Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 3 jam yang lalu
KOMPAS.TV - Konflik Amerika Serikat dan Iran belum berakhir. Saling serang masih berlanjut di tengah gencatan senjata.

Dikutip dari NBC News, Pentagon mempertimbangkan untuk mengganti nama perang Iran menjadi "Sledgehammer" jika gencatan senjata gagal.

Sebelumnya, pemerintah Amerika Serikat juga telah menyatakan bahwa operasi militer bertajuk Epic Fury di Iran telah berakhir. Keputusan ini telah disampaikan pula kepada Kongres AS.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyampaikan bahwa operasi Epic Fury di Iran telah berakhir. Amerika dan Iran kini dalam tahap negosiasi, termasuk pembahasan soal material nuklir.

Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, memaparkan permintaan anggaran "bersejarah" Pentagon ketika biaya perang melawan Iran meningkat menjadi hampir 29 miliar dolar AS.

Berbicara di hadapan Subkomite Pertahanan Komite Anggaran DPR, Hegseth mengatakan bahwa anggaran bersejarah yang diminta Pentagon dari Kongres adalah anggaran yang dapat dipertanggungjawabkan secara fiskal.

Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia, Hikmahanto Juwana, menyebut di dalam negeri Trump terancam tidak memiliki dukungan bila meneruskan perang. Banyak pihak tidak menyetujui anggaran perang yang diajukan pemerintahan Donald Trump.

Hingga kini, ketegangan antara AS dan Iran belum berakhir. Kedua pihak mengklaim memiliki kekuatan maksimal jika perang berlanjut.

Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran masih terjadi. Yang terbaru, pemerintahan Presiden AS Donald Trump mempertimbangkan untuk meluncurkan operasi militer bertajuk "Sledgehammer".

Bagaimana kekuatan militer AS saat ini? Dan apa dampaknya jika konflik AS-Iran tak segera berakhir?

Kita akan membahasnya bersama pengamat hubungan internasional President University, Teuku Rezasyah, serta dosen Kajian Ketahanan Nasional Universitas Indonesia, Stanislaus Riyanta.

Baca Juga Inter Milan Juara Coppa Italia usai Jadi Kampiun Serie A, Christian Chivu: Kami Memang Pantas di https://www.kompas.tv/olahraga/668803/inter-milan-juara-coppa-italia-usai-jadi-kampiun-serie-a-christian-chivu-kami-memang-pantas

#as #iran #perang #timurtengah #trump

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/668810/pakar-intelijen-dan-pakar-hi-bicara-rencana-trump-luncurkan-operasi-sledgehammer-gempur-iran
Transkrip
00:00Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran masih terjadi dan yang terbaru pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mempertimbangkan untuk meluncurkan
00:08operasi militer bertajuk sledgehammer.
00:10Bagaimana kekuatan militer Amerika saat ini dan apa dampaknya jika konflik Amerika Serikat-Iran tidak segera berakhir.
00:17Kita akan membahasnya bersama dengan pengamat hubungan internasional dari Presiden University ada Pak Taku Reza Shah dan juga ada dosen
00:25kajian ketahanan nasional dari Universitas Indonesia ada Bung Stanislaus Rianta.
00:30Selamat pagi Assalamualaikum Bapak-Bapak.
00:32Assalamualaikum Assalamualaikum Selamat pagi.
00:34Saya tertarik begitu ya apa yang dikatakan oleh Amerika Serikat begitu yang pertama operasi militer Epic Fury sudah berakhir terus
00:44kemudian digantikan dengan sledgehammer.
00:46Itu artinya palu atau godam.
00:49Saya teringat dengan film Thor begitu menggunakan palu untuk kemudian menghancurkan musuhnya.
00:57Bung Stanis saya ingin tahu dulu apa yang dimaksud oleh Amerika Serikat dengan berakhirnya Epic Fury dan juga ditandainya dengan
01:05sledgehammer ini.
01:08Ya ini sebenarnya adalah problem internal Trump yang tidak mendapat kepercayaan dari Kongres dan masyarakat Amerika.
01:16Jadi Trump ingin segera mengakhiri perang dengan Iran ini tetapi kesulitan untuk mencari asist strateginya.
01:23Sementara Iran itu bukan negara kecil yang sudah ditaklukkan ini sudah dua bulan lebih masih bertahan maka Trump melakukan manuver
01:32-manuver atau membuat strategi baru yang lebih keras namanya dengan nama sledgehammer itu menunjukkan bahwa ini adalah sesuatu yang keras
01:38palu godamnya.
01:39Jadi dia ingin mengakhiri ini dengan kemenangan tentunya karena tidak mungkin Trump mengakhiri perang ini hanya dengan begitu-begitu saja
01:47meninggalkan Iran tetapi harus menang karena biaya juga cukup besar.
