00:00Siswa SMA Negeri 1 Pontianak yang menjadi peserta Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI di Pontianak
00:06diundang untuk bertemu dengan Ketua Komisi 2 DPR yang juga merupakan alumni SMA Negeri 1 Pontianak
00:13Muhammad Rifki Nizami Karsayuda.
00:16Apa saja yang dibahas? Berikut wawancara Jurnalis Kompas TV Fedris Kaananda dan Juru Kamera Arief Rahman.
00:22Saudara, kadang kita yang terlahir terlebih dahulu ini selalu menganggap bahwa diri kita benar
00:27dibandingkan dengan adik-adik kita yang kemudian terlahir belakangan.
00:29Namun, tentu saja kita orang dewasa juga kadang membuat kesalahan dan kemudian ada juga adik-adik kita yang mengkritik.
00:36Bagaimana kemudian jiwa besar kita ini bisa dikritik oleh anak-anak kecil ini, ini merupakan kedewasaan yang sangat luar biasa.
00:42Seperti halnya kemarin terjadi di Lomba Cerdas Cermat MPR RI yang mana diselenggarakan ini
00:47mengajak seluruh siswa Indonesia untuk dapat melek mengenai konstitusi negara dan juga bagaimana negara Indonesia ini berdemokrasi.
00:55Nah, kemarin ketika kemudian grup C dari SMA Negeri 1 Pontianak ini, mereka berani menyuarakan ketidaksetujuan mereka
01:03terkait dengan hasil dari Dewan Juri dan mereka ini berani speak up.
01:07Ini hal yang sangat luar biasa dan banyak juga mendapatkan atensi dari publik dan kemudian apresiasi juga kepada adik-adik
01:12kita ini.
01:13Sekarang, kita sudah bersama dengan adik-adik kita ini yang jauh-jauh datang dari Pontianak.
01:18Kemarin itu kebetulan Oca yang berbicara, mungkin bisa dijelaskan nggak?
01:22Gimana sih sebetulnya ceritanya pada saat itu?
01:30Jadi kemarin itu kita diberikan di sesi ketiga, yaitu sesi rebutan.
01:35Jadi di mana itu sistematika lombanya itu cepat-cepatan.
01:38Host membacakan soal, kemudian ketika kita sudah mengetahui apa pertanyaannya,
01:42itu kita akan menekan bel secara individual setiap timnya.
01:46Jadi ketika saat itu host membacakan soal, kebetulan Oca itu bisa menjawab.
01:53Kemudian Oca itu menekan bel, Oca menjawab pertanyaan yang sudah sesuai secara substansinya.
01:59Namun oleh Dewan Juri itu memberikan poin minus lima.
02:04Jadi kemudian ketika di sistem ataupun di tahap rebutan ini,
02:10ketika suatu grup itu sudah menjawab tapi jawabannya salah,
02:13itu akan dilemparkan kepada dua grup lainnya, di mana grup A dan juga grup B.
02:17Nah ketika host itu melemparkan soal kepada grup A dan juga grup B,
02:22grup B menjawab dengan jawaban yang sama,
02:26sangat sama sekali, secara substansi juga sama.
02:28Kemudian diberikan nilai 10 poin oleh juri, maka di situ kami juga kaget.
02:34Jujur lagi kita kaget sekali, karena memang tidak hanya secara substansi,
02:38tapi secara kalimat yang dilontarkan Oca sebagai tim C dan juga dengan tim B itu memiliki kesamaan yang persis.
02:45Makanya kami di situ pede sekali untuk bisa protes kepada Dewan Juri.
02:51Bang Rifki, abang kan sebagai alumni ini kan artinya punya kedekatan emosional dengan SMA 1 Pontianak ini.
02:56Mungkin bisa dijelaskan bang, apa yang mendorong abang juga memberi perhatian kepada Al-Mamatera bang?
03:02Ketika saya cermati dua hal, secara substansi memang ada kejanggalan yang cukup fatal.
03:07Karena sebagai anggota DPR-MPR,
03:10apa yang disampaikan oleh adik-adik saya dari waktu itu apa, Regu C dari SMA 1 Pontianak,
03:18itu persis mengutip ketentuan di dalam Undang-Undang Dasar dan Undang-Undang tentang Badan Pemeriksa Keuangan
03:27terkait dengan mekanisme pemilihan anggota BPK.
03:31Sebagai pembentuk Undang-Undang, saya kan tahu persis yang mana yang benar dan yang mana yang salah.
03:36Dan ketika kemudian itu disalahkan, tentu ini menjadi sebuah persoalan.
03:41Saya kemudian membuat video pernyataan resmi bahwa saya meminta kepada MPR,
03:48institusi di mana saya juga menjadi anggotanya untuk segera membuat klarifikasi secara utuh,
03:53meminta maaf secara terbuka.
03:55Dan kepada dua orang Dewan Juri yang kebetulan adalah pegawai negeri sipil di lingkungan MPR RI,
04:01di tempat kami bekerja,
04:03saya minta juga secara fair untuk menyampaikan permohonan maaf.
04:06Karena bagi saya, ini bukan soal siapa yang menang, siapa yang salah.
04:10Ini soal angle di mana fair atau tidak fair pelaksanaan lomba ini dilakukan.
04:15Dan yang paling penting, institusi MPR harus kemudian tetap memposisikan lomba cerdas cermat empat pilar ini
04:22sebagai lomba yang prestisius.
04:24Nah itulah tadi bagaimana dinamika dari perjalanan SMA satu negeri Pontianak ini
04:29untuk mengikuti lomba cerdas cermat empat pilar.
04:32Bagaimana kita melihat bagaimana generasi-generasi muda ini tidak hanya pintar,
04:36tapi public speaking-nya juga pintar.
04:38Dan ini merupakan potensi Indonesia emas ke depannya.
04:41Tentu kita sangat senang punya adik-adik ini,
04:43dan apresiasi yang luar biasa kami sampaikan untuk adik-adik.
04:46Fede Ska Ananda, Arief Rahman, Kompas TV, Jakarta.
04:49Terima kasih.
Komentar