00:00Kita beralih ke sorotan lain, Saudara Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI yang digelar di Pontianak jadi sorotan setelah
00:08Dewan Juri memberikan penilaian berbeda terhadap jawaban yang sama dari peserta.
00:14Imbasnya, salah satu peserta menyampaikan protes pada juri.
00:23Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI tingkat provinsi di Pontianak, Garmantan Barat menuai polemik.
00:29Salah satu peserta, siswa dari grup C, SMA N1 Pontianak, menyampaikan protes kepada Dewan Juri setelah yang mendapat nilai minus
00:375 untuk jawaban terkait proses pemilihan anggota BPK.
00:42Izin? Oh baik, silakan.
00:44Tadi kami menjawabnya sama seperti regu B.
00:47Sama.
00:48Silakan Dewan Juri untuk tanggapannya.
00:50Tadi disebutkan regu C ya, itu pertimbangan dari DPD-nya tidak ada, DPR tadi.
01:00Ada, ada.
01:04Ada.
01:06Mendapatkan protes dari peserta, juri Cerdas Cermat bergeming.
01:11Ia mengklaim jawaban peserta dari SMA N1 Pontianak kurang tepat.
01:18Tadi berpendapat, enggak ada itu Dewan Pelawak Kena daerah.
01:23Baik adik-adik, mohon diterima.
01:26Menanggapi kegaduhan imbas kelalaian juri Cerdas Cermat 4 Pilar MPR tingkat provinsi,
01:31anggota MPR sekaligus Ketua Komisi 10 DPR, Hetifah Syaifudian mendorong agar Lomba Cerdas Cermat digelar ulang.
01:40Hetifah menambahkan, pristio itu harus menjadi momentum evaluasi agar pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat dapat berlangsung lebih baik.
01:48Supaya ini berjalan adil, kami mendorong agar khusus kegiatan di Kalimantan Barat ini dilakukan Lomba ataupun pertandingan ulang.
02:01Dan tentunya kita berharap bukan hanya juri, Dewan Juri, tapi juga semua pihak betul-betul mempersiapkan Lomba ini dengan sebaik
02:10-baiknya.
02:12MPR telah menyampaikan permohonan maaf terkait dugaan klien Dewan Juri yang menyebabkan polemik.
02:18Selain itu, MPR juga telah menonaktifkan juri dan juga pembawa acara Cerdas Cermat tersebut.
02:25MPR akan mengevaluasi kegiatan Cerdas Cermat secara menyeluruh agar bisa berjalan lebih baik lagi.
Komentar