01:50Kita tahu bahwa sudah disampaikan bahwa hampir 500 triliun itu biaya untuk perang ini dan ini akan bertambah lagi.
01:57Dan tentu ini pertanggung jawabannya.
01:59Jika tidak ada pertanggung jawaban tidak ada kemenangan maka ancaman bagi Trump dalam pemilu selan nanti.
02:03Oke jadi ini menurut Anda adalah upaya dari Presiden Amerika Serikat untuk bisa segera mengakhiri perang ini begitu ya Pak
02:14Stanis.
02:15Oke saya ingin ke Pak Teku.
02:17Pak Teku bagaimana dengan ekspektasi Anda soal keberhasilan dari sledgehammer ini ketika Epic Fury ini sudah total berakhir.
02:27Apakah ini bisa dikatakan Epic Fury kurang maksimal atau kemudian gagal total?
02:36Terima kasih.
02:37Saya perhatikan memang ini kombinasi banyak faktor sekaligus ya.
02:40Betul tadi dikatakan bahwa exit strategi memang dibutuhkan.
02:44Itu betul.
02:45Tapi timingnya sangat buruk saat ini karena pada saat yang sama sekarang sedang ada KTT antara Amerika Serikat dengan China
02:51di Beijing.
02:52Dan untuk itu kita melihat posisi Beijing ini sudah menjadi adik kuasa.
02:56Cuman Beijing ini sangat santun dalam bersikap ya.
03:00Jadi tampaknya Amerika Serikat ingin menekan China tapi tidak sanggup lagi menekan China.
03:05Tapi memberikan sinyal bahwa Amerika Serikat bisa melakukan sesuatu hal di berbagai belahan dunia yang lain.
03:11Dan ini berpotensi juga menekan China.
03:14Dan juga untuk perihal sledgehammer ini ada nama yang sangat menakutkan ya.
03:18Karena konteksnya adalah Pentagon ini sedang siap-siap melaksanakan operasi ini.
03:24Dan konon operasi ini akan lebih canggih daripada Epic Fury yang kemarin.
03:31Untuk memang ada prakondisi kan.
03:32Prakondisinya adalah pertama kegagalan dalam negosiasi yang dikelola oleh Pakistan.
03:38Dan yang kedua adalah kelihatannya bagi Amerika Serikat.
03:42Iran itu sangat konsisten dengan persyaratan-persyaratannya.
03:47Sehingga membuat Amerika Serikat berpikir sledgehammer ini perlu dilakukan.
03:52Dan untuk itu Amerika Serikat memang harus bergerak di dalam negeri juga.
03:55Meyakinkan Kongres bahwa sangat diperlukan upaya-upaya untuk melaksanakan aturan Kongres sendiri.
04:01Tapi untuk itu izinkanlah kami bergerak mendahului.
04:04Jadi ini adalah permainan yang sedang Donald Trump lakukan.
04:08Dan tampaknya Epic Sledgehammer ini mungkin saja dilakukan.
04:13Tapi kan harus ada syarat-syarat kan.
04:15Syarat pertama adalah prakondisi.
04:17Prakondisinya adalah Amerika Serikat yakin sekali bahwa negosiasinya dengan Iran ini punya kecenderungan tidak berhasil.
04:25Kemudian juga Amerika Serikat menilai bahwa Iran ini sangat benar mencoba mengimbangi Amerika Serikat di Selat Hormuz.
04:33Prakondisi yang kedua adalah tidak adanya tekanan dari luar.
04:39Misalnya tidak ada kegaduhan di tingkat persikatan bangsa-bangsa.
04:43Tidak adanya kegaduhan di organisasi kawasan.
04:47Tidak adanya kegaduhan di negara-negara mayoritas Islam.
04:50Tidak adanya kegaduhan di media masa internasional.
04:52Dan tidak adanya kegaduhan di organisasi keamanan internasional.
04:56Kalau persyaratan psikologis ini sudah Amerika lihat oke.
05:00Tapi Amerika Serikat tidak akan tanggung-tanggung melaksanakan perang total.
05:04Yang ini dalam hal ini adalah pemboman dari udara.
05:07Kemudian melaksanakan serangan dari darat.
05:09Dan juga melakukan serangan dari laut.
05:11Dan tentunya juga kita perhatikan Iran juga sudah serius.
05:14Mereka sudah menyiapkan peluru kendali jarak pendek.
05:16Jarak menengah dan jarak panjang.
05:18Dan peluru kendali itu sudah terfokus ke Israel, ke Jordan, ke Kuwait, ke Saudi Arabia, ke Qatar, ke Bahrain, dan
05:26ke Uni Arab Emirat.
