahu.
02:58Yang pasti pasokan dari distributor sudah naik, jadi ya terpaksa kita menaikkan harga jual.
03:05Kalau pasokan di Bapak sendiri sekarang ini masih aman Pak?
03:08Aman, kita minta berapapun ada semua bahan pokok, sembako dari beras, minyak, gula, aman semuanya.
03:19Kita tinggal nari modalnya berapa, disediakan sama distributor.
03:24Oke, kalau dilihat ya Pak, ini kan stoknya aman, tapi melihat daya beli masyarakatnya penjualannya beberapa minggu terakhir ini bagaimana
03:30Pak?
03:30Wah ini kalau masalah penjualan itu dalam keadaan apapun kan harus disyukuri ya, tapi memang realitanya di pasar saat ini
03:38lagi ada penurunan yang cukup drastis.
03:42Bisa sampai di bawah 50 persen loh.
03:46Kalau biasanya sekarang, biasanya berapa Pak penjualannya?
03:49Itu saya setiap hari itu rata-rata kurang lebihnya itu bisa menjual 50 piece beras, ya sekarang ya masih separohnya
03:58itu, cuman 25an itu.
04:01Baik, terima kasih Bapak.
04:03Nah dari yang disampaikan salah satu pedagang di pasar Bunurjo ini memang terjadi penurunan daya beli masyarakat terkait dengan beras
04:11dan juga minyak goreng sebagai bahan pokok di sini.
04:15Karena walaupun kenaikan harga bahan pokok ini, beras dan minyak goreng ini tidak terlalu besar, kenaikannya tentu, tapi mempengaruhi daya
04:25beli masyarakat yang ada di pasar Bunurjo Kota Malang.
04:28Karena memang beras dan juga minyak goreng ini merupakan bahan pokok yang selalu dikonsumsi oleh masyarakat dan terus dibeli.
04:36Sehingga dengan harganya yang naik tentu merasa dimemberatkan masyarakat untuk membeli bahan pokok tersebut.
04:46Nadifah Rahma, Dedy Prasetyo, Kompas TV Malang, Jawa Timur.
Komentar