Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 6 jam yang lalu
KEBUMEN, KOMPAS.TV - Presiden Prabowo Subianto mengungkap Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) mengelola kekayaan negara yang nilainya mencapai USD 17 ribu triliun.

Prabowo meminta Kepala BP BUMN Dony Oskaria untuk menjaga kepercayaan dalam mengelola uang tersebut.

"Yang dikelola nggak tanggung tanggung, ada 1.040 BUMN. Kemudian nilainya hampir semua nilainya USD 17.000 triliun, 17.000 triliun waduh. Jadi harus diurus baik-baik ya Pak Dony sama semua stafnya. Jangan bocor, jangan menguap uang itu, uang rakyat itu," ujar Prabowo di acara panen raya udang, di Kebumen, Jawa Tengah, Sabtu (23/5/2026).

Baca Juga Prabowo Perintahkan Jajaran Kabinet Jalankan Proyek Produktif: Rakyat Butuh Pekerjaan di https://www.kompas.tv/nasional/670696/prabowo-perintahkan-jajaran-kabinet-jalankan-proyek-produktif-rakyat-butuh-pekerjaan



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/670698/kenalkan-danantara-ke-warga-kebumen-prabowo-ke-dony-oskaria-uang-rakyat-jangan-bocor
Transkrip
00:00Iya, iya, wakil, ya, kepala badan BUMN yang urus BUMN dan juga wakil kepala danantara.
00:14Danantara itu adalah dana kedaulatan kita.
00:19Danantara itu singkatan daya anagata nusantara.
00:24Daya artinya energi, kekuatan.
00:28Anagata masa depan.
00:31Jadi mereka ngelola kekayaan seluruh bangsa untuk anak dan cucu kita selanjutnya.
00:41Yang dikelola enggak tanggung-tanggung.
00:44Ada seribu, seribu berapa?
00:48Seribu empat puluh ya?
00:49Seribu empat puluh BUMN.
00:52Seribu.
00:53Kemudian nilainya ya hampir semuanya itu nilainya satu triliun dolar Amerika.
01:04Tujuh belas triliun.
01:07Eh, seratus tujuh puluh triliun.
01:09Berapa?
01:10Tujuh belas ribu triliun.
01:13Tujuh belas ribu triliun.
01:15Waduh.
01:16Itu berapa itu?
01:22Jadi harus diurus baik-baik ya Pak Doni sama semua staffnya.
01:27Jangan bocor.
01:30Jangan menguap uang itu.
01:33Uang rakyat itu.
01:34Ya.
01:35Baik, seder-beras kalian.
01:38Saya...
01:39Saya sekap.
01:40Ada.
01:45Saya gak mau sebut, saya sekap karena tiap saya sebut namanya lebih teriak.
01:54Teddy Indra Wijaya.
02:03Siapa lagi itu?
02:04Banyak tokoh-tokoh saya gak sebut ya.
02:07Tanpa mengurangi rasa hormat saya.
02:11Ada Komandan Bas Pampres saya, Mayor Jenderal Edwin.
02:19Tadinya Kopassus ya?
02:21Kopassus.
02:24Mana lagi?
02:29Oh, ada Direktur Utama Pertamina.
02:34Pak Simon.
02:36Simon Mantiri.
02:37Ada lagi Wakil Menteri Komunikasi dan Digitalisasi.
02:43Saudara Angga.
02:45Angga Raka Prabowo.
02:52Namanya Prabowo juga.
02:55Habis itu ada juga Kapolri.
02:57Namanya Listio Prabowo juga.
03:02Panglima TNI Agus Subianto.
03:04Subianto.
03:06Makanya duduknya selalu harus...
03:09Barang-barang, Pak.
03:10Listio harus di...
03:12Di kanan.
03:14Agus Subianto di kiri.
03:16Jadi...
03:17Bisa dipanggil...
03:18Prabowo Subianto.
03:20Ya, ya, ya.
03:24Jadi terima kasih saya diundang ke sini.
03:31Desa Karangdur.
03:47Desa Tegal Retno, Kecamatan Petanahan.
03:51Petanahan.
03:52Kecamatan Petanahan, Desa...
03:55Tegal Retno.
03:56Tegal Retno.
03:58Waduh, ini.
04:00Menko tadi...
04:01Salah, Pak.
04:02Salah, Pak.
04:06Perlu di-shuffle enggak kira-kira?
04:09Jangan.
04:11Untung rakyat sayang sama kamu.
04:16Petanahan, Minta maaf.
04:18Jadi, saya lihat diundang oleh Menteri...
04:22Menteri Kelautan dan Perikanan, ya.
04:26Pak.
04:27Sakti Wahyu...
04:29Terenggono.
04:31Ya, kalau pejabat jangan sebut.
04:34Rakyat yang harus tahu.
04:36Beliau...
04:37Asli orang mana?
04:39Orang Boyolali.
04:40Boyolali.
04:42Orang Boyolali.
04:44Jawa Tengah.
04:48Jadi, Kebumen ini ada hubungan khusus sama saya.
04:52Karena almarhum ayahanda saya lahir di Kebumen ini.
04:58Di sini.
05:03Lahirnya di...
05:05Ada pabrik gula.
05:10Pabrik gula yang sudah sekarang katanya jadi hotel.
05:13Katanya benar, ya.
05:14Oh, ya.
Komentar

Dianjurkan