05:28Kalau dunia sepi-sepi saja, keadaan ini dapat berpotensi menjadi perang regional.
05:37Terima kasih.
05:37Oke, jadi untuk operasi militer Sledgehammer ini dampaknya lebih dasyat dibandingkan dengan Epic Fury.
05:43Tapi Anda tadi sempat menyebutkan di awal, ini sebenarnya bukan momen yang tepat.
05:48Karena pada saat ini kita tahu Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dan juga Presiden Tiongkok,
05:54si Jinping tegak melakukan pertemuan untuk salah satunya membahas Amerika Serikat dan juga Iran.
06:01Yang sampai saat ini masih memanas.
06:03Bagaimana penilaian Anda, Bung Stanis, kalau dikatakan oleh Pak Teku,
06:07ini sebenarnya bukan momen yang tepat untuk bisa Amerika Serikat melakukan operasi yang berdampak lebih dasyat.
06:15Walaupun tadi Anda sebutkan, Amerika Serikat begitu bernafsu untuk bisa segera mengakhiri perang.
06:24Ya memang Amerika kehilangan momen.
06:27Sudah terlalu lama juga, ini dua bulan ini.
06:29Tetapi kan Amerika tidak akan membiarkan itu.
06:32Bahkan akan mencuri-curi momen itu di saat ada momen lain.
06:35Kita lihat ketika peristiwa Venezuela, kemudian ketika perundingan dengan Iran, malah dia melakukan serangan.
06:41Ini kan Amerika momen-momen seperti itu tidak bisa ditebak.
06:44Nah ini, saya melihat bahwa nanti harusnya ketika selesai dengan China,
06:50ini ada hasil yang positif harusnya.
06:52Walaupun kita lihat bahwa China lebih menerima Iran daripada Amerika,
06:56dilihat dari sambutannya, dilihat dari sikapnya mendahulukan Iran ini.
07:00Dan kepentingan China kan cukup besar dengan Iran, cukup besar sebagai mitra strategis ya.
07:04Tapi kalau dengan Amerika sebenarnya kan adalah sebagai rival di dalam ekonomi.
07:08Nah harusnya ketika ini China menjadi pemain utama,
07:12sekarang malah dia berhasil, Iran mendatangi, kemudian Amerika mendatangi.
07:18Saya kira nanti jadi sangat penting ketika China memberikan masukan kepada Amerika atau Iran
07:23untuk segera meredakan perang ini.
07:25Memang momennya mungkin tidak tepat, tetapi Amerika biasa mencuri momen ini.
07:29Jadi apa yang akan terjadi nanti, saya kira ini China menjadi salah satu penentu apa yang menjadi sikap Trump.
07:35Oke, nah ini juga menarik begitu.
07:38Ketika Amerika Serikat kemudian melemparkan diksi adanya operasi militer bertajuk begitu ya,
07:46sledgehammer begitu setelah Epic Fury dianggap gagal total begitu ya.
07:50Dan kemudian Amerika Serikat bertemu dengan Tiongkok, Presiden Xi Jinping, Pak Tegu.
07:57Nah ini yang kemudian, apakah ini sebagai side war yang kemudian dilakukan oleh Amerika Serikat
08:03sebelum bertemu dengan Tiongkok?
08:06Apa yang kemudian nanti akan eskalasinya berubah ketika nanti Trump bertemu dengan Xi Jinping?
08:14Potensi-potensi apa yang kemudian bisa Anda baca setelah pertemuan ini?
08:20Saya perhatikan dialog antara Trump dengan Xi Jinping itu akan sangat serius.
08:25Kalau dua kepala negara ini ketemu, itu ibaratnya mereka tahu satu sama lain.
08:30Mereka itu ibarat kalah jengking berbisa yang berada di sebuah akwarium.
08:34Pergerakan mereka sekecil apapun akan menyentakkan pihak yang lain.
08:38Dan dialognya itu akan sangat serius, geoekonomik, geopolitik, dan geostrategik.
08:44Dan untuk itu saya pikir Donald Trump sedang menyiapkan tungku ya.
08:47Sedang memanaskan tungku dengan mengatakan,
08:49saya siap berunding dengan China sesuai dengan kepentingan kita masing-masing.
08:54Di pada saat yang saya masih ada urusan-urusan strategis yang perlu saya selesaikan.
08:58Cuma masalahnya, China ini adalah pemain internasional yang sangat santun,
09:03sangat mengerti hukum internasional,
09:05dan juga sangat mengerti bahwa kalau urusan di Hormuz ini tidak selesai,
09:09itu akan berdampak pada ekonomi China.
09:11Seperti kita ketahui bersama, penguasaan Amerika Serikat atas minyak Venezuela,
09:15itu secara teori, itu memperlemah China 5 tahun.
