00:00Intro
00:03Baru-baru ini kasus hantavirus yang penularannya dari tikus di kapal MV Hondius menjadi sorotan.
00:10Di berbagai belahan dunia, tikus hidup berdampingan dengan manusia.
00:14Namun jenis dan resiko penyakit yang mereka bawa bisa berbeda.
00:18Di Indonesia, tikus yang paling umum adalah tikus got dan tikus rumah.
00:23Mereka hidup di lingkungan padat seperti pasar, drainase, dan permukiman.
00:27Penyakit yang paling sering dikaitkan dengan tikus di Indonesia adalah leptospirosis
00:32yang dapat menyebar melalui air yang terkontaminasi urin tikus.
00:38Sedangkan di wilayah seperti Argentina dan Amerika Selatan,
00:42tikus liar hidup di area hutan dan pedesaan, bukan hanya di lingkungan perkotaan.
00:47Beberapa spesies tikus di Amerika Selatan dapat membawa hantavirus
00:51yang dapat menular melalui udara dari kotoran atau urin yang mengering.
00:56Di kapal ekspedisi seperti MV Hondius, seharusnya resiko tikus sangat dikendalikan
01:02karena kapal berada di lingkungan ekstrim dan menerapkan standar kebersihan ketat.
01:08Perbedaan utama bukan pada jumlah tikus,
01:11tetapi pada jenis spesies dan penyakit yang berkembang di ekosistem masing-masing.
01:18Virus itu bisa menular kepada manusia dari pencet.
01:23Jadi kita tidak bersinggungan dengan pencet,
01:25tapi kalau kita kena debunya, bekas sisa-sisa air kencing,
01:33dan tayinya ada di tikus, di rumah,
01:36mereka kan bisa dimana saja dan itu bisa terhidup sama kita
01:42atau kita memegang benda tertentu
01:44atau kontaminasi dari virus itu ke makanan kita, ke tempat makan kita.
01:51Itu potensial untuk kemungkinan kalau virusnya,
01:55apa, mencitnya atau tikusnya membawa virus hantar akan mampu menurunkan pada manusia.
02:00Dan yang menjadi masalah adalah kebanyakan gejalanya itu umum,
02:05nggak mudah dikenali, nggak mungkin dikenali,
02:07menurut saya sih nggak akan mungkin dikenali,
02:09membedakan dengan flu yang lain.
02:12Nah ini yang menurut saya jangan berharap bahwa dengan gejala ini
02:15oh spesifik, karena virus hantar, nggak mungkin.
02:18Hanya dengan pemeriksaan terhadap spesimen
02:22untuk mendeteksi apakah itu virus ini,
02:25itu harus bisa dilakukan.
02:27Jadi kemampuan laboratorium ini yang harus kuat,
02:29bukan, bukan mendiagnosis gejalanya,
02:32nggak mungkin dikenali.
02:33Perang khawatirnya terlalu berlebihan ya,
02:35karena ingat peristiwa dulu zaman COVID itu
02:38ada kematian yang juga sama modusnya ceritanya itu di kapal pesiar juga.
02:44Jadi ini yang kemudian terjadi di kapal pesiar juga
02:47dan menjadi berita, wah ini sama dengan COVID.
02:51Padahal nggak, kalau COVID kan memang virus corona itu kan
02:54sudah ditularkan dari manusia ke manusia.
02:57Sekarang itu masih dianggap sebagai zoonosis.
03:00Jadi itu diluarkan dari hewan,
03:02hikus yang sebagai reservoir terhadap virus ini
03:07ke manusia melalui cara-cara tadi.
03:11Kementes juga telah mengedarkan penjelasan soal gejala hingga pencegahannya.
03:16Berikut gejala hantavirus yang perlu diketahui.
03:19Pada fase awal, infeksi hantavirus sering menyerupai flu
03:23seperti demam, nyari otot, sakit kepala, mual, hingga gangguan pencernaan.
03:28Karena gejalanya tidak spesifik,
03:30diagnosis dini seringkali terlambat dilakukan.
03:33Pada kasus berat, infeksi dapat berkembang cepat
03:36menjadi gangguan pernafasan serius
03:38yang membutuhkan pernawatan intensif di rumah sakit.
03:41Masa inkubasi atau waktu dari paparan hingga munculnya gejala
03:46biasanya 1 hingga 2 minggu untuk HFRS
03:49hingga 8 minggu untuk HPS.
03:51Cara penularan hantavirus dapat terjadi
03:53saat manusia menghirup partikel halus
03:56dari urin, fesis, atau air liur tikus yang terinfeksi.
04:00Risiko meningkat di ruangan yang tertutup,
04:03lembab, berventilasi buruk, dan terkontaminasi kotoran tikus.
04:07Penularan antar manusia sangat jarang
04:09dan umumnya hanya terjadi melalui kontak erat
04:12secara intensif dalam waktu lama.
04:15Penyakit ini tidak menyebar cepat
04:17seperti influenza, campak, atau COVID-19.
04:28Kecepatan informasi dan akurasi data
04:31adalah komitmen kami.
04:33Satu langkah lebih dekat,
04:35satu langkah lebih terpercaya.
04:37Saksikan Sapa Indonesia Malam.
04:39di Kompas TV, channel 11, di televisi Anda.
Komentar