Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Sejumlah wilayah di Sumatera, dari Aceh, Sumatera Utara, hingga Sumatera Barat, mendadak mengalami blackout atau mati lampu secara merata pada Jumat, 22 Mei 2026 lalu.

Seperti di Medan, warga mendatangi sejumlah kafe, warung, dan tempat-tempat usaha yang menghidupkan mesin genset pasca kota tersebut mengalami mati listrik secara menyeluruh.

Buntut kejadian itu pada Sabtu, (23/5/2026), Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo menyampaikan permohonan maaf dan mengungkapkan indikasi awal terjadinya blackout tersebut.

Hingga berita ini dimuat, dilaporkan masih terjadi pemadaman listrik bergilir di sejumlah wilayah Sumatera.

Baca Juga PLN Sumbar Percepat Pemulihan Listrik, Baru 60 Persen Sistem Kembali Normal di https://www.kompas.tv/nasional/670713/pln-sumbar-percepat-pemulihan-listrik-baru-60-persen-sistem-kembali-normal

#pln #blackout #sumatera

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/670716/kronologi-sumatera-blackout-hingga-dirut-pln-minta-maaf-beberkan-indikasi-awal
Transkrip
00:00Intro
00:05Sejumlah wilayah di Sumatera dari Aceh, Sumatera Utara hingga Sumatera Barat
00:10mendadak mengalami blackout atau mati lampu secara merata Jumat 22 Mei 2026 lalu.
00:17Seperti di Medan, warga mendatangi sejumlah cafe, warung dan tempat-tempat usaha yang menghidupkan mesin genset
00:23pasca Medan mengalami mati listrik secara menyeluruh.
00:28Warga yang datang tidak hanya makan dan minum, namun juga mencharge HP atau laptop mereka.
00:34Setelah maghrib, setelah mati lampu, aku tadi ngecek, tiba-tiba seluruh Medan mati lampu.
00:43Jadi aku langsung inisiatif mencari tempat untuk mencargar alat-alat elektronik.
00:48Karena kebetulan semua elektronikku, baterainya udah lupet semua.
00:52Jadi langsung inisiatif mencari tempat untuk ngepi sekaligus untuk mencargaran telepon dan semua alat-alat elektronik.
01:01Waktu datang kemarin kayak mana kondisi di sini, Pak?
01:04Karena aku tadi langsung ke sini, Pak, setelah mati, kondisinya masih belum terlalu ramai.
01:10Tapi setengah jam kemudian, lokasinya udah langsung penuh, Pak, dari, ya, hampir mungkin setengah jamnya.
01:17Waktu proses mati lampu tadi, mengalami kendala, Pak, sinyal?
01:21Kalau sinyal, Pak, tadi lima menit pertama itu masih belum terkendala.
01:25Tapi setelah itu, jaringan udah mulai terputus-putus.
01:29Jadi langsung cari tempat yang ada listrik, mana tahu ada bisa jaringan, kan,
01:34itu menghubungi kawan-kawan ataupun keluarga di kampung.
01:38Sementara itu di Padang, salah satu warga di kawasan kecamatan Indarung ini tetap beraktifitas.
01:45Di setelah tidak adanya kepastian sampai kapan pemadaman akan berlangsung,
01:49mereka juga kebingungan karena BBM jensat yang menipis.
01:55Pemadaman listrik dari sekitar siap maghriban.
02:00Dan belum ada dari PLN, konfirmasinya.
02:05Sampai kapan pemadaman ini?
02:07Dan sampai kapan pemadaman ini.
02:10Jadi kenapa tidak di rumah kita?
02:12Ini jensatnya gitu?
02:14Karena kita pakai jensat.
02:18Dan BBM sudah mulai habis dan menyari BBM-nya sangat susah di sumber ini.
02:25Harapan apa?
02:26Harapan saya segera hidup dalam punya.
02:31Direktur utama PLN Dermawan Prasojo menyampaikan permohonan maaf
02:36dan mengungkapkan indikasi awal terjadinya blackout tersebut.
02:39Pertama-tama kami atas nama PT PLN Persero ingin menyampaikan permohonan maaf
02:53sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat yang berada di Sumatera,
03:03terutama di Jambi, Sumatera Barat, Riau, Sumatera Utara, dan Aceh.
03:15Karena adanya gangguan di sistem kelistrikan sejak padi malam.
03:29Gangguan terjadi pada pukul 18.44 waktu Indonesia Barat.
03:38Dan di saat itu kami langsung melaporkan kondisi ini kepada Kementerian ESDM
03:50melalui Bapak Dijen Tenaga Listrik.
03:57Dan ini Kementerian ESDM selaku regulator dari sistem ketenaga listrikan.
04:06dan di saat itu juga kami mendapatkan arahan dari Kementerian
04:13agar terus melakukan berbagai langkah
04:19untuk mengoreksi dan memperbaiki sistem kelistrikan Sumatera
04:26yang mengalami gangguan ini.
04:32Ini sebagai indikasi awal
04:35ada ruas transmisi
04:41275 kafe
04:43antara Muara Bungo
04:46dan Sungai Rumbai di Jambi
04:51yang indikasi awalnya
04:53karena gangguan cuaca
04:55sehingga terjadi gangguan