09:19Kemudian kalau sekiranya Hormuz ini juga dikuasai oleh Amerika Serikat,
09:22atau digaku oleh Amerika Serikat, itu bisa berdampak 5 tahun lagi.
09:26Jadi untuk itu China sangat berhati-hati,
09:29kemungkinan besar China tidak akan mengkritisi,
09:32tapi jawaban China itu sangat tegas.
09:35Kami mendukung penyelesaian secara diplomatik, satu,
09:37dan kami mendukung kedualatan Iran.
09:39Kalau kita berbicara kedualatan Iran,
09:41tentunya kita merujuk kepada konvensi Montevideo,
09:43di mana integritas kawasan Iran itu harus dilindungi,
09:48di mana batas-batasnya tidak boleh diganggu,
09:50dan kemudian tidak boleh juga penduduknya itu dipersulit hidupnya
09:56lewat berbagai aksi, misalnya sekarang kita mengenal istilah responsibility to protect.
10:01Di sini kelihatan sekali bahwa China sangat mengedepankan hukum internasional.
10:05Tapi bagi Donald Trump, Donald Trump sangat membutuhkan bonus
10:10dari keberhasilannya sedikit pun, sekecil apapun,
10:14dari dialognya dengan Iran saat ini.
10:16Walaupun kita harus akui, Iran itu sangat tegas.
10:18Iran mengatakan, sebelum kami berundi, kami memerlukan prakondisi.
10:22Prakondisi kami adalah menghentikan kekerasan di semua front,
10:25terutama di Lebanon.
10:27Kedua, Iran juga mendesak akhiri sanksi-sanksi atas kami.
10:30Ketiga, aset-aset kami yang selama ini Anda bekukan, Anda percairkan.
10:35Kemudian Anda juga siap-siap membayar konsekuensi dari dampak,
10:39dari kekerasan yang Anda lakukan dari tahun 1979.
10:42Kemudian juga Anda juga harus mengakui kedulatan kami di darat dan di laut,
10:47terutama sekali di Hormuz.
10:48Jadi Amerika Serikat mendapat tekanan juga keras dari Iran.
10:51Ini secara psikologis, ini sangat-sangat membantu Beijing.
10:54Di mana Beijing akan berhadapan dengan lawan dialognya yang sedang babak belur secara psikologis.
11:01Oke, babak belur secara psikologis begitu ya,
11:04karena juga tidak ada dukungan dari negara-negara sekutu
11:08yang selama ini berada di belakang dari Amerika Serikat.
11:12Semuanya mundur, teratur, termasuk juga dari tekanan dari internal Amerika Serikat ini.
11:18Apalagi sebentar lagi, Presiden Donald Trump Amerika Serikat
11:21akan melakukan pemilu selah di November 2026 ini,
11:27tentu ini menjadi posisi yang semakin terjepit bagi Donald Trump.
11:32Nah, kalau kita membahas soal Donald Trump,
11:34kita bergeser kepada Iran, Bung Stanis.
11:38Bagaimana soal kesiapan Iran ketika Amerika Serikat sudah begitu tegas saat ini
11:43mengatakan dengan diksi operasi militer Epic Fury sudah diakhiri,
11:48kemudian diganti dengan sledgehammer begitu ya.
11:51Bagaimana kesiapan Iran Anda melihat setelah Mojtaba Kamenipuli?
11:55Bagaimana pula nantinya perang akan berlangsung ketika memang benar-benar akan dilakukan?
12:01Apakah akan lebih dasyat dari sebelumnya?
12:05Ya, informasi yang saya dapatkan bahwa Iran sudah menyiapkan persenjataan,
12:10bahkan sekitar 30 pangkalan untuk meluncurkan luruh kendali juga sudah siap di sepanjang Selat Hormuz.
12:16Kemudian selain itu milisi-milisi juga siap, sudah ada pendaftaran milisi-milisi di sana.
12:20Nah, jadi Iran kompak.
12:21Iran kompak menjaga semangat untuk berperang melawan Amerika.
12:26Kemudian masyarakat juga sudah siap persenjataan.
12:28Bahkan CIA dalam laporannya yang beri dari media menyebutkan bahwa 70 persen alutsista Iran itu masih utuh sebenarnya
12:37dari dampak perang dua bulan ini.
12:39Ini menunjukkan bahwa daya tahan Iran cukup tinggi, baik.
12:42Nah, ini problemnya akan adalah Amerika akan berperang tanpa dukungan penuh.
12:47Jadi ada tanpa dukungan penuh dari masyarakat.
12:49Ada yang menolak, ada yang mempertanyakan.
12:51Sementara Iran akan berperang dengan dukungan penuh dari masyarakat dan persenjataannya.
