00:00Kendala aplikasi nusuk yang dialami Jemaah Haji Indonesia untuk masuk ke Raudoh jadi tantangan tersendiri selama rangkaian ibadah di Madinah
00:09untuk memudahkan jemaah pembimbing ibadah atau bimbat gencar sosialisasi termasuk pemahaman sedekah barcode agar semua jemaah dapat mengunjungi makam nabi.
00:26Petugas Haji layanan bimbingan ibadah rutin memberi sosialisasi terkait dengan kartu nusuk yang kerap jadi hambatan jemaah.
00:35Misalnya akun pada aplikasi nusuk tercatat oleh sistem sudah pernah mengunjungi Raudoh dan kendala tidak munculnya barcode nusuk pada aplikasi
00:44di ponsel jemaah.
00:45Buna mengatasi hal ini petugas bimbat turut mengampanyakan sedekah barcode bagi jemaah yang sudah pernah masuk Raudoh diharap bisa memberikan
00:55barcode nusuk kepada jemaah yang mengalami kendala.
01:04Jadi ada jemaah kita itu memang tidak membawa HP ya atau gaptek sehingga kami itu mengkampanyakan kepada semua jemaah, semua
01:18kelotet itu tahun 2026 ini.
01:20Saya kami kampanyakan sedekah barcode jadi orang yang tidak punya aplikasi itu bisa disedekahi dari orang yang pernah masuk Raudoh
01:31dan dia bisa mendaftar lagi ketika sudah mendapatkan barcode, barcode itu bisa difoto karena tidak bisa di screenshot makanya difoto
01:40kemudian disedekahkan bagi jemaah lain.
01:43Nah sehingga harapannya semua jemaah itu bisa masuk Raudoh, saling bantu-membantu seperti itu.
01:54Kendalanya diantaranya itu ketika aplikasi nusuk itu sudah dibuat oleh yang bersangkutan atau jemaah, ternyata sudah dipakai padahal yang bersangkutan
02:05belum memakainya gitu.
02:07Lalu apa hasil dari sosialisasi itu?
02:10Tadi diberikan solusi menggunakan menunggu dari aplikasi itu ada petir, petir itu yang menandakan bahwa ada slot lain tapi dengan
02:24akun orang lain gitu.
02:26Jadi yang kedua dengan delete akun gitu. Tapi yang delete akun itu harus yang bisa IT. Jadi untuk orang-orang
02:36langsia itu mungkin bisa dibantu yang muda-muda seperti itu.
02:40Terima kasih telah menonton!
Komentar