00:00Kalau mobil listrik kita kan pasti kelas menengah kan?
00:03Pak awalnya Bapak akhirnya ngizinin mobil listrik, dikasih insentif, kenapa sih Pak?
00:06Dulu kan Bapak nggak mau tuh.
00:08Karena kita lihat harga minyak dunia kan nggak akan turun nih.
00:13Setelah saya ke Amerika, saya pelajarin cara Amerika melakukan diskusi dan mendesain term yang diberikan untuk Iran.
00:24Itu sepertinya desainnya untuk negara yang kalah perang.
00:29Dan pasti akan ditolak oleh Iran.
00:31Itungan saya nih ya.
00:33Jadi kelihatannya okologi itu perangnya masih panjang.
00:35Artinya konsumsi BBM kita juga masih tinggi dan dengan harga yang lebih tinggi.
00:41Jadi kalau saya bisa pindahkan ke listrik, itu akan mengurangi impor kita dengan signifikan kan?
00:49Dan disambang itu juga ada listrik PLN yang tetap dibayar tapi belum nggak dipakai.
00:57yang istilahnya apa? Take or pay.
00:59Itu mungkin kefasilitas yang baru kepakai katanya sekitar 70 persen.
01:03Masih ada 30 persen listrik yang kita bayar tapi nggak dipakai.
01:07Kalau saya nggak salah ingat ya, tapi Anda mesti diskusi dengan PLN.
01:10Tapi yang jelas ada listrik yang kepakai yang kita bayar.
01:14Saya mau pakai itu supaya subsidinya di PLN mengecil, BBM juga mengecil.
01:19Itu utamanya.
01:20Jadi yang saya pikir kan perangnya sebentar aja selesai.
01:23Udah nggak usah pusing-pusing.
01:25Ternyata setelah saya lihat, kayaknya masih lama kalau begini mah.
01:29Kira-kira begitu.
01:29Sampai kapan Pak kalau ditungguan PEMNQ?
01:36Paling jelek itu September, paling bagus September itu berakhir.
01:43Karena di sana ada pemilihan kan di Amerika Serikat.
01:47Tapi bisa aja jalan berlanjut terus.
01:49Jadi kita akan berlanjut terus.
01:50Tapi jalan jangka berapa bulan ke depan ini saya akan menghemat itu.
01:59Itu kan Anda mesti tanya Bank Sentral.
02:01Jangan tanya.
02:01Saya tugas Bank Sentral hanya satu kan.
02:06Menjaga stabilitas nilai tukar.
02:08Dan kita serahkan itu ke ahlinya di sana, di Bank Sentral.
02:10Saya pikir mereka akan bisa mengundalkan dengan baik.
02:16Ini kan udah jauh banget dari asumsi makro di APBN 2026.
02:20Kita bisa akan mulai membantu besok mungkin akan masuk ke bond market.
02:26Bantunya gimana Pak?
02:28Itu yang lebih sebuah bond establishment fund kan.
02:30Tapi belum fund semuanya kita aktifkan di instrumen yang kita punya di sini.
02:34Bapak berbanyak?
02:35Besok mulai jalan.
02:36Besok ini gimana sih Pak?
02:38Dari Kemenke itu penyelenggaraan 17 tahun sudah jauh dari asumsi ke awal ya Pak.
02:42Untuk subsidi gimana Pak dari M&K-nya?
02:45Pada waktu kita hitung itu, kita asumsinya udah di atas asumsi APBN rupiahnya.
02:53Jadi nggak saya om mungkin tapi di atas itu nggak jauh ke awal sekarang.
02:57Jadi APBN-nya masih relatif aman.
02:59Tapi kita akan kendalikan nilai, kita coba membantu nilai tukar.
03:05Kita membantu BI lah sedikit-sedikit kalau bisa.
03:12Kita akan macam banyak penganggur, kita inter-mancipur market supaya yieldnya nggak naik terlalu tinggi.
03:17Kalau yieldnya naik terlalu tinggi artinya apa?
03:20Asing yang pegang bond di sini kan ada capital loss, dia akan keluar.
03:25Jadi kita kendalikan itu supaya asing yang nggak keluar atau masuk malah kalau yieldnya membaik.
03:30Sehingga rupiah akan menguat.
03:32Kita akan masuk besok, mulai besok.
03:36Semacam itu.
Komentar