12:55Apalagi Iran akan menjadi tuan rumah.
12:57Dia akan menguasai medan.
12:59Dia akan menyiapkan killing ground bagi Amerika.
13:01Ini cukup berbahaya jika perang ini benar-benar terjadi.
13:04Karena ini bukan siap soal menang atau kalah.
13:06Tapi ketika ini terjadi, pasti akan menjadi bencana-bencana yang mengerikan bagi kemanusiaan.
13:11Oke, dampaknya akan lebih dasyat.
13:13Tapi kemudian yang menjadi pertanyaan saya selanjutnya yang tertarik begitu adalah
13:17soal polanya.
13:19Apa yang menjadi pembeda pola Epic Fury dan juga pola Sledgehammer
13:24yang paling krusial menurut Anda?
13:27Ya, ini pasti Amerika akan mengerahkan kekuatan lebih besar jika ini terjadi.
13:32Kalau kemarin mungkin dengan serangan-serangan dari udara,
13:36serangan-serangan dengan mendaratan pasukan.
13:38Tetapi Iran juga akan lebih besar.
13:40Makanya ketika ini terjadi, pasti akan lebih besar dari perang Epic Fury kemarin.
13:45Kita lihat perang kemarin itu kayak perang-perangan sebenarnya.
13:47Tidak total.
13:50Masih banyak dominan diplomasinya.
13:52Tapi ketika tahap kedua ini terjadi, pasti akan lebih banyak perangnya.
13:56Dan Iran itu belum mengeluarkan semua jenis senjatanya.
14:00Saya yakin Iran mempunyai senjata-senjata besar yang disimpan untuk menghadapi ini.
14:03Jadi ketika ini terjadi, maka Iran akan total, Amerika juga akan total perang habis-habisan.
14:10Dan ini dampaknya bukan pada mereka berdua, tapi tentu pada kawasan, pada kita yang sangat berbahaya bagi kita.
14:16Oke.
14:17Anda mengerangkan pola serangannya adalah lebih dasyat dari segi jumlah begitu ya, kuantitas begitu.
14:24Tapi kemudian adakah spesifik khusus dalam sledgehammer ini?
14:28Apakah langsung menitikberatkan serangan-serangan ke inti-inti wilayah-wilayah Iran dalam hal ini adalah
14:37fasilitas-fasilitas penting yang major di Iran?
14:42Ya, pasti akan itu akan dilakukan.
14:44Pasti akan dilakukan.
14:45Karena perang sudah sampai ke tahap kedua, tentu tidak akan memperpanjang sampai tahap ketiga.
14:51Jadi serangan akan lebih terarah, istilahnya pada center of gravity-nya.
14:56Jadi Iran juga pasti akan membalas kepada pangkalan-pangkalan Amerika di kawasan Teluk, di negara-negara Teluk.
15:01Itu akan terjadi juga.
15:03Selain mempertahankan diri, kemudian membalas serangan dari Amerika,
15:06Iran pasti juga akan menyerang negara-negara lain yang menjadi pangkalan Amerika.
15:10Karena tentu Amerika tidak menyerang langsung dari Amerika, tapi dari pangkalan-pangkalan tersebut.
15:14Jadi serangannya bisa dengan buruk kendali, saling serang,
15:18dan ini dampaknya saya kira akan lebih banyak lagi kurban-kurban jiwanya.
15:23Jadi serangan secara terbuka akan lebih banyak.
15:25Kalau kemarin mungkin di Apikivori akan lebih banyak diplomasinya, serangannya hanya kayak pemanis,
15:30tapi sekarang lebih banyak serang-serangannya dan nanti diplomasinya yang sebagai pemanis.
15:34Oke, baik.
15:35Itu artinya tensi di Hormuz apakah juga akan meredah, akan berpindah ke arena yang lain menurut Anda?
15:47Akan meluas, itu akan meluas.
15:48Bahkan Selat Hormuz kemudian di Iran sendiri dan di kawasan Teluk pasti akan meluas.
15:53Oke, oke.
15:54Jika ini terjadi ya, jika ini terjadi.
15:56Oke, saya mau ke Pak Teguh.
15:58Pak Teguh, bisa dikatakan ini lebih parah dibandingkan dengan Epic Fury, begitu ya.
16:03Lebih dahsyat dari Epic Fury.
16:05Tapi kemudian yang jadi pertanyaan adalah bagaimana respon dari internal Amerika Serikat, begitu ya.
16:12Ini kan sepertinya semakin menggerus, menggerus begitu ya.
16:18Menggerus bagaimana popularitas Donald Trump yang sudah semakin parah begitu di internal Amerika sendiri, di warganya.
