00:00Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengaku kecewa setelah membaca tanggapan Iran
00:04terkait proposal untuk mengakhiri perang.
00:07Washington mengancam siap melanjutkan perang apabila upaya diplomasi gagal mencapai hasil.
00:17Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengecam respon pemerintah Iran
00:21terhadap proposal perdamaian yang diajukan Washington.
00:25Proposal pemerintahan Trump mencakup penghentian sementara
00:28pengayaan uranium oleh Iran sebagai imbalan pencabutan sanksi Amerika Serikat.
00:34Trump mengaku kecewa setelah membaca tanggapan Iran terkait proposal tersebut.
00:40Saya baru saja membaca respon dari apa yang disebut sebagai perwakilan Iran.
00:44Saya tidak menyukainya.
00:47Sama sekali tidak dapat diterima.
00:49Tegas Donald Trump melalui platform trup sosial miliknya.
00:53Sementara itu Duta Besar Amerika Serikat untuk PBB, Mike Walsh,
00:57menegaskan Presiden Donald Trump tetap mengedepankan solusi diplomatik
01:01sebelum mengambil langkah militer lebih lanjut.
01:04Namun ia mengingatkan Washington siap melanjutkan perang
01:08apabila upaya diplomasi gagal mencapai hasil.
01:12Menanggapi ancaman ini, pemerintah Iran siap melindungi situs
01:15di dalam ke-diri dan ke-diri dan ke-diri dan ke-diri dan ke-diri dan ke-diri dan
01:19ke-diri
01:19untuk memberikan ke negosiasi ini
01:21sebalik kita kembali membangun Iran.
01:24Saya pikir itu adalah kegiatan yang benar.
01:27Ini adalah kegiatan yang benar untuk Presiden Trump membuat.
01:29Dia menanggapi diplomasi setiap ke-diri dan ke-diri dan ke-diri dan ke-diri dan ke-diri dan ke
01:34-diri dan ke-diri dan ke-diri dan ke-diri.
01:34Tapi dia sepertinya bersedia untuk melakukan itu.
01:37Menanggapi ancaman ini, pemerintah Iran siap melindungi situs-situs nuklir tempat uranium disimpan
01:42Sebagian besar uranium milik Iran kemungkinan masih berada di kompleks nuklir Isfahan
01:47Iran memiliki lebih dari 440 kg uranium yang diperkaya hingga kemurnian 60%
02:27Pernola Kantramini menghancurkan harapan akan segera berakhirnya konflik yang telah berlangsung selama 10 minggu
02:33yang telah menyebabkan kerusakan luas di Iran dan Lebanon, melumpuhkan lalu lintas maritim di Selat Hormuz
02:39dan mendorong kenaikan harga energi global
Komentar