04:57pada sistem transmisi tersebut
05:01dan sistem transmisi tersebut
05:04keluar dari sistem
05:07kelistrikan Sumatera.
05:11Dampaknya adalah
05:13adanya shock
05:15terhadap pembangkit
05:17pembangkit kami.
05:20ada sebagian wilayah
05:24di mana karena bebannya
05:27itu hilang
05:29maka terjadi
05:31oversupply.
05:35Frekuensi sistem kelistrikan di daerah tersebut
05:39naik
05:40dan tegangannya juga naik
05:42sehingga pembangkitnya
05:44langsung secara otomatis
05:47keluar dari sistem
05:49atau kalau dalam istilahnya
05:52dari publik adalah
05:55pembangkitnya secara otomatis
05:58padam.
06:02Tetapi ada juga
06:03daerah-daerah
06:06yang mengalami
06:10defisit
06:14karena
06:15pembangkitnya menjadi berkurang
06:18maka frekuensinya
06:21turun
06:22voltasinya turun
06:24sehingga ini menjadi
06:26beban bagi pembangkit kami
06:28dan secara otomatis
06:30maka pembangkit di daerah tersebut
06:32juga keluar
06:34lepas dari sistem
06:35ketenaga listrikan
06:37dan juga padam.
06:40dan kami
06:41menyampaikan
06:42kondisi ini
06:45ternyata
06:46berlaku
06:48domino
06:49sehingga
06:50terjadi
06:52gangguan sistem
06:54ketenaga listrikan
06:55dari
06:56Jambi
06:57Riau
07:00Sumatera Utara
07:03sampai ke Aceh
07:05dan ini
07:08adalah gangguan
07:09listrikan
07:10yang cukup
07:12luas
07:12di wilayah
07:14Sumatera.
07:16Kami
07:17betul-betul
07:20memahami
07:22bahwa
07:23listrik adalah
07:24kebutuhan utama
07:26dari masyarakat
07:28baik
07:30baik untuk
07:31objek-objek
07:32vital
07:32baik untuk
07:34rumah tangga
07:35untuk kegiatan
07:37ekonomi
07:37untuk itu
07:39kami
07:41sekali lagi
07:42mohon maaf
07:42yang sebesar-besarnya.
07:45Setelah
07:46kejadian ini
07:47kami langsung
07:49mengerahkan
07:49seluruh
07:51kekuatan
07:51tim
07:52kami.
07:53Pertama
07:55adalah
07:56kami melakukan
07:58assessment
07:58apakah
08:00ada dampak
08:01kerusakan
08:02pada
08:03gadu induk
08:04dan juga
08:05sistem
08:06transmisi
08:08kami
08:08dan
08:11Alhamdulillah
08:12dalam
08:13waktu
08:14sekitar
08:15dua jam
08:16seluruh
08:18sistem
08:18gadu induk
08:19dan transmisi
08:20kami
08:20bisa
08:22kami
08:24pulihkan.
08:26Dan
08:26ini
08:27kondisi
08:28yang sangat
08:28berbeda
08:29dalam
08:30bencana
08:31Sumatera Utara
08:32Sumatera Barat
08:33Aceh pada
08:34waktu itu
08:35dimana
08:36di saat itu
08:38ada kerusakan
08:39fisik
08:40dimana
08:40transmisi
08:41tower
08:42rubuh
08:43dan transmisi
08:44terputus.
08:47Dan
08:47hari ini
08:48kami
08:48menyampaikan
08:49bahwa
08:51gadu induk
08:52dan sistem
08:53transmisi
08:54kami
08:55sudah
08:57pulih.
08:58Nah
08:58tentu saja
08:59langkah selanjutnya
09:02adalah bagaimana
09:03kami bisa
09:05menyalakan
09:06kembali
09:07pembangkit-pembangkit
09:09yang karena
09:10domino efek
09:12tadi
09:12padam.
09:15Dan langkah-langkah
09:17ini pertama
09:18adalah
09:19menyalakan
09:20pembangkit
09:21kemudian
09:23menyambungkan
09:24pembangkit tersebut
09:25kepada sistem
09:26transmisi
09:27kami
09:27melalui
09:28gadu induk
09:29dan ketiga
09:30adalah
09:31mensinkronisasi.
09:34Kami
09:35mengakui
09:35bahwa
09:37sistem
09:38kelistrikan
09:39terdiri
09:40dari berbagai
09:41jenis
09:42pembangkit.
09:43Untuk
09:44pembangkit
09:44hidro
09:45tentu saja
09:46proses
09:47menyalakan
09:48proses
09:49menyambungkan
09:51dan
09:52proses
09:52sinkronisasi
09:53bisa berjalan
09:55bisa lebih
09:57cepat.
10:00Sistem gas
10:01juga
10:04bisa
10:04kami
10:04laksanakan
10:05dengan
10:06lebih cepat.
10:09Cepat
10:10uap dalam hal ini
10:10adalah
10:12berkisar
10:13antara
10:145
10:14sampai
10:1615 jam.
10:18Tetapi
10:19untuk
10:19sistem
10:20PLTU
10:21pembangkit listrik
10:22tenaga
10:23uap
10:23batubara
10:25prosesnya
10:26membutuhkan
10:27waktu
10:28yang cukup
10:29panjang.
10:31Karena
10:31kami
10:32harus
10:32memanaskan
10:33air
10:34untuk
10:35menjadi
10:36uap
10:36dengan
10:37proses
10:38auxiliary
10:39yang harus
10:40dinyalakan
10:40satu persatu
10:41kemudian
10:43harus kami
10:44sambungkan
10:44dan kami
10:45sinkronkan
10:46dan ini
10:47membutuhkan
10:48waktu.
10:54Menemani
10:54pagi Anda
10:55dengan
10:55informasi
10:56terbaru.
10:57Satu langkah
10:58lebih dekat,
10:59satu langkah
10:59lebih
11:00mencerahkan.
11:01Saksikan
11:01Sapa
11:02Indonesia
11:03Pagi
11:03di Kompas TV
11:04Channel 11
11:05di televisi Anda.
11:09Saksikan
11:09Kompas TV
Komentar

Dianjurkan