16:28Memang harus diakui ya, bahwa suatu perang itu bisa dipersulit jalannya kalau kalangan dalam negeri AS itu protes.
16:39Kalau terjadi demo besar-besaran, saya melihat misalnya pada saat perang Vietnam, itu kejadian pembinasaan di kampung Milai itu berdampak
16:48luar biasa pada Amerika Serikat, pada masyarakat Amerika Serikat.
16:51Kemudian, kemudian gugurnya prajurit-prajurit Amerika Serikat itu sangat mengguncang masyarakat Amerika Serikat.
16:59Dimana setiap hari mereka melihat adanya COVID atau peti mati berbendera Amerika Serikat terus-menerus masuk ke berbagai wilayah.
17:06Ini dapat berpotensi. Cuman hal ini belum terjadi. Ini ada hal yang unik.
17:12Padahal kita melihat selama sebulan terakhir, itu sudah terjadi 9-10 juta demonstrasi di seluruh wilayah Amerika Serikat.
17:19Dan hendaknya demonstrasi tersebut terfokus kepada minggu-minggu ini pada saat Amerika Serikat merencanakan suatu operasi dengan nama Sledgehammer.
17:27Ini menunjukkan kepada saya...
17:36Oke, baik. Bisa dilanjutkan kembali?
17:52Oke, saya mencoba ke Bung Stanis dulu.
17:56Bung Stanis, kalau tadi kita melihat bagaimana pola serangan ini semakin terarah dan justru semakin dasyat.
18:05Nah, Iran sendiri ini juga perlu diantisipasi.
18:10Karena memang Amerika Serikat mempunyai ancaman yang semakin besar.
18:15Anda melihat tentu saja akan ada alat-alat baru atau dalam tanda kutip ya, rudal-rudal baru yang kemudian nanti
18:24akan dikeluarkan oleh Iran.
18:28Ya, Iran cukup cepat untuk membuat persenjataan.
18:32Bahkan dari sumber-sumber yang saya miliki, Iran mampu membuat persenjataan buruk kendali dalam waktu seminggu, dia bisa menyiapkan itu.
18:38Bahkan jika mau membuat senjata nuklir, Iran gampang saja itu melakukan itu.
18:43Mungkin dalam 2-3 minggu dia akan menyiapkan senjata berbasis nuklir.
18:46Tapi saya meyakini bahwa nuklir tidak akan dipakai oleh Iran, karena kalau ini dipakai maka ini akan semakin membenarkan Amerika
18:55untuk melawan Iran.
18:56Jadi Iran akan menggunakan senjata-senjata lain seperti buruk kendali yang biasa dilakukan.
19:00Tapi buruk kendali pun ini menjadi senjata unggulan Iran yang cukup, dampaknya bisa cukup merepotkan bagi targetnya.
19:08Nah, masalahnya kan nanti yang diserang bukan negara Amerika di Amerika sana, tapi Iran akan menyerang pangkalan-pangkalan Amerika yang
19:16ada di kawasan Teluk.
19:17Dan negara-negara seperti Arab Saudi, Qatar, dan lain-lain yang akan menjadi korban.
19:21Dan jika negara ini merata menjadi sasaran dari Iran, maka perang akan meluas dan dampaknya ini bisa kemana-mana.
19:27Ini yang kita khawatirkan.
19:29Harusnya nanti di saat pertemuan dengan Cina itu membawa hasil baik tidak terjadi perang Slisheimer ini.
19:35Tapi lebih pada diplomasi-diplomasi atau apapun itu, minimal adalah jeda dulu.
19:40Jeda yang mungkin tanpa batas waktu, kemudian terserah mau saling masih bermusuhan, silakan saja.
19:46Tapi perang jangan dilakukan itu.
19:48Karena kita tidak membela Iran, tidak membela Amerika, tapi yang kita bila sebenarnya adalah kemanusiaan dan perdamaian.
19:54Oke, saya kembali lagi ke Pak Tegu.
19:57Pak Tegu, mungkinkah kemudian Tiongkok mengambil peran di sini untuk bisa dalam tanda kutip ya,
20:03meredakan tensi Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada saat pertemuan antara keduanya begitu ya,
20:09untuk bisa mengambil peran.
20:11Oke lah, kita redam dulu eskalasinya begitu,
20:15sambil menuju kembali ke meja perundingan untuk mencari win-win solution selanjutnya.
20:22Tepat sekali, memang harapan dari Washington adalah Iran menggunakan pengaruhnya,
20:27bahwa Beijing menggunakan pengaruhnya untuk menekan Iran.
20:31Tapi pada saat yang sama, Iran tidak mudah dikendalikan.
