Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 1 hari yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - Baru-baru ini kasus hantavirus yang penularannya dari tikus di kapal MV Hondius menjadi sorotan di berbagai belahan dunia.

Diketahui, Tikus di Amerika Selatan membawa jenis Hantavirus yang menyebabkan penyakit serius bernama Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS).

Di berbagai belahan dunia, tikus hidup berdampingan dengan manusia, namun jenis dan risiko penyakit yang mereka bawa bisa berbeda.

Di kapal ekspedisi seperti MV Hondius, seharusnya risiko tikus sangat dikendalikan karena kapal berada di lingkungan ekstrem dan menerapkan standar kebersihan ketat.

Kemenkes juga telah mengedarkan penjelasan soal gejala hingga pencegahan hantavirus.

Simak infografis berikut ini!

Baca Juga Gejala dan Cara Mencegah Penyakit Hantavirus, Ini Imbauan Kemenkes di https://www.kompas.tv/nasional/668370/gejala-dan-cara-mencegah-penyakit-hantavirus-ini-imbauan-kemenkes

#hantavirus #virus #tikus #kemenkes

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/668433/geger-hantavirus-di-kapal-mv-hondius-ini-beda-tikus-di-indonesia-amerika-selatan-infografis
Transkrip
00:00Intro
00:03Baru-baru ini kasus hantavirus yang penularannya dari tikus di kapal MV Hondius menjadi sorotan.
00:10Di berbagai belahan dunia, tikus hidup berdampingan dengan manusia.
00:14Namun jenis dan resiko penyakit yang mereka bawa bisa berbeda.
00:18Di Indonesia, tikus yang paling umum adalah tikus got dan tikus rumah.
00:23Mereka hidup di lingkungan padat seperti pasar, drainase, dan permukiman.
00:27Penyakit yang paling sering dikaitkan dengan tikus di Indonesia adalah leptospirosis
00:32yang dapat menyebar melalui air yang terkontaminasi urin tikus.
00:38Sedangkan di wilayah seperti Argentina dan Amerika Selatan,
00:42tikus liar hidup di area hutan dan pedesaan, bukan hanya di lingkungan perkotaan.
00:47Beberapa spesies tikus di Amerika Selatan dapat membawa hantavirus
00:51yang dapat menular melalui udara dari kotoran atau urin yang mengering.
00:56Di kapal ekspedisi seperti MV Hondius, seharusnya resiko tikus sangat dikendalikan
01:02karena kapal berada di lingkungan ekstrim dan menerapkan standar kebersihan ketat.
01:08Perbedaan utama bukan pada jumlah tikus,
01:11tetapi pada jenis spesies dan penyakit yang berkembang di ekosistem masing-masing.
01:18Virus itu bisa menular kepada manusia dari pencet.
01:23Jadi kita tidak bersinggungan dengan pencet,
01:25tapi kalau kita kena debunya, bekas sisa-sisa air kencing,
01:33dan tayinya ada di tikus, di rumah,
01:36mereka kan bisa dimana saja dan itu bisa terhidup sama kita
01:42atau kita memegang benda tertentu
01:44atau kontaminasi dari virus itu ke makanan kita, ke tempat makan kita.
01:51Itu potensial untuk kemungkinan kalau virusnya,
01:55apa, mencitnya atau tikusnya membawa virus hantar akan mampu menurunkan pada manusia.
02:00Dan yang menjadi masalah adalah kebanyakan gejalanya itu umum,
02:05nggak mudah dikenali, nggak mungkin dikenali,
02:07menurut saya sih nggak akan mungkin dikenali,
02:09membedakan dengan flu yang lain.
02:12Nah ini yang menurut saya jangan berharap bahwa dengan gejala ini
02:15oh spesifik, karena virus hantar, nggak mungkin.
02:18Hanya dengan pemeriksaan terhadap spesimen
02:22untuk mendeteksi apakah itu virus ini,
02:25itu harus bisa dilakukan.
02:27Jadi kemampuan laboratorium ini yang harus kuat,
02:29bukan, bukan mendiagnosis gejalanya,
02:32nggak mungkin dikenali.
02:33Perang khawatirnya terlalu berlebihan ya,
02:35karena ingat peristiwa dulu zaman COVID itu
02:38ada kematian yang juga sama modusnya ceritanya itu di kapal pesiar juga.
02:44Jadi ini yang kemudian terjadi di kapal pesiar juga
02:47dan menjadi berita, wah ini sama dengan COVID.
02:51Padahal nggak, kalau COVID kan memang virus corona itu kan
02:54sudah ditularkan dari manusia ke manusia.
02:57Sekarang itu masih dianggap sebagai zoonosis.
03:00Jadi itu diluarkan dari hewan,
03:02hikus yang sebagai reservoir terhadap virus ini
03:07ke manusia melalui cara-cara tadi.
03:11Kementes juga telah mengedarkan penjelasan soal gejala hingga pencegahannya.
03:16Berikut gejala hantavirus yang perlu diketahui.
03:19Pada fase awal, infeksi hantavirus sering menyerupai flu
03:23seperti demam, nyari otot, sakit kepala, mual, hingga gangguan pencernaan.
03:28Karena gejalanya tidak spesifik,
03:30diagnosis dini seringkali terlambat dilakukan.
03:33Pada kasus berat, infeksi dapat berkembang cepat
03:36menjadi gangguan pernafasan serius
03:38yang membutuhkan pernawatan intensif di rumah sakit.
03:41Masa inkubasi atau waktu dari paparan hingga munculnya gejala
03:46biasanya 1 hingga 2 minggu untuk HFRS
03:49hingga 8 minggu untuk HPS.
03:51Cara penularan hantavirus dapat terjadi
03:53saat manusia menghirup partikel halus
03:56dari urin, fesis, atau air liur tikus yang terinfeksi.
04:00Risiko meningkat di ruangan yang tertutup,
04:03lembab, berventilasi buruk, dan terkontaminasi kotoran tikus.
04:07Penularan antar manusia sangat jarang
04:09dan umumnya hanya terjadi melalui kontak erat
04:12secara intensif dalam waktu lama.
04:15Penyakit ini tidak menyebar cepat
04:17seperti influenza, campak, atau COVID-19.
04:28Kecepatan informasi dan akurasi data
04:31adalah komitmen kami.
04:33Satu langkah lebih dekat,
04:35satu langkah lebih terpercaya.
04:37Saksikan Sapa Indonesia Malam.
04:39di Kompas TV, channel 11, di televisi Anda.
Komentar

Dianjurkan