00:00Dan yang terbaru saudara anggota MPR RI lalu Hadrian Irvani dalam program Kompas Petang Bilang MPR
00:07menyayangkan langkah juri serta meminta perlombaan cerdas cermat 4 pilar diulang dan panitia dievaluasi.
00:17Sementara Ketua Dewan Pakar Federasi Serikat Guru Indonesia atau FSGI Retno Listiarti menyebut
00:23pernyataan yang diberikan juri sangat berdampak pada psikologis peserta.
00:29Retno menambahkan pernyataan juri bukan sekedar salah nilai
00:33melainkan bentuk arogansi maupun tekanan mental orang dewasa terhadap anak.
00:42Ya kami sebenarnya di MPR maupun di DPR sangat menyayangkan sekali.
00:49Tujuan diadakannya acara ini adalah tentu untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan
00:54kemudian mensosialisasikan 4 pilar yang merupakan fondasi kita dalam berbangsa dan bernegara.
01:03Kemudian apa yang kita lihat bersama bahwa dalam video tersebut juri tidak mendengarkan
01:11merupakan protes ataupun ketidakpuasan dari salah satu peserta kemudian tidak ditanggapi
01:21itu mencerminkan tidak demokratisnya acara tersebut.
01:25Sehingga kami pertama tentu melihat kejadian ini meminta agar lomba tersebut diulang.
01:31Kemudian yang kedua lomba tersebut harus dijadikan sebagai ajang untuk menanamkan kecintaan terhadap tanah air
01:39menanamkan nilai-nilai paham-paham kebangsaan
01:44baik Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Bineka Tunggal Ika dan NKRI tentunya.
01:50Nah oleh sebab itu perlu kiranya panitia yang terlibat di dalam acara tersebut
01:56untuk dilakukan evaluasi dan sebisa mungkin acara-acara semacam ini bisa dilaksanakan
02:03secara terbuka, secara transparan dan menjunjung tinggi asas keadilan.
02:10Ada arogansi ya. Jadi artinya ini kan sebenarnya kayak bola ya.
02:16Kalau misalnya ini atau nggak sih gitu kan ada itu ulang ya.
02:21Kan teknologi udah maju gitu. Harusnya kan diulang aja.
02:25Bener nggak protes itu gitu. Jadi kalau memang kata juri yang kedua bahwa artikulasi bener nggak keliru?
02:31Dan kata juri yang pertama bahwa dia tidak menyebut kata DPD betul atau tidak gitu.
02:36Nah memang ketika anak itu mengatakan penonton apakah mendengar seperti yang saya ucapkan gitu ya.
02:41Penonton itu sebagai saksi. Ya mungkin penonton ada juga yang tidak mendengar secara jelas gitu.
02:47Atau jelas dengar tapi karena itu kan panjang jawabnya gitu ya.
02:50Sehingga tidak ngeh itu bisa aja. Tapi kan sebenarnya teknologi dan banyak yang ngerekam.
02:55Jadi kan harusnya itu bisa diulang gitu ya. Itu untuk ke depan soal polemik.
03:00Yang kedua ini kan tidak mempertimbangkan faktor psikologi anak ya.
03:06Jadi kan kesannya protes gitu ya. Kemudian karena merasa benar atau tidak mau mengakui gitu ya.
03:14Kemudian orang dewasanya justru ya mulai dari dua juri, MC, itu justru seperti memojokkan kan anak ini.
03:22Jadi kalau secara psikologi pasti saat itu dia sangat tertekan.
03:26Masih begitu kita semua melihat betapa dia berani ya.
03:29Artinya dia tidak goyah dan terus mengatakan itu bahkan sampai tidak goyah tiga kali ya.
03:35Menurut saya itu keberanian yang luar biasa untuk anak seusia dia dan dalam tekanan di panggung.
03:42Jadi bagi saya memang patut kita apresiasi ya keberanian-keberanian seperti ini.
03:48Dan karena dia mengalami masalah psikologi dari dampak ini,
03:52tentu dia punya hak ya harusnya mendapatkan pemulihan.
Komentar