20:34Jadi kalaupun nanti Iran menghargai China,
20:37di mana China menyarankan untuk peredahan ketegangan,
20:41tapi Iran akan menjawab tanpa menyebutkan satupun kata kunci Amerika Serikat,
20:46di mana Iran akan mengatakan bertemunya dua kepentingan nasional.
20:49Tapi untuk itu, pada saat berbicara hal-hal yang teknis,
20:52seperti misalnya soal Hormuz,
20:54maka Iran akan mengatakan akan merujuk kepada hukum internasional.
20:58Dan hukum internasional itu antara lain adalah
21:00aturan-aturan hukum internasional mengenai selat,
21:03dan juga terutama sekali United Nations Convention on the Law of the Sea.
21:07Itu pertama.
21:08Kemudian juga pada saat nanti merujuk kepada instalasi nuklir,
21:11Iran akan tetap menggunakan kata kunci,
21:13ini adalah perihal kedualkan kami,
21:15dan kedualkan kami ini didukung oleh aturan-aturan dalam
21:18Nuclear Non-Proliferation Treaty,
21:21terutama pada pasal 4.
21:23Dan untuk itu, Iran akan secara khusus meminta bahwa
21:26dalam semua pengukuran itu melibatkan
21:28International Atomic Energy Agency.
21:31Jadi disitulah Iran akan mengatakan,
21:33kami bersedia melakukan penurunan frekuensi,
21:36tapi pada saat yang sama,
21:38kami tetap akan merujuk kepada hukum internasional.
21:40Dengan demikian, dunia akan melihat bahwa
21:42Iran adalah negara yang merujuk pada hukum internasional,
21:44dan Amerika Serikat adalah negara yang menentang
21:46aspek-aspek dalam hukum internasional.
21:48Oke, kalau tadi disebutkan oleh Bung Stanis,
21:51kekuatan dalam Sledgehammer ini akan lebih dasyat,
21:56tapi kemudian kita lihat bagaimana Epic Fury juga sudah
21:59cukup menghabiskan dana dari Amerika Serikat.
22:04Nah, bagaimana untuk kekuatan militer sendiri di Sledgehammer,
22:09kalau kita lihat merujuk pada dana Amerika Serikat
22:13yang sudah kembang-kempis di perang ini?
22:18Terima kasih.
22:19Memang saya perhatikan, Amerika Serikat ini sangat jago
22:21dalam menggunakan diplomasi publik.
22:23Dia menggunakan suatu teori namanya
22:27diplomasi dan perang itu berjalan beriringan.
22:31Betul.
22:31Dan juga dia selalu membuat Iran itu menduga-duga.
22:34Padahal kenyataannya sudah berbicara lain.
22:36Serangan Iran yang sangat terfokus kepada basis-basis Amerika Serikat
22:40itu bukan hanya menghancurkan basis tersebut,
22:43tapi juga menjadikan peralatan-peralatannya tidak berguna.
22:46Dan untuk itu Amerika Serikat sudah melakukan pergeseran
22:49dari alutsista yang ada di Indo-Pasifik
22:51dan juga yang ada di wilayah menanjung Korea
22:57untuk dibawa kepada Timur Tengah.
22:59Dan ini belum diuji kapasitasnya.
23:01Pada saat yang sama, keunggulan Amerika Serikat adalah
23:03negara-negara tertentu di Timur Tengah
23:05seperti Uni Arab Emirat, kemudian juga Arab Saudi
23:08tampaknya secara psikologis mulai mendukung Amerika Serikat.
23:11Tapi Iran tahu persis, pada saat saya meluncurkan peluru kendali,
23:14pada hari yang sama juga saya membuat peluru kendali
23:17dalam jumlah yang lebih besar satu.
23:18Dan kedua, diam-diam Iran sangat berterima kasih
23:23pada dukungan di masa lalu dari Rusia dan Cina
23:25sehingga presisi peluru kendali itu sangat jelas
23:28dan kemudian satelit-satelit yang Iran pegang
23:31itu bisa mengetahui real-time situation.
23:34Jadi untuk itu, Iran tampaknya sangat percaya diri.
23:37Apalagi saat ini Ayatullah sangat didukung oleh semua organisasi di negeri Iran,
23:42kementerian dan lembaga.
23:43Dan disinilah rakyat Iran mengatakan kami tidak lelah.
23:45Kalau ada teori mengatakan war fetik, Iran tidak fetik.
23:49Justru Amerika Serikat yang fetik.
23:51Dan saat ini kami sedang menciptakan suatu kondisi
23:53di mana bersatunya pemerintahan dan masyarakatnya
23:56dalam suatu prinsip marjai taklit.
23:58Di mana kami setia pada pemimpin kami
24:00dan di seluruh wilayah Tulfaki,
24:03di seluruh wilayah kekuasaan Iran,
24:04kami semua bersatu.
