Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Ketua DPR RI Puan Maharani menanggapi pelemahan rupiah yang menyetuh Rp17.500 per dolar Amerika Serikat (AS), Selasa (12/5/2026).

Puan mengatakan DPR meminta pemerintah untuk mengantisipasi pelemahan rupiah.

"Kita akan meminta kepada pemerintah dan stake holder yang ada untuk mengantisipasi hal tersebut," ujar Puan dalam konferensi pers di gedung DPR RI, Senayan, Jakarta.

Baca Juga Ketua DPR Beri Pesan Pemerintah soal Rupiah Tembus Rp17.500: Jangan Sampai Indonesia Jadi Terpuruk di https://www.kompas.tv/nasional/668357/ketua-dpr-beri-pesan-pemerintah-soal-rupiah-tembus-rp17-500-jangan-sampai-indonesia-jadi-terpuruk

#puanmaharani #dprri #rupiahmelemah

Video Editor: Rizal

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/668363/puan-respons-rupiah-melemah-tembus-rp17-500-per-dolar-as-jangan-sampai-indonesia-terpuruk
Transkrip
00:00Bapak Ibu, Rival dari Kompas TV, ada dua hal yang mau saya tanyakan Bapak Ibu.
00:03Yang pertama soal kasus hantavirus, ini kan sudah diumumkan juga dalam konferensi PAS kemarin oleh Kementerian Kesehatan.
00:09Sejauh ini dari kasus yang ditemukan 20-an lebih, 3 yang, tapi ada beberapa pihak yang menilai bahwa ini berbeda
00:17dengan COVID-19.
00:19Sejauh mana kemudian masyarakat harus menyikapi munculnya hantavirus ini mengingat,
00:24walaupun kemudian beberapa pihak menilai kasus yang di Indo berbeda dengan kasus yang di kapal pesiar di luar negeri itu.
00:31Itu satu Bapak Ibu.
00:32Kemudian yang kedua, ini fenomena terkait dengan nonton barang film Pesta Babi, Bapak Ibu,
00:37yang dilarang di beberapa daerah dengan alasan tidak mengantungi izin dan itu ditindak oleh aparat militer.
00:42Dari beberapa aktivis HAM menilai bahwa ini melanggar hak asasi orang untuk berkesenian dan berekspresi.
00:48Sejauh mana DPR menanggapi larangan nonton barang itu, apakah ada hal yang dirasa tidak sesuai fakta dari film dokumenter itu
00:55yang membuat akhirnya tidak boleh ada nonton barang itu? Terima kasih Bapak Ibu.
01:00Terkait dengan virus, hantavirus, semua stakeholder sebaiknya untuk mengantisipasi dan melakukan mitigasi
01:12jangan sampai kemudian nanti menganggap hal ini hal yang tidak perlu diantisipasi dan di mitigasi
01:19kemudian menjadi luas dan melebar dan terjadi hal yang tidak diinginkan dan menjadi seperti yang terjadi di
01:29waktu terjadi di COVID-19.
01:31Jadi apapun, hal yang kemudian virus-virus yang nantinya bisa meluas dan melebar atau tercemar dengan mudah
01:46ya sebaiknya sudah diantisipasi.
01:48Dari awal, pintu-pintu yang memang harus dicegah ya sebaiknya dicegah sehingga jangan sampai meluas tanpa diantisipasi.
01:58Dan karena hari ini baru pembukaan sidang di DPR, nanti tentu saja komisi yang terkait kami akan minta
02:06untuk meminta penjelasan dari stakeholder yang terkait untuk melakukan pencegahan-pencegahan
02:14atau antisipasi terkait dengan hal tersebut.
02:18Kemudian terkait dengan obat yang sekarang sedang jadi pembicaraan
02:26memang yang saya dengar bahwa isi atau judul dari film tersebut tentu saja sensitif
02:38dan apa isi dan isi filmnya itu saya juga tidak tahu namun kami akan tindak lanjuti di DPR
02:50kalau memang itu kemudian membuat hal yang sensitif tersebut tidak baik di masyarakat
03:02tentu saja harus diantisipasi dengan baik juga
03:06namun harus ditindak lanjuti sesuai dengan baik
03:11dan karena kami juga di DPR akan meminta komisi terkait, meminta penjelasan terkait dengan hal tersebut.
03:24Selamat pagi Mbak Puan, saya Alfon Suartawan Detik.com
03:28Saya mau tanya terkait RUU Pemilu Mbak Puan
03:31Ini kan sampai sekarang partai-partai belum suatu suara terkait RUU Pemilu
03:35apakah akan menjadi inisiatif pemerintah atau jadi inisiatif JPR
03:38Terus kemudian apakah setelah pembukaan ini
03:42di sidang masa ini akan dimulai pembahasan RUU Pemilu?
03:45Terima kasih
03:46Dari masa sidang yang lalu-lalu terkait dengan Pemilu
03:51kami semua partai sudah melakukan pembicaraan
03:56seperti yang saya sampaikan informal atau bukan formal
03:59dengan para kepua umum dan semua teman-teman
04:04untuk bisa melakukan pembicaraan terkait dengan hal tersebut
04:11jadi apapun kami berkeinginan bahwa pemilu yang akan datang itu bisa dilakukan secara jubil
04:18kemudian tidak merugikan rakyat
04:21bisa memanfaat bagi bangsa dan negara
04:24ini kan memang waktunya kalau dikatakan sudah mendekati waktunya betul
04:31namun bagaimana yang terbaik untuk rakyat adalah yang paling kami melamakan
04:40jadi kita akan terus melakukan pembicaraan sebaik-baiknya informal dan informal
04:51ini terakhir
04:54soal ratusan ONA yang diamankan terkait diduk online gitu kan
04:58ini kan kita tahu ya Bu
04:59sebenarnya kebanyakan makasih ada di luar negeri
05:02tapi sekarang sudah bergeser ke Indonesia
05:04jadi DPR melihatnya bagaimana
05:06apakah juga perlu ada pengetatan pengawasan imigrasi?
05:09ya kita harus melakukan antisipasi jangan sampai kemudian
05:14kalau kemudian ada pihak-pihak yang berkeinginan menjadikan Indonesia sebagai tempat
05:25persinggahan atau sebagai tempat utama judi online
05:31itu jangan sampai terjadi
05:33karena itu pengetatan atau antisipasi terkait dengan hal itu
05:37dan dilakukan bukan hanya sekarang tapi secabak kalah
05:43jadi hal ini penting karena ini juga untuk menjaga
05:48jangan sampai ini menjadi semakin luas dan lebar
06:07ya tentu saja kita akan meminta
06:10kita akan meminta kepada pemerintah dan stakeholder yang ada
06:14untuk mengantisipasi hal tersebut
06:16dan pada sidang kedepan ini
06:19DPR juga akan masuk dalam pengawasan PPPKF
06:23yaitu APBN 2027
06:25karena itu juga termasuk dalam mengantisipasi
06:30APBN dan fiskal yang akan datang
06:33bagaimana dengan situasi global
06:35ini kan juga bukan hanya Indonesia
06:37ini terkait dengan situasi global
06:40apa yang akan dilakukan oleh pemerintah
06:42termasuk dengan BI
06:44jadi situasi ini jangan sampai pengaruhnya itu
06:48nantinya akan membuat Indonesia jadi terburuk
06:52jadi harus diantisipasi sejak awal
06:55bukan hanya tahun ini
06:57tapi juga sampai tahun 2027
06:59Terima kasih
Komentar

Dianjurkan