24:05Jadi ini adalah hal-hal yang Iran sedang buktikan.
24:08Bahwa peradaban mereka yang berusia 4.500 tahun itu
24:11sedang terancam.
24:13Dan disinilah kita melihat uniknya sebuah demokrasi
24:15di mana rakyat dan pemerintahnya itu bersatu.
24:17Bersatu karena rakyat melihat pemimpin mereka itu sangat konsisten
24:21dan memperdayakan rakyat mereka sendiri.
24:23Oke.
24:24Kalau Bungo Stanis, Anda melihat terkait dengan pertemuan
24:28antara Xi Jinping dan juga Donald Trump,
24:31lebih berpotensi kemana?
24:34Akan meredah begitu ketika pasca pertemuan
24:37antara Trump dan juga Xi Jinping
24:39atau justru kemudian perang akan semakin berlanjut?
24:44Trump memang susah ditebak.
24:45Sejak pertama berubah-ubah
24:48dari mulai melandakan serangan udara,
24:50pendaratan pantai, tapi tidak jadi.
24:52Tapi pertemuan dengan Xi Jinping saya melihat bahwa
24:55ini adalah untuk meluruskan
24:58atau menegaskan niat Amerika.
25:00Walaupun berubah, waktu pertama itu isunya
25:02selalu uranium dan nuklir.
25:03Tapi sekarang kan isunya ke Selat Hormus.
25:06Nah, perang ini menegaskan,
25:09Trump ingin menegaskan pada China
25:10bahwa gangguan Selat Hormus ini berdampak kepada dunia.
25:13Maka dia semacam ingin meminta pada China
25:16untuk tidak ikut campur dengan Iran
25:18atau ingin semacam, yaudah jangan ikut-ikut di sini
25:23atau mungkin jangan membantu Iran atau seperti apa.
25:25Ada pesan seperti itu.
25:26Tapi saya melihat bahwa Trump tidak ingin kehilangan muka
25:29bahwa perang ini yang dilakukan sejak urusan nuklir
25:33sekarang berubah menjadi Selat Hormus
25:34itu bisa menjadi tertawaan dunia
25:36atau bahkan komplain-komplain dari internal Amerika.
25:39Saya lihat ada arah seperti itu.
25:41Oke, kalau terakhir saya ingin tanyakan ke Pak Teku
25:46lebih condong akan kemana?
25:49Perang akan segera berakhir begitu ya
25:52dengan adanya pertemuan Trump dan juga Xi Jinping
25:54atau kemudian perang akan terus berlanjut?
25:58Kalau saya perhatikan psikologi Donald Trump
26:00dia selalu membuat dunia itu bingung.
26:03Dengan demikian saya sangat berharap
26:05pada hasil dari KTT di Beijing ini
26:08di mana ada kemenangan yang bisa Donald Trump merasakan
26:12misalnya dia datang membawa CEO dalam jumlah besar
26:15tentunya akan ada harapan bahwa CEO itu
26:18akan bisa berperan dalam berbagai kontrak-kontrak internasional
26:21di wilayah Cina Belt and Road Initiative.
26:23Itu yang pertama.
26:24Kemudian yang sekarang sangat dibutuhkan oleh Amerika Sikrat
26:26adalah hasil sekecil apapun
26:28dari pertemuannya dengan Iran.
26:30Sekecil apapun itu dapat menjadi momentum Amerika Sikrat
26:34untuk mengatakan bahwa perang selesai
26:36tidak perlu kami melakukan sledgehammer
26:38bahwa Amerika Sikrat sudah menang
26:40kemudian Iran sudah mematuhi
26:42semua aturan-aturan yang kami kemukakan
26:44dalam 14 butir proposal.
26:46Walaupun dalam kenyataannya
26:47Iran bisa mengatakan Anda sudah gagal.
26:50Anda janji perang itu berlangsung
26:51kurang dari satu minggu
26:52dan kita sudah berlangsung mendekati bulan ketiga
26:55dan kemudian pemimpin kami masih bertahan
26:58bahkan pemimpin kami lebih mudah
26:59dari yang sebelumnya.
27:02Oke baik terima kasih pengamal hubungan internasional
27:05dari Presiden Universiti Pak Teguh Resesha
27:08dan juga ada dosen kajian ketahanan nasional
27:10dari Universitas Indonesia
27:11Bung Stanislav Sriyanta.
27:13Kita akan tunggu bagaimana hasil positif
27:15pertemuan antara Xi Jinping
27:17dan juga Presiden Amerika Serikat
27:19Donald Trump.
27:20Terima kasih Bapak-Bapak.
27:21Sehat selalu.
27:22Assalamualaikum.
27:22Selamat pagi.